Simalungun (POLMAS) - Marlen Siahaan (69) tewas setelah ditabrak Bus CV Raja Transport tak jauh dari kediamannya, jalan umum Pematangsiantar-Saribudolok, Huta Sibaganding, Nagori Janggir Leto, Kecamatan Panei, Simalungun, Kamis (4/42019) pagi sekira jam 06.30 Wib. 
 
Kanit Laka Lantas Polres Simalungun, Iptu Amir Mahmud dalam keterangannya mengatakan, insiden maut tersebut terjadi saat pria lanjut usia itu hendak menyeberang jalan. 
 
“Pagi itu korban sedang menyeberang jalan, tiba-tiba datang angkutan umum Bus CV Raja Transport jenis Isuzu, BK 7508 TL, nomor pintu 188, yang dikemudikan oleh Jasan Roy Saragih (27), warga Kelurahan Pematang Raya, Kecamatan Raya, Simalungun,” katanya. 
 
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi dan hasil olah TKP, bus yang dikemudikan Jasan Roy Saragih datang dari arah Saribu Dolok menuju Pematangsiantar dengan kecepatan cukup tinggi, berkisar 60-70 kilometer per jam. 
 
“Pengemudi bus diduga tidak memperhatikan korban yang sedang menyeberang jalan,” jelas Amir Mahmud. 
 
Akibatnya, tubuh korban tepental ke kaca depan mobil lalu kemudian terhempas ke badan jalan. Warga setempat yang mengetahui kejadian berusaha menolong Marlen dengan membawanya ke rumah sakit. Namun, belum sempat mendapat perawatan, pria itu meninggal dunia di perjalanan. 
 
“Kasus sudah kita tangani, dan masih dalam proses pemerikasaan dan jenazah korban sudah di ruang forensik untuk visum,” pungkasnya. (SS)
 
 
 
 
Medan (POLMAS) - Kecelakaan kereta api jurusan Medan-Binjai versus Toyota Avanza terjadi di Jalan Stasiun, Desa Lalang, Kecamatan Sunggal Kabupaten Deliserdang, Minggu (7/4/2019) sekitar pukul 10.30 WIB.
 
Mobil Avanza yang ditumpangi lima orang sekeluarga tersebut terseret hingga 400 meter, kemudian terbalik. Dari lima orang yang berada di mobil tersebut, seorang bayi berusia 9 bulan dikabarkan selamat.
 
Sedangkan empat penumpang lainnya mengalami luka-luka dan dalam kondisi kritis.
 
Informasi yang dihimpun, mobil Avanza ini dikendarai oleh Jiko, yang hendak berpergian ke Lubuk Pakam bersama istrinya, Yerika, Julio 3,5 tahun (anaknya), Arif (adik Yerika), dan Evita (9 bulan).
 
Sinaga, warga Jalan Stasiun, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, mengatakan, kereta api jurusan Medan-Binjai menabrak mobil Toyota Avanza dengan nomor polisi BK 1534 QH.
 
"Kejadiannya sekitar jam 10.30 WIB. Penumpang ada lima orang, empat orang kritis, dan seorang bayi selamat. Tapi saya tidak tahu pasti luka di bagian mana saja penumpangnya itu," ujar Sinaga, Minggu.
 
Menurut Sinaga, perlintasan kereta api di kawasan tempat tinggalnya itu memang rawan kecelakaan. Pasalnya, tidak ada palang di perlintasan tersebut.
 
"Dari dulu perlintasan kereta api di sini tidak memiliki palang," katanya.
 
Menurut Sinaga, kecelakaan ini merupakan pertama kalinya terjadi di tahun 2019 ini.
 
"Saya tinggal dari tahun 1999 di sini. Ada empat kali yang saya ingat terjadi kecelakaan di sini. Kalau untuk tahun 2019 ini, baru ini. Sebelumnya pernah Pajero, Becak, dan Avanza hitam seperti ini ditabrak kereta api," ungkapnya.
 
"Biasa memang ada yang menjaga peluang ya partisipasi masyarakat. Kadang diberi uang bagi pengendara yang melintas, ya hitung-hitung itulah upah mereka. Tidak pernah ada ini palang pintu. Posisi jalan ini kan sedikit menanjak, kalau kereta apa siang gak nampak kalau datang. Jadi kalau gak ada yang jaga kita waswas," ungkapnya.
 
Informasi yang dihimpun Tribun, kronologi kecelakaan ini bermula saat mobil Avanza tersebut menempel becak yang hendak melintasi perlintasan kereta api.
 
Becak tersebut berhasil melewati rel kereta. Sedangkan mobil Avanza tak bisa lagi menghindari kereta yang melintas dengan kecepatan tinggi.
 
"Jadi becaknya lolos, nah, Avanza ini tidak sempat. Jadi ia terseret-seret kurang lebih 400 meter," ujar Sinaga.
 
Pantauan di lokasi, puluhan warga sekitar lokasi masih memadati tempat lokasi kecelakaan. Mobil Avanza itu dalam kondisi terbalik.
 
Pintu kiri bagian depan terlihat ringsek parah. Posisi stir ban berbelok ke kanan. Ban belakang bagian kanan dalam keadaan patah as.
 
Tak sedikit warga yang melihat peristiwa tersebut mengabadikannya melalui smartphone, baik foto maupun video.
 
 
Medan (POLMAS) - Tabrakan beruntun melibatkan enam mobil terjadi di Jalan Juanda, Medan Polonia, tak jauh dari Bandara Eks Polonia, Jumat (5/4/2019) sekitar pukul 15.35 WIB
 
Menurut informasi yang diterima di lapangan, tabrakan beruntun ini bermula ketika pengendara Innova Reborn berwarna silver menabrak mobil Avanza hitam BK 1698 MS.
 
Setelah itu, mobil Avanza hitam menabrak mobil Calya merah BK 1832 BI dan menabrak mobil Datsun putih BK 1471 KH.
 
Selanjutnya menabrak mobil Xenia hitam BK 1185 IK dan kemudian menabrak mobil Brio hitam BK 1481 IG.
 
Akibatnya, arus lalu lintas di seputaran jalan tersebut menjadi macet.
 
Seluruh mobil terlihat rusak di bagian depan dan belakang.
 
Pecahan kaca dari keenam mobil juga berserakan di aspal.
 
Petugas unit lantas Polsek Medan Kota langsung datang ke TKP untuk mengatur arus lalin dan meminggirkan kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan beruntun tersebut.
 
Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan beruntun ini.
 
Sampai berita ini diturunkan, semua pengemudi yang terlibat kecelakaan beruntun yang rata-rata pengemudi taksi online sudah berada di Polsek Medan Kota untuk dimintai keterangan dari pihak kepolisian.
 
Terlihat mobil yang tabrakan sudah terparkir rapi di depan Polsek Medan Kota, kecuali mobil Innova Reborn warna silver yang merupakan penabrak pertama.
 
Diduga tabrakan beruntun  di Jalan Juanda simpang Jalan Khairil Anwar akibat pengemudi Innova silver BK 1071 AF kelabakan mengendarai kendaraan transmisi matic.
 
Pengendara mobil Innova Reborn Kong Kwan Ming (75) yang seharusnya memijak pedal rem, ternyata memijak pedal gas.
 
"Mungkin karena faktor usia, jadi yang bersangkutan kelabakan sehingga memijak pedal gas dan menabrak mobil yang sedang dalam antrean lampu merah," kata Kapolsek Medan Kota Kompol Revi Nurvelani, Jumat (5/4/2019).
 
Ia menceritakan tabrakan beruntun ini akibat  Kong Kwan Ming yang menabrak mobil Avanza BK 1698 MS yang dikendarai Rudi Jaya Simatupang (46) warga Jalan Menteng VII, gang Flamboyan, Medan Tenggara.
 
"Sehingga bukan memijak pedal rem, malah memijak pedal gas. Makanya mobil semakin melaju dan menabrak mobil Avanza tersebut dengan keras," ujar Revi.
 
Selanjutnya, kata mantan Kapolsek Medan Barat ini, mobil Avanza yang dikemudikan Rudi menabrak mobil Calya Merah BK 1832 BI yang dikemudikan Surya Darmawan Sitohang (34) warga Jalan Garuda, gang Siriaon No 2A, Kelurahan Tegal Mandala II.
 
Kemudian menabrak mobil Datsun Putih BK 1471 KH yang dikemudikan Pery Syahputra (32) warga Jalan Mesjid No 26, dusun III, Desa Purwodadi, Sunggal.
 
Setelah itu, menabrak mobil Xenia hitam BK 1185 IK yang dikemudikan Manongu Tamba (44) dusun I, Desa Marindal II, Medan Patumbak dan terakhir menabrak mobil Brio hitam BK 1481 IG yang dikemudikan Asimido Tuah J Sagala (26) warga Jalan M Taufik, Gang Bintara No 59C.
 
Semua mobil tabrakan beruntun ini semua merupakan sopir taksi online (taksol) yang pada saat kejadian, mereka sedang tidak mengangkut penumpang.
 
Kanit Lantas Polsek Medan Kota Iptu AW Nasution mengatakan kejadian tabrakan beruntun ini terjadi di Jalan Juanda simpang Jalan Khairil Anwar sekitar pukul 15.30 WIB.
 
Kecelakaan ini terjadi karena pengemudi Innova yang gugup sehingga tidak bisa membedakan mana pedal rem mana pedal gas.
 
"Sehingga yang bersangkutan menabrak mobil yang ada di depannya.
 
Total mobil yang terlibat dalam kecelakaan beruntun ini ada enam mobil termasuk mobil yang menabrak,"ujarnya.
 
Sampai saat ini, katanya, tersangka dan kelima korban sedang dalam pemeriksaan.
 
"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tabrakan beruntun ini. Cuma kerugian materil,"katanya.
 
Untuk tersangka, kata AW, pihaknya juga sudah menyatakan kalau mereka siap menanggung kerugian untuk memperbaiki mobil mereka rusak akibat kecelakaan beruntun. (Red)
Medan (POLMAS) - Petugas kepolisian melakukan penertiban terhadap para pelajar dari berbagai sekolah yang melakukan konvoi usai pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMK.
 
Dikutip dari media Analisadaily.com di kawasan Lapangan Merdeka, Medan, para pelajar melakukan aksi corat-coret baju sambil kebut-kebutan mengendarai sepeda motor. Bahkan ada sebagian mereka yang tidak mengenakan helm dan tidak memiliki surat-surat kendaraan.
 
Melihat aksi tersebut, petugas kepolisian langsung menertibkan dan mengamankan sejumlah pelajar yang mengendarai sepeda motor tanpa mengenakan helm.
 
Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP Juliani Prihartini, mengatakan bahwa pihaknya melakukan penertiban ini agar para pelajar tidak melakukan corat-coret dan konvoi kendaraan yang bisa membahayakan lalulintas.
 
“Kita sudah peringatkan dan mengimbau kepada para pelajar agar tidak melakukan aktivitas di Lapangan Merdeka. Bahkan kami juga sudah mengingatkan kepada mereka agar tertib dalam berlalu lintas,” kata Juliani, Kamis (28/3) sore.
 
Akibat aksi ugalan-ugalan ratusan pelajar dari berbagai sekolah di Kota Medan, arus lalu lintas di kawasan Lapangan Merdeka macet total. (Red)
Medan (POLMAS) - Kepala Satuan Lalulintas (Kasatlantas) Polrestabes Medan, AKBP Juliani Prihatini menyampaikan, bagi masyarakat yang hendak menyaksikan kegiatan acara di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) diharapkan memerhatikan lokasi parkir. 
 
Pasalnya, sering kali masyarakat tidak perduli akan tempat parkir kendaraan bermotornya, yang kemudian dapat mengakibatkan kemacetan panjang di Jalan Gatot Subroto, tepatnya depan PRSU.
 
AKBP Juliani mengatakan, untuk pengaturan lalulintas di depan PRSU sudah dilakukan dan dilaksanakan oleh pihak Polsek Helvetia dengan bantuan dari Dinas Perhubungan Kota Medan. 
 
“Depan PRSU itu pengaturannya oleh Polsek Helvetia sudah punya strategi lalu lintas, dengan dibantu dari Dishub,” ujar AKBP Juliani, Sabtu (9/3/2019).
 
AKBP Juliani Prihatini juga menyampaikan, bahwa masyarakat jangan memarkirkan kendaraanya secara berlapis, apabila lahan parkir di halaman PRSU sudah penuh.
 
Kemudian, untuk masyarakat apabila memakirkan kendaraanya di badan Jalan Gatot Subroto tepat di depan PRSU, jangan dua lapis. 
 
Menurut AKBP Juliani, untuk satu baris saja kemungkinan kemacetan tidak akan terjadi. 
 
“Sebatas parkir satu lapis saya rasa tidak menganggu lalulintas, kecuali parkir berlapis, makanya nanti kita akan kerjasama dengan dinas-dinas terkait,” ujar AKBP Juliani Prihatini.
 
Menurut AKBP Juliani, wajar bila kemacetan terjadi, dikarenakan pasti masyarakat beramai-ramai datang untuk dapat menyaksikan acara tahunan tersebut. Apalagi, sampai mendatangkan artis-artis Ibu Kota. 
 
Namun, masyarakat juga harus sadar bahwa perlunya memerhatikan arus lalulintas, kata AKBP Juliani, jangan sembarang memakirkan kendaraan. 
 
“Karenakan namanya keramaian, semua orang datang kesitu, semua orang mau simpelnya saja, kadang-kadang mereka juga tidak ada kesadaran parkir sesukanya. Makanya harapannya masyarakat menyadari tidak parkir sembarang dan berlapis-lapis,” kata AKBP Juliani Prihatini.
 
Lalu, masyarakat juga jangan hanya meninggalkan kendaraan begitu saja, dipastikan untuk mengecek kembali. Lantaran acara tersebut dengan jumlah kapasitas masyarakat yang hadir tentu sulit bagi petugas untuk dapat mengontrol semua kendaraan. 
 
Pada setiap memakirkan kendaraanya masyarakat juga harus ingat kuncinya sepeda motornya. Kadang ada masyarakat yang melaporkan kepada kita hilang kendaraan, karena lupa mengambil kunci sepeda motornya, ujar AKBP Juliani mengakhiri. (Rel)
Page 1 of 2
© 2019 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved