Bangun Purba (POLMAS) - Pencarian korban tenggelam di aliran Sungai buaya, tepatnya di Pemandian Alam Pantai Salju Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Deli Serdang kini memasuki babak baru, setelah sebelumnya korban pertama Winda Syahfitri, pelajar kelas VII SMP'N 1 Bangun Purba ditemukan pada hari Senin 23/03/2020, kini Korban kedua Rahma Alya Putri, 15 thn, Pelajar, warga Bangun Purba Tengah Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Deli Serdang juga telah ditemukan. Selasa (24/03/2020)

Penemuan korban kedua ini atas kerja keras personil Kepolisian dari Polsek Bangun Purba Polresta Deli Serdang bersama Tim Basarnas yang dibantu warga sekitar lokasi kejadian. Rahma Alya Putri ditemukan setelah 2 hari pencarian, lokasi penemuan korban kedua tidak jauh dari lokasi penemuan korban pertama yang lebih dulu ditemukan oleh tim.

Kapolsek Bangun Purba Polresta Deli Serdang, AKP Sudaryanto SH saat dikonfirmasi, membenarkan bahwa Rahma Alya Putri, siswi SMPN 1 Bangun Purba sudah ditemukan. “Korban kedua yaitu Rahma Alya Putri pada hari ini sudah ditemukan, untuk lokasi penemuan korban kedua ini hanya berjarak 2-3 meter dari penemuan korban pertama. Untuk jenazah setelah diangkat langsung kita serahkan ke pihak keluarga untuk dilakukan proses pemakaman” Ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sekira pukul 16.30 Wib, 4 pelajar diantaranya 2 pria dan 2 perempuan sedang bermain di pinggir Pantai Salju.

Dimana kedua pria bernama Fahri dan Farel berenang ke seberang sungai Pantai Salju, sedangkan posisi kedua korban Winda dan Alya berada di tepi sungai persis di atas batu.

Dan tiba tiba salah satu teman perempuan memanggil nama kedua teman pria dan mengatakan, “Woi tolong kami, kami mau menyeberang.”

Dan kedua teman korban yang pria mengatakan “jangan nanti kalian tenggelam” Kemudian salah satu teman pria korban berenang menyebrang untuk menemui korban, tetapi pada saat masih ditengah sungai, salah seorang teman pria korban melihat korban Winda terpeleset.

Saat terpeleset tersebut, korban Winda secara respect menarik tangan korban Alya yang membuat kedua Siswi SMP Negeri 1 Bangun Purba tersebut hanyut tenggelam di sungai Buaya tepatnya di air pemandian pantai salju.
Melihat kedua korban tenggelam, kedua teman pria korban sempat ingin menolong, tetapi berhubung arus saat itu sangat deras dan kedua korban hanyut dan tenggelam sehingga tidak bisa diselamatkan oleh kedua teman prianya.(Nurdin)

Langkat (POLMAS) - Warga Dusun Empus Desa Empus Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat temukan mayat tanpa indititas, Jumat (20/3) sekitar pukul 14.00 WIB, yang tersangkut di bebatuan Sungai Wampu.

Temuan mayat tersebut pertama kali oleh Fadli yang bekerja sebagai supir dum truck pengangkut bahan material di Pantai SRA.

Lalu temuan mayat itu disampaikannya kepada masyarakat setempat, kemudian masyarakat melapor ke Kades dan Kades menyampaikan ke Babinsa dan Polsek setempat.

Dimana Babinsa Sertu Sanimin bersama Kepala Desa Ramli dan anghota Polsek Bahorok dipimpin Ipda Hermawan Siregar, langsung mendatangi lokasi dan meminta warga untuk membantu mengevakuasi mayat yang berada di sungai Wampu dengan posisi menyangkut di batu besar.

Ketika dilakukan evakuasi indtitas mayat belum diketahui, diperkirakan berusia 34 tahun, jenis kelamin laki-laki.

Usai dievakuasi mayat tanpa indititas itu langsung dibawa ke Puskesmas Bahorok untuk pemeriksaan lebih lanjut. (red)

 

Deli Serdang (POLMAS) - ASP (21) ditemukan meninggal gantung diri di rumah korban yang beralamat di Perumahan Citra Namo Rambe Asri Jl. Suka Tanam Dusun Asah Desa Sudi Rejo kecamatan Namo Rambe Kabupaten Deli Serdang, Kamis (19/3/20) malam.

Pihak Kepolisian Sektor Namo Rambe Polresta Deli Serdang yang turun di TKP langsung melakukan olah TKP, menurut keterangan warga sekitar Ibu dan adik Korban sedang pergi ke Kabupaten Batu Bara selama 3 Hari untuk urusan Undangan Pesta Keluarga sehingga ASP berada di rumah sendirian.

Menurut keterangan dua orang saksi yang merupakan tetangga korban yakni M. Riyansyahputra (31) dan M. Nur (21), sekitar pukul 18.30 wib keduanya mendatangi rumah korban namun rumah terkunci dan lampu dalam keadaan mati sehingga Riyan dan Nur pun pergi meninggalkan rumah korban.

Selanjutnya sekira Pukul 22.30 wib, Riyan dan Nur bersama Heber Wananta Sembiring (16) kembali mendatangi rumah korban namun masih mendapati rumah korban dalam keadaan terkunci dan lampu mati. Ketiga pria tersebut mencoba memanggil korban namun tidak ada jawaban. Sehingga ketiga pria tersebut nekat mendobrak pintu samping rumah milik korban.

Saat pintu berhasil didobrak ketiganya, seketika mereka dikejutkan oleh kondisi ASP yang telah tergantung dengan tali nilon plastik di kusen pintu tengah arah dapur.

Ketiganya yang lari ketakutan, selanjutnya memberitahukan temuan tersebut kepada masyarakat dan kepala desa Sudi Rejo Suroso (51).

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Namo Rambe Polresta Deli Serdang AKP Binsar Naibaho mengatakan, “motifnya belum diketahui, korban sudah kami bawa ke Puskesmas Kecamatan  Namo Rambe untuk dilakukan tindakan medis namun kami tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban," terangnya.
   
“Saat ditemukan korban sendirian di rumahnya, ibu dan adik korban pergi ke Batu Bara selama tiga hari untuk urusan undangan, ibu korban bermohon agar tidak dilakukan otopsi dan sudah mengikhlaskan kepergian anaknya," ujar Kapolsek menambahkan. (Nurdin)

 
 

Pagaran (POLMAS) - Satu unit rumah yang sekaligus sebagai kios pengecer pupuk bersubsidi, milik Darwin Simamora (45) warga Dusun III Desa Lumban Silintong Kecamatan Pagaran Kabupaten Tapanuli Utara, rata dengan tanah akibat terjadinya kebakaran.

Kebakaran tersebut terjadi Kamis (19/03/2020) pada pukul 16.30 wib, di Dusun III Desa Lumban Silintong Kecamatan Pagaran Kabupaten Tapanuli Utara.

Kapolres taput melalui Kasubbag humas Aiptu W.Baringbing membenarkan peristiwa kebakaran tersebut.

Baringbing menjelaskan bahwa saat kebakaran terjadi , rumah tidak di huni oleh pemiliknya, karena sedang bekerja di kebunnya yang berjarak sekitar 3 km dari rumah nya.

Pertama sekali mengetahui terjadinya kebakaran tersebut adalah Rohani manalu , dimana saat itu saksi sedang bekerja di kebun nya tepat di belakang rumah korban yang terbakar.

Menurut keterangan saksi RM saat di interogasi oleh polisi di lokasi kejadian menjelaskan, api bersumber dari belakang rumah. Saat itu saksi bekerja di kebunnya , ianya melihat asap tebal keluar dari rumah bagian belakang.

Merasa curiga, lalu saksi mendekat dan api pun muncul .Melihat hal tersebut,  saksi pun bersorak-sorak memberitahukan kepada warga sekitar.

Bersama warga dan petugas kepolisian herusaha mencoba memadamkan api, namun tidak mampu.

Lalu menghubungi damkar dari tarutung. Setelah satu jam mobil damkar pun tiba di lokasi , namun rumah dan isinya sudah sempat habis terbakar.

Saat pemilik rumah tiba tempat tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa pasrah menerima  keadaan yang datang menimpanya, fisik rumah korban tersebut masih berbentuk semi permanen, mengakibatkan api cepat membesar, menghanguskan hingga rata dengan tanah.

Akibat dari kebakaran tersebut seluruh isi rumah serta pupuk barang jualan korban habis lenyap dilahap sijago merah, di perkirakan kerugian sementara yang dapat di taksir sebesar dua ratus juta rupiah.

"Kita sudah melakukan olah TKP,  membuat police line untuk mengamankan TKP,  dan meminta keterangan sejumlah saksi-saksi serta melakukan penyelidikan penyebab kebakaran tersebut," sebut Taput Aiptu W Baringbing mengakhiri. (Edison S Nababan)

 
 

Lubuk Pakam (POLMAS) - Kebakaran menghanguskan pabrik daur ulang ban milik PT Putra Sejahtera Mandiri Vulkanisir di Jalan Tanjung Morawa, Pelita IV, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Tanjung Morawa, Deliserdang, Kamis (13/2/2020) pukul 05.10 WIB. Kobaran api cepat membesar dan melalap habis seisi bangunan yang berisi bahan mudah terbakar.

Petugas pemadam kebakaran (damkar) yang menerima informasi langsung mengerahkan personel dan armada ke lokasi. Proses pemadaman berlangsung cukup sulit.

Butuh waktu selama kurang lebih 4 jam bagi petugas damkar untuk memadamkan api. Setelah api padam, dilanjukan dengan proses pembasahan dan pendinginan.

Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Penyuluhan Damkar Pemkot Medan Huddin Pasaribu mengatakan, dugaan awal penyebab kebakaran berasal dari korsleting arus listrik.

"Kebakaran diduga karena arus pendek listrik yang menyambar bahan mudah terbakar," ujar Huddin, Kamis (13/3/2020).

Dia menjelaskan tidak ada korban jiwa dalam kejadiani ini.  Namun kerugian akibat kebakaran pabrik daur ulang ban milik Aldi Wijaya ditaksir mencapai Rp10 miliar.

"Saat ini api sudah berhasil dipadamkan dan saat ini petugas masih di lokasi untuk proses pendinginan," katanya. (Red)

 
 
Page 1 of 5
© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo