Perdagangan-Simalungun (Tabloidpolmaspoldasu) - Informasi yang diperoleh dari wacana pemerintah yang rencananya akan memekarkan beberapa Propinsi, Kabupaten dan Kecamatan di Republik Indonesia, dalam hal ini sangat disambut baik oleh warga Kabupaten Simalungun. Khususnya warga Kecamatan Bandar masik menunggu pemekaran Simalungun hataran hingga sampai saat ini belum juga tercapai sekitar enam tahun lalu tepat tanggal (25/10/2013), DPR akan membahas 65 RUU Pembentuukan Daerah Otonomi Baru (DOB)atau daerah pemekaran memperlihatkan dari 65 calon DOB itu ada 57 di antaranya calon kabupaten baru dan 8 lainnya calon provinsi salah satunya pemekaran kabupaten Simalungun HATARAN, pemekaran dari kabupaten Simalungun sangat dinantikan warga kecamatan bandar Minggu (23/6) sekira pukul .15.00.wib.
 
Mhd. Aliaman Hamonangan  Sinaga, SE,  selaku toko pemuda Kecamatan Bandar menuturkan "saya sangat gembira mendengar kabar ini, jika terjadi pemekaran di Kabupaten Simalungun Hataran pemekeran dari kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara kita selaku warga Kecamatan Bandar akan mendukungnya, Karena Kabupaten Simalungun ini cukup luas, dan strategis, namun hingga saat ini kita hanya bisa menunggu kebijakan dari Pemerintah, Kita berdo'a semoga akan segera terlaksana"ungkapnya
 
Lanjutnya,"jika nantinya jadi pemekaran kita selaku warga kecamatan bandar bangga dan benar benar memilih siapa yang akan menjadi pemimpin daerah kita nantinya, semua harus kita dukung agar Simalungun Hataran menjadi Kabupaten yang terbaik dan para pemimpinnya juga amanah dalam mengemban tugas nantinya, katanya
 
Disisi lain Indonesia saat ini tercatat 410 Kabupaten dan dengan penambahan 57 Kabupaten baru akan membuat jumlah kabupaten menjadi 467 kabupaten,Jika ke-8 provinsi itu disetujui Dewan dalam masa sidang berikutnya maka ada total provinsi di Indonesia jadi 42 dari 34 provinsi saat ini
 
‪Dalam hal ini kami juga menyampaikan beberapa Kabupaten dan Propinsi yang akan dimekarkan, Berikut daftar 57 Calon Kabupaten baru yang akan dibahas DPR pada tanggal (25/10/2013) enam tahun lalu:
  • 1. Kabupaten Simalungun Hataran, pemekaran dari Kabupaten Simalungun di Propinsi Sumatera Utara
  • 2. Kabupaten Pantai Barat Mandailing, pemekaran dari Kabupaten Mandailing Natal Propinsi Sumatera Utara
  • 3. Kabupaten Kepulauan Kundur, pemekaran dari Kabupaten Karimun Propinsi Kepulauan Riau
  • 4. Kabupaten Renah Indra Jati, pemekarandari Kabupaten Pesisir Selatan Propinsi Sumatera Barat
  • 5. Kota Muara Bungo, pemekaran dari Kabupaten Bungo Propinsi Jambi
  • 6. Kabupaten Lembak, pemekaran dari Kabupaten Rejang Lebong Propinsi Bengkulu
  • 7. Kabupaten Bigi Maria, pemekaran dari Kabupaten Lahat Propinsi Sumatera Selatan
  • 8. Kabupaten Pantai Timur, pemekaran dari Kabupaten Okan Kemudi ilir Propinsi Sumatera Selatan
  • 9. Kabupaten Bogor Barat,  pemekaran dari Kabupaten Bogor Propinsi Jawa Barat
  • 10. Kabupaten Garut Selatan, pemekarandari Kabupaten Garut Propinsi Jawa Barat
  • 11. Kabupaten Sukabumi Utara, pemekarandari Kabupaten Sukabumi Propinsi Jawa Barat
  • 12. Kabupaten Sekayam Raya, pemekarandari Kabupaten Sanggau Propinsi Kalimantan Barat
  • 13. Kabupaten Banua Banjak, pemekarandari Kabupaten Kapuas Hulu Propinsi Kalimantan Barat
  • 14. Kabupaten Berau Pesisir Selatan, pemekaran dari Kabupaten Berau Propinsi Kalimantan Timur
  • 15. Kabupaten Paser Selatan, pemekarandari Kabupaten Paser Propinsi Kalimantan Timur
  • 16. Kota Tahuna, pemekaran dari Kabupaten Kepulauan Sangie Propinsi Sulawesi Utara.
  • 17. Kabupaten Talaut Selatan, pemekarandari Kabupaten Talaut Propinsi Sulawesi Selatan
  • 18. Kota Langoa, pemekaran dari Kabupaten Minahasa Propinsi Sulawesi Utara
  • 19. Kabupaten Bone Selatan, pemekarandari Kabupaten Bone Propinsi Sulawesi Selatan
  • 20. Kabupaten Bolio Huto, pemekaran dari Kabupaten Gorontalo Propinsi Gorontalo
  • 21. Kabupaten Panipi, pemekaran dari Kabupaten Propinsi Gorontalo
  • 22. Kabupaten Gorontalo Barat, pemekarandari Kabupaten Bohuato Propinsi Gorontalo
  • 23. Kabupaten Lombok Selatan, pemekarandari Kabupaten Lotim Propinsi Nusa Tenggara Barat
  • 24. Kabupaten Adonara, pemekaran dari Kabupaten Flotim Propinsi NTT
  • 25. Kota Maumere, pemekaran dari Kabupaten Sikka Propinsi NTT
  • 26. Kabupaten Wasile, pemekaran dari Kabupaten Halmahera Timur Propinsi Maluku Utara
  • 27. Kabupaten Kepulauan Obi, pemekarandari Kabupaten Halmahera Selatan Propinsi Maluku Utara
  • 28. Kabupaten Gili Menawa, pemekarandari Kabupaten Jayapura Propinsi Papua
  • 29. Kabupaten Moyo, pemekaran dari Kabupaten Boven Digul Propinsi Papua
  • 30. Kota Merauke, pemekaran dari Kabupaten Merauke Proinsi Kabupaten Papua
  • 31. Kabupaten Balin Senter,  pemekarandari Kabupaten Tolikara dan Kabupaten Leni Jaya Propinsi Papua
  • 32. Kabupaten Boboga, pemekaran dari Kabupaten Tolikara Propinsi Papua
  • 33. Kabupaten Puncak Trikora, pemekarandari Kabupaten Leni Jaya Propinsi Papua
  • 34. Kabupaten Muara Digul, pemekarandari Kabupaten Mapi Propinsi Papua
  • 35. Kabupaten Admi Korbay, pemekarandari Kabupaten Mapi Propinsi Papua
  • 36. Kabupaten Katengban, pemekaran dari Kabupaten Pegunungan Bintang Propinsi Papua
  • 37. Kota Lembah Baliem, pemekaran dari Kabupaten Jaya Wijaya Propinsi Papua
  • 38. Kabupaten Okika, pemekaran dari Kabupaten Jaya Wijaya Propinsi Papua
  • 39. Kabupaten Yapen Barat Utara, pemekaran dari Kabupaten Kepualaun Yapen Propinsi Papua
  • 40. Kabupaten Yapen Timur, pemekarandari Kabupaten Kepualauan Yapen Propinsi Papua
  • 41. Kabupaten Pulau Numfor, pemekarandari Kabupaten Biak Numfor Propinsi Papua
  • 42. Kabupaten Yalimek, pemekaran dari Kabupaten Yahukimo Propinsi Papua
  • 43. Kabupaten Yahukimo Barat Pegunungan Ser, pemekaran dari Kabupaten Yahukimo Propinsi Papua
  • 44. Kabupaten Mambera Hulu, pemekarandari Kabupaten Yahukimo Propinsi Papua
  • 45. Kabupaten Yahukimo Barat Daya, pemekaran dari Kabupaten Yahukimo Propinsi Papua
  • 46. Kabupaten Yahukimo Timur, pemekarandari Kabupaten Yahukimo Propinsi
  • 47. Kabupaten Yahukimo Utara, pemekarandari Kabupaten Yahukimo Propinsi Papua
  • 48. Kabupaten Gondumisisare, pemekarandari Kabupaten Waropen Propinsi Papua
  • 49. Kabupaten Malamoy, pemekaran dari Kabupaten Sorong Propinsi Papua Barat
  • 50. Kabupaten Maibratsau, pemekaran dari Kabupaten Sorong Propinsi Papua Barat
  • 51. Kabupaten Raja Ampat Utara, pemekaran dari Kabupaten Raja Ampat Propinsi Papua Barat
  • 52. Kabupaten Raja Ampat Selatan, pemekaran dari Kabupaten Raja Ampat Propinsi Papua Barat
  • 53. Kabupaten Raja Maskona, pemekarandari Kabupaten Teluk Bintuni Propinsi Papua Barat
  • 54. Kabupaten Okas, pemekaran dari Kabupaten Fak Fak Propinsi Papua Barat
  • 55. Kabupaten Kota Manokwari, pemekarandari Kabupaten Manokwari Propinsi Papua Barat
  • 56. Kabupaten Manokwari Barat, pemekaran dari Kabupaten Manokwari Propinsi Papua Barat
  • 57. Kabupaten Imeo, pemekaran dari Kabupaten Sorong Selatan Propinsi Papua Barat
 
Sementara itu adapun 8 calon Provinsi baru yang juga akan dibahas DPR adalah :
  • 1. Propinsi Pulau Sumbawa, pemekaran dari Propinsi NTB
  • 2. Propinsi Papua Selatan, pemekaran dari Propinsi Papua
  • 3. Propinsi Papua Tengah, pemekaran dari Propinsi Papua
  • 4. Propinsi Papua Barat Daya, pemekarandari Propinsi Papua Barat
  • 5. Propinsi Tapanuli, pemekaran dari Propinsi Sumatera Utara
  • 6. Propinsi Kepulauan Nias, pemekaran dari Propinsi Sumatera Utara
  • 7. Propinsi Kapuas Raya, pemekaran dari Propinsi Kalimantan Barat
  • 8. Propinsi Bolang Mongondow Raya, pemekaran Propinsi Sulawesi Tenggara.(RIANTO)
Simalungun (Tabloidpolmaspoldasu) - Warga Kampung 3, Huta II, Nagori Purbaganda, Kec. Pematang Bandar, Kab.Simalungun meminta kepada Kapolres Simalungun dan Kejaksaan Negeri Simalungun untuk Tinjau dan audit Pembangunan DD dari ADD 2018 dan 2019, diduga proyek tersebut dibangun asal jadi dan dugaan adanya penyimpangan dana anggaran dana desa dalam pembangunan tersebut (24/06/19).
 
Dari hasil pertemuan kru polmas poldasu dengan Yahman (60) dan timenya pada hari Kamis tanggal 20/06/2019, sekira pukul 15.00 wib. Yahman sebagai Ketua dan Time Investigasi dan pengawasan DD mengatakan " saya melihat langsung ke lokasi pembangunan Saluran Pembuangan dan Plat Beton yang berukuran 50/50/40 x 311 m, dengan ADD tahun 2019 sebesar Rp.166.198.300,-, yang terletak di Jalan Mangga, Nagori Purba Ganda, Kec. Pematang Bandar.
 
Selanjutnya Yahman dan time melihat ada beberapa kejanggalan dalam pembangunan tersebut. Yang mana pondasi saluran air tidak disemen dahulu dan lantainya tidak ditutup dengan batu terlebih dahulu. Namun langsung di semen dengan tanah, dan campuran semennya tidak benar sehingga diasumsikan akan cepat rusak dan roboh, terus dari catatan pengeluaran dana yang di keluarkan Pangulu Purbaganda melalui pelaksanaan kegiatan TPK nagori purbaganda sangat berbeda dan diduga ada penyimpangan. Ungkapnya
 
Hal yang sama juga di lontarkan Jumangin (60) ini bang biar ku jelaskan " DD dari Anggaran 2019 untuk pembangunannya menghabiskan dana sebesar Rp.166.798.325,-. Sedangkan untuk pengerjaan pembuatan saluran plat beton 1 unit menghabiskan dana sebesar Rp.74.077.000,- (data yang dikeluarkan pelaksana TPK) Dan pajak Rp.4.399.975,-. Jadi Sisanya Rp.87.721.325,-. Jadi sisanya kemana bang, mana lagi pembangunanya asal jadi macam manalah akan dinikmati sama anak cucu kami nanti. Semua ini sudah kami laporkan kepada Camat Pematang Bandar. Tapi belum juga direspon bang.  Lontarnya kesal.
 
Dari hasil perbincangan tersebut dan melihat data dan foto yang sudah diberikan tersebut kru Polmas poldasu mencoba menghubungi, Mengirim pesan kepada Pangulu Nagori Purbaganda dan Juga Camat Pematang Bandar, untuk konfirmasi namun tidak ada jawaban.
 
Tepatnya pada tanggal 21/06/2019 sekira pukul 15.00 wib. Pangulu Purbaganda Nasiadi ST menghubungi kru polmaspoldasu dan mengatakan "proyek tersebut sudah sesuai dengan pengerjaannya dan nanti kita tanya lagi sama anggota pelaksana TPK. Ungkapnya.
 
Dan tepatnya hari Sabtu, tanggal 22/06/2019, sekira pukul 10.00 wib. Pangulu Purbaganda Nasiadi ST, mengadakan pertemuan tepatnya di warung Pekan Perasaan yang dihadiri oleh Dian (jabatan Kadus dan pengurus pelaksana TPK), Jumani (Kadus), Yaman (Ketua Investigasi), Bahyudi( Ketua PAC. Pemuda Pancasila Pem.Bandar), Jumangin, Suriono (Masyarakat) dan Kru Polmas Poldasu.
 
Dalam pertemuan Yahman dan time menunjukkan hasil dari temuan mereka dan memberikannya kepada Pangulu Purbaganda Nasiadi ST. Dan masing-masing pihak memberikan tanggapannya. 
Bahyudi mengatakan bahwa beliau adalah mediasi untuk membahas hal ini. 
 
Selanjutnya pelaksana TPK, yang diwakili Dian menyampaikan " Sudah kita kroscek ke lokasi pembangunan dan sudah kita benerin pembangun yang salah sebelum lebaran kemarin. Dan saya setiap hari mengecek pembangunan proyeknya.ungkapnya
 
Dalam hal ini kru polmaspoldasu menanyakan kepada Dian selaku pelaksana TPK. "Kira-kira di tanggal berapalah di benarin pembangunan yang salah dan bisa gak abang lihatkan foto,dokumen proyek tersebut dibenerin serta daftar hadir bahwa setiap hari abang mengecek proyek tersebut? 
Dengan nada keras dan sambil menunjuk ke pada kru pmaspoldasu, Dian menjawab " abang jangan seperti penyidik aja, saya juga ada atasan dan saya tidak bisa berikan itu semuanya. Imbuhnya.
 
Selanjutnya Pangulu Nagori Purbaganda menyampaikan pendapatnya" Ini proyek dikerjakan oleh masyarakat, bilamana ada yang salah pengerjaannya kenapa tidak dihentikan aja pembangunannya, imbuhnya.
 
Mendengar hal ini Yahman menegaskan" Kita sudah tegur dan hentikan, tapi mereka bilang in, bapak bukan kadus dan Pangulu disini" dan mereka melanjutkan pekerjaannya.
 
Kru Polmaspoldasu menanyakan langsung kepada Pangulu Purbaganda Nasiadi ST. "  Dari data dan dokumen foto yang disampaikan oleh Bapak Yahman dan Time, yang saat ini sudah bapak pegang. Apakah benar adanya pembangunan tidak sesuai dengan pengerjaannya dan juga dana untuk pembangunan proyek yang dibuat oleh pelaksana TPK benar diduga ada penyimpangan.ungkap kru.
 
Selanjutnya Pangulu Purbaganda Nasiadi ST menjawab" Semua yang disampaikan kepada saya ini benar, manusiawi kalau manusia pasti punya banyak kesalahan dan akan diperbaiki, jawabnya.
 
Pangulu Nagori Purbaganda Nasiadi,ST meminta maaf kepada masyarakat dan time investigasi yang hadir karena adanya persoalan ini.
 
Yahman menambahkan "Dari pengakuan Pangulu Nagori Purbaganda Nasiadi. ST, diduga terjadi penyalahgunaan dana desa dengan anggaran dana desa atas pembangunan proyek saluran pembuangan dan plat beton 1 unit, diduga merugikan negara Rp.87.721.325,-. Dan hal ini sangat bertentangan dengan undang undang desa No.6. Tahun 2019, permendagri No.20. Tahun 2018. undang undang No.60. Tahun 2014 dan Undang Undang No.31. Tahun 1999 yang diubah menjadi Undang undang No.20. Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi.
 
Selanjutnya Yahman meminta kepada Kapolres Simalungun dan Kejaksaan Negeri Simalungun agar turun langsung mengawasi dan mengaudit pengerjaan proyek DD dari ADD 2018 yang lalu dan DD dari ADD 2019 yang saat ini sedang berjalan, sehingga tidak ada lagi dugaan penyimpangan dana dan pengerjaan proyek yang asal-asalan. Tambah Yahman.(AHS).
 
 
Jakarta (Tabloidpolmaspoldasu) - Dalam konferensi pers selepas pertemuan dengan Presiden Joko Widodo, pansel calon pimpinan KPK mengungkapkan bahwa dalam melakukan seleksi calon pimpinan KPK kali ini pihaknya turut melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Keterlibatan dua badan tersebut melengkapi badan dan lembaga lainnya yang sebelumnya turut terlibat.(20/06/19)
 
Dari pantauan kru polmaspoldasu dari medsos. Ketua Pansel menuturkan  "Kali ini kami menambahkan _tracking_, yang standar adalah (dari) polisi, jaksa, KPK, BIN, dan PPATK, sekarang BNPT dan BNN," ungkap Yenti.
 
Selanjutnya Penambahan pihak-pihak yang akan turut melacak rekam jejak calon pimpinan KPK tersebut merupakan upaya dari pansel untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan-kebutuhan yang mendesak sekaligus menyesuaikan dengan keadaan di Indonesia saat ini. Yenti mengatakan bahwa keterlibatan BNPT dimaksudkan untuk memeriksa rekam jejak para calon pimpinan KPK apakah yang bersangkutan memiliki keterlibatan dengan radikalisme maupun lainnya.
 
"Kita lihat keadaan Indonesia, berbagai hal dinamika yang terjadi adalah kaitannya dengan radikalisme sehingga pansel tidak mau kecolongan ada yang kecenderungannya ke sana," ucapnya.
 
"Tapi tentu saja penilaiannya nanti menggunakan penilaian-penilaian yang bisa dilakukan secara psikologis, klinis, dan data-data dari BNPT itu sendiri," imbuhnya.
 
Sementara keterlibatan BNN dibutuhkan untuk melacak rekam jejak dan adanya kemungkinan seorang calon merupakan pengguna narkoba atau bahkan memiliki keterlibatan dengan sindikat-sindikat narkoba.
 
"Ini juga penting. Karena di beberapa negara itu hal yang sangat mungkin dalam pemilihan apapun orang yang terpilih itu ternyata yang membackingnya adalah kartel-kartel narkoba," ungkap Yenti.(Mh.Aliaman H.Sinaga,SE).
 
 
 
Jakarta (Tabloidpolmaspoldasu) - Panitia seleksi (pansel) calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023. Bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Pertemuan berlangsung pada Senin, 17 Juni 2019, di Ruang Jepara, Istana Merdeka, Jakarta.
 
Dari pantauan kru tabloid polmaspoldasu, Pansel yang beranggotakan sembilan orang tersebut sebelumnya telah dibentuk dan ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 54/P Tahun 2019 Tentang Pembentukan Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Masa Jabatan Tahun 2019-2023. Keppres tersebut ditandatangani pada 17 Mei 2019.
 
Selanjutnya Yenti Ganarsih yang ditetapkan sebagai ketua pansel selepas pertemuan mengatakan dalam pertemuan itu, Presiden Joko Widodo menyampaikan komitmen atas pemberantasan sekaligus pencegahan upaya korupsi di Indonesia yang diharapkan akan semakin baik.
 
"Presiden menyampaikan komitmen atas pencegahan dan pemberantasan korupsi terutama mulai sekarang dan empat tahun ke depan setelah nanti komisioner terbentuk," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
 
Presiden juga menyampaikan amanahnya bagi pansel calon pimpinan KPK agar melakukan tugasnya dengan baik dan memunculkan para pimpinan KPK yang berkualitas, berintegritas, dan mampu mengemban tugasnya dalam mengatasi permasalahan korupsi di Indonesia dengan lebih baik.
 
"Presiden meminta kepada kami mengemban amanah dengan baik untuk menghasilkan komisioner yang baik. Karena bagaimanapun juga peran dari pimpinan KPK itu sangat penting," ucapnya.
 
Lebih jauh, Presiden dan pansel pimpinan KPK juga membicarakan soal dinamika dan permasalahan pemberantasan dan pencegahan korupsi di Indonesia.
 
"Kami membahas berbagai permasalahan-permasalahan yang ada di dalam dinamika pemberantasan dan pencegahan korupsi selama empat tahun ini. Itu juga presiden sangat mendalami, sangat memahami, sangat mengikuti dinamika yang ada," tuturnya.(Mhd.Aliaman H.Sinaga.SE)
 
 
Pematang Siantar-Sumut (Tabloidpolmaspoldasu) - Gerakan Pemuda Siantar Simalungun (GEPSIS) melaporkan dan dugaan peredaran Narkoba di Hotel dan Studio 21 yang berlokasi di jalan lintas Parapat kota Pematang Siantar kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Kapolri, Walikota, Ketua DPRD dengan nomor laporan GEPSIS/037/Laporan/VI/2019 dengan perihal pengaduan dan permohonan pemberantasan peredaran Narkoba.
 
Seperti telah diketahui beberapa waktu lalu,Senin (1/6/19) dan dimuat di dalam pemberitaan beberapa media,10 (sepuluh) orang pengunjung Hotel dan Studio 21 yang terdiri dari 3 pria dan 7 wanita diduga overdosis Narkoba jenis Ekstasi dilarikan ke RSU Rasyida di jalan Seram no 5 kelurahan Bantan,kecamatan Siantar Barat dalam kondisi tidak sadarkan diri,mengigau dan mengeluarkan buih dari mulutnya.
 
Dalam hal ini Ketua GEPSIS Hamson Saragih. SH menyayangkan sikap pemerintah setempat dan aparat penegak hukum setempat yang terkesan menutup mata terhadap maraknya peredaran Narkoba di wilayah hukum kota Pematang Siantar.
 
GEPSIS dalam laporannya dengan disertai bukti-bukti pendukung menyebutkan dugaan Hotel dan Studio 21 menggunakan ijin hanya sebagai tameng namun dalam prakteknya sebagai tempat hiburan malam,peredaran Narkoba dan penjualan minuman keras.
 
Selanjutnya Hamson Saragih. SH berharap agar laporannya ke pusat segera ditanggapi untuk menekan peredaran Narkoba dan tidak jatuh korban lagi akibat penyalahgunaan Narkoba.
 
Setelah menyampaikan 11 poin penjelasan dan 5 poin kesimpulan maka berikut ini beberapa poin yang diminta oleh Gerakan Pemuda Siantar Simalungun,diantaranya :
 
1. Agar kiranya  bapak Presiden RI memberikan perhatian khusus untuk penanganan pemberantasan Narkoba di Kota Pematangsiantar.
 
2. Agar kiranya Bapak Kapolri , Bapak Kepala BNN , Bapak Kapolda Sumatera Utara dan bapak Kapolres Kota Pematangsiantar untuk mengusut terjadnya  Over dosis yang diduga karena Narkoba dan selanjutnya melakukan penindakan dan pencegahan  peredaran Narkoba di Hotel Studio 21 .
 
3. Agar bapak Walikota Pematangsiantar meninjau ulang dan mencabut ijin Hotel Studio 21 Pematangsiantar.
 
Disisi lain sebelumnya Hotel dan Studio 21 sudah pernah digerebek (digeledah) oleh Polda Sumatera Utara karena diduga sebagai tempat peredaran Narkoba namun,tidak diketahui pasti bagaimana kelanjutan proses hukumnya.
 
Masyarakat sekitar juga mengharapkan kepada Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera menindaklanjuti laporan tersebut dan segera menutup hotel dan studio 21 yang diduga tempat peredaran narkoba sebelum banyak korban berjatuhan.harap masyarakat.(AHS).
 
 
Page 1 of 9
© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo