Adiankoting, Tapanuli Utara (Tabloid Polmas Poldasu) 23/11/2020 - Bulan Desember menjadi bulan yang potensi hujan sangat tinggi, apalagi di daerah dataran tinggi sangatlah perlu antisipasi khusus untuk meminimalkan dampak curah hujan yang bisa mengakibatkan tanah longsor,banjir bandang dan lain nya.

Terlebih di daerah yang permukiman masyarakat dekat dengan sungai, untuk itu pihak BNPB Daerah Tapanuli utara harus lebih aktif untuk memantau daerah Rawan longsor atau rawan banjir.dan peran masyarakat juga sangat diharapkan untuk tidak membuang sampah sembarang.
 
Akibat curah hujan tinggi di desa sibalanga kecamatan Adiankoting tepatnya di SDN 173153 Kamar mandi yang menjadi tempat Murid dan guru untuk buang air besar dan kecil Ambruk ke bibir sungai pada tanggal 4 November 2020 sekira pukul 07.00 wib pagi ,menurut kepala SDN 173153 Okto Sitompul, Ambruk nya kamar mandi dikarenakan curah hujan tinggi,dan akibat Ambruk nya kamar mandi tersebut dikarenakan Curah Hujan yang tinggi pada hari tersebut diatas.dan pihak sekolah sudah memberitahukan kejadian tersebut ke kepala desa sibalanga dan Ke pihak Korwil yang membawahi SD Tersebut.pihaknya berharap agar diberikan perhatian khusus dari pihak terkait yaitu Dinas pendidikan Tapanuli Utara dan terlebih BNPB Daerah  agar Murid dan Guru bisa melakukan proses belajar mengajar dengan baik.
 
Dan menurut pantauan awak media di lokasi kejadian ambruk nya bangunan kamar mandi tersebut dikarenakan Curah Hujan Tinggi,ketepatan letak kamar mandi tersebut persis di bibir sungai.dan harapan nya segera di tindak lanjuti untuk perbaikan nya.
 
Lamhot silaban.

Simalungun (Tabloid Polmas Poldasu) Beberapa kasus pencabulan anak dibawah umur sangat menjadi atensi dari Kepolisian Resort Simalungun, yang mana kasus pencabulan tersebut sangat menjadi perhatian publik dan masyarakat luas 12 november 2020.

Hal itu diungkapkan Dedek Lesmana, SH selaku Penasehat Hukum yang menangani salah satu kasus pencabulan anak usia 3 tahun di Kepolisian Resort Simalungun.

Dedek Lesmana, SH selaku Penasehat Hukum menjelaskan bahwa kliennya sudah melapor di Polres Simalungun pada tanggal 02 Oktober 2020, yang tertuang dalam surat tanda terima laporan (STPL) No.STPL/153/X/2020/SU/SIMAL.Adapun isi laporan tersebut, melaporkan saudara (D) usia 11 Tahun, yang diduga kuat melakukan pencabulan terhadap anak kandung dari klien kami yang bernama Bunga (nama samaran), yang pada saat sekarang ini berusia lebih kurang 3 tahun.

“Bunga dicabuli oleh (D), tepatnya dibelakang rumah korban, tepatnya dibawah pohon bambu, dari kejadian itu menimbulkan trauma yang sangat berat dan menderita sakit pada bagian kelamin bunga dan sewaktu bunga membuang air kecil, bunga menangis kesakitan”imbuhnya.

“Sudah dilakukan pengambilan visum kepada korban (anak dari klien kami).Dan pihak Kepolisian Resort Simalungun juga sudah melakukan pemeriksaan saksi-saksi yang melihat kejadian pencabulan tersebut, dan sudah tampak titik terangnya, bila terbukti akan segera dilakukan pengembangan terhadap pelaku”,

“Penanganan kasus anak dibawah umur ini harus benar-benar mendapatkan perhatian serius dari Polres Simalungun khususnya Unit PPA dimana kasus ini tidak mudah untuk diselesaikan, seperti menarik benang yang kusut dan berhubungan erat dengan undang-undang perlindungan anak”. tutup Dedek Lesmana, SH.

Terpisah, saat dikonfirmasi awak media kepada orangtua korban mengatakan, sebagai orangtua kami sangat sedih dan prihatin melihat kondisi bunga saat sekarang ini dan kami selaku orangtua Bunga meminta dengan sangat kepada Bapak Polisi untuk secepatnya menyelesaikan proses hukumnya dan secepatnya menangkap pelaku, imbuhnya sembari menangis.

Menanggapi kasus ini, Ketua DPC PPWI Kabupaten Simalungun, Mhd.Aliaman H. Sinaga, SE mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kinerja Kepolisian Resort Simalungun khusus unit PPA yang sudah cepat tanggap dalam penanganan kasus ini. Hal ini dilakukan untuk memberikan pembelajaran dan memberi efek jera untuk pelaku-pelaku ataupun pedofil lainnya.

“Kami dari DPC PPWI Simalungun mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi atas kinerja aparat penegak hukum Kepolisian Resort Simalungun khususnuya unit PPA, yang sudah menangani kasus pencabulan adik kami Bunga. Semua ini ditempuh untuk memberikan efek jera bagi pelaku dan dapat menjadi pembelajaran untuk pedofil lainnya”.

“Di harapkan kepada Kepolisian Resort Simlaungun untuk segera menyelesaikan kasus pencabulan tersebut”.

“Selanjutnya kami DPC PPWI Simalungun mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dedek Lesmana, SH, selaku Penasehat Hukum dari orangtua Bunga, yang sudah bersusah payah menangani kasus ini. Dimana dalam penanganan kasus ini Bapak Dedek Lesmana, SH selaku penasehat hukum dari orangtua korban pencabulan, tidak meminta ataupun menerima biaya/imbalan jasa honorarium untuk pendampingan kasus tersebut, semoga Bapak Dedek Lesmana, SH tetap diberikan kesehatan, agar ilmu yang didapat selalu dipergunakan untuk selalu membantu orang yang membutuhkan nantinya”, tutup Ketua DPC-PPWI Simalungun. (*)

Batu bara - Ibu Ponira Yang akrap di panggil mpok nira seorang pedagang asongan yang biasa Berjualan di seputaran simpang Lima puluh akhirnya menangis haru jum at ( 30/10/2020 ).

Tak disangka dan tak di duga mpok nira seorang janda yang sedang berdagang asongan keliling di seputar kota lima puluh mendadak di hentikan langkah nya oleh sosok petunggi Polres Batu bara .pada jum at pagi ( 30/10 ) .

Dengan terheran heran mpok nira se akan tak percaya , kalau dirinya di bawa ke mako polres Batu bara oleh kapolres Batu bara AKBP Ikhwan Lubis SH.MH. saat sedang menjajakan asingan kepada para sopir angkot dan truk . karna merasa tidak bersalah mpok nira pun ikut saja di bawa ke kantor polisi.

Ibu ponira saat di tanyakan awak media Menjelaskan " Awalnya saya bingung kok saya di ajak kepolres , tapi saya yakin karna yang membawa saya ke kantor polisi adalah orang yang terkenal sangat baik rendah hati dan sering bersedekah .siapa yang tak kenal Bapak kapolres Ikhwan , beliau adalah pejuang kami para janda dan kaum lemah ungkap mpok nira.

Lanjut nya , kami bangga punya pemimpin seperti bapak kapolres itu, Dari keyakinan itu saya ikut saja di bawa polres .

Ternyata saya di bawa kepolres untuk di berikan sedekah Berupa sembako dan di kasi uang tali asih yang bisa menambah usaha saya lebih maju. Terimakasi buat bapak kapolres ungkapnya dengan rasa kagum dan tangisan bahagia.

Kapolres Batu bara AKBP Ikhwan Lubis SH.MH. mengatakan " Saat pandemi Covid 19 ini yang wajib kita cermati , saya sering mlihat saat saya bertugas di luar , di perjalanan saya sering melihat banyak sekali fakir miskin yang berjuang melawan hidup demi keluarganya .walau itu hanya pendapatan pas pasan atau kurang sama sekali, mereka juga korban dari Covid 19 , sudah selayaknya kita membantu mereka dengan sedikit kelebihan kita.

Dalam hal apa pun kita harus tolong menolong kepada sesama .apa lagi di hari jum at . Kami juga dari Ksj akan terus melakukan sedekah di setiap penjuru daerah . Buat ibu ponirah semoga bisa lebih maju dalam berdaganya .semoga bermanfaat untuk keluarga . tandas kapolres .( Ris ).

Perdagangan, (Tabloid Polmas Poldasu) - Buntut dari pelaporan warga yang merasa resah melihat truck overtonase yang melintas di Jalan III C dan parkiran sembarangan berakhir ricuh (06/09/20).

Kericuhan terjadi pada saat puluhan petugas dari Dinas Perhubungan yang bertugas di Kecamatan Bandar dan Satuan Polisi Pamong Praja turun kelokasi untuk melakukan penertiban atas masuknya truck bermuatan overtonase dan parkiran dibahu jalan III C, yang terletak di Jalan Bandar Jawa, Perluasan Kampung Jawa, Kel. Perdagangan III, Kec. Bandar, Kab. Simalungun, pada hari Jum'at, tanggal 04/09/2020, sekira pukul 12.00 wib.

Dalam hal ini pemilik gudang botot tidak terima kalau harus dilakukan penertiban atas mobil trucknya yang sudah lama parkir di bahu jalan kelas III C yang dibuatnya selama kurang lebih 7 tahun, di Jalan Bandar Jawa.

Perdebatan antara pemilik gudang botot dengan ketua pelaksana penertiban yang diperintahkan Bapak Camat Bandar Amon Sitorus, sangat alot.

Dimana pihak ketua pelaksana penertiban meminta pemilik gudang untuk mengosongkan bahu jalan status III C, yang dibuat parkiran truck selama lebih kurang 7 tahun tersebut.
Selama ini pemilik gudang mengakui merasa tidak ada masalah dengan semua warga, dan pemilik gudang botot merasa tidak mungkin kalau harus mengosongkan parkiran turcknya di bahu jalan kelas III C.

" Kalau Bapak suruh harus mengosongkan parkiran itu, semua itu gak mungkinlah pak. Kami (pemilik gudang botot) usaha selama ini gak ada masalah dengan semua warga dan kami (pemilik gudang botot) udah habis banyak dana untuk bayar kelapa sawit yang tumbuh waktu itu, bangun temboknya biar gak longsor, kuperbaiki juga jalan-jalan yang rusak, bolehkah bapak tanya dari simpang kampung Jawa itu" keberatan pemilik gudang botot kepada kepala penertiban.

" Bang Dodot berpikiran logika ajalah, kalau Abang pakai parkiran dibahu jalan kelas III C, itukan mengganggu orang lewat dan kalau abang bongkar muat, akan Abang pakai semua jalan ini, orang lain mau lewat kesulitan dan kalau terjadi kecelakaan bagaimana???, Ucap ketua pelaksana penertiban kepada pemilik gudang.

Selanjutnya pemilik gudang botot mengatakan" ini pasti ada aduan warga pak. Ini pasti Sinaga sebelah rumah. Memang kami ada masalah sedikit, disuruhnya pagar depan itu, karena mengganggu katanya. Ya kami pagar, selanjutnya disuruh bongkar ya kita gak maulah. Begitu juga dengan tempat sampah yang kami buat didepan rumahnya, karena mengganggu disuruhnya bongkar, ya kami bongkarlah.

"Ini lagi dilaporkannya, mungkin karena gak dikasih paket Tunjangan Hari Raya dia, ucap pemilik gudang botot.

Selanjutnya ketua pelaksana penertiban menjelaskan bahwa tidak benar ada aduan warga, tapi Abang gak usah melebar kemana-mana ngomongnya. Perkiraan inikan sudah jelas sangat mengganggu orang lewat, mari bang kita cari solusinya agar parkiran ini gak seperti ini lagi, biar gak terganggu oranglain, ucap ketua tim pelaksana penertiban lagi.

Perdebatan begitu alot, berselang berapa lama Mhd. Aliaman H.Sinaga selaku warga datang bersama warga lainnya dan dilokasi itu juga sudah ada Kepala Lingkungan Perluasan Kampung Jawa, Abdul Karim.

" Perdebatan berlangsung sengit, dimana Mhd. Aliaman H.Sinaga selaku warga yang berbatasan langsung dengan gudang botot tersebut, tidak terima dituding kalau laporanya kepada Dinas Perhubungan Roni dan Camat Bandar Amon Sitorus dikarenakan tidak diberi Tunjangan Hari Raya. Dari pernyataan pemilik gudang botot tersebut memicu warga yang berbatasan langsung dengan gudang botot untuk mengajak pemilik gudang botot bernama Dodot untuk berduel satu lawan satu, dengan terlebih dahulu menandatangani pernyataan tidak ada keluarga yang melakukan penuntutan dikemudian hari, namun Dodot terdiam.

" Jangan cerita tidak dikasih tunjangan hari raya pemilik gudang botot ini, kalau menanggapi perkataan mereka sebelumnya terkait bak sampah dan yang ditutupnya sekat perbatasan tersebut biar saya jelaskan.

" Sebelum gudang botot ini dibuka pemilik gudang bernama Dodot datang kerumah dengan meminta beberapa pohon kelapa sawit itu ditumbang tujuanya untuk tempat parkiran, yang digunakan untuk parkiran bongkar dan muat saja. Sayapun setuju dan dia memberikan uang ganti kerugian 7 pohon sawit berumur 15 tahunan itu, selanjutnya dibagusinya pinggiran parit itu biar jangan jatuh pas motornya parkir.

Selanjutnya dibukalah gudang botot itu dan dibuatnya bak sampah didepan rumah saya, dengan kesepakatan bak sampah tersebut digunakan untuk sampah warga. Oke kamipun setuju.

Namun berselang berjalannya waktu, semua janji dan kesepakatan itu di lupakan pemilik gudang botot itu, untuk kesepakatan hanya parkir pada saat bongkar muat saja diabaikan. Pemilik gudang memarkirkan mobil-mobil trucknya di bahu jalan berminggu-minggu hingga berbulan bulan.

Selanjutnya bak sampah yang dibuatnya digunakan untuk menampung sampah-sampah hasil penjualan botot dari Unilever yang pada saat itu masih melakukan pembangunan. Sampah tersebut berupa busa-busa, kulit wayar-wayar dan dibakar di bak sampah tersebut.

Saya laporkan kepada Kepala Dinas Perhubungan dan Camat Kecamatan Bandar,saya kira ini wajar dan sudah tepat karna mereka yg punya wewenang menilai tukang Botol salah atau tidak dalam menjalankan usahanya, rekom izin untuk usaha kan dari Pak Camat,jangan sampai ada kerugian yang dialami warga dengan berdirinya gudang botot ini,seperti pengguna jalan yang melintas dikarenakan parkiran truck gudang botot yang menutup jalan dan jangan sampai terjadi kemacetan dan kecelakaan, ini lah harapan kami dari bmasyarakat,dan kami sangat berterima kasih pada Pak Camat dan Dinas Perhubungan yang telah tanggap atas laporan ini.

Pernah juga terjadi beberapa waktu lalu, mobil L300 parkir dibahu jalan depan rumah hendak menjual botot, pemilik mobil L300 membuka pintu lalu tiba-tiba ada kreta besar melintas dijalan tersebut, ditabrak kreta itulah pintu mobil yang dibuka, jatuh yang naik kreta luka-luka.Lalu saya bilang kepada pemilik mobil L300 itu, jangan parkir disitu kau bang, udah kaubuat orang celaka disitu dan lagi pulak itu bukan tempat parkir.
Pemilik mobil langsung bergegas memindahkan mobilnya.

Tak hanya itu, kemacetan juga dipicu oleh truck overtonase yang melintas di jalan III C, Perluasan Kampung Jawa, Kel. Perdagangan III, Kec. Bandar, Kab. Simalungun.

Terkait bak sampah itu, sampah berupa busa-busa dan kulit wayar dibakar didalam bak,adapnya membuat pernapasan kami terganggu, setiap hari kami rasakan itu, akhirnya kami tegur pemilik gudang botot,baru mereka bongkar bak sampahnya.

Gudang botot ini melakukan pemotongan besi dengan menggunakan las karbit,sebenarnya tidak masalah dengan kami,yang penting dijaga jangan asapnya mengganggu kehidupan kami,baru baru ini asapnya masuk kerumah dan membuat anak-anak kami dan ada ibu hamil yang tinggal dibelakang rumah terganggu pernapasannya. Sudah kita tegur juga tidak digubris.Akhirnya saya telepon Kapolsek,pada saat itu Kapolseknya Pak Supendi, SH.MH. utusanya pun datang, namun tetap juga dilakukan pemotongan seolah olah kebal Hukum.

Baru-baru ini juga anggotanya sibulus itu masih melakukan pemotongan besi dengan menggunakan las karbit, bau asap masuk kedalam rumah terpaksa kami memakai masker untuk menutupi agar aman pernapasa kami didalam rumah yg kami huni.

Saya selaku warga Negara yang dilindungi oleh Undang-Undang, kan berhak untuk mendapatkan perlindungan hukum,dan berhak mengajukkan pendapat dan pelaporan kepada siapapun dan instansi manapun.
Saya berharap kepada pengusaha yang memiliki izin legalitas yang jelas, agar kiranya dapat memberikan manfaat kepada warga disekitaran tempat usahanya. Setidaknya kalau tidak dapat memberi manfaat paling tidak jangan merugikan warga seputer tempat usahanya.

Hasil pertemuan penertiban parkiran Gudang Botot dibahu jalan,pemilik gudang botot sepakat untuk membongkar dan mengosongkan bahu jalan yang digunakan untuk tempat parkiran, pembongkaran akan dilakukan paling lambat seminggu dari pertemuan telah disepakati pihak pengusaha Botot. ( Ambarita )

 
Sipoholon, Tapanuli Utara (Tabloid Polmas Poldasu) 12/08/2020 - Bernat Situmeang ( 58) warga hutabulu kelurahan situmeang habinsaran kecamatan sipoholon taput, tewas di tanggul aek sigeaon,  tepat di desa Situmeang hasundutan kecamatan  sipoholon taput rabu 12/8/2020 pukul 7.30 wib. 
 
Korban tewas di tanggul sungai di dekat sepeda motor nya sendiri , di duga saat mau pulang menjala ikan dari sungai.
 
Kapolres taput AKBP Jonner  MH Samosir SIK ,  melalui kasubbag humas Aiptu W.Baringbing membenarkan peristiwa tersebut. 
 
Ia menjelaskan,  korban terletak di jalan tanggul sungai dekat dengan sepeda motor korban sendiri. 
 
Pertama sekali,  korban di temukan oleh warga Kristian Siregar ( 35 ) saat pergi ke kolam ikan nya untuk menabur ikan. Saksi memelihat korban teletak di tanggul sungai dekat sepeda motor nya sudah tidak bernyawa. Lalu melaporkan kejadian tersebut ke polsek sipoholon. 
 
Dari hasil informasi lapangan dan keterangan anak korban Jhonny H.Situmeang, bahwa bapaknya pergi menjala ikan kesungai  selasa 11/8 pukul 18.00 wib. 
 
Menjala ikan pergi malam sudah kebiasaan bapak nya. Sedangkan korban sendiri sudah mengidap penyakit jantung dan saat ini sedang melakukan perawatan obat jalan. 
 
Setelah team inafis dengan polsek sipoholon turun ke TKP, korban di bawa ke rumah sakit umum tarutung untuk di lakukan visum. 
 
Dari hasil visum luar , tidak kita temukan luka di tubuh korban. Namun keluarga meminta agar tidak perlu di lakukan Autopsi,  karena keluarga yakin bahwa penyebab korban meninggal akibat penyakit yang di derita nya kambuh.
 
Saat ini korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan di rumah duka.
 
 
 
Page 1 of 2
© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo