Lima Puluh (POLMAS) - Satreskrim Polsek Medang Deras, meringkus dua tersangka narkoba di rumahnya di Jalan Berdikari, Kelurahan Pangkalan Dodek Baru, Kecamatan Medang Deras, Batubara.

Kedua tersangka ditangkap Jumat (20/3/2020) sekira pukul 17.00 WIB, di kamar tidurnya, berikut barang bukti narkoba jenis sabu-sabu.

Pelaku yang diamankan yakni, Putra alias Kuncung (25) dan Rama Ardiansyah Putra (19) keduanya warga Jalan Harapan, Kelurahan Pangkalan Dodek, Kecamatan Medang Deras.

Kapolsek Medang Deras AKP Jhonny Andreas kepada wartawan mengatakan, penangkapan kedua tersangka berdasarkan informasi masyarakat, yang kemudian ditindaklanjuti petugas lapangan.

Kedua tersangka ditangkap di rumah seorang warga bersama barang bukti narkoba jenis sabu-sabu. “Kini kedua tersangka sudah ditahan dan menjalani pemeriksaan untuk pengembangan asal usul narkoba yang mereka dapatkan,” kata Kapolsek,Minggu (22/3/2020). (Rel/Ris)

Medan (POLMAS) - Polrestabes Medan menyita sejumlah aset milik bandar narkoba bernama Zakir Husin alias Zakir (48) warga Jalan Pelaminan, Kecamatan Medan Tuntungan/Jalan T Cik Ditiro, Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, senilai Rp8 milliar terdiri dari 6 aset barang tidak bergerak serta 2 aset barang bergerak. Aset sebanyak itu merupakan hasil pencucian uang narkoba, TPPU (tindak pidana pencucian uang).

Diketahui, Zakir sendiri telah divonis 15 tahun di Pengadilan Negeri (PN) Medan pada 3 Juli 2019 silam dan telah dijebloskan ke Lapas Tanjung Gusta Medan.

 “Aset tersangka yang kita eksekusi berupa 5 rumah yang berada di kawasan Jalan Flamboyan, Kecamatan Medan Selayang, Jalan Setia Budi Baru, Kecamatan Medan Helvetia, Jalan Balai Desa, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, serta di Jalan Starban, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, dan 1 lahan kosong yang berada di Jalan Balai Desa, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, sedangkan untuk barang bergeraknya berupa 2 unit mobil “terang Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Johnny Edizzon Isir di dampingi Kasat Narkoba AKBP Sugeng Riyadi, Wakasat Narkoba AKP Dolly Nainggolan saat memaparkan kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) di Mapolrestabes Jalan HM Said No1 Medan, Kamis (19/03/2020) .

Dalam kesempatan itu, Kapolrestabes Medan juga menerangkan kalau pengeksekusian aset milik bandar narkoba ini merupakan “kebanggaan untuk Polrestabes Medan, pertama sekali menyelesaikan kasus pencucian uang yang dilakukan oleh bandar narkotika di Sumut. Kita bertindak untuk memberikan rasa aman dan kondusif untuk masyarakat Kota Medan,” ujarnya.

Di samping itu, keberhasilan ini merupakan kolaborasi efektif dari Kejari Medan, PPATK dan penyedia jasa keuangan.

Tersangka merupakan bandar besar yang memasok narkoba di 4 wilayah basis narkoba di Kota Medan yaitu Kampung Sejahtera (Eks Kampung Kubur), Mangkubumi, Masjid Taufik dan Polonia. Sejak Januari 2018 Polrestabes Medan telah menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap tersangka.

Dia ditetapkan sebagai DPO usai petugas menangkap istri dan sopirnya dengan barang bukti 0,5 Kg sabu. (Rel)

Kisaran (POLMAS) - Tim Sat Res Narkoba Polres Asahan telah mengungkap kasus tindak pidana narkotika di wilayah hukum Polres Asahan sebanyak 28 kasus dengan 40 tersangka selama 20 hari terakhir.

Hal tersebut dikatakan oleh Kapolres Asahan didampingi Wakapolres Asahan dan Kasat Res Narkoba Polres Asahan saat menggelar jumpa Pers di Mapolres Asahan, Rabu (18/03/2020).

“Pembasmian narkotika merupakan salah satu tugas utama Polri, bukan hanya itu, narkotika juga harus diperangi oleh masyarakat juga. Narkotika pada umumnya merupakan musuh besar bersama di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebab narkotika dapat merusak anak bangsa,” ungkap mantan Kapolres Natuna, AKBP Nugroho Dwi Karyanto SIK,

Tampak hadir pada Kegiatan ini, Ketua DPRD Kabupaten Asahan, H. Baharuddin,SH MH dan perwakilan Pemerintah Kabupaten Asahan yakni Kasat Pol PP.

Sementara itu AKBP Nugroho Dwi Karyanto SIK DK pun mengatakan, adapun bentuk barang bukti narkotika tersebut adalah ganja sebanyak 2.859 gram, sabu sebanyak 220,31 gram, dan extasi sebanyak 0,12 gram.

“Pengungkapan kasus tindak pidana narkotika selama 20 hari yang telah dilaksanakan polres Asahan dan jajaran sebanyak 28 kasus dengan 40 orang tersangka. Dari keseluruhan ada 8 kasus dengan 10 tersangka yang terjerat pasal berbeda, karena jumlah barang bukti mereka pun lebih banyak dibandingkan yang lain,” beber AKBP Nugroho.

Kapolres menjelaskan bahwa dari 10 tersangka tersebut dengan pasal 114 ayat (2) subsider 112 ayat (1) dengan ancaman hukuman mati, penjara seumur hidup atau 6 tahun penjara.

“Dalam hal ini saya langsung memerintahkan Sat Res Narkoba Polres Asahan agar dengan segera mengirim berkas kasus ini ke Kejaksaan, dan bahwa para tersangka merupakan masih jaringan lokal, antara Kabupaten Asahan dan Kota Tanjung Balai,” ujar AKBP Nugroho.

Selain itu AKBP Nugroho juga berharap, agar para pelaku tindak pidana narkotika segera bertaubat sebelum pihaknya bertindak. Apabila ada terdapat jaringan internasional maka kami sangat berharap segera informasikan kepada kami.

“Harapan kami para pelaku segera menghentikan aksinya sebelum kami bertindak tegas dan terukur di Bumi Rambate Rata Raya yang kita cintai ini,” harap Kapolres Asahan AKBP Nugroho DK.

Selanjutnya di tempat yang sama, Ketua DPRD Kabupaten Asahan H. Baharuddin, SH, MH mengatakan bahwa ia selaku DPRD mewakili masyarakat Kabupaten Asahan memberikan apresiasi setinggi – tingginya.

“Kepada Kapolres Asahan yang selalu tegas untuk menindak tindak pidana narkotika. Kami mendukung penuh penindakan tersebut, pastinya kita juga akan selalu support Polres Asahan dalam memberantas peredaran narkotika,” pungkasnya. (Denny)

 
 

Kisaran (POLMAS) - Kapolres Asahan, AKBP Nugroho Dwi Karyanto meminta penjahat narkoba untuk tobat. Bila tidak tobat akan dilakukan tindakan tegas terukur.

"Saya minta penjahat narkoba untuk bertobat. Kalau tidak siap siap akan kami tindak tegas," tegas Nugroho saat melakukan konferensi pers narkoba, Rabu (18/3/2020) di polres setempat.

Kedepan pihaknya tidak memberikan ruang untuk penjahat narkotika di wilayah hukum Polres Asahan. Maka itu mantan Kapolres Natuna berharap penjahat narkoba untuk bertobat.

Saat ini pihaknya telah menangkap 40 tersangka narkotika dan mengamankan barang bukti berupa Ganja, 2.859 gram , sabu 220.31 gram , extasi, 0,12 gram dari 28 kasus.

”40 orang ini kita tangkap selama 20 hari dan ancaman penjara minimal 6 tahun.maksimal hukuman mati" sebut Nugroho yang didampingi Ketua DPRD Asahan dan kasat Pol PP Asahan.

Sementara itu, ketua DPRD Asahan, Baharuddin Harapan memberikan apresiasi kepada polres Asahan yang telah menekan peredaran gelap Narkoba di Asahan."Kita siap mendukung polres Asahan berantas narkoba," ucap Baharuddin.  (Int)

 
 

Panyabungan (POLMAS) - Satuan Narkoba Polres Mandailing Natal (Madina) kembali menemukan dua hektar ladang di pegunungan Tor Sihite Desa Huta Tua Pardomuan Kec. Panyabungan Timur Kab. Mandailing Natal, Rabu (11/03) sekira pukul 14.30 Wib.

Kapolres Mandailing Natal, AKBP Horas Tua Silalahi, SIK. M.Si, Rabu (18/03) menyebutkan, penemuan ladang ganja ini merupakan hasil pengembangan dari tindak pidana narkotika golongan I jenis ganja dengan nomor : LP/21/III/RES.4.2/2020/SU/RES MDN pada hari Sabtu (07/03) dengan tersangka masing-masing atas nama IS alias Anuel, SR alias Sahdin dan JR alias Joni.
 
Pada pengembangan ini petugas mengamankan barang bukti narkotika lima ball ganja kering seberat bruto 4.500 gram.

Kapolres menyebutkan, dalam hasil introgasi oleh penyidik Satnarkoba Polres Madina terhadap SR yang berstatus sebagai kurir mengakui bahwa dirinya memiliki ladang ganja di pegunungan Tor Sihite Desa Pardomuan.

Berdasarkan pengakuan dari tersangka tersebut Satnarkoba Polres Madina melakukan penyisiran terhadap keberadaan ganja tersebut.

"Pada Rabu (11/03) tim Sat Narkoba melakukan penyisiran ke lokasi dan menemukan dua hektar lahan ganja," sebut Kapolres.

Adapun dua hektar lahan ganja yang ditemukan tersebut dengan rincian satu hektar lahan ladang ganja yang sudah dipanen oleh tersangka dan satu hektar masih ditumbuhi batang pohon ganja sebanyak lebih kurang 10.000 batang.

"Setelah dilakukan pencabutan tim kemudian memusnahkan 9.885 pohon ganja melalui dibakar dilokasi, sedangkan 115 batang disisihkan sebagai barang bukti" ujarnya.

Sedangkan tersangka dan barang bukti saat ini berada di Satnarkoba Polres Mandailing Natal guna proses penyidikan lebih lanjut.

Tersangka akan diterapkan pasal 111 ayat (2) Subs pasal 114 ayat (2) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana mati, pidana seumur hidu atau pidana paling singkat enam tahun paling lama 20 tahun penjara. (Rel)

 
 
Page 1 of 5
© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo