Medan (POLMAS) - Lima bandar narkoba ditangkap Unit 3 Subdit I Dit Narkoba Polda Sumut di Jalan Cemara, Lorong 2 Barat Baru, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Seituan.
 
Kelimanya masingmasing EI alias Eko (43) warga Jalan Cemara Lorong 2 Barat Baru, Medan Estate, Kecamatan Percut Seituan, SA alias Alfin (23) warga Desa Sampali, MA alias Dika (20) warga Desa Sampali, JS alias Juni (39) warga Lorong 2 Cemara dan wanita DA alias Dewu (39) warga Lorong 2 Cemara.
 
Kasubdit I DitNarkoba Polda Sumut AKBP Fadris menyatakan dari tersangka pihaknya berhasil mengamankan barang bukti berupa 11 plastik klip tembus pandang berisi narkotika jenis sabu-sabu yang ditimbang seberat 1,67 gram beserta empat Handphone.
 
Ia mengaku, penggerebekan dilakukan karena pengaduan dari masyarakat yang menyatakan di Jalan Cemara banyak peredaran narkotika yang tidak pernah tersentuh oleh aparat.
 
"Dalam informasi tersebut, banyak para bandar yang tidak tersentuh dan bebas berkeliaran," katanya.
 
Menindaklanjuti pengaduan itu, kata Fadris, personel Unit 3 Subdit I DitNarkoba Polda Sumut menuju ke lokasi melakukan penyelidikan.
 
“Begitu sampai di rumah yang dicurigai sering dijadikan transaksi jual beli narkoba, polisi langsung melakukan penggerebekan,”terangnya.
 
Dari dalam rumah tersebut, akunya, petugas menangkap lima tersangka dan saat melakukan penggeledahan di ruang tamu, personel menemukan 11 plastik klip tembus pandang berisi sabu seberat 1,67 gram dan 0,55 gram dari tersangka El alias Eko.
 
Warga Gorekan Lor Seberangkan Jenazah Lewati Sungai, Ternyata Inilah Fakta di Baliknya
 
Viral Video Perempuan Bernama Assyifa Makan Sabun Mandi Batangan Laiknya Ice Cream
 
“Kelima tersangka dan barang bukti kemudian kita bawa ke Polda Sumut untuk pengembangan kasus dari mana sabu itu diperoleh,”ujarnya. (Red)
Siantar (POLMAS) - Personel Satuan Reserse Narkoba Polres Pematangsiantar menciduk rmpat pria ini tak bisa berkutik lagi fly mengisap ganja (becimeng) di sebuah warung kopi di Jalan Merpati Kelurahan Sipinggol-pinggol, Kecamatan Siantar Barat. 
 
Dari masing-masing pria ini, polisi menemukan barang bukti ganja. 
 
Informasi diperoleh keempat orang tersebut adalah Suwondo alias Ondo (44), warga Jalan Merpati Kelurahan Sipinggol-pinggol, Kecamatan Siantar Barat, Baharuddin alias Pak Gatot(67), warga Jalan Rajamin Purba, Kelurahan Bukit Sofa Kecamatan Siantar Sitalasari, Seven Manik (19), warga Jalan Karang Anom, Kelurahan Panei Tongah, Kecamatan Panei, Simalungun dan Bayu Savandi Damanik (39), warga Jalan Teratai Ujung, Kelurahan Bukit Sofa, Kecamatan Siantar Sitalasari. 
 
Kasatres Narkoba Polres Pematangsiantar, AKP Eduar SH melalui Kasubbag Humas Iptu Resbon Gultom, menyebutkan, penangkapan keempat pria tersebut berawal dari informasi masyarakat. 
 
“Personel mendapat informasi pada hari Senin (11/2/2019), sekira pukul 18.30 Wib, bahwa di sebuah warung di Jalan Merpati, Kelurahan Sipinggol-Pinggol Kecamatan Siantar Barat, sering dijadikan lokasi untuk memakai narkoba,” kata Resbon, Kamis (14/2/2019). 
 
Berdasarkan laporan itu, petugas langsung menuju lokasi dimaksud dan melakukan penyelidikan. 
 
“Setiba di warung dimaksud, petugas langsung meringkus keempat pria yang sudah diketahui ciri-cirinya tersebut,” jelasnya. 
Selanjutnya, polisi menggeledah keemppat orang itu dan menemukan 1 paket ganja dari samping kaki kiri Bayu. 
 
Saat ditanya petugas, Bayu mengaku bahwa ganja yang ditemukan adalah miliknya. Kemudian, dari dalam steling kaca ditemukan 1 kotak rokok, yang juga berisi 6 paket ganja. Sementara dari bawah kaki Suwondo, polisi kembali menemukan 1 paket ganja. 
 
Ketika ditanya petugas, Suwondo mengakui bahwa ganja yang ditemukan tersebut adalah barang-barang miliknya. 
 
Selain itu, polisi juga menemukan uang tunai Rp10.000 dari kantong celana kanan Suwondo. Dari penggeledahan lebih lanjut, polisi kemudian menemukan lagi 1 paket ganja dari kantong celana belakang Seven, serta 2 lembar kertas tiktak di kantong depannya. 
 
Seven juga tak berkutik dan mengaku bahwa ganja tersebut adalah miliknya. Sedangkan dari atas meja, di hadapan Baharuddin, didapat sebatang rokok kretek yang sudah dicampur ganja. Baharuddin pun tak bisa berkelit dan mengakui bahwa rokok bercampur ganja itu adalah miliknya. 
 
Selanjutnya, keempat pria tersebut berikut seluruh barang bukti diboyong ke kantor Satuan Reserse Narkoba Polres Pematangsiantar untuk penyidikan. (Rel)
 
 
 
 
Sei Rampah (POLMAS) - Terhitung dari tgl 1 hingga 13 Februari jajaran Polres Sergai mengangani 13 LP yaitu 9 LP ditangkap Sat Narkoba,3 LP Polsek Perbaungan dan 1 LP Dolok Masihul.
 
Dari 13 LP terdiri 13 tersangka yaitu dengan status 9 pengedar dan 4 pemakai. Adapun total barang bukti sejumlah 32,08 ram Sabu,10 ram ganja kering dan 2,5 butir pil ekstasi.
 
Adapun 9 pengedar yang ditangkap yaitu Ramlan alias Pak Le (P 48 Th),Miswanto alias Anto alias Toyek (P 39 th), Fitra Hidayat alias Fitra (P 23 th), Siti Hajar alias Siajar (W 34 th), M. Alfian alias Alfin (P 30 th), M. Guntur alias Guntur (P 29 th), Supriadi alias Tembong (P 41 th), Riki Andrian alias Riki (P 31 th) dan Irwan alias iing (P 32 th).
 
Sementara diduga pengguna narkotika yaitu Romiansyah (P 24 th), Suprianto alias Anto Kemiri (P 52 th), Dian Sahala Sihombing (P 28 th) dan Irfan Lubis alias Fana (P 35 th).
 
Dua orang pengedar yang ditangkap yaitu Riki Andrian als Riki yang merupakan mantan anggota satuan samping yang sudah di PTDH akibat kasus Narkotika ditangkap pada hari tgl 12 Februari 2019 di Kampung Tempel Perbaungan,tsk melakukan perlawanan dan mengakibatkan salah satu anggota terluka ditangannya akibat terseret oleh tersangka yang coba kabur dari tersangka ini disita barang bukti sabu seberat 1,7 Gr dan Ekstasi 2,5 butir.
 
Warga desa Mangga Dua Kecamatan Tanjung Beringin melalui pemerintah desanya mengapresiasi kinerja Sat Narkoba atas penangkapan seorang residivis pengedar narkotika bernama Irwan alias Iing yang ditangkap pada hari Selasa tgl 12 Feb 2019 di Dusun III Desa Sei Rejo atau Paret XII Kec. Firdaus dengan barang bukti sabu 0,20 Gram dan uang tunai Rp.50.000,- dimana penangkapan tersangka dipimpin langsung Kasat Narkoba tersangka mencoba kabur dan akhirnya dapat ditangkap, tersangka ini pernah divonis sekitar 4 tahun di Medan dan baru bebas tahun 2018 (Red)
 
 
Binjai (POLMAS) - Seorang wanita ditangkap petugas Lembaga Pemasyarakatan, karena tertangkap basah coba menyelundupkan 58,52 gram sabu ke Lapas Klas II A Binjai, Jalan Gatot Subroto, Binjai Barat, Rabu (13/2/2019) pagi. 
 
Perempuan bernama Mardiana itu kemudian diserahkan ke Satuan Narkoba Polres Binjai. 
 
Kasat Narkoba, AKP Aris Fianto melalui Ps Kasubbag Humas, Iptu Siswanto mengatakan, wanita 31 tahun yang tinggal di Jalan Sei Lepan, Kelurahan Pujidadi, Binjai Selatan, tertangkap tangan membawa 12 paket ke sabu, atas pesanan suaminya Bembeng, yang merupakan warga binaan Lapas. 
 
“Bembeng dan Mardiana, suami istri. Bembeng yang menyuruh untuk bawa (sabu) ke Lapas,” kata Siswanto. 
 
Untuk memuluskan aksi penyelundupan itu, Mardiana memasukkan 12 paket sabu tersebut ke dalam kopi kemasan sachet. Tiba di ruang pemeriksaan, petugas Lapas kemudian menyita kopi sachet yang dibawanya itu. 
 
“Karena peraturan di Lapas, kopi kemasan tidak diperbolehkan,” jelas Siswanto. 
 
Ternyata, ketika bungkus kopi yang disita itu dibuka, petugas Lapas menemukan sabu-sabu. 
 
“Petugas Lapas langsung mengamankan pelaku,” ungkapnya. Saat ini, Mardiana sudah diamankan di Mapolres Binjai untuk penyidikan dan pengembangan. (Red)
 
 
Medan (POLMAS) - Tiga terdakwa kurir 10 kilogram sabu menjalani sidang perdana di Ruang Cakra VIII Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (11/2/2019) sore. Mereka adalah M Yusuf alias Usuf (40), Mukhtaruddin alias Tar (32) dan Mahardi Nurdin alias Mahdi (46). 
 
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anwar Ketaren menjelaskan, pada Kamis (11/10/2018) sekitar pukul 08.00 Wib, Mahardi menghubungi dan menyuruh Yusuf agar pergi ke Stasiun Bus Simpati Star Medan, Jalan Gagak Hitam karena ada kerjaan untuk membawa barang. 
 
Pada jam 20.30 wib, Mahardi bertemu dengan Yusuf. Ketika bertemu, Mahardi menawarkan pekerjaan mengantar sabu dengan upah Rp30 juta. 
“Yusuf membawa Mukhtaruddin untuk melakukan pekerjaan tersebut. Selanjutnya, Mahardi menyerahkan tas rangsel kepada Yusuf dan Mukhtaruddin,” ujar Ketaren. 
 
Kemudian, dengan mengendarai sepedamotor, Yusuf dan Mukhtaruddin berniat meninggalkan stasiun. Tak jauh dari lokasi, sepedamotor yang dikendarai Mukhtaruddin diberhentikan oleh petugas Dit Res Narkoba Polda Sumut. 
 
“Saat digeledah, polisi menemukan 10 bungkus plastik berisi sabu seberat 10.000 gram,” pungkas JPU dari Kejatisu tersebut. 
 
Ketika diinterogasi, Yusuf mengaku bahwa barang haram itu diterima dari Mahardi. Atas informasi itu, polisi menangkap Mahardi di Stasiun Bus Simpati Star. 
 
“Perbuatan ketiga terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,” cetus Ketaren. 
 
Usai mendengarkan dakwaan, JPU Anwar Ketaren menghadirkan petugas kepolisian yang menangkap ketiga terdakwa yakni Sunardi dan Rahmad Hidayat. Kedua saksi polisi ini menjelaskan kronologis penangkapan ketiga terdakwa. 
 
Setelah itu, majelis hakim yang diketuai oleh Erintuah Damanik menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan ketiga terdakwa. (Rel)
Page 1 of 4
© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo