Siantar (POLMAS) - Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di lintas umum Pematangsiantar menuju Parapat. Kali ini terjadi di Km 33-34, tepatnya Dusun I, Nagori Pondok Bulu, Kecamatan Dolok Panribuan, Sabtu (9/2) sekira Pukul 06.30 WIB. Akibatnya 1 orang meninggal dunia, 2 orang luka berat dan 28 orang mengalami luka luka dan harus mendapatkan perawatan intensif di RS Vita Insani Pematangsiantar.
 
“Pengemudi dari mobil Isuzu Panther diperiksa. Selain itu juga kami masih melakukan pemeriksaan terhadap para saksi,” kata Kasat Lantas Polres Simalungun AKP Hendri Nupia Dinka Barus SH SIK melalui Kanit Laka Lantas Ipda Amir Mahmud kepada kru koran ini, Minggu (9/2).
 
“Dari kejadian Laka lantas itu, 1 orang meninggal dunia, 2 orang mengalami luka berat dan sedang perawatan intensif di ICU RS Vita Insani Kota Pematangsiantar, dan 25 orang lainnya juga terluka dan menjalani perawatan medis juga di RS Vita Insani. Namun pada hari ini, Minggu (10/2) sudah ada laporan dari pihak rumah sakit kalau para korban sudah ada yang pulang,” tambah mantan KBO Satlantas itu.
 
Kecelakaan berawal saat satu unit mobil Isuzu Panther BK 1640 KY dikemudikan oleh Rudi Harianto Sianturi (47) warga Aek Dolok, Desa Paranginan Utara, Kecamatan Paranginan, Kabupaten Humbahas, melaju dari arah Parapat menuju arah Pematangsiantar.
 
Saat itu diduga dengan kecepatan tinggi, Rudi Harianto Sianturi hendak mendahului mobil penumpang PT ODP Sibualbuali dengan Nopol BB 7173 LF dikemudikan oleh Henri Togatorop (34) warga Unduk Sanggar, Desa Siboru Torop, Kecamatan Peranginan, Kabupaten Humbahas. Dengan mengambil jalur ke kanan mobil Panther itu diduga hilang kendali hingga badan mobil menyerempet mopen Sibualibuali yang hendak didahuluinya.
 
Akibat benturan itu, mobil Panther kembali oleng ke kanan hingga keluar jalan hingga menabrak pagar rumah warga. Sedangkan mobil penumpang Sibualibuali juga oleng kekiri hingga keluar jalan menabrak pohon mahoni yang berada diberam jalan, hingga membuat mobil penumpang yang penuh muatan itu pun terguling.
 
Kerasnya benturan yang tepat di bagian depan posisi duduk supir membuat Henri Togatorop pengemudinya mobil Sibualbuali itu menderita luka berat hingga membuatnya menghembuskan nafasnya di lokasi kejadian. Para warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian pun berusaha memberikan pertolongan kepada seluruh. (Red)
 
 
Lubukpakam (POLMAS) - Dua pelajar tewas sepulang sekolah, setelah sepedamotor yang dikendarai mereka menabrak truk tronton berhenti, Jumat (8/2/2019) sekira pukul 16.00 Wib. 
 
Insiden maut itu terjadi di Jalan Lintas Sumatera Medan-Tebing Tinggi KM 24 -25, Dusun II Desa Perdamaian, tepatnya depan Showroom Suzuki Trans Sumatera Agung, Kecamatan Tanjung Morawa Deliserdang. 
 
Informasi yang diperoleh korban pria bernama Fakhruri Aqshal Batubara (18), warga Dusun I Desa Tanjungbaru, Kecamatan Tanjung Morawa, diketahui bersekolah di MAN Lubukpakam. 
 
Sedangkan remaja perempuan yang duduk di boncengan adalah Wulan Sari (16), warga Dusun I Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa, diketahui sebagai siswi kelas 1 SMKN 1 Lubukpakam. 
 
Kedua remaja itu diduga berkendara dengan kecepatan cukup tinggi. Kasat Lantas Polres Deliserdang, AKP Budiono SH, dalam keterangannya menyebutkan saat itu Fakhruri mengemudikan sepedamotor Yamaha Mio, BK 3748 MAA, berboncengan dengan Wulan Sari. 
 
“Awalnya kedua korban datang dari arah Medan menuju Tebing Tinggi. Sesampainya di lokasi kejadian langsung menabrak bagian belakang sebelah kanan mobil truk tronton, BK 9262 BA, yang sedang berhenti di beram pinggir sebelah kiri jalan, arah Medan menuju Tebing Tinggi,” jelas Budiono. 
 
Spontan, sepedamotor yang dikemudikan Fakhruri terpuruk di bawah truk, sedangkan kedua remaja itu terpental lalu terbanting di aspal jalan. 
 
Warga yang mengetahui kejadian pun langsung berkerumun melihat dan beberapa coba memberikan pertolongan. 
 
“Korban pria mengalami luka parah di dagu, hidung, mulut. Dari telinga mengeluarkan darah, kening dan tangan kiri lecet, meninggal dunia di tempat kejadian,” jelas Budiono. 
 
“Korban wanita mengalami luka berat, hidung dan rahang patah, kepala memar, kening lecet, dibawa ke rumah sakit RSUD Deliserdang untuk mendapatkan pertolongan medis,” imbuhnya. 
 
Namun akibat luka yang dialaminya juga cukup parah, remaja putri itu menghembuskan nafas terakhirnya beberapa jam kemudian. Polisi yang tiba di lokasi kejadian langsung mengamankan kedua kendaraan dan melakukan olah TKP. 
 
“Truk tronton BK 9262 BA di kemudikan Edi Idris (40), warga Jalan Young Panah Hijau, Gang Sirih, Lingkungan XI, Labuhan Deli Kecamatan Belawan, Kota Medan,” katanya. (Red)
Medan (POLMAS) - Maraknya isu pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) kolektif, ternyata dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggungjawab untuk menyebarkan isu hoax tersebut.
 
Isu ini pertama kali beredar di grup WhatsApp dengan isi seperti berikut. Kabar gembira buat teman-teman yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Akan diadakan pembuatan SIM secara kolektif hanya datang, lalu foto dan tanpa tes. 
 
Kegiatan ini akan dilaksanakan pada :
 
Hari : Sabtu 
Tanggal : 29 Februari 2019
Jam : 07.30 WIB s/d selesai
 
Persyaratan :
 
1. FC KTP (KTP asli dibawa).
2. kalau pake resi KTP sementara harus ada Kartu Keluarga.
3. Surar Keterangan Sehat dari Puskesmas.
4.Surat Keterangan dari Kelurahan dan Kecamatan setempat.
 
Biaya Pembuatan SIM :
 
Sim B = Rp 190.000,-
Sim A = Rp 150.000,-
Sim C = Rp 90.000-
 
Pembuatan SIM ini berlaku untuk semua alamat KTP di seluruh wilayah Indonesia. Pendaftaran akam ditutup pada hari Sabtu 29 Februari 2019. Pelaksanaan pembuatan SIM akan dilakukan di Lapangan Benteng Medan. Demikian dan terima kasih.
 
Begitulah kira-kira isi dari pesan berantai di grup WhatsApp yang mengabarkan bahwa akan ada pembuatan SIM kolektif, yang akan dilaksanakan oleh Polrestabes Medan.
 
Menanggapi kasus ini, Kasatlantas Polrestabes Medan AKBP Juliani Prihatini langsung bergerak cepat dan memastikan bahwa kabar tersebut bohong alias hoax dan telah disampaikan melalui Instagram @satlantasrestabesmedan.
 
“Kabar itu tidak benar, itu hoax ya,” kata AKBP Juliani via telepon seluler, Jumat (8/2/2019).
 
Juliani menuturkan bahwa pesan berantai itu, mulai tersebar Kamis (7/2/2019) kemarin, di grup-grup WhatsApp.
 
“Kami langsung memastikan bahwa kabar itu hoax,” ucap AKBP Juliani.
 
Ditanya apakah akan menelusuri siapa yang menyebarkan isu hoax tersebut, AKBP Juliani mengaku masih akan terus menelusuri.
 
“Kita masih akan menelusuri siapa yang menyebarkan pesan hoax ini,” tegas AKBP Juliani.
 
Lebih lanjut, AKBP Juliani mengimbau kepada masyarakat luas agar jangan langsung mudah mempercayai kabar yang beredar tersebut.
 
“Kita sudah melakukan penyampaian ke radio bahwa kabar yang beredar itu hoax. Siapa nanti yang mendapatkan kabar itu jangan percaya, karena itu tidak benar,” terang AKBP Juliani.
 
“Yang jelas, apabila untuk pengurusan SIM langsung ke Satlantas Polrestabes Medan di Jalan Adinegoro,” pungkas AKBP Juliani. (Red)
Limapuluh (POLMAS) - Seorang karyawan koperasi tewas ditempat ketika tubuhnya terbentur ke sebuah mobil box yang sedang melaju setelah sepedamotor yang dikendarainya menabrak mobil Daihatsu GranMax di Jalinsum KM 118-119, tepatnya di sekitar perkebunan Socfindo Limapuluh, Desa Perkebunan Limapuluh, Kecamatan Limapuluh, Batubara, Kamis (31/1/2019) sekitar pukul 11.30 WIB. 
 
Informasi yang diperoleh korban bernama Candra Siringoringo (21), Desa Nauli, Kecamatan Sigumpar, Toba Samosir, bekerja di Koperasi Surya Pelita, Kota Tebing Tinggi. 
 
Kecelakaan berawal ketika Candra mengendarai sepedamotor Honda Revo Fit warna hitam, BK 3060 NAS, melaju dari arah Tebing Tinggi menuju arah Kisaran. Namun tiba-tiba sepedamotor yang dikendarainya menabrak mobil Daihatsu GranMax yang belum diketahui identitasnya.
 
Naas, ketika pemuda itu terpental jatuh dari sepedamotornya ke badan jalan, tubuhnya kemudian disambut mobil box Mitsubishi L300, BK 8743 CA, yang dikemudikan Aseng (51) dan Nando (21) warga Medan. 
 
Seketika itu juga Candra terseret bersama sepedamotornya dan tewas di lokasi kejadian. Sementara itu pengemudi mobil langsung kehilangan kendali hingga menabrak sebatang tiang listrik sebelah kanan dari arah Limapuluh menuju arah Tebing Tinggi. 
 
Peristiwa itu spontan mendapat perhatian warga yang mengetahui kejadian. Tak lama kemudian, personel Sat Lantas Polres Batubara tiba di lokasi dan mengevakuasi korban serta melakukan olah TKP. 
 
Aseng dan Nando, supir dan kernet mobil box L300 ketika diwawancarai metro24jam.com di lokasi, mengaku kaget dan tidak menyangka akan kecelakaan yang baru saja mereka alami. Keduanya pun mengalami luka-luka lecet. 
 
“Tadi kami dari Siantar, kemudian mutar dari Limapuluh dan langsung mau ke Tebing Tinggi untuk mengantarkan sekitar 200 kue bakul untuk Imlek,” kata Aseng diamini Nando. 
 
Menurut Aseng, Candra awalnya awalnya bertabrakan dengan sebuah mobil Daihatsu GranMax. 
 
“Pengendara sepedamotor itu awalnya bertabrakan dengan mobil GranMax yang searah di depan kami, kemudian baru menabrak mobil kami ini,” jelas Aseng. 
 
Menurut keduanya, saat kejadian itu, jarak mereka dengan mobil GranMax yang menabrak korban masih cukup jauh. 
 
“Jadi, setelah menabrak mobil GranMax itu, baru korban yang terpental menabrak mobil kami. Waktu itu korban dari arah Tebing Tinggi mau ke Kisaran, sementara kami dari Limapuluh hendak ke Tebing Tinggi,” jelasnya. 
 
Sementara itu Iwan (35), seorang warga sekitar yang berada di lokasi, mengaku tidak mengetahui persis awal kejadian tersebut. Namun dia memastikan bahwa Candra saat itu dalam perjalanan dari arah Tebing Tinggi menuju arah Kisaran.
 
“Tadi pengendara sepedamotor tersebut dari arah Tebing Tinggi hendak ke Kisaran. Awalnya dia memang tabrakan dengan mobil GranMax sebelum tertabrak mobil box L300 itu. Korban langsung tewas dan jasadnya sudah dibawa ke Puskesmas Limapuluh,” jelasnya. 
 
Kasat Lantas Polres Batubara, AKP Ferry, melalui Kanit Laka Ipda CH Manurung ketika dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa kecelakaan tersebut. “Kita masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa kecelakaan ini,” katanya. (Red)
 
 
Sibolga (POLMAS) - Selasa (29/01/2019) sekira pukul 13.00 WIB terjadi insiden lakalantas pengendara sepeda motor jenis Kawasaki Ninja RR dengan Honda Supra X 125 yang melintas di Jalan Jenderal Ahmad Yani Kelurahan Pasar Baru Kecamatan Sibolga Kota, Kota Sibolga Provinsi Sumatera Utara.
 
Kasat Satlantas Polres Kota Sibolga, Binsar Aritonang menjelaskan, Raymond Efenly (29) alumni SMA Tri Ratna 2008, putra semata wayang Lie Cok Sin 3 orang bersaudara 2 orang putri pemilik Toko Emas Rapi di Kota Sibolga mengendarai sepeda motor tanpa plat sendiri di Jln. Ahmad Yani melaju dengan kecepatan tinggi ingin mendahului pengemudi sepeda motor Honda Supra X Nopol BB 2932 NM dikemudikan Juliana Warga Kelurahan Simaremare, Kecamatan Sibolga Kota, Kota Sibolga. 
 
Naas yang menimpa, Raymond yang mendahului Pengemudi Supra X Yang satu arah menyenggol Stang Speda Motor Supra X Sebelah kanan yang berakibat fatal kehilangan kendali terbentur ke tiang beton dan hingga terpental di Jalan mengakibatkan Kepala yang tidak pakai Helm membentur tiang seketika menghembuskan nafas terakhir di lokasi kejadian, sementara Pengemudi Supra X Juliana hanya mengalami luka-luka, dan dilarikan  ke Rumah Sakit Swasta Metta Medika Kota Sibolga.
 
Orangtua korban menangis histeris pecah sembari memeluk anaknya sebelum dilarikan ke rumah sakit. "Jangan ambil Dia ya...a..Tuhan, baguslah semua hartaku ini kuserahkan, asal selamat dia," kata juru parkir setempat yang menyaksikan langsung. 
 
Alm. Raymond disemayamkan dirumah duka di Jalan Mesjid Kota Sibolga diketahui sudah menikah dan punya anak satu. (Elgia Marbun)
Page 1 of 3
© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo