Kisaran ( Polmas ) - Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto, S.H., M.H. didampingi Pangkosek Hanudnas III Medan Mars TNI Djhon Amarul dan Kasdam I BB Brigjen TNI Hasanuddin, Rabu (17/4/2019) mengunjungi Kabupaten Asahan dalam rangka memantau situasi Kamtibmas Pemilu 2019 di wilayah hukum Polres Asahan.
 
Kedatangan orang nomor satu di Polda Sumatera Utata tersebut disambut oleh Kapolres Asahan AKBP Faisal F. Napitupulu, S.I.K., M.H. bersama Dandim 0208 Asahan Letkol Inf Sri Marantika Beruh, Wakil Bupati Asahan H.Surya B,sc yang didampingi oleh Kakan Kesbangpol SM Siregar.
 
Kunjungan Kapoldasu beserta rombongan yang menumpangi Helikopter mendarat di lapangan tembak Polres Asahan. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memberikan semangat kinerja untuk personil Polri dan TNI yg melaksanakan tugas di TPS baik langsung maupun tidak langsung di TPS dan memberikan apresiasi atas keamanan yg tercipta di Kab Asahan serta menekankan akan melakukan tindakan tegas kepada setiap kelompok orang yg menggangu jalan nya Pemilu 2019.
 
"Saat ini kondisi pemilu berjalan dengan aman dan damai, kita apresiasi buat masyarakat yang ikut serta dalam mensukseskan pemilu damai ini," tegas Irjen Pol Agus Andrianto saat diwawancarai awak media.
 
Kapoldasu juga menegaskan akan menindak tegas jika ada oknum yang menciptakan kericuhan sehingga menjadi hambatan untuk pemilu damai.
 
"Kita sama-sama ciptakan kondisi aman, jika ada oknum yang melakukan tindakan kericuhan maka kita akan hukum sesuai peraturan yang dilanggar," akhir Kapoldasu.
 
Usai melakukan pemantauan pengamanan pelaksanaan Pemilu 2019 di Kabupaten Asahan, Irjen Pol Agus Andrianto beserta rombongan kemudian berangkat kembali dengan menaiki helikopter memantau pelaksanaan Pemilu di sejumlah daerah di Sumatera Utara. ( Denny ) 
Medan (POLMAS) - Pihak Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Sumut sudah melimpahkan Husin (45) seorang pengusaha keturunan Tionghoa ke Rutan Tanjunggusta.
 
Pelimpahan ini, kata DirTahti AKBP AE Hutabarat dilakukan karena tahanan di Polda Sumut sudah penuh.
 
"Benar, kita sudah mengirim yang bersangkutan ke Rutan pada Senin (8/4/2019) dan itu dilakukan karena tahanan di sini sudah penuh,"katanya, Selasa (9/4/2019).
 
Sama halnya dengan Kasubdit Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan yang menyatakan Husin pengusaha Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dan eksportir CPO ini sudah dilimpahkan ke Rutan Tanjunggusta.
 
Sekarang, kata Nainggolan, kasus tersebut masih dalam tahap penyidikan di mana hal itu dilakukan oleh pihak DitKrimsus Polda Sumut.
 
"Husin ditangkap oleh pihak kepolisian dalam hal ini DitKrimsus yang tergabung dalam Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS),"ujarnya.
 
Namun, karena tahanan di Polda Sumut penuh, makanya pengusaha CPO itu dilimpahkan ke Rutan Tanjunggusta.
 
Sementara itu, Karutan Tanjunggusta Rudi Sianturi yang dihubungi melalui selularnya menyatakan pihaknya belum mengetahui bahwa Husin dilimpahkan ke Rutan Tanjunggusta pada Senin (8/4/2019) kemarin.
 
"Saya belum tahu, karena saya masih diluar. Nanti coba saya cek dulu ya,"ujarnya seraya menutup sambungan selular.
 
Terpisah, P2 Humas Direktorat Jendral Pajak (DJP) Sumut kepada wartawan menyatakan pihaknya belum bersedia menanggapi pertanyaan terkait Husin yang melakukan pengemplangan pajak sekitar Rp 450Miliar.
 
"Mohon maaf, kami belum ada tanggapan mengenai hal tersebut. Karena proses masih berlangsung," katanya.
 
Seperti diketahui, Husin (45) seorang pengusaha keturunan Tionghoa ditahan pihak Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) DitKrimsus Polda Sumut.
 
Dirkrimsus Polda Sumut Kombes Pol Rony Samtana mengatakan pihaknya mengamankan Husin sejak Kamis (4/4/2019) malam.
 
Husin ditahan pihak Polda Sumut diduga melakukan pengemplang pajak sebesar Rp450Miliar.
 
"Yang bersangkutan sudah ditahan di dalam sel Polda Sumut dan kasusnya ditangani PPNS,"kata orang nomor satu di DitKrimsus Polda Sumut ini, Sabtu (6/4/2019) seraya menyatakan pihaknya cuma memback-up.
 
Mengenai berapa besaran pengemplang pajak yang dilakukan Husin, Rony hanya menjawab singkat.
 
"Kalau soal itu bisa ditanya ke Ditjen Pajak. Kami hanya membantu memfasilitasi untuk penyidikannya. Mereka menyerahkan tersangka Husin untuk dilakukan pemeriksaan. Yang jelas Husin sudah ditahan,"ujarnya.
 
Sementara itu, Staf Humas DJP Sumut Fariza mengatakan kasusnya masih dalam proses penyelidikan.
 
Ia mengatakan Husin ditangkap karena ada transaksi yang diduga tidak berdasarkan transaksi sebenarnya.
 
"Sebenarnya kita belum keluarkan keterangan pres rilis. Karena masih ada komplotannya dan kita takut mereka kabur," terang Fariza.
 
Mengenai pengemplang pajak apa dan berapa besarannya sehingga Husin harus ditangkap, Fariza menyatakan pihaknya belum mendapat informasi terkait hal itu.
 
Ia menyatakan sebenarnya ini bukan pengemplang pajak, melainkan ada transaksi yang tidak sesuai.
 
"Tapi, saya juga belum mengetahui transaksi apa yang tidak sesuai itu. Sejauh ini saya masih mengetahui itu saja bang. Nanti kita kabari lagi bang," ujarnya.
 
 
Medan (POLMAS) - Polsek Medan Timur menggelar Rapat Konsolidasi Pengamanan TPS Pemilu 17 April 2019. Rapat konsolidasi yang pertama kali dilakukan di jajaran Polrestabes Medan ini dilangsungkan di Gelanggang Remaja, Jalan Sutomo, Medan, Selasa (9/4/2019).
 
Sebanyak 1.190 personel Linmas dibantu 89 personel Polri dilibatkan dalam apel konsolidasi pengamanan TPS di wilayah Kecamatan Medan Timur dan Kecamatan Medan Perjuangan.
 
Rapat konsolidasi yang dihadiri Kapolsek Medan Timur Kompol M Arifin, Danramil 02/MT Kapten Inf Bani Meliala, Camat Medan Timur Odi Anggia Batubara, dan Camat Medan Perjuangan Pahri Matondang dan Panwas Kecamatan dipimpin langsung Dirbinmas Polda Sumatera Utara Kombes Pol Yusuf Hondawantri Naibaho sebagai pimpinan apel.
 
Dalam amanahnya, Kombes Pol Hondawan sebagai Pamatwil Polsek Medan Timur memberikan  apresiasi kepada Kapolsek Medan Timur Kompol M Arifin atas kesiapan Pengamanan TPS Pemilu 2019 di wilayah hukum Polsek Medan Timur. 
 
“Saya sangat apresiasi Kapolsek dan jajaran Polsek Medan Timur atas kesiapannya dalam Pam TPS Pemilu,” kata Hondawan dalam sambutannya.
 
Rapat konsolidasi ini bertujuan supaya personel yang terlibat mendapat gambaran sejauh mana tentang kesiapan dari perangkat 3 Pilar dalam melaksanakan pengamanan pemilu.
 
“Tujuan rapat hari ini, agar kita dapat mengetahui rekan kita nantinya dan berbagi informasi tentang kesiapan pengamanan pemilu. Hari H sudah semakin dekat yang tinggal 8 hari lagi dimana pada pukul 07.30 WIB nantinya TPS sudah tergelar. Linmas harus saling kenal dengan petugas Polri dan TNI begitu juga sebaliknya, saling bekerja sama. Kiranya Pemilu 2019 dapat berjalan dengan aman dan baik, Allah menyertai kita semua,” pungkas mantan Wakapolrestabes Medan ini.
 
Polsek Medan Timur membawahi dua kecamatan dengan 595 TPS, Linmas 1.190 orang, dan Polri 89 orang. (Red)
Kendari (POLMAS) - Puluhan anggota kepolisian dari Satuan Brimobda Sultra diduga merusak rumah seorang  warga di Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Minggu (7/4/2019) sekitar pukul 01.30 Wita.
 
Akibat aksi itu, rumah milik Yuda Husnah (68) mengalami kerusakan di beberapa tempat, diantaranya kaca jendela hancur, pintu rumah rusak dan kamar serta dapur diobrak abrik.
 
Di setiap sudut rumah dan kamar ditemukan kerusakan, beberapa perabot rumah tangga berhamburan dalam rumah itu.
 
Aksi aparat kepolisian ini dipicu karena seorang rekannya menjadi korban pembacokan sekelompok preman di Simpang Adibahasa Kendari, kemarin malam.
 
Saat dilakukan pengejaran oleh anggota Resmob polda Sultra, sekelompok preman diduga bersembunyi di dalam rumah tersebut.
 
Yuda Husnah menuturkan, saat rumahnya didatangi puluhan anggota Brimob, ia tengah tertidur dengan delapan orang cucunya.
 
Ia pun terbangun, kaget mendengar kaca rumahnya pecah akibat lemparan dari luar.
 
Saat keluar kamar, ibu paruh baya ini melihat beberapa orang yang tak diketahui identitasnya melakukan pengrusakan, sembari berteriak mengeluarkan kata “Keluar”.
 
Kata-kata tersebut dilontarkan para oknum aparat secara berulang-ulang.
 
"Saat kejadian banyak polisi di depan rumahnya, tapi hanya menonton saja dan tidak melakukan pengamanan.
 
Sementara dalam rumahnya saya tidak tahu persis berapa jumlahnya, tapi yang di luar itu banyak,” kata nenek Yuda, Senin (8/4/2019).
 
Dijelaskan Yuda, kediamannya diserang seperti polisi sedang memburu teroris.
 
Sementara dirinya tidak mengetahui persis penyebab rumahnya menjadi sasaran penyerangan.
 
Bahkan, saat kamarnya didobrak, Yuda Husnah mengaku hampir terkena tusukan sangkur di bagian perut, karena mencoba menahan pintu kamar yang coba dibuka secara paksa oleh oknum aparat kepolisian.
 
“Kami diperlakukan seperti teroris. Bukannya mengayomi dan melindungi masyarakat, malahan mereka menyerang dengan membabi buta. Kalau memang ada anggota keluarga yang melakukan pelanggaran hukum, kan bisa datang baik-baik menanyakan," tutur Yuda.
 
Tak terima dengan aksi pengrusakan rumahnya itu, Yuda Husnah telah melaporkan ke Mapolda Sultra.
 
Kabid Humas Polda Sultra AKBP Hary Goldenhard mengatakan bahwa benar adanya penyerangan yang dilakukan oleh anggota Brimob Sultra.
 
Hal itu disebabkan ada seorang anggota Brimob yang dilukai dengan parang tanpa sebab oleh sekelompok preman dan pelakunya merupakan pemilik rumah.
 
Hanya saja, saat dikejar pelaku masih kabur dan saat ini dalam pencarian.
 
“Mereka lari bersembunyi di rumah tersebut, jumlah mereka sekitar puluhan orang preman (banyak). Setelah malam itu anggota kita diadang,” tambahnya.
 
Pihaknya, lanjut Harry, telah membentuk tim untuk mengusut kasus tersebut.
 
"Tim Reskrimum ditugaskan mencari pelaku penganiayaan terhadap anggota dan propam untuk menyelidiki pengrusakan rumah warga," terangnya.
 
Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) Kombes Pol Joni Afrizal Syarifuddin mengatakan, rumah itu rusak karena adanya upaya penangkapan terhadap preman yang menganiaya anggota Brimob bernama Bripda Roxi.
 
Joni menegaskan, tidak ada niat dari pihak anggota Brimob untuk melakukan pengrusakan.
 
Ia menceritakan, awalnya Bripda Roxi melintas di Simpang Adi Bahasa Baruga pada Minggu dini hari (7/4/2019).
 
Kelompok preman yang sedang berkumpul di tempat itu meneriaki Bripda Roxy dengan kata-kata kasar.
 
Bripda Roxy kemudian berhenti menanyakan maksud kelompok tersebut, namun salah di antara preman itu ada yang langsung mengayunkan parang hingga mengenai pinggang Bripda Roxi.
 
Usai menganiaya, sekelompok preman itu lalu melarikan diri ke dalam rumah di Jalan Mayjend Katamso tersebut.
 
“Saat kelompok preman masuk ke dalam rumah. Anggota kami berusaha menangkap, tapi sama sekali tidak ada niat dari anggota Brimob untuk melakukan pengrusakan,” ujarnya.
 
Joni menyampaikan permintaan maaf kepada Yuda. 
 
Di hadapan awak media, Komandan Brimob Polda Sultra, mengaku bersalah atas tindakan anggotanya yang terlibat dalam pengerusakan tersebut.
 
“Kami meminta maaf, atas insiden yang dilakukan oleh anggota kami. Sebagai bentuk rasa tanggung jawab pasca kejadian ini, kami telah mengganti rugi dan memperbaiki seluruh kerusakan rumah milik ibu Yuda Husna,” ujar Joni.
 
Pihaknya tetap akan memproses beberapa anggota Brimob, yang terlibat dalam tindakan pengerusakan rumah milik Yuda Husna.
 
“Secara internal, kasus ini tetap di lakukan pemeriksaan terhadap beberapa anggota saya. Belajar dari persoalan ini, kami berjanji hal ini tidak akan terulang lagi,” ucapnya.
 
Yuda Husna, telah menerima permintaan maaf pihak Brimob atas kejadian musibah yang menimpanya.
 
“Saya telah menerima permintaan maaf, dari bapak Komandan Brimob atas peristiwa ini. Bagaimanapun, insiden ini memang tidak luput dari kekhilafan yang telah lepas kendali karena kesalahpahaman. Saya juga keluarga besar Brimob Polda Sultra, hal ini tidak akan, lagi saya perbesarkan,” tutur Yuda. 
 
 
Medan (POLMAS) - Polda Sumut menyelidiki dugaan korupsi di Dinas PUPR Nias Barat dalam kegiatan pembangunan Jalan Lolomoyo Desa Simaeasi, Kecamatan Mandehe, dengan pagu Rp 1,9 miliar lebih bersumber dari APBD TA 2017.
 
Sesuai SP2HP nomor: K/ 92/ III/ RES.3.3/ 2019/ Ditreskrimsus, surat aduan masyarakat dari organisasi pimpinan daerah Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi (GNPK-RI) Kabupaten Nias Barat tentang dugaan tindak pidana korupsi pada Dinas PUPR Nias Barat telah diterima Polda Sumut tanggal 28 November 2018.
 
Dalam SP2HP dijelaskan penyidik telah meneliti laporan GNPK-RI dan telah menindaklanjuti dengan menyelidiki dugaan korupsi pembangunan jalan ruas Lolomoyo Desa Simaeasi, Kecamatan Mandehe, yang bersumber dari APBD TA 2017 dengan pagu Rp 1,9 miliar lebih.
 
Pada laporan masyarakat tertanggal 9 November 2018 tentang dugaan tindak pidana korupsi, mark-up dan koorporasi pada proyek Dinas PUPR Nias Barat tersebut, sebagai terlapor Kadis PUPR EW, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) EKW dan Rekanan MHW (adik kandung PPK).
 
Ketua GNPK-RI Nias Barat Yasozanolo Hulu mengatakan, dalam pengerjaan pembangunan jalan ruas Lolomoyo Desa Simaeasi oleh CV Karya Bersama diduga sarat KKN. 
 
“Ada upaya memperkaya diri sendiri atau orang lain sehingga diperkirakan kerugian negara kurang lebih Rp 1,1 miliar,” katanya.
 
Dijelaskan, pembangunan lapen jalan tersebut memiliki panjang kurang lebih 500 meter dengan lebar sekitar 3.5 meter hingga 4 meter. Terlihat sertu yang digunakan bercampur lumpur serta pemasangan aspal lapen jalan terkesan asal jadi. Terbukti kondisi fisik bangunan hanya hitungan minggu sudah hancur.
 
Sementara, kata dia, beberapa bangunan gorong-gorong yang lama di sepanjang jalan tersebut seharusnya diganti baru. Namun, kenyataanya hanya merombak di bagian atasnya saja dan langsung ditimpa dengan bangunan jalan sehingga kualitasnya sangat diragukan. Pada laporan itu, dia meyakini Polda Sumut dapat mengungkap para pelaku supaya ada efek jera.
 
Kadis PUPR Kabupaten Nias Barat Eliyunus Waruwu kepada sejumlah wartawan, Jumat (5/4) mengatakan, terkait laporan tersebut harusnya dikonfirmasi sebelum dilaporkan. Mengenai itu akan menghabiskan energi menjelaskannya satu persatu.
 
“Laporan tersebut tidak mungkin menjadi hal yang menakutkan karena itu lumrah. Kalau memang sudah dilapor ke aparat penegak hukum maka yang menyelidikinya adalah mereka. “Kalau ditanya lagi ke Saya, itu tidak ada gunanya,” katanya.
 
Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan ketika dikonfirmasi mengaku kalau kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan. (Rel)
Page 1 of 34
© 2019 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved