Medan (Polmas POLDASU) - HARI itu,diaal bulan seperti biasanya suasana agak gembira,maklumlah diawal bulan,baru terima upah dari bekerja sebagai karyawan swasta.Aku terlelap pada suatu siang dengan mimpi indah dalam sebuah dialog.Saat terjaga aku sejenak berpikir,itu mimpi, itu Dialog"keliru",tetapi ingin ku ceritakan paling tidak sebagai catatan bagi diriku dan sahabatku,agar tidak terjadi seperti dialog,"Keliru,"tersebut,inilah cerita dialog itu.

Mimpi aku kemarin andainya aku terpilih menjadi Bupati 2020-2025,Pertama tama yang kulakukan untuk semaraknya pelantikanku,aku akan mengundang para pejabat,kerabat,kenalan,baik dari pusat,provinsi  maupun dari daerah yang dibiayayai oleh kantor saya,atau pribadi saya.

Ini kulakukan karena rasa syukur dan gembira bahwa aku telah terpilih menjadi orang pertama,bergengsi dalam jabatan terhormat di daerah kabupaten.Dan yang kulakukan antara lain yang sudah menjadi niatku sebelum terpilih.Setelah aku terlantik dengan dihadiri pejabat/kerabat puat dan daerah,dalam waktu singkat aku merencanakan pindah kerumah jabatan/dinas yang sebelum aku pindah,maka akupun memerintahkan segera merehab rumah dinas,karena mana tau ada bule bule terdahulu atau rumah dinas sudah dua tahun atau tiga tahun belum di rehab.dan kurencanakan biayanya aku rencanakan dua sampai lima milyar rupiah,dan kuusahakan ditampung dalam P-APBD Tahun Anggaran 2020-2025.

Seraya akan saya susul merencanakan membeli mobil dinas untuk jalanku baik dikabupaten maupun ke kota provinsi yang harganya Rp 1,5 - 2,5 milyar,selain itu juga saya siapkan mobil dinas untuk isteriku sebagai ketua PKK maupun pengurus PKK 1-2 unit mobil yang harganya berkisar Rp 500 jt sampai Rp 1,5 milyar.

Selain itu demi meningkatkan kinerja sambil dimanfaatkan keluarga para Kepala Dinas /Camat Kabupaten akan di beli mobil dinas sebanyak 45 unit yang harganya 8 sampai 12 milyar rupiah.Disamping itiu akan saya usahakan rehab dan bangun kantor,baik kantor Dinas/OPD dan Camat  berbiaya ratusan  milyar rupiah agar pemerintahan dan staf nampak beribawa.

Sementara itu juga,akan saya naikkan uang tunjangan para Eselon II,III,IV dan staf sapai ketingkat kecamatan dan kelurahan demi rasa pertanggung jawaban atas tugas tugas mereka ditingkatkan seperti pelayanan di kecamatan dan puskesmas dan lain sebagainya karena mereska telah melayani 24 jam siang malam,termasuk agar mereka bisa patuh dan arahkan untuk peningkatan dalam pelayanan pada rakyat.
Kemudian saya juga mengusahakan agar biaya biaya pengeluaran saya selama kempanye unuk mendapat jabatan Bupati dapat tertutupi ,dan saya juga akan berusaha mengembalikan dengan cara mendekati mereka mereka pengusaha dan tokoh yang telah membantu saya,saatnya saya sekarang membalas jasa mereka.

Untuk mendapatkan anggaran  yang besar untuk pembangunan daerah/kabupaten,saya akan bergerak 10 -20 hari meninggalkan kabupaten yang kupimpin ,bergerilya melobi lobi para pejabat legeslatif/eksekutif ke ibukota negara RI ,dan saya akan menginap ke hotel berbintang 4 atau 5.Ini penting saya lakukan agar pembangunan dikabupaten  saya berhasil setiap tahun,selama masa jabatan saya dan juga tentu saya dapat keuntungan.

PAD tidak terlalu perlu saya pikirkan ,ini saya serahkan saja urusannya kepada Wakil saya dan Kadis Pendapatan,karena pikiran pikiran saya fokus pada anggaran dari pusat/APBN/DAK dapat banyak turun kedaerah saya.untuk saya bagi bagikan nantinya legislatif untuk pembangunan daerah kecamatan dan juga pembenahan kota kabupaten.

Saya akan melobbi DPRD kabupaten agar setuju penghasilan anggota DPRD dan unsur pimpinan DPRD dinaikkan 2 kali lipat penghasilannya,juga ditambah diberikan pasilitas mobil dinas,uang perumahan,kesehatan,dan berbagai macam mereka minta akan saya usahakan saya luluskan atau penuhi,agar mereka tidak ribut ribut kepada saya dan seluruh kebijakan saya.

Saya tidak begitu takut dengan LSM /Wartawan bahkan penegak hukum,karena seandainya saya tersandung hukum dan tersangka,saya masih tetap mendapatkan penghasilan dan saya untuk waktu sementara tidak dipecat karena saya masih punya kolega pembesar pembesar negeri dan pengurus partai,dan andai saya terpaksa jga berhadapan dengan hukum ,sebelum saya dicekal ,saya akan berangkat  berobat keluar negeri dan atasa saya akan merestui kepergian atau keberangkatan saya.

Saya akan mengirim asisten /Kadis dan legeslatif untuk melakukan study banding."study banding ke ibu kota berbagai propinsi agar mereka mendapat perbandingan dan menambah pengalaman serta wawasan dalam membangun daerah dengan biayai milyaran rupiah selama 5 sampai 10 hari perjalanan.

Juga saya akan meluluskan sebagai prioritas calon calon ASN/PNS yang diusulkan Tim Sukses saya,karena mereka telah berjasa memenangkan saya dalam pilkada yang lalu,sekalipun istri atau ifar mereka yang diusulkan,akan saya luluskan menjadi CPNS.

Dalam 3 sampai 6 bulan kepemimpinan saya,saya akan mutasi para Camat,Ka UPT,Kepala SMP dan SD,Pengawas,Kapuskesmas ,Lurah.dan dua bulan kemudian baru merotasi atau mengganti para Eselon II atau  Kepala Dinas/Asisten dan unit unit dibawah pengawasan saya.

Dan ini semua kebijakan yang kulakukan bukan karena unsur sentimen atau mengambil keuntungan sepeserpun."Andaikan para Wartawan dan LSM bertanya maka saya jelaskan bahwa saya tidak pernah terima sesuatu imbalan apapun dari pejabat yang kulantik."itu fitnah ,itu hanya mau menjatuhkan jabatan saya,karena kalian tahu,jabatan saya adalah jabatan politis,maka banyak orang ingin merebut jabatan saya.

Inilah rencana saya andaikata saya kemarin dilantik menjadi Bupati sesuai dengan  tugas dan sumpah saya sebagai pejabat kabupaten yang dilantik atas nama presiden melalui Gubernur kepala daerah provinsi.

Aduh,,,,,saya banyak Duit,,,,saya butong,,,bessur.....(kenyang)."Tapi ini saya cuma MIMPI,,,,,,,_______

Saya terbangun tidur karena suara tangisan anakku melengking yang saya banggakan.

Njuah njuah,,,,Mejuah juah,,,Horas......(KP)

Catatan:Kadirun Padang.(DPP LPPPSU/SIMPARAS) 
 
 
Kisaran ( Polmas )  Puluhan warga Dusun IV, Desa Lubuk Palas, Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan pada Sabtu (7/12/2019) mengalami mual-mual dan sakit perut, sehingga harus mendapat perawatan medis.
 
Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Abdul Manan Simatupang, Kisaran sejak Sabtu malam, jumlah warga yang mendapat perawatan terus berdatangan.
 
Para warga itu diduga mengalami keracunan makanan, setelah menghadiri dan mengkonsumsi hidangan yang disajikan di rumah tetangga mereka, bernama Qomariah (50) yang menggelar acara syukuran kelahiran pada Jumat (6/12/2019) malam kemarin.
 
Menurut orang tua yang anaknya turut menjalani perawatan, Suminah (45) menyebutkan, anaknya Al Hafiz (5) sejak pagi mengalami sakit perut dan mual-mual. Khawatir dengan kondisi tersebut, ia pun membawa anaknya ke RSUD di Kisaran untuk mendapat penanganan medis.
 
"Anak saya dari tadi pagi merasa mual-mual dan perut terasa sakit, bahkan sampai muntah-muntah," kata Suminah, di RSUD H Abdul Manan Simatupang, Sabtu.
 
Setelah dicari tahu, ternyata kondisi yang dialami Al Hafiz turut dirasakan puluhan warga Desa Lubuk Palas lainnya. Para korban rata-rata mengaku mengkonsumsi telur dan sayuran di saat hajatan berlangsung.
 
"Kami menghadiri hajatan, memakan sayuran dan telor di acara tersebut," ungkapnya.
 
Terpisah, Asisten II Ekbang Pemkab Asahan, Jhon Hardi yang ditemui di RSUD HAMS, membenarkan saat ini ada belasan warga Dusun IV, Desa Lubuk Palas, Kecamatan Silau Laut yang mendapat perawatan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Diduga sejumlah warga tersebut mengalami keracunan makanan.
 
"Benar, ini ada kejadian puluhan warga di Desa Lubuk Palas diduga mengalami keracunan makanan setelah menghadiri acara hajatan salah satu warga mereka di sana, satu hari sebelumnya," sebut Jhon.
 
Berdasarkan pengakuan para korban, umumnya mereka mengalami mual-mual sakit perut mengaku ada memakan telur dan sayuran yang disajikan tuan rumah.
 
"Rata-rata satu hari sebelumnya memakan sayur gori dan telur di acara  hajatan di sana," ujarnya.
 
Berdasarkan informasi yang diterima, ada 40 orang warga yang diduga mengalami keracunan. Ia memperkirakan ada dua puluh  orang yang saat ini tengah mendapat perawatan di RSUD HAMS. 
 
Selain itu, di Puskesmas Binjai Serbangan, Kecamatan Airjoman saat ini juga terdapat sekitar 12 orang warga lainnya yang sedang mendapat perawatan. Korban terdiri dari orang tua serta anak di bawah umur.
 
Jhon pun mengaku tak tertutup kemungkinan jumlah pasien di RSUD HAMS Kisaran yang diduga akibat keracunan makanan bakal bertambah
 
"Terkait kejadian ini Pemkab Asahan langsung melakukan langkah cepat  dengan membawa korban ke Rumah Sakit Abdul Manan Simatupang, dan juga sebagian ditangani di puskesmas  terdekat sebagai wujud keperdulian Pemkab Asahan terhadap warga Asahan," ucapnya.
 
Sementara, atas bermunculan banyak korban, petugas Polsek Air Joman bersama Dinas Kesehatan telah berada di lokasi rumah warga yang menyelenggarakan hajatan untuk mengambil sampel makanan.
 
"Dinas Kesehatan sudah turut bersama Polsek Air Joman ke rumah warga yang menggelar hajatan. Saya saat ini ditugaskan terus untuk memantau kondisi korban yang masih jalani perawatan," pungkasnya.( Denny )
 
 
 
LANGKAT, Polmas Poldasu– Rubiah (20) Warga Tanjung Pura Kabupaten Langkat, yang tewas mengenaskan, di tempat kosnya, di Jalan Punak No.38, Simpang Jalan PWS, Kelurahan Sei Putih Timur Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, pada Rabu,(4/12/2O19) sekira pukul 09.00 wib, sudah di kebumikan.
 
Sebelumnya diketahui, Jasad korban Rubiah, oleh pihak Kepolisian Polrestabes Medan, sempat melakukan otopsi.
 
Usai pemeriksaan, jasad korban dibawa keluarga pulang ke Tanjung Pura, Langkat, dan tiba dikediaman, di Desa Karya Maju sekitar pukul 02.00 Wib.
 
Oleh keluarga koban dan masyarakat keesokan harinya, kemudian melakukan fardhu kifayah terhadap zasad Rubiah, yakni dengan cara memandikan, mengkafani, menyolatkan dan menguburkan jenazah.
 
Usai proses fardhu kifayah, Edi Syahpurta yang ditanya, awak media, terkait peristiwa yang menimpa keluarganya mengatakan, agar pelaku si pembunuh ditangkap, dan diberi hukuman setimpal, sesuai hukum yang berlaku.
 
“Saya tidak menyangka, kenapa anak saya ini diperlakukan seperti ini, yang seharusnya tidak terjadi.
 
Saya tau kematian anak saya setelah diberi tahu teman, karna foto anak saya sudah beredar di media sosial (Medsos).
 
Saya berharap, dengan peristiwa ini, pihak Kepolisian segera melakukan penangkapan terhadap pelaku pembunuhnya, dan pelakunya  di berikan hukuman setimpal, sesuai hukum yang berlaku,” ungkapnya ayah kandung korban, kepada wartawan, Kamis (5/12/2019) ketika ditemui, dikediaman rumah duka korban, di Desa Karya Maju, Kecamatan Tanjung Pura, Langkat.
 
Dia anak saya paling kecil, dan saya merasa kehilangan dia, sebut Edi Sahputra, dengan raut wajah sedih.
 
Informasi dihimpun awak media ini, almarhum Rubiah merupakan janda muda beranak satu.
 
Almahumah merupakan anak paling kecil dari 5 bersaudara, dari pasangan suami istri (Pasutri) Jamiah (53) dan Edi Sahputra (55). Almarhumah memiliki 1 orang anak, serta 2 orang kakak kandung dan 2 orang abang kandung.(Syahrial).
 
SIMALUNGUN (POLMASPOLDASU) - MENGHEBOHKAN. Warga dusun Mariah Kulon Nagori Mariah Jambi Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara., dihebohkan atas penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas, Kamis (28/11) sekira pukul 10.00 Wib. 
 
Mayat pria yang terapung hanyut di Sungai Bah Bolon ini di duga seorang pelajar di taksir  berusia 17 tahun itu pertama kali ditemukan warga  penambang batu tepian sungai.
 
Saat ditemukan warga sosok mayat mengenakan celana seragam SMA berkaus oblong dan di tangan kiri korban memakai gelang benang warna merah. 
 
Tidak banyak informasi dari warga  karena tidak satupun warga mengenali ciri ciri mayat l.“kami tidak kenal  bang. Bukan orang desa sini. Mungkinn orang dari atas atau desa lain. Ujar warga
 
Hingga pukul 12.30 WIB, jenazah pria tersebut belum dievakuasi namun terlihat personil Polsek Tanah Jawa mengamankan lokasi penemuan yang dipadati warga. 
 
Pada kasus penemuan mayat pria tidak kenal ini, pihak berwenang  belum memberi keterangan resmi.
 
(bm/ahs)
Lima Puluh (Polmas Poldasu) - Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa serentak se Kabupaten Batu Bara 14 November 2019 merupakan Pesta Demokrasi tingkat Desa.
 
Harapan masyarakat dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa hendaknya dilaksanakan sebersih mungkin. Namun Berbeda dengan Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Suko Rejo yang dinilai masyarakat sarat dengan bentuk kecurangan yang di lakukan oleh pihak Panitia penyelenggara.
 
Terjadinya bentuk kecurangan sangat jelas terlihat di Desa Suko Rejo Kecamatan.Sei Balai Kabupaten Batu Bara Antara lain : 
 
Warga yang tidak pulang merantau pada saat PilKades ada tercatat dalam daftar hadir pencoblosan diantaranya : Firman - Suhardi dan Misno, masing - masing warga dusun III / IV Desa Suko Rejo Bila di koreksi tentunya ketiga warga tersebut tidak dapat memberikan hak pilihnya namun ada tercatat dlm daftar hadir pencoblosan. Hal tersebut tidak dapat di benarkan walau ketiga warga yang merantau tersebut memberikan hak pilihnya diwakili malaikat atau mahluk halus yang ada di Desa tersebut.
 
Tidak sedikit masyarakat mencibir kecurangan yang terjadi karena kekuasaan Panitia panyeleggara Hardi Gunawan, warga dusun IV Desa Suko Rejo. Kecamatan Sei Balai. Kabupaten Batu Bara yang jelas berpihak kepada salah satu kandidat Kepala Desa yang dijagokannya, yakni Kepala Desa Incumbend yang hanya unggul tiga suara.
 
Yang lebih ironisnya, saat kotak suara di buka dan di tuang serta langsung di bacakan tanpa di perlihatkan kepada saksi - saksi PilKades. Pada saat itu para saksi tercengang dan bingung apakah peraturan Pilkades sudah di ubah menjadi kekuasaan penuh panitia penyelenggara ? sehingga bisa berbuat seenak perutnya sendiri dengan tujuan untuk memenangkan salah satu Kandidat yang di dijagokannya. Dimana sebenarnya letak keterbukaan serta kejujuran pihak panitia ? sesungguhnya pinitia tidak dibenarkan untuk melakukan pemihakan kepada kandidat calon Kepala Desa. 
 
Alasan masyarakat meminta kepada Bupati Batu Bara untuk membatalkan Pilkades di Desa Suko Rejo karena memiliki alasan kuat ada bentuk kecurangan di dalam nya, hal tersebut di ketahui oleh para saksi PilKades.
 
Bagaimana masyarakat bisa terima melihat perlakuan Panitia penyelenggara saat melakukan penghitungan kertas suara. Saat itu para saksi Abdilah Hadi Aritonang - Sukardi - M.Juliadi.Hsb - Suwardi dan Kusman, masing-masing dari dusun IV - I - V - V dan V Desa Suko Rejo Kecamatan. Sei Balai Kabupaten.Batu Bara  melihat ke anehan yang terjadi bahwasanya kertas suara di coblos menggunakan jarum peniti, sementara di kotak pencoblosan sudah ada di persiapkan alat yang syah untuk mencoblos. Diketahui juga oleh para saksi atas dasar itulah panitia menyembunyikan dan tidak berani memperlihatkan kertas suara kepada saksi dan masyarakat.
 
Seketika masyarakat melakukan protes dan diketahui oleh salah satu Dinas di Kabupaten Batu Bara yang memiliki kewenangan dalam penanganan PilKades. Masyarakat hanya menunggu kebijakan dari Dinas tersebut atau keputusan dari Bupati Kabupaten Batu Bara. Bila tindakan kecurangan tersebut tidak ditindak lanjuti sesuai dengan harapan masyarakat, hendaknya pihak pemerintah Kabupaten dan pihak Pemerintah Desa jangan pernah menyalahkan masyarakat bila nantinya Masyarakat  melakukan pembangkangan terhadap peraturan Desa yang di pimpin oleh Kepala Desa yang menang diatas kecurangan. (Tandas Mayarakat tegas)
 
(R. Hutagaol)
Page 1 of 8
© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo