Binjai, (Tabloid Polmas Poldasu) - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto didampingi AKBP. JHS Tanjung beserta Personil tinjau tempat kejadian perkara Rumah Home Industri Pembuatan Mancis yang terbakar, di TKP terdapat 30 orang meninggal dunia dan 4 Orang dinyatakan Selamat dalam Insiden tersebut. TKP tepatnya di Jl. T. Amir Hamzah, Dusun IV, Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat Provinsi Sumatra Utara , Jumat (21/6/19) Pukul 14.00 Wib.
 
Dari peninjauan kru polmas poldasu kepada Pemilik rumah Sri Maya (47) Alamat Jalan T. A. Hamzah Dusun IV Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat tersebut mengaku bahwa sebelum terjadi ledakan rumahnya tersebut disewakan oleh Burhan (37) selaku penanggung jawab yang beralamatkan di Jalan Bintang Terang No. 20 Dusun XV Desa Mulyo Rejo Kec. Sunggal Kab. Deli Serdang.
 
Selanjutnya Pemilik rumah juga menanyakan Kepada Burhan (penyewa) " Apa nama Perusahan dan ada gak izinnya. Burhan tidak meresponnya. Sehingga pasca ledakan pemilik rumah Sri Maya saat ditanya kru Polmas poldasu tidak tahu sama sekali. Pemilik rumah juga mengatakan" sudah lama mereka menyewa rumah saya, tapi hingga saat ini saya juga tidak mengetahui nama perusahaan dan pemilik perusahaan tersebut selama menyewa rumah saya belum pernah memasang plang, tutur Sri selaku pemilik rumah.
 
Disisi lain salah satu keluarga korban yang mengaku bernama Ardy juga mengatakan kepada kru polmas poldasu, bahwa perusahaan milik salah satu warga Medan itu diduga belum memberikan jaminan ketenagakerjaan (BPJS) kepada korban.
 
 
Kapolres Binjai AKBP Nugroho Tri Nuryanto, SH, SiK, MH, turun langsung melakukan pengecekan ke TKP home industri perakitan mancis yang terbakar menjelang sholat Jumat sekitar pukul 12.00 wib di jalan Tengki Amir Hamzah Dusun IV Desa Sambirejo Kecamatan Binjai Kabupaten Langkat.
 
Setelah Kapolres Binjai mendatangi TKP, tampak Kapolda Sumut Irjend Pol Agus Andrianto,SH,MH beserta Pejabat Utama Polda Sumut Akbp JHS Tanjung melakukan pengecekan langsung kelokasi kebakaran dan di sambut oleh bapak Kapolres Binjai.
 
Sementara dari pantauan kru Polmas Poldasu di TKP, dari kesaksian saksi bernama Selamat (44) Alamat, Jalan Bakti Dusun III Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat dan Agus (45) Alamat Jalan T. Amir Hamzah Dusun IV Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat.
 
Adapun kronologis kejadian kebakaran terhadap perakitan mancis menurut saksi Agus dan Selamet yang berada di dekat lokasi kejadian, menerangkan bahwa adanya suara ledakan di Pabrik perakitan mancis kemudian langsung melihat adanya kobaran api yang berasal dari sebuah rumah perakitan mancis, kemudian secara spontan saksi Agus bersama masyarakat langsung berlari menuju kearah tempat kejadian kebakaran dengan tujuan untuk membantu memadamkan api yang berkobar di lokasi perakitan mancis, sesaat kemudian sekira pukul 12.30 Wib damkar dari Pemko binjai tiba dilokasi sebanyak 4 unit dan disusul oleh damkar Pemerintahan Kab. Langkat sebanyak 2 unit kemudian api dapat dipadamkan pada pukul 13.00 Wib berkat kerja sama yang baik dari Pemko Binjai, Pemkab Langkat serta Polres Binjai. 
 
Selanjutnya jumlah korban sementara kebakaran di perakitan mancis sekitar 30 (tiga puluh) orang yang meninggal dunia di TKP, 25 orang dewasa dan 5 orang anak-anak dengan masing-masing identitas ,
 
  • 1. Nurhayati, pr, 44 tahun, karyawati home industri, Desa Selayang Mancang Kec. Selesai Kab. Langkat,
  • 2. Yunita Sari, 31 tahun, pr, karyawati home industri, Gg Mirat Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat,
  • 3. Suci/Aseh, karyawati home industri, Kwala Begumit Kec. Binjai Kab. Langkat,
  • 4. Mia, 21 tahun, karyawati home industri, Dsn I Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat,
  • 5. Ayu, pr, karyawati home industri, Desa Perdamaian Kec. Binjai Kab. Langkat,
  • 6. Desi/Ismi, pr, 26 tahun, karyawati home industri, Dsn IV Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat,
  • 7. Dhizah, pr, 35 tahun, karyawati home industri, Dsn II Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat,
  • 8. Maya, 34 tahun,pr, karyawati home industri, Dsn IV Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat,
  • 9. Rani, pr, 22 tahun, karyawati home industri, Desa Perdamaian Kec. Binjai Kab. Langkat,
  • 10. Alfia, 19 tahun, pr, karyawati home industri, Desa Perdamaian Kec. Binjai Kab. Langkat,
  • 11. Rina, pr, karyawati home industri, Dsn IV Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat,
  • 12. Amini, pr, karyawan home industri, Dsn II Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat,
  • 13. Kiki, 20 tahun, karyawati home industri, Kwala Begumit Kec. Binjai Kab. Langkat,
  • 14. Priska, karyawati home industri, Dsn II Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat,
  • 15. Yuni, 28 tahun, karyawati home industri, Dsn IV Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat,
  • 16. Sawitri, 38 tahun, karyawati home industri, Dsn II Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat
  • 17. Fitri, 36 tahun, karyawati home industri, Dsn I Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat
  • 18. Wiwik, 23 tahun, karyawati home industri, Dsn IX Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat
  • 19. Rita, karyawati home industri, Dsn II Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat
  • 20. Rizka, Dsn II Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat
  • 21. Imar, karyawati home industri, Dsn VII Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat
  • 22. Lia, 31 tahun, karyawan home industri, Kwala Begumit Kec. Binjai Kab. Langkat
  • 23. Yanti, 22 tahun, karyawati home industri, Kwala Begumit Kec. Binjai Kab. Langkat
  • 24. Sri Ramadani, 24 tahun, karyawati home industri, Sei Remban Kec. Selesai Kab. Langkat
  • 25. Samiasih, 39 tahun, karyawati home industri, Kwala begumit Kec. Binjai Kab. Langkat
  • 26. Pinja (anak dari Yunita Sari), 10 tahun, Gg Mirat Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat
  • 27. Sasa (anak dari Yunita Sari), 2 tahun, Gg Mirat Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat
  • 28. Juan Ramadhan (anak dari Desi), 6 tahun, Dsn IV Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat
  • 29. Bisma Sahputra (anak dari Desi), 3 tahun, Dsn IV Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat
  • 30. Sifa (anak dari Fitri), Dsn I Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat
 
Sementara itu korban yang selamat akibat kebakaran perakitan mancis yang menelan 30 korban jiwa hingga saat ini, 1. Dewi Novitasari, 29 tahun, pr,  karyawan home industri, Dsn IV Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat, 2. Haryani, 30 tahun, pr, karyawan home industri, Dsn II Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat, Nuraidah, 24 tahun,pr, karyawan home industri, Desa Mancang Kec. Selesai Kab. Langkat, 4. Ayu Anitasari, 29 tahun, pr, karyawan home industri, Dsn IV Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat. 
 
Dan Dari hasil keterangan ke empat karyawan yang selamat dari korban kebakaran dikarenakan sedang melaksanakan istirahat makan siang kemudian ke empat karyawan yang selamat sedang dilakukan pemeriksaan oleh Sat Resktim Polres Binjai dan semua korban masih dalam pihak Lafbor RS. Bhayangkara Sumatra Utara. (Siswanto Ihsan)
Limapuluh (Polmas Poldasu) Perjalanan hidup wanita yang mulanya bersuami, akhirnya mendapat talak cerai dari sang suami melalui sms seluler, 27 April 2019 pukul, 17 :15 wib. Alasan sang suami melayangkan talak cerai melalui pesan seluler hanya karena sang istri sudah lari dari rumah 23 April 2019. pukul 20 : 50 wib, Saat suami pergi membeli Nasi goreng ke warung yang tidak jauh dari rumah wanita paruh bawa tersebut.
 
Begitu suami pulang sang istri sudah lari, diantar anak lelakinya (YRL) hasil perkawinan sang wanita paruh bawa tersebut dari suami pertamaya, secara kebetulan sang anak lelakinya masih kemaruk menengendari sepada motor tentu mau saja antar ibunya yang penting naik sepeda motor apalagi menggunakan sepeda motor Vario milik tetangga.
 
Lalu suami coba menghubungi telepon sang istri namun tidak ada sambutan. Lalu sang suami menuju rumah mertua untuk memberitahukan, bahwa istrinya lari yang diantar (YRL) Seketika itu sang ibu mertua hanya mengatakan " Dasar anak orah nduwe utek"  Hujatnya.
 
Bila dipertanyakan kembali alasan suami kenpa terlalu menjatuhkan talak kepada sang istri, jawaban sang suami sangat sample.
 
Saya tau siapa istri saya dan apa pekerjaannya dulu sebelum nikah ke saya, dia menjadi biduan organ tunggal dan selesai mentas menerima bokingan dari lelaki hidung belang dengan tarif Rp.220.000 ( Dua ratus dua puluh ribu rupiah ) untuk sekali pelayanan, itu pengakuan mantan istri saya sebelum nikah sama saya pada waktu itu, saya pertanyakan semua perjalanan hidupnya selama menjadi biduan organ tunggal, lalu di paparankan semua olehnya, itupun masih ditutupi karena terperanjat ada panggilan telpon saat itu maka semua dan di akui langsung dan dipaparkan. bahwa, dia menerima bokingan pelayanan pria setelah acara manggung selesai dengan tarif Rp.220.000. sekali pelayanan. Lalu dipertanyakan kembali oleh sang mantan suami. Semasa menjadi biduan organ tunggal di Kandis Riau, ada melayani 20 pria ? jawaban sangat miris terdengar. Ya adalah, sahutnya lagi.
 
Dengan harapan insaf dan berubah maka saya nikahi dia itupun atas semua janjinya akan betubah.  pernikahan pun berlangsung, dengan di walikan ayah kandungnya. 8 tahun pernikan sang istri tetap merokok di belakang suami, Bahkan akhir sebelum pergi dari rumah sang istri sempat pergi tidak tau kemana, alasan ke medan, akhirnya semua terkuak, kepergianya hanya untuk melayani sang sopir yang saat ini menjadi pasangan kumpul kebonya.
 
Yang lebih mirisnya perlakuan wanita paruh baya tersebut kepada suaminya, sangat diluar batas, Memukul dengan gagang sapu hingga kepala Suami bocor, Hanya karena sang tidak mau diajak keluar jalan2 alias foya foya sampai terjadi pertengkaran. memukul sang suami dengan pot bunga yang terbuat dari besi beton, juga menggigit dada suami hingga bengkak dan beram. 
 
Dalam kepergian sang wanita paruh bawa tersebut, sempat  juga ditelpon sang mantan suami. Lalu telepon tersebut disambut lelaki pasangan kumpul kebo sang wanita tersebut. tujuan sang mantan suami menghubungi lewat telepon meminta separuh uang sang mantan suami yang telah selesaikan pembangunan rumah, yang dulunya hanya bentuk kerangka. 
 
Diharapkan juga Kepada Kedua anak wanita paruh baya agar siap juga menerima perlakuan sang ibu. Begitu juga dengan sang menantu dan Besan wanita Paruh baya tersebut. Siapa sosok ibu dari menantu nya tersebut. Bagi pembaca berita online ini yang tau keberadaan sang wanita paruh baya dan bercucu tiga (3 ) bersama pasangan selingkuhnya tersebut beritahukan agar pertanggung jawabkan biaya hidup dan sekolah putrannya berikut pengembalian setengah biaya penyelesaian pembangunan rumah. Agar diketahui juga bagi lelaki yang menjadi pasangan seligkuhnya atau disebut juga pasangan kumpul kebo, mengingat keduanya tanpa ada pernikahan yang syah. Pemberitaan ini akan ditayangkan juga ke 5 stasiun televisi atau hubungi.( email ) This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Simalungun (Tabloidpolmaspoldasu) - Bukit Maraja - Entah mimpi apa Waginah (60) warga Huta V Bukit Maraja Sukosari, Rabu, 12/6/2019. Sekitar jam 15.00 saat sedang menggendong cucunya Niko Alfajar (8 bln) tiba - tiba pipi kanannya ditampar oleh A (53) warga yang sama sekaligus jiran tetangganya dipinggir jalan Huta V Bukit Maraja Suko Sari Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun. 
 
Akibat tamparan tersebut menyebabkan pipi kanannya memar dan membengkak serta membuatnya sering pusing sehingga menghambat kegiatannya sebagai ibu rumah tangga.
 
Tidak terima atas tamparan dan perlakuan tetangganya tersebut Jumat, 14 Juni 2019, pukul 14.00 WIB atas kesepakatan keluarga Waginah (60) melaporkan tetangganya tersebut kekantor Polisi Sektor Bangun dan diterima dengan nomor laporan STPLP : 96/VI/2019/Su/Simal/Sek-Bangun yang ditandatangani an. Kapolsek Bangun. Aiptu Agusanta Ginting.
 
Sebelum laporan diterima terlebih dahulu pihak Kepolisian Sektor Bangun telah menyarankan agar diselesaikan secara kekeluargaan.
 
"Kami dari pihak kepolisian hanya menyarankan, kalau bisa diselesaikan dahulu secara  kekeluargaan, namun kalau tidak bisa ya kami 24 jam siap menerima laporan ibu," ujar A. Ginting.
 
Namun pihak korban tidak mau karena selalu jadi bahan hinaan oleh pelaku dan puncaknya ketika korban didatangi pelaku yang langsung menampar pipi kanan  yang membuat lebam dan rasa pusing bagi korban.
 
Kepada awak media saksi korban mengatakan kronologis keributan berawal ketika anak korban yang bernama ninta (22) pergi membelikan sosis didepan rumah untuk anaknya, tak lama lewat anak pelaku yang bernama Tia (25) warga yang sama lewat berjalan kaki sambil menyindir, yang menyebut ninta sebagai pelakor, sehingga terjadi keributan karena sininta tidak terima disebut pelakor.
 
Mendengar ada keributan saksi korban keluar dan menggendong cucunya sambil melarang ninta anaknya untuk tidak melayani omongan anak pelaku. Tapi entah mengapa pelaku yang datang dari belakang langsung datang kehadapannya dan dengan membalikan tangan menampar pipi kanan korban yang langsung membuat korban terhuyung-huyung dan membuat pipi kanan korban lebam serta pusing sehingga korban kesulitan tidur dimalam harinya.
 
Mirisnya setelah kejadian ini korban dan anaknya mengadu kepada pangulu Nagori Bukit Maraja Sukosari, Sugirin untuk meminta perlindungan dan keadilan, tapi menurut korban bukannya keadilan yang mereka dapat justru Sugirin Pangulu Nagori Bukit Maraja Sukosari menyuruh mereka untuk meminta maaf kepada pelaku.
 
"apa mentang-mentang kami orang miskin, seenaknya pangulu nyuruh kami yang minta maaf padahal kami yang korban penganiayaan,"ungkap waginah.
 
Saat dikonfirmasi awak media terkait tindakannya kepada warganya yang menjadi korban penganiayaan untuk meminta maaf kepada pelaku dengan sedikit gugup Sugirin mengatakan bahwa tindakannya menyuruh korban untuk meminta maaf dikarenakan pelaku dan korban masih ada hubungan keluarga dan pelaku dalam tutur keluarga lebih tua dari korban.
 
"ya, sebagai pangulu mengetahui warganya bertikai ya dilerai, yang mudalah kusuruh meminta maaf kepada yang tua, kan nggak mungkin yang tua kusuruh meminta maaf kepada yang muda,"jelas Sugirin.
 
Sementara menurut Riyandan tokoh pemuda dan sekaligus Ketua PD. Satgas Joko Tingkir Kabupaten Simalungun kepada awak media yang kebetulan bertemu di Polsek Bangun mengatakan seharusnya Pangulu bertindak obyektif jgn melihat dari segi tutur ataupun faktor usia tetapi dilihat siapa yang benar dan siapa yang salah.
 
"Pangulu seharusnya bertindak Objektif dan adil terhadap warganya, jangan melihat dari statusnya, yang miskin ditekan yang dilihat agak lumayan ekonomi dan ada kontribusi terhadapnya di bela walaupun salah," jelas riyandan
 
"harapannya pihak Aparat Penegak Hukum (APH) dalam hal ini Kepolisian Sektor Bangun juga bertindak cepat untuk menindak lanjuti kasus ini dan tidak tebang pilih menyelesaikan semua laporan dari masyarakat," tambah riyan dan menutup pembicaraan
(Bambang/AHS)

Simalungun (Tabloidpolmaspoldasu) - Pemukiman warga dan harta benda hancur dihantam hujan deras serta bercampur angin puting beliung menghantam rumah dan harta benda warga yang terletak di Huta IV Seniu Nagori Naga Dolok Kecamatan Tapian Dolok Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara,Kamis (13/6) sekitar pukul 19.00 WIB.

Hujan yang sangat deras turun sekitar pukul 18.30 WIB, namun langsung bercampur dengan angin puting beliung yang merusak beberapa rumah serta merobohkan beberapa pohon yang kemudian menimpa rumah dan harta benda milik warga. Jelas gamot Agus Purnama kepada pihak pemerintahan Kecamatan Tapian Dolok.

Informasi di terima Kru Tabloidpmaspoldasu dari Kapolsek Serbelawan AKP Leston Siregar SH melalui Kanit Intel IPTU Darma Oktaviardi yang terjun langsung mendata kerusakan dan kerugian warga yang terkena bencana puting beliung.

Menurut keterangan Darma Oktaviardi, angin puting beliung merusak 8 rumah kategori rusak berat dan ringan, 1 kandang ayam dan merusak satu unit mobil .

Dan juga pada peristiwa ini tidak ada menelan korban jiwa namun kerugian material yang di derita warga korban bencana angin puting hampir mencapai seratusan juta rupiah. Ungkapnya.

Beberapa warga yang terkena bencana, Chandra Kirana mengalami kerugian puluhan juta rupiah di karenakan mobil Daihatsu Taruna miliknya BK 1697 WC mengalami rusak berat akibat tertimpa pohon kelapa di depan rumahnya.

Adapun  rumah yang terkena puting adalah rumah milik Budiran, bagian teras tertimpa pohon kelapa. Rumah milik Poniran, bagian dapur rusak sedang akibat diterbangkan angin.

Kemudian rumah milik Musni mengalami kerusakan di bagian teras karena terbawa angin, sedangkan rumah milik Santini mengalami rusak berat akibat tertimpa pohon kelapa.

Selanjutnya rumah milik Misdi mengalami rusak berat akibat terbawa angin kemudian rumah milik Senin mengalami rusak berat karena tertimpa pohon durian.

Sementara itu rumah milik Arifin juga mengalami kerusakan karena tertimpa pohon jengkol dan atap rumah milik Sungkono tertimpa pohon pinang dan dalam keterangan Darma Oktaviardi menyebutkan terdapat satu unit kandang ternak ayam milik Yusuf mengalami kerusakan.(AHS)

Simalungun (Tabloidpolmaspoldasu) - Pemukiman Yayasan pemakaman Tionghoa Kampung Setia di Lingkungan II Aman Sari Kel. Aman Sari Kec. Dolok Batu Nanggar Kab. Simalungun digemparkan dengan penemuan mayat  berjenis kelamin laki-laki. Yang diasumsi sudah meninggal lebih kurang 5 hari yang lalu.(13/4)
 
Dari informasi warga pada hari Selasa tanggal 12 Juni 2019 sekira pukul 16.00 wib saksi NANDAR mengembalakan ternak kambingnya di Pemukiman Yayasan pemakaman Tionghoa di Lingkungan II Aman Sari Kel. Aman Sari Kec. Dolok Batu Nanggar Kab. Simalungun. Kemudian NANDAR mencium aroma bau busuk berasal dari rumah korban ADOL JEREMIAN SINAGA Als DADAO yang saat itu pintu & jendela rumahnya dalam keadaan tertutup dari dalam.
 
Selanjutnya merasa curiga, NANDAR memberitahukan hal itu ke SUPIANTO kemudian kepada Ketua Yayasan Pemakaman dan Kepling. Saat dilihat dari celah jendela, para saksi melihat ada orang yang tergeletak di lantai dan segera memberitahukan kepada anggota Polsek.
 
Setelah menerima informasi tersebut anggota Polsek Serbalawan dipimpin AKP Leston Siregar, S.H. bersama dengan Kanit Reskrim Ipda Fritsel G. Sitohang langsung menuju TKP dan melakukan Cek TKP dan olah TKP.
 
Hasil pemeriksaan TKP personil polsek serbelawan menemukan 1 mayat jenis kelamin laki-laki dengan posisi telungkup sudah dalam keadaan membusuk berada di dalam rumah (tepatnya di balik pintu rumah) yang berada di Pemukiman Yayasan pemakaman Tionghoa Kampung Setia di Lingkungan II Aman Sari Kel. Aman Sari Kec. Dolok Batu Nanggar Kab. Simalungun dengan keadaan hanya menggunakan celana pendek warna abu-abu.
 
Menurut Informasi dari warga sekitar, bahwa mayat tersebut adalah ADOL JEREMIAN SINAGA Als DADAO, 62 thn, Lk, Kristen, Tionghoa.l, pekerjaan sehari-harinya mengantar ampas tahu setiap harinya menggunakan becak sepeda ontelnya. Ia diketahui tinggal di rumahnya seorang diri sejak tahun 2007 (12 tahun) dan meneruskan usaha almarhum orang tuanya.
 
menurut kerabatnya bernama NASIB AKET, Lk, 62 thn, Karyawan Yayasan pemakaman Tionghoa (penjaga makam) Kampung Setia di Lingkungan II Aman Sari Kel. Aman Sari Kec. Dolok Batu Nanggar Kab. Simalungun, korban diduga mengidap penyakit di paru2 karena selama ini korban sering mengeluh sesak di dada sebelah kirinya dan diasumsi korban terjatuh pada saat menutup jendela
 
Diperkirakan korban sudah meninggal dunia selama 5 hari karena tubuh korban sudah busuk dan mengeluarkan cairan
 
Selanjutnya pemeriksaan luar tubuh mayat, tidak ada ditemukan tanda2 kekerasan baik akibat senjata tajam ataupun tumpul.
 
Dari hasil penutupan keluarga korban kepada pihak kepolisian menyatakan agar terhadap jenazah tidak dilakukan Autopsi, yang ditandai dengan membuat Surat Pernyataannya.(AHS).
Page 1 of 6
© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo