Simalungun, (POLMAS) - Minggu 14/04/2019,sekira pukul 23.00 wib Unit Jahtanras Polres Simalungun berhasil mengungkapan kasus pembunuhan yang dilakukan Samidi alias Senen ( 45 tahun), .warga Nagori Margomulyo, Kecamatam Gunung Malela Kabupaten Simalungun.  Senin (15/4).

Penemuan mayat Perempuan pada Selasa 19/03/2019 lalu, dilokasi PTPN IV Afdeling III, Kebun Unit Laras, Nagori Silau Bayu, Kecamatan Gunung Maligas Kabupaten Simalungun.Korban bernama Ngatiem (40),

Korban pembunuhan oleh pelaku berhasil diungkap unit Jahtanras Polres Simalungun berkat serangkaian penyelidikan yang dilakukan tim. Dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh tim, didapat ciri ciri pelaku yang diduga sebagai pelaku pembunuhan.

Tim unit Jahtanras pun mulai melakukan pencarian yang akhirnya mendapati terduga melintas di Jalan Thamrin Kota Pematangsiantar. Kabarnya lokasi ini adalah tempat dimana pelaku menjemput korban sebelum pembunuhan 3 minggu lalu terjadi. Personil melakukan pengejaran terhadap pelaku dan berhasil meringkus pelaku di Jalan Sutomo, Kelurahan Dwikora, atau tepatnya di seputaran Sutomo Square kota Pematangsiantar.

Namun saat dilakukan pecarian terhadap barang bukti, tersangka berupaya melakukan perlawanan kepada petugas dengan cara melarikan diri sehingga di lakukan tindakan tegas terukur dengan melakukan tembakan pada kaki kanan tersangka. Pelaku pun mendapat perawatan di RS Djasamen Saragih.

Hasil interogasi dilokasi penangkapan terhadap pelaku, mengaku bernama Samidi alias Senen (45), warga Nagori Margomulyo, Kecamatam Gunung Malela Kabupaten Simalungun. Tersangka pun mengakui perbuatannya telah melakukan pembunuhan terhadap korban Ngatiem 3 (tiga) Minggu lalu di Afdeling III kebun unit Laras.

Pelaku dan sejumlah barang bukti berhasil diamankan dari pelaku yang pada saat itu digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban. Dari Keterangan tertulis yang didapat dari unit Jahtanras Polres Simalungun menyebutkan terhadap pelaku akan dikenakan pasal 338 tentang Pembunuhan Berencana jo 340 KUHPidana.(SS).

 
 
 

Perdagangan-Simalungun (Polmas) - Polsek perdagangan kembali meringkus 2 orang pelaku bernama  ISMAIL SILAEN. Laki laki (26 thn), yang beralamat  huta IV teladan nagori perlanaan Kecamatan Bandar Kabupaten Simalungun dan RAHMAT HIDAYAT,laki-laki,(26 tahun). Beralamat huta 4 teladan nagori perlanaan Kecamatan Bandar Kabupaten Simalungun dan Dusun 1 Sakura Desa Glugur Makmur kecamatan talawi Kabupaten Batubara keduanya diringkus karena melakukan tindak pidana pencurian. Rabu.pukul 17.30 wib (10/4).

Pada hari rabu tgl 10 April 2019 pukul 06.15 wib, korban ASRONAH BATUBARA dan anaknya FITA sedang duduk di depan rumah korban yang mana Di rumah korban juga digunakan sebagai warung. Pada saat menunggu warung tersebut terlihat oleh korban melintas dua orang laki-laki mengendarai sepeda motor warna merah yang Kemudian dilihat oleh korban 2 orang tersebut Memutar Balik dan singgah di warung korban, tibanya di warung korban salah satu laki-laki tersebut yang dibonceng (yang diketahui setelah tertangkap bernama ISMAIL SILAEN ) membeli rokok kemudian korban ASRONAH BATUBARA melayani laki-laki tersebut dan kemudian pelaku meminjam korek atau mancis setelah di digunakan  korek atau mancis tersebut oleh pelaku kemudian dikembalikan kepada korban dan saat korban hendak memulangkan korek atau mancis tersebut ke tempatnya.

Selnjutnya pelaku tiba-tiba merampas handphone yang saat itu sedang digunakan oleh anak korban yang bernama FITA melihat demikian korban ASRONAH BATUBARA berteriak keras sembari mengejar dan teriakan tersebut sontak mengundang warga sekitar.  mendengar teriakan korban lalu warga turut mengejar pelaku tersebut.

Dalam pengejaran salah warga menemukan sepeda motor pelaku  di areal perkebunan sawit milik PT PP  lonsum  bahlias  lalu memberitahukan kepada masyarakat yang turut mengejar dan menemukan laki-laki yang sembunyi di rawa-rawa dan setelah diangkat dari rawa-rawa laki-laki tersebut mengaku bernama ISMAIL SILAEN yang mengaku yang mengambil handphone sedangkan 1 orang laki-laki yang membawa sepeda motor juga turut diamankan yang bersembunyi tidak jauh dari pelaku 1  ditemukan dan laki-laki tersebut mengaku bernama RAHMAT HIDAYAT adalah orang yang berperan membawa sepeda motor
tidak Berapa lama pihak kepolisian datang dan mengamankan tersangka dan barang bukti ke Polsek Perdagangan.

Atas perbuatan kedua pelaku tersebut.  korban membuat pengaduan ke Polsek Perdagangan, dan saat ini dalam penyelidikan lebih lanjut. Dan saat ini barang bukti diamankan beserta barang bukti,satu sepeda motor yamaha vega warna merah BK 6342 TBB. 1 buah Kotak HP Vivo Y81,satu unit HP Vivo Y81. (ss)

Medan (POLMAS) - Petugas gabungan Polrestabes Medan dan Polsek Medan Helvetia berhasil menangkap tiga anggota Genk Motor “Esto Warning” yang telah melakukan pengerusakan rumah milik anggota kepolisian, Bripka Arigalih Gumilang.
 
Selain itu, kawanan yang juga kerap melakukan aksi begal itu menganiaya Jhonner Lumbanraja, Riko Lumbanraja, Bin Fri Uno Purba dan Junaidi Silitonga, seluruhnya warga Medan Helvetia.
 
Sedangkan tiga tersangka yang berhasil ditangkap di rumahnya masing–masing kawasan Medan Helvetia itu adalah, Dani (24), Harianto (23) dan David (22).
 
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Prawira Yudha didampingi Kapolsek Medan Helvetia Kompol Trilla Murni kepada wartawan di Mapolrestabes Medan, Kamis (4/4) menjelaskan, peristiwa penganiayaan dan pengrusakan rumah itu terjadi pada 24 Maret 2019 lalu di Jalan Pembangunan V No 9, Perumahan Guru Lama, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia.
 
Kasus itu telah membuat resah warga itu diproses Polsek Medan Helvetia bekerjasama Polrestabes Medan. Berdasarkan keterangan saksi dan bukti di lapangan, polisi berhasil meringkus ketiga tersangka dan masih memburu pelaku lainnya.
 
“Baru tiga pelaku yang diamankan, sedangkan puluhan kawanan Genk Motor Esto Warning lainnya kabur saat petugas gabungan Polrestabes Nedan dan Polsek Medan Helvetia melakukan penyergapan,” kata Putu Yudha.
 
Kendati demikian, AKBP Putu Yudha memberi warning kepada kawanan Genk Motor yang telah membuat onar tersebut untuk segera menyerahkan diri, sebelum dilakukan tindakan tegas. Apalagi, kepolisian telah mengantongi identitas dan mengenali ciri–ciri pelaku lainnya.
 
“Kepolisian tidak pernah memberikan toleransi kepada pelaku yang membuat resah masyarakat. Dalam hal ini, kita tegas untuk menindak pelaku tindakan kejahatan di jalanan dan membuat resah masyarakat Kota Medan,” tegas mantan Kasubdit Tipikor Dit Reskrimsus Polda Sumut tersebut.
 
AKBP Putu optimis, otak pelaku pengrusakan dan penganiayaan berisial FIS alias Nando (24), akan segera ditangkap. Jika tidak segera menyerahkan diri, bisa dilakukan tidakan tegas terukur.
 
“Menyerah saja akan diproses dengan baik dan tidak diberikan tindakan tegas,” imbaunya.
 
Sementara, tersangka Harianto mengaku menyesal ikut terlibat melakukan pengrusakan dan penganiayaan terhadap warga di Jalan Pembangunan V Medan Helvetia itu.
 
“Saya menyesal dan tidak mau lagi terlibat genk motor di kota Medan,” akunya. (Rel)
 
 
Tobasa (POLMAS) - Warga Dusun V Desa Pintubatu, Kecamatan Silaen, Toba Samosir berduyun-duyun mencari DP, Selasa (2/4/2019) siang kemarin. 
 
Pasalnya, pria berusia 42 itu diketahui baru saja memperkosa seorang siswi SD, warga sekampungnya yang masih berusia 7 tahun. 
 
Mirisnya, pemerkosaan itu dilakukan di hadapan temannya sendiri! 
 
Informasi yang diperoleh dari salah seorang keluarga korban, Rabu (3/4/2019), bocah perempuan berinisial TSP itu diperkosa sepulang dari sekolah sekira pukul 11.30 Wib. 
 
Ditemui di Mapolsek Silaen, RP yang merupakan namboru (bibi) korban mengatakan, dia baru mengetahui keponakannya itu diperkosa setelah diberitahun teman TSP sendiri berinisial SP. 
 
“Jadi, waktu sampai di rumah, si SP ini mengadu sama saya, ‘Namboru sudah pincang jalan si TSP karena diperkosa si DP tadi di pollak (ladang)’, katanya,” beber RP, Rabu (3/4/2019) siang. 
 
Sementara itu, SP, yang berhasil ditemui mengatakan, kejadian bermula saat dia dan TSP pulang dari sekolah menuju ke rumahnya di Desa Pintubatu. Di tengah perjalanan, tiba-tiba DP muncul dan memanggil mereka berdua. 
 
“Dikasih uang Rp4000 kami terus diajak ke kebun,” tuturnya polos. 
 
Sesampainya di kebun, DP kemudian merebahkan tubuh TSP di sebuah pondok yang ada di kebun tersebut, sembari membuka celana dalam sang bocah dan celananya sendiri, lalu menindih tubuh gadis kecil itu. 
 
Diduga karena ketakutan, TSP hanya pasrah diperkosa, sementara SP melihat semua perbuatan DP tersebut dari luar gubuk yang tidak tertutup itu. 
 
Puas melakukan aksinya, DP kemudian menyuruh kedua bocah tersebut pulang ke rumah mereka masing-masing. Sementara SP melihat temannya TSP terpaksa berjalan tertatih-tatih karena kesakitan. 
 
Sesampainya di rumah Sepentina langsung memberitahukan kejadian yang di lihatnya pada RP–namboru atau bibi korban. 
 
Mendengar pengakuan itu, RP pun menghubungi orangtua korban TP (40) dan beberapa keluarga lainnya. Mereka pun mengejar DP ke lokasi kejadian. 
 
Namun tiba di sana, DP ternyata sudah melarikan diri. RP dan Panjaitan dan orangtua korban kemudian sang bocah ke Polres Tobasa melaporkan kejadian tersebut. 
 
Sementara itu, warga yang merasa berang dengan ulah DP, beramai-ramai terus mencari DP ke tempat persembunyiannya. Rabu (3/4/2019) pagi sekira pukul 9.00 Wib, DP akhirnya berhasil ditangkap warga di Desa Pintubosi, Kecamatan Laguboti. 
 
Pria itu kemudian diserahkan ke Mapolsek Silaen. Kapolsek Silaen, AKP Junaidi ketika dikonfirmasi metro24jam.com membenarkan pihaknya sudah mengamankan DP dan segera akan menyerahkan tersangka ke Unit PPA Polres Tobasa. 
 
“Di Polsek kan tidak ada unit PPA, jadi kita hanya mengamankan pelaku dan untuk proses selanjutnya kita serahkan kepada Unit PPA Polres Tobasa yang proses,” katanya. (Red)
Siantar (POLMAS) - Hakim di Pengadilan Negeri (PN) Siantar akhirnya menjatuhkan vonis 10 bulan penjara kepada terdakwa kasus kekerasaan dalam rumah tangga (KDRT), Herawati Sinaga, Kamis (4/4/2019) sore. 
 
Sidang dipimpin hakim Ketua Fitra Dewi dan ditemani dua hakim anggota Fhytta dan Nuzuli. 
 
Dalam amar putusannya, Herawati yang berprofesi sebagai dokter gigi dinyatakan majelis hakim terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan kekerasan fisik dalam dalam lingkup rumah tangga, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 44 ayat 1 UU RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. 
 
“Menjatuhkan pidana penjara selama 10 bulan penjara,” kata Hakim Fitra Dewi. 
 
Vonis tersebut persis sama atau comform dengan tuntutan JPU Rahma Sinaga sebelumnya. 
 
Usai pembacaan vonis, Martin selaku kuasa hukum terdakwa meminta kepada waktu selama 7 hari kepada majelis hakim untuk pikir-pikir atas vonis yang diberikan. 
 
Dikawal PM dan Polisi 
 
Sepanjang persidangan tersebut, masing-masing 3 personel dari Detasemen Polisi Militer (PM) dan Satuan Sabhara Polres Pematangsiantar berjaga-jaga di dalam dan luar ruang sidang. Humas PN Siantar Simon mengatakan, Polisi dan PM yang dihadirkan untuk pengamanan. 
 
“Suami dari terdakwa kan oknum TNI. Jadi, tadi ibu Ketua PN meminta bantuan kepada PM untuk pengamanan di ruang sidang agar tidak terjadi hal-hal tidak diinginkan,” kata Simon. 
 
Diketahui sebelumnya, Herawati Sinaga duduk sebagai terdakwa di persidangan setelah diadukan asisten rumah tangganya, Serti Butarbutar, ke pihak kepolisian. 
 
Dalam laporannya, Serti yang ketika itu didampingi ibunya Nurmaida Hasibuan, mengaku bahwa penganiayaan itu dilakukan sang majikan Herawati di Jalan Viyata Yudha. 
 
Serti juga mengaku sempat disekap di kamar mandi, dipukuli dan tidak digaji selama bekerja di rumah Herawati. Serti akhirnya berhasil kabur dari dalam kamar mandi saat majikannya itu sedang melangsungkan aktivitas di gereja. (Red)
 
 
Page 1 of 16
© 2019 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved