Medan (POLMAS) - Diduga akibat pernyataannya di berbagai media yang mengatakan kasus alihfungsi lahan yang dilakukan PT Anugrah Langkat Makmur (Alam) adalah bentuk kriminalisasi kepada keluarga Anif Shah, Ketua KNPI Sumut Sugiat Santoso akan diperiksa oleh Polda Sumut. 
 
Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto didampingi Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Kombes Rony Samtana kepada wartawan, Minggu (17/2/2019), mengatakan, surat pemanggilan pertama sudah dilayangkan. 
 
"Jadwalnya kalau enggak Senin, ya, Selasa ini akan diperiksa. Statusnya masih sebagai saksi, tapi sudah masuk tahap penyidikan," kata Agus. 
 
Sugiat yang dikonfirmasi lewat pesan singkatnya pada Minggu (17/2/2019) malam mengaku, dirinya belum menerima surat panggilan dari Polda Sumut dan belum mengetahui apakah akan diperiksa pada Senin (18/2/2019) ini. 
 
"Belum nyampe untuk besok, tapi saya siap hadir dipanggil," katanya. 
 
Ditanya soal pernyataannya terkait kasus alih fungsi lahan, Sugiat mengatakan, itu adalah hasil wawancara media kepada dirinya. 
 
Menurut Sugiat, apa yang diucapkannya adalah haknya menyatakan pendapat terkait kasus itu. 
 
"Menyatakan pendapatkan dilindungi undang-undang. Apalagi jika itu sudah menjadi produk jurnalistik. Soal pernyataan di media itu ada pihak yang tak setuju, seharusnya digunakan hak bantah di media yang sama," ucap Sugiat. 
 
Dia mengaku sudah sering diwawancara beragam media terkait persoalan sosial, ekonomi, hukum, dan yang lainnya. 
 
"Puluhan wawancara mungkin sudah pernah diminta ke saya, tapi gak pernah ada masalah karena menyampaikan pendapat apalagi jika sudah menjadi produk jurnalistik dilindungi oleh undang-undang. Soal ada yang tak sepakat dengan pendapat saya tersebut, ada hak bantah yang bisa dimuat di media yang sama," katanya mengulang. 
 
Apakah pemanggilan Polda Sumut menurutnya juga sebagai bagian dari kriminalisasi kepadanya, Sugiat tak bisa menjawabnya. 
 
"Saya belum bisa menilai seperti itu karena polda pasti punya alasan melakukan pemanggilan. Saya siap hadir untuk menjelaskan pendapat saya hasil wawancara yang dimuat media itu," katanya. 
 
Disinggung apakah saat memberikan keterangan nanti akan didampingi penasihat hukum atau sendirian, Sugiat mengatakan, "Untuk sementara saya putuskan sendiri aja dulu." 
 
Seperti di pemberitaan, usai Polda Sumut menetapkan Direktur PT Alam, Musa Idi Shah alias MIS alias Dodi menjadi tersangka, politisi Partai Gerindra ini angkat bicara. 
 
Dia menilai, tindakan polisi tersebut sebagai bentuk kriminalisasi kepada keluarga H Anif karena Dody merupakan anak dari Anif Shah dan adik kandung Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah. 
 
Sugiat menilai, kasus yang dialami Dodi terkesan dicari-cair. Apalagi muncul menjelang Pemilihan Presiden 2019. Tuding kriminalisasi 
Dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (1/2/2019), Sugiat mewanti-wanti jangan sampai ada kriminalisasi kepada keluarga Anif Shah menjelang pilpres karena akan memicu reaksi di masyarakat. 
 
Menurutnya, keluarga Anif dikenal sebagai pengusaha pribumi yang sudah banyak membantu masyarakat, mulai dari pembangunan di bidang pendidikan, masjid, madrasah, pesantren, dan kegiatan sosial keagamaan lainnya. Sejak 19 tahun lalu, keluarga ini juga konsisten melaksanakan program bersih masjid di hampir seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Utara. 
 
Kasus ini mencuat saat Polda Sumut menerima laporan dan informasi dari masyarakat pada akhir 2018 lalu bahwa PT Alam diduga telah mengubah fungsi kawasan hutan dari hutan lindung menjadi perkebunan sawit seluas 366 hektar di Kecamatan Seilepan, Brandan Barat, dan Besitang, semuanya di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. 
 
Menindaklanjuti laporan tersebut, Ditreskrimsus Polda Sumut melayangkan surat panggilan kepada tersangka untuk dimintai keterangannya sesuai kapasitasnya sebagai direktur PT Alam. Namun sampai dua kali pemanggilan, tersangka tetap mangkir. 
 
Selasa (29/1/2019) malam, tersangka dipanggil paksa dari rumahnya. 
 
Usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi, Rabu (30/1/2019), statusnya ditetapkan menjadi tersangka. 
 
Penyidik menilai, tersangka melanggar Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pengrusakan Hutan, Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan, dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. 
 
Ancaman hukumannya delapan tahun penjara. Namun tersangka tidak ditahan dan hanya dikenakan wajib lapor. (Red)
 
 
Medan (POLMAS) - Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol Drs Agus Andrianto didampingi Waka Polda Brigjen Pol Mardiaz Kusin meluncurkan buku ‘Irjen Pol Drs Agus Andrianto: Sang Pemimpin Pemersatu Keberagaman’ yang ditulis Drs Syaiful Syafri MM, Ketua Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri dan tokoh pamong senior yang pernah menduduki sejumlah jabatan eselon 2 di Pemprovsu dan juga kolumnis dan mantan wartawan.
 
Kegiatan ini bersamaan dengan HUT ke-52 Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Agus Andrianto SH MH di halaman Mapoldasu KS Tubun Jalan Tanjung Morawa, Sabtu 16 Februari 2010. Peluncuran buku dihadiri Ketua Daerah Bhayangari Sumut Ny Evi Agus Andrianto, Ny Mardiaz.
 
Acara dihadiri Bupati Batubara H Zahir, Rektor Universitas Harapan, Ritha F Dalimunte, Rektor UMSU diwakili Yusri Isfa, Guru Be¬sar Unimed Efendi Napitupulu, Dosen Pascasarjana USU Parapat Gultom, sejumlah pejabat utama dan Kapolres se- Sumut. Semua memberi apresiasi yang baik.
 
Kapoldasu mengatakan, dirinya memasuki tahun ke 13 bertugas di Sumatera Utara. Sebagai orang nomor satu di Poldasu, dia meneguhkan diri mewakafkan jabatannya selaku Kapolda Sumut untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat di Sumut.
 
Dia menyatakan tidak mengetahui jika program kerja 100 hari sebagai seorang Kapolda Sumut diapresiasi dengan tulisan menjadi sebuah buku. “Untuk itu saya mengucapkan terimakasih kepada penulisnya Syaiful Syafri,” ucapnya. Kapoldasu menegaskan, jika apa yang dikerjakan hasilnya baik maka yang baik dan hebat itu masyarakat Sumut, karena sudah 13 tahun mendidik saya di Sumatera Utara ini.
 
Syaiful Syafri mengaku terinspirasi dari Mapoldasu yang menurutnya sebagai rumah rakyat karena men¬dapat kunjungan para ulama, para pendeta, nazir masjid, penggali kubur, supir angkot, para betor, petugas kebersihan. Sekaligus mendorong pemerintah daerah un¬tuk bekerja sesuai peraturan perundang-undangan.
 
Dia menegaskan, program kerja Kapoldasu 100 hari merupakan wujud pelaksanaan 11 program prioritas Kapolri Jendral Tito Karnavian agar Polri dalam bekerja Profesional, Modern, dan terpercaya.
 
Menurut Effendi Napitupulu dalam bedah buku menjelaskan, buku ini efektif, sistematis, tidak boros, dan semua digambarkan dalam tulisan yang dilengkapi foto. “Buku ini mudah difahami sehinga cocok untuk dibaca bagi seorang yang meniti karir di kepolisian yang berbasis masyaraka,” katanya.
 
Buku ke delapan karya Syaiful Syafri ini juga membedah kedekatan Kapolda Sumut dengan personel TNI/Polri, Persatuan Purnawirawan Polri, Ibu-ibu Bhayangkari, Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri, organisasi kemasyarakatan dan pemuda, bikers supir angkutan umum serta abang becak di Sumut.
 
Dalam buku juga dijabarkan keyakinan sejumlah tokoh di Sumut bahwa Agus Andrianto bersama Waka Polda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto beserta jajaran kepolisian akan mampu mempertahankan Sumut yang kondusif menjelang Pemilu 2019.
 
Atas terbitnya buku biografi dirinya, Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto SH MH dihadapan Walikota Medan, Bupati Deliserdang, Ketua MUI Sumut, Ketua FKUB Sumut, Ketua Umum Pujakesuma dan undangan lain, berterima kasih terbitnya buku tersebut. (Red)
 
 
Simalungun (POLMAS) - Gencarnya penyebaran ujaran kebencian dan hoaks di tengah masyarakat, khususnya mendekati Pilpres 2019 menjadi atensi khusus Kapoldasu, Irjen Pol Agus Andrianto. Dalam acara family gathering serikat pekerja perkebunan (SP-BUN) PTPN 4, Minggu (17/2) di lapangan pabrik teh Sidamanik, dia menegaskan, hoaks dan ujaran kebencian bisa menghancurkan bangsa.
 
"Hal ini tidak bisa kita biarkan. Kita harus merapatkan barisan mencegah hoaks dan ujaran kebencian demi kondusifitas Sumatera Utara," imbau Kapoldasu.
 
Dia mengatakan, warga Sumatera Utara juga bertanggung jawab menjaga Kamtibmas, sehingga pembangunan dapat berjalan dengan baik. "Kalau dari kami, Kepolisian Daerah Sumatera Utara akan menindak tegas siapa saja yang coba-coba mengusik Kamtibmas di Sumut jelang Pilpres ini," tegasnya.
 
Sedangkan Bupati Simalungun, JR Saragih mengajak masyarakat untuk cerdas memilih wakilnya di legislatif dan juga pasangan Capres/Cawapres RI.
 
"Cerdaslah dalam menentukan pilihan untuk anggota legislatif dan juga pasangan Capres/Cawapres. Pilihlah yang peduli dengan kemajuan pembangunan daerah, khususnya Simalungun dan Danau Toba," kata JR. (SS)
Tebing Tinggi (POLMAS) - Polres Tebing Tinggi mengawasi dan memantau penyaluran atau pendistribusian bantuan PKH (Program Keluarga Harapan) dan penerima BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) yang disalurkan Dinas Sosial Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara.
 
Pemberian bantuan pada Sabtu (16/2/2019) itu langsung dipantau dan diawasi Kanit Tipikor Polres Tebing Tinggi, Iptu Agus Arianto.
 
“Sudah semestinya kami ikut berperan dalam kegiatan pendampingan bantuan kepada masyarakat, untuk memastikan tepat sasaran. Dan ini sebagai bentuk pelayanan kami kepada masyarakat,” kata Iptu Agus Arianto disela-sela penyerahan bantuan kepada Nurmala (39) warga Jalan Bukit Bundar Lk. III, Kelurahan Lalang, Kecamatan Rambutan, Kota Tebing Tinggi.
 
Dikatakan, pihaknya melakukan monitoring/mengecek masyarakat yang menerima bantuan PKH dan penerima BPNTdari Dinas Sosial Kota Tebing Tinggi ini, sekaligus untuk bertemu langsung dengan penerima bantuan tersebut.
 
Kali ini, Dinas Sosial Kota Tebing Tinggi memberikan bantuan PKH kepada Nurmala berupa uang tunai, dengan rincian untuk anak SMA selama 1 tahun sebesar Rp 2.000.000 yang dicairkan per tiga bulan, uang tunai untuk anak Balita selama 1 tahun sebesar Rp 2.400.000 yang dicairkan per empat bulan.
 
“Nurmala mendapat bantuan uang tunai dari pemerintah selama satu tahun sebesar Rp 4.400.000, ditambah dengan bantuan beras 10 kilogram dan 3 butir telur yang diterima setiap bulan,” katanya.(Rel/G1)
Simalungun (POLMAS) - Polres Simalungun segera menggelar Millennial Road Safety Festival, untuk meningkatkan kesadaran berlalulintas generasi muda di wilayah hukumnya. 
 
Acara puncak akan dimeriahkan beberapa artis ibukota. Hal itu diungkapkan Kapolres AKBP Marudut Liberty Panjaitan pada konferensi pers di halaman Asrama Polisi Polres Simalungun, Jalan Sangnawaluh Kota Siantar, Senin (18/2/2019) sekira pukul 10.00 Wib.
 
AKBP Liberty mengatakan, puncak Millennial Road Safety Festival oleh Polres Simalungun akan digelar pada 24 Februari 2019 mendatang. 
Acara itu rencananya akan dimeriahkan artis nasional maupun mancanegera. 
 
Artis ibukota seperti Indra Bekti, Ujung Oppa, Baby Shima, Omega Trio, Eli Sugigi, Donny Kesuma akan ikut mengajak generasi muda untuk taat berlalu lintas. Liberty menjelaskan, kegiatan tersebut dilatarbelakangi adanya peringatan WHO (World Health Organization).
 
“Saat ini, kecelakaan lalulintas, berada di urutan kelima penyebab kematian,” ungkap Liberty. 
 
Menurut data yang di peroleh, sedikitnya 80 sampai 88 orang di Indonesia meninggal setiap harinya karena kecelakaan lalu lintas.
 
“Kalau di Simalungun, per Januari hingga sekarang, sudah ada 62 kasus kecelakaan dan 12 orang meninggal dunia,” jelasnya.
 
Dari sederet kasus itu, sambung Liberty, kaum millennial dan usia produktif, yakni usia 30 sampai 35 tahun, paling mendominasi. Faktor utamanya adalah human error. “Kalau masih muda kan suka kebut-kebutan. Itu yang paling utama. Kalau sudah tua kan nggak mungkin kebut-kebutan,” ucapnya.
 
Oleh karena itu, melalui acara ini, Polres Simalungun ingin meningkatkan kesadaran kaum Millenial dalam berlalulintas hingga dapat menekan angka kecelakaan. 
 
“Kita juga ingin menekan angka kematian dengan tertib berlalulintas,” ujar AKBP Liberty.
 
Dalam acara puncak yang nantinya digelar di Asrama Polisi, Polres Simalungun menargetkan 15 ribu peserta dari kaum millennial. Selain hiburan dari artis papan atas, digelar pula acara Jalan Sehat Millennial, Senam Kolosal, Video Trailer Lalulintas, deklarasi, Pocil Millennial, Millennial Enterpreneur Expo, Safety Riding, sunat massal, Pasar Murah, Movie Millennial, Talkshow Millennial Enterpreneur, Freestyle Motorcycle dan lucky draw. (Rel/SS)
 
 
Page 1 of 11
© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo