Medan. Forum Wartawan Unit KPUD Sumut yang tergabung dalam Forum Solidaritas Wartawan Se-Sumatera Utara, menilai adanya kuat dugaan terindikasi penyelenggara pemilu, Ketua dan Komisioner Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sumut dalam penyalahgunaan kekuasaan dan  penggunaan anggaran uang negara pada Pemilu tahun 2019.

Diduga terkait penyalahgunaan kekuasaan, Ketua dan Komisioner KPUD Sumut,  dalam Penunjukkan Teknis (Juknis) fasilitasi penayangan iklan kampanye melalui media bagi peserta pemilihan umum tahun 2019, dengan pagu anggaran sebesar Rp 3,7 miliar, tidak melalui mekanisme hukum dan undang-undang tentang tranparansi (keterbukaan) dan kuat dugaan juga dalam penunjukkan media (elektronik, cetak dan daring) di tunjuk berdasarkan sepihak (unsur pribadi), melalui rapat pleno tanpa pengumuman ke media yang ada di KPU Sumut yang selama ini sebagai mitra dalam bekerjasama.

Begitu juga terkait  penayangan iklan sosialisasi ke media dengan pagu anggaran sebesar Rp 2 miliar, juga diduga sarat oleh kepentingan dan ketidak transparansian dalam menyalurkan uang rakyat tersebut.

Ketua Forum Solidaritas Wartawan Se-Sumut Nelly Simamora, Amd yang didampingi oleh Sekretarisnya Zainul Arifin Siregar SAG dalam jumpa persnya di pelataran parkir gedung KPUD Sumut, Jalan Perintis Kemerdekaan Medan mengatakan bahwa indikasi Ketua dan Komisioner KPU Sumut dalam penyalahgunaan kewenangan sudah terbukti dengan tidak transparansi dan memilih sepihak mitranya dalam penayangan iklan kampanye dan iklan sosialisasi ke media.

"Dalam Juknis fasilitasi penayangan iklan kampanye melalui media bagi peserta pemilihan umum tahun 2019, dengan pagu anggaran sebesar Rp 3,7 miliar tidak adanya pemberitahuan/pengumuman terkait hal tersebut pada media yang berpos di unit KPUD Sumut sebagai mitra. Main tunjuk sepihak saja melalui rapat pleno Ketua /Komisioner KPUD Sumut. Begitu juga dengan iklan sosialisasi yang penunjukkannya ke media cetak dan elektronik sangat tertutup, tanpa boleh di ketahui pihak manapun," tukas Nelly Simamora.

Dalam hal ini, Nelly juga mengatakan bahwa pihaknya akan tetap terus melanjutkan masalah ini sampai ke jalur hukum.

"Kita juga sudah melayangkan surat pertama ke Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) KPU Sumut. Dan hari ini, Kamis 18 April 2019, kita akan melayangkan surat yang kedua lagi ke PPID KPUD Sumut. Kita juga minta pihak KPK segera mengaudit dana anggaran Pilpres tahun 2019," terangnya.

Sementara pihak Pengamat Hukum, Ibeng S Rani dalam hal ini angkat bicara. Ibeng dalam hal ini mengutarakan bahwa, pihak penyelenggara pemilu menyalurkan dana anggaran dalam penayangan iklan kampanye dan iklan sosialisasi tidak transparan merupakan dugaan korupsi.

"Dugaan korupsi tadi dapat dibuktikan dari adanya penyaluran dana penayangan iklan kampanye dan iklan sosialisasi yang tidak transparan, kalau tidak transparan, berarti telah terjadi dugaan korupsi," tandasnya.

Begitu juga dengan Anggota Dewan DPRD Tk 1, Sumut Komisi 1, Sarma Hutajulu SH, menyayangkan ketidak transparansian pihak KPUD Sumut dalam penayangan iklan kampanye dan iklan sosialisasi.

"Kita minta agar pihak KPUD Sumut dalam menjalankan tugasnya dan menggunakan anggarannya, haruskah transparansi dan keterbukaan," himbaunya.

Wartawan media ini juga mengkonfirmasi ke KPUD Sumut melalui via seluler, namun Mulia Banurea, mantan Ketua KPUD Sumut sebelumnya yang bersedia menerima panggilan telephone.

Mulia Banurea saat di konfirmasi terkait kucuran dana penayangan iklan sosialisasi yang di duga dana 'siluman' yang menurut juknis sudah diatur dengan keterbatasan dana, kini KPU Sumut dapat mengucurkan dana iklan sosialisasi sebesar Rp 2 miliar, seminggu sebelum pilpres.

"Sehubungan dengan adanya demo para wartawan di KPU Sumut tentang penayangan iklan kampanye yang tidak menyeluruh, makanya kami putuskan untuk mendatangi pihak KPU RI agar dapat mengucurkan dana iklan. Dimana dana penayangan iklan sosialisasi selama ini telah terkunci, maka kamipun memohon agar dana iklan sosialisasi tersebut untuk di buka krannya, supaya kami bisa menyalurkan dana iklan sosialisasi itu ke media yang belum menerimanya,"  ujar Mulia Banurea. (rillis)

Medan ( Polmas ) - Lewat pemilihan secara ketat dan alot, M Edison Ginting dari Harian Waspada kembali terpilih menjadi Ketua Persatuan Wartawan Unit Pemko Medan  periode 2019-2021. Keberhasilan ini diraih setelah dalam pemilihan yang  berlangsung secara demokratis di Ruang Rapat III Balai Kota Medan, Ginting berhasil mengalahkan Rahmat Hidayat dari Harian Metro 24 Jam. Dengan demikian Ginting mencatat sejarah karena menjadi wartawan pertama di lingkungan Pemko Medan yang berhasil menjadi ketua selama tiga periode.

Sebelum pemilihan dilakukan, Ariadi selaku pimpinan rapat didampingi Sekretaris Kadirun Padang.SP dari Tabloid Polmas Poldasu dan Ali Umar dari Suara Minang, sebelumnya membacakan tatib persidangan dan memunculkan nama 3 orang calon masing-masing yakni M Edison Ginting, Rahmat Hidayat dan Amrizal dari online Mata Telinga.Com. Selanjutnya, ketiga kandidat ketua itu, diwajibkan mendapat dukungan  suara 20 dari jumlah 83 anggota yang sebelumnya sudah diferivikasi panitia pelaksana (Panpel) yang diketuai Dipo Sumarsono.

Ternyata dari ketiga kandidat, Amrizal terpaksa mundur karena tidak dapat memenuhi kuota dukungan 20 suara sebagai persyaratan sesuai tata tertib (tatib) yang disampaikan pimpinan sidang guna mengikuti pemilihan ketua. Dengan demikian tinggal Ginting dan Rahmat yang mengikuti prosesi pemilihan. Lewat pertarungan yang ketat, Ginting berhasil keluar sebagai pemenang dengan meraih 39 suara, sedangkan Rahmat hanya meraih 34 suara.

Usai pemilihan, Ketua terpilih M Edison Ginting mengatakan agar seluruh wartawan yang bertugas di Pemko Medan bersatu untuk menjalankan program yang belum terealisasi. ‘’Kembali terpilihnya saya menjadi Ketua Wartawan Unit Pemko Medan adalah wujud kemenangan bagi kita semua. Untuk itu, usai pemilihan ini saya berharap kita semua dapat saling bersinergi untuk membangun dan membesarkan persatuan wartawan lewat berbagai program yang belum terealisasi,’’ kata Ginting.

Selain itu, Ginting juga berharap agar seluruh wartawan yang berada di lingkungan Pemko Medan dapat memberikan kontribusi terbaiknya guna membantu dan mendukung visi misi Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH, terlebih dalam upaya mendukung percepatan pembangunan yang tengah dilakukan Pemko Medan.

‘’Sebagai seorang wartawan, kita punya tanggungjawab sebagai social control. Menjadi seorang wartawan juga merupakan pekerjaan mulia. Sebab, seorang wartawan menjadi jembatan bagi seluruh masyarakat untuk mengetahui segala informasi yang diberitakan dengan sebenar-benarnya. Untuk itu saya berharap agar seluruh wartawan unit Pemko Medan agar menjalankan tugas jurnalistiknya sesuai dengan kode etik jurnalistik yang berlaku,’’ harapnya.

Untuk memajukan persatuan wartawan unit Pemko Medan, Ginting meminta kepada para wartawan agar aktif untuk memberi masukan dan ide-ide yang inovatif. Apalagi, hal tersebut juga terkait kesejahteraan wartawan yang bertugas di lingkungan Pemko Medan. “Dengan ide-ide yang inovatif, mari kita tingkatkan kesejahteraan para wartawan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Kordinator Panitia Pelaksana Dipo Sumarsono menyebutkan, sebanyak 141 wartawan yang bertugas di Pemko Medan. Hasil dari ferivikasi itu, 83 wartawan dinyatakan memperoleh hak pilihnya untuk memilih Calon Ketua Persatuan Wartawan Unit Pemko Medan Priode 2019-2021.

Tidak itu saja, jelas Dipo yang didampingi Marhot Harahap dan Ronald Tambunan, para wartawan yang mengikuti pemilihan itu diwajibkan menandatangani fakta integrasi yang isinya mengakui tidak ada lagi kelompok wartawan lain selain Wartawan Unit Pemko Medan terpilih priode 2019-2021.

Sedangkan Kabag Humas Pemko Medan Ridho Nasution SSTP saat membuka pemilihan Ketua Persatuan Wartawan Unit Pemko Medan  periode 2019-2021, berharap dengan terpilih ketua nantinya akan membuat organisasi semakin solid dan mendukung penuh program Pemko Medan serta dapat bersinerji dengan OPD di lingkungan Pemko Medan.

"Kalau bisa wartawan Unit Pemko Medan tetap bersatu serta mendukung penuh seluruh program pembangunan yang dijalankan Pemko Medan tanpa melupakan fungsinya sebagai social control di tengah masyarakat. Oleh karenanya saya berharap proses pemilihan dapat berjalan dengan lancar,” harap Ridho.

Sebelumnya acara pemilihan dibuka dengan doa yang dibawakan M Safii Sitorus dari Harian Orbit. Acara juga dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat kepada M Edison Ginting sebagai Ketua terpilih Wartawan Unit Pemko Medan priode 2019-2021. (KP)

MEDAN (Polmas) Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke -71 Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut meluncurkan lagu dan video klip “Dendang Delapan Etnik Sumut”. Lagu kompilasi dari delapan etnis asli Sumatera Utara ini dimaksud untuk menumbuhkan kembali rasa cinta Sumatera Utara sebagai daerah multi entnik yang harmonis dalam keberagaman. 

Pemutaran lagu dan video klip dilaksanakan menjelang Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka HUT ke-71 Provinsi Sumut di gedung DPRD Sumut, Senin (15/4). Pemutaran lagu tersebut mendapat tanggapan antusias dari hadirin yaitu Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Musa Rajekshah dan para tamu asing.

Dalam video yang berdurasi sembilan menit tersebut, ada delapan lagu daerah yang dinyanyikan, yakni Selayang Pandang mewakili Suku Melayu, Famili Teksi mewakili Suku Karo, Pos Ni Uhur  mewakili Simalungun, Tirismo Lae bengkuang mewakili Pakpak, Ketabo mewakili suku Mandailing, Kijom mewakili Angkola, Maena mewakili Nias dan lagu Munpat Taluktuk mewakili Suku Batak Toba.

Ikut tampil mengisi suara dalam video Dendang 8 Etnik Sumut tersebut, Gubernur Edy Rahmayadi dan Wagub Musa Rajekshah. “Sumatera Utara, anugerah Illahi, tanahnya subur, sumber daya alamnya melimpah. Beragam etnis hidup damai berdampingan, kaya bahasa, kaya adat istiadat, menyatu dalam khasanah budaya,” ujar Gubernur Edy Rahmayadi menjadi pembuka lagu.

Sedangkan Wagub Musa Rajekshah berujar tentang semangat pantang menyerah yang menjadi karakter warga Sumut. “Mengikat hidup tiada menyerah. Tekun bekerja,  hidup sejahtera, mulia berbudaya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut Ilyas S Sitorus mengatakan bahwa pihaknya berharap lagu dan video klip ini bisa menggambarkan tentang kekayaan alam, adat dan budaya Sumatera Utara tidak hanya kepada warga Sumut, namun juga masyarakat umum.

“Semoga ini memperkaya khasanah lagu daerah, semua etnik dengan ragam budayanya ditampilkan, semoga banyak yang menonton dan menjadi penambah semangat dan kecintaan untuk anak muda di Sumut," tuturnya.(KP)

Hatonduan-Simalungun (POLMAS) - Hari ini Sabtu.tanggal 13 April 2019,sekira pukul 10.00 wib. Roberton Nainggolan selaku Pangulu Buntu Turunan Adakan Sosialisasi tata cara pencoblosan surat suara dan mengajak warga Buntu Turunan Mensukseskan pemilu 2019.(13/4),sekira pukul 11.00 wib.

Dalam menyambut pemilihan umum serentak tahun 2019 yang tinggal beberapa hari lagi. Roberton Nainggolan selaku Pangulu Nagori Buntu Turunan mengadakan acara sosialisasi kepada warga sekitar dalam hal tata cara pencoblosan dalam surat suara dalam pemilihan umum 2019 nantinya.

Acara dilaksanakan digedung aula yang berada di depan kantor Pangulu Buntu Turunan,Kec.Hatonduan,
Kab.Simalungun, yang dihadiri aparatur nagori, gamot, ibu-ibu pkk,ppk nagori-kecamatan,  panwas,dan masyarakat yang berada di Nagori Buntu Turunan. Dan dimeriahkan oleh hiburan kibot dan loukydraw hadiah dari Pangulu Buntu Turunan.

Dalam pidatonya Roberton Nainggolan menjelaskan tata cara pencoblosan dalam surat suara. Dan ianya juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak golput dan menjaga persatuan dan kesatuan.

"Beda pilihan itu hal yang lumrah, tapi jangan sampai terpecah persatuan dan kesatuan di Nagori Buntu Turunan ini karena kita semua bersahabat dan bersaudara"ujarnya.
(SS).mhd.aliaman.h.sinaga.se

Perdagangan-Simalungun (POLMAS POLDASU) - Ketua Umum partai Golkar AIRLANGGA HARTARTO beserta Ketua DPD Propinsi dan Kabupaten. Serta Para pengurus dan kader lainnya menghadiri acara kampanye akbar di Lapangan Tanjung Balai. Kab. Asahan. Jumat (12/4) sekira pukul 14.00 wib.

Dari pantauan time polmaspoldasu di lapangan tanjung balai melihat beberapa petinggi partai Golkar ikut turun gunung untuk menarik aspirasi rakyat. Yang mana acara tersebut dihadiri Airlangga Hartarto (Ketum). Ahmad Doli Kurnia Tanjung (Ketua Dpp Sumut). Ir.H.Iskandar Sinaga (wakil ketu dpp Sumut).Agung Laksono (penasehat) dan seluruh Ketua Dpd  kabupaten dan kota partai Golkar.

Kampanye akbar ini  juga dihadiri oleh para kader-kader. Dan ribuan masa pendukung partai Golkar yang memadati Lapangan Tanjung Balai.Asahan.

Dalam pidatonya Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Mengajak seluruh pengurus.kader dan elemen lapisan masyarakat khususnya di Tanjung Balai. Asahan ini untuk dapat memenangkan partai Golkar pada pemilu tanggal 17 April 2019. Dan tidak golput dalam pemilu nantinya. Yang mana dalam akhir pidatonya Arilangga Hartarto memberi motivasi " Golkar Harus Menang.Golkar Harus Jaya dan Golkar Harus Maju Bersama Rakyat khususnya Tanjung Balai. Asahan". Ajaknya. (SS).

 
 
 
Page 1 of 40
© 2019 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved