Panji

Serbelawan (Tabloidpolmaspoldasu) - Dalam rangka Menyambut HUT BHAYANGKARA KE-73, Personil Polsek Serbelawan bersama unsur Forkopimca, Unsur Perkebunan, Unsur Masyarakat adakan giat olah raga di lapangan bola kaki, dolok batu nanggar, Jl.Merdeka, Kel. serbelawan , Kec. Dolok Batu Naggar, Kab. Simalungun, tepatnya pada hari Sabtu, tanggal 22 Juni 2019, Sekira pukul 08.00 wib sampai dengan pukul 09.30 Wib.
 
Dalam acara tersebut dihadiri oleh Kapolsek Serbalawan AKP LESTON SIREGAR,S.H. Bersama Personil Polsek Serbalawan. IPTU SRI UMI YATUN (Kaur Kes Polres Simakungun) bersama Team nya, Anggota Koramil 05 Serbalawan Sebanyak 15 Personil, Pihak Managemen Kebun Unit Dolok Ilir Sebanyak 8 orang, Pihak Managemen Security PT.Bridgestone Sebanyak 10 orang, Pramuka SMA Negeri Serbalawan Sebanyak 10 Siswa, Kelompok Paskibraka SMA Dolok Batu Nanggar Sebanyak 15 Siswa, Organisasi Kepemudaan Pemuda Pancasila Sebanyak 5 orang, Organisasi Kepemudaan IPK Sebanyak 5 orang, Kelompok Senam Bunda Kec.Dolok Batu Nanggar Sebanyak 15 orang, Kelompok Organisasi KRNS Serbalawan Sebanyak 5 orang.
 
Acara tersebut dihadiri 200 peserta dan peserta mengikuti jalannya  kegiatan Senam Aerobik Bersama yang yang dipimpin Instruktur, pemeriksaan tandai dan penyerahan vitamin kepada peserta senam oleh Bid Dokes Polres Simalungun.
 
Setelah Selesai Melaksanakan Senam Bersama acara dilanjutkan Istirahat Sambil Menyantap Hidangan yang Telah di Siapkan. 
 
Diakhir acara beberapa pimpinan dari peserta yang hadir memberikan ucapan HUT BHAYANGKARA yang Ke-73. Sambil bersalaman kesesama peserta yang hadir.(Mhd.Aliaman H.Sinaga SE)
Perdagangan-Simalungun (Tabloidpolmaspoldasu) - Informasi yang diperoleh dari wacana pemerintah yang rencananya akan memekarkan beberapa Propinsi, Kabupaten dan Kecamatan di Republik Indonesia, dalam hal ini sangat disambut baik oleh warga Kabupaten Simalungun. Khususnya warga Kecamatan Bandar masik menunggu pemekaran Simalungun hataran hingga sampai saat ini belum juga tercapai sekitar enam tahun lalu tepat tanggal (25/10/2013), DPR akan membahas 65 RUU Pembentuukan Daerah Otonomi Baru (DOB)atau daerah pemekaran memperlihatkan dari 65 calon DOB itu ada 57 di antaranya calon kabupaten baru dan 8 lainnya calon provinsi salah satunya pemekaran kabupaten Simalungun HATARAN, pemekaran dari kabupaten Simalungun sangat dinantikan warga kecamatan bandar Minggu (23/6) sekira pukul .15.00.wib.
 
Mhd. Aliaman Hamonangan  Sinaga, SE,  selaku toko pemuda Kecamatan Bandar menuturkan "saya sangat gembira mendengar kabar ini, jika terjadi pemekaran di Kabupaten Simalungun Hataran pemekeran dari kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara kita selaku warga Kecamatan Bandar akan mendukungnya, Karena Kabupaten Simalungun ini cukup luas, dan strategis, namun hingga saat ini kita hanya bisa menunggu kebijakan dari Pemerintah, Kita berdo'a semoga akan segera terlaksana"ungkapnya
 
Lanjutnya,"jika nantinya jadi pemekaran kita selaku warga kecamatan bandar bangga dan benar benar memilih siapa yang akan menjadi pemimpin daerah kita nantinya, semua harus kita dukung agar Simalungun Hataran menjadi Kabupaten yang terbaik dan para pemimpinnya juga amanah dalam mengemban tugas nantinya, katanya
 
Disisi lain Indonesia saat ini tercatat 410 Kabupaten dan dengan penambahan 57 Kabupaten baru akan membuat jumlah kabupaten menjadi 467 kabupaten,Jika ke-8 provinsi itu disetujui Dewan dalam masa sidang berikutnya maka ada total provinsi di Indonesia jadi 42 dari 34 provinsi saat ini
 
‪Dalam hal ini kami juga menyampaikan beberapa Kabupaten dan Propinsi yang akan dimekarkan, Berikut daftar 57 Calon Kabupaten baru yang akan dibahas DPR pada tanggal (25/10/2013) enam tahun lalu:
  • 1. Kabupaten Simalungun Hataran, pemekaran dari Kabupaten Simalungun di Propinsi Sumatera Utara
  • 2. Kabupaten Pantai Barat Mandailing, pemekaran dari Kabupaten Mandailing Natal Propinsi Sumatera Utara
  • 3. Kabupaten Kepulauan Kundur, pemekaran dari Kabupaten Karimun Propinsi Kepulauan Riau
  • 4. Kabupaten Renah Indra Jati, pemekarandari Kabupaten Pesisir Selatan Propinsi Sumatera Barat
  • 5. Kota Muara Bungo, pemekaran dari Kabupaten Bungo Propinsi Jambi
  • 6. Kabupaten Lembak, pemekaran dari Kabupaten Rejang Lebong Propinsi Bengkulu
  • 7. Kabupaten Bigi Maria, pemekaran dari Kabupaten Lahat Propinsi Sumatera Selatan
  • 8. Kabupaten Pantai Timur, pemekaran dari Kabupaten Okan Kemudi ilir Propinsi Sumatera Selatan
  • 9. Kabupaten Bogor Barat,  pemekaran dari Kabupaten Bogor Propinsi Jawa Barat
  • 10. Kabupaten Garut Selatan, pemekarandari Kabupaten Garut Propinsi Jawa Barat
  • 11. Kabupaten Sukabumi Utara, pemekarandari Kabupaten Sukabumi Propinsi Jawa Barat
  • 12. Kabupaten Sekayam Raya, pemekarandari Kabupaten Sanggau Propinsi Kalimantan Barat
  • 13. Kabupaten Banua Banjak, pemekarandari Kabupaten Kapuas Hulu Propinsi Kalimantan Barat
  • 14. Kabupaten Berau Pesisir Selatan, pemekaran dari Kabupaten Berau Propinsi Kalimantan Timur
  • 15. Kabupaten Paser Selatan, pemekarandari Kabupaten Paser Propinsi Kalimantan Timur
  • 16. Kota Tahuna, pemekaran dari Kabupaten Kepulauan Sangie Propinsi Sulawesi Utara.
  • 17. Kabupaten Talaut Selatan, pemekarandari Kabupaten Talaut Propinsi Sulawesi Selatan
  • 18. Kota Langoa, pemekaran dari Kabupaten Minahasa Propinsi Sulawesi Utara
  • 19. Kabupaten Bone Selatan, pemekarandari Kabupaten Bone Propinsi Sulawesi Selatan
  • 20. Kabupaten Bolio Huto, pemekaran dari Kabupaten Gorontalo Propinsi Gorontalo
  • 21. Kabupaten Panipi, pemekaran dari Kabupaten Propinsi Gorontalo
  • 22. Kabupaten Gorontalo Barat, pemekarandari Kabupaten Bohuato Propinsi Gorontalo
  • 23. Kabupaten Lombok Selatan, pemekarandari Kabupaten Lotim Propinsi Nusa Tenggara Barat
  • 24. Kabupaten Adonara, pemekaran dari Kabupaten Flotim Propinsi NTT
  • 25. Kota Maumere, pemekaran dari Kabupaten Sikka Propinsi NTT
  • 26. Kabupaten Wasile, pemekaran dari Kabupaten Halmahera Timur Propinsi Maluku Utara
  • 27. Kabupaten Kepulauan Obi, pemekarandari Kabupaten Halmahera Selatan Propinsi Maluku Utara
  • 28. Kabupaten Gili Menawa, pemekarandari Kabupaten Jayapura Propinsi Papua
  • 29. Kabupaten Moyo, pemekaran dari Kabupaten Boven Digul Propinsi Papua
  • 30. Kota Merauke, pemekaran dari Kabupaten Merauke Proinsi Kabupaten Papua
  • 31. Kabupaten Balin Senter,  pemekarandari Kabupaten Tolikara dan Kabupaten Leni Jaya Propinsi Papua
  • 32. Kabupaten Boboga, pemekaran dari Kabupaten Tolikara Propinsi Papua
  • 33. Kabupaten Puncak Trikora, pemekarandari Kabupaten Leni Jaya Propinsi Papua
  • 34. Kabupaten Muara Digul, pemekarandari Kabupaten Mapi Propinsi Papua
  • 35. Kabupaten Admi Korbay, pemekarandari Kabupaten Mapi Propinsi Papua
  • 36. Kabupaten Katengban, pemekaran dari Kabupaten Pegunungan Bintang Propinsi Papua
  • 37. Kota Lembah Baliem, pemekaran dari Kabupaten Jaya Wijaya Propinsi Papua
  • 38. Kabupaten Okika, pemekaran dari Kabupaten Jaya Wijaya Propinsi Papua
  • 39. Kabupaten Yapen Barat Utara, pemekaran dari Kabupaten Kepualaun Yapen Propinsi Papua
  • 40. Kabupaten Yapen Timur, pemekarandari Kabupaten Kepualauan Yapen Propinsi Papua
  • 41. Kabupaten Pulau Numfor, pemekarandari Kabupaten Biak Numfor Propinsi Papua
  • 42. Kabupaten Yalimek, pemekaran dari Kabupaten Yahukimo Propinsi Papua
  • 43. Kabupaten Yahukimo Barat Pegunungan Ser, pemekaran dari Kabupaten Yahukimo Propinsi Papua
  • 44. Kabupaten Mambera Hulu, pemekarandari Kabupaten Yahukimo Propinsi Papua
  • 45. Kabupaten Yahukimo Barat Daya, pemekaran dari Kabupaten Yahukimo Propinsi Papua
  • 46. Kabupaten Yahukimo Timur, pemekarandari Kabupaten Yahukimo Propinsi
  • 47. Kabupaten Yahukimo Utara, pemekarandari Kabupaten Yahukimo Propinsi Papua
  • 48. Kabupaten Gondumisisare, pemekarandari Kabupaten Waropen Propinsi Papua
  • 49. Kabupaten Malamoy, pemekaran dari Kabupaten Sorong Propinsi Papua Barat
  • 50. Kabupaten Maibratsau, pemekaran dari Kabupaten Sorong Propinsi Papua Barat
  • 51. Kabupaten Raja Ampat Utara, pemekaran dari Kabupaten Raja Ampat Propinsi Papua Barat
  • 52. Kabupaten Raja Ampat Selatan, pemekaran dari Kabupaten Raja Ampat Propinsi Papua Barat
  • 53. Kabupaten Raja Maskona, pemekarandari Kabupaten Teluk Bintuni Propinsi Papua Barat
  • 54. Kabupaten Okas, pemekaran dari Kabupaten Fak Fak Propinsi Papua Barat
  • 55. Kabupaten Kota Manokwari, pemekarandari Kabupaten Manokwari Propinsi Papua Barat
  • 56. Kabupaten Manokwari Barat, pemekaran dari Kabupaten Manokwari Propinsi Papua Barat
  • 57. Kabupaten Imeo, pemekaran dari Kabupaten Sorong Selatan Propinsi Papua Barat
 
Sementara itu adapun 8 calon Provinsi baru yang juga akan dibahas DPR adalah :
  • 1. Propinsi Pulau Sumbawa, pemekaran dari Propinsi NTB
  • 2. Propinsi Papua Selatan, pemekaran dari Propinsi Papua
  • 3. Propinsi Papua Tengah, pemekaran dari Propinsi Papua
  • 4. Propinsi Papua Barat Daya, pemekarandari Propinsi Papua Barat
  • 5. Propinsi Tapanuli, pemekaran dari Propinsi Sumatera Utara
  • 6. Propinsi Kepulauan Nias, pemekaran dari Propinsi Sumatera Utara
  • 7. Propinsi Kapuas Raya, pemekaran dari Propinsi Kalimantan Barat
  • 8. Propinsi Bolang Mongondow Raya, pemekaran Propinsi Sulawesi Tenggara.(RIANTO)
Simalungun (Tabloidpolmaspoldasu) - Warga Kampung 3, Huta II, Nagori Purbaganda, Kec. Pematang Bandar, Kab.Simalungun meminta kepada Kapolres Simalungun dan Kejaksaan Negeri Simalungun untuk Tinjau dan audit Pembangunan DD dari ADD 2018 dan 2019, diduga proyek tersebut dibangun asal jadi dan dugaan adanya penyimpangan dana anggaran dana desa dalam pembangunan tersebut (24/06/19).
 
Dari hasil pertemuan kru polmas poldasu dengan Yahman (60) dan timenya pada hari Kamis tanggal 20/06/2019, sekira pukul 15.00 wib. Yahman sebagai Ketua dan Time Investigasi dan pengawasan DD mengatakan " saya melihat langsung ke lokasi pembangunan Saluran Pembuangan dan Plat Beton yang berukuran 50/50/40 x 311 m, dengan ADD tahun 2019 sebesar Rp.166.198.300,-, yang terletak di Jalan Mangga, Nagori Purba Ganda, Kec. Pematang Bandar.
 
Selanjutnya Yahman dan time melihat ada beberapa kejanggalan dalam pembangunan tersebut. Yang mana pondasi saluran air tidak disemen dahulu dan lantainya tidak ditutup dengan batu terlebih dahulu. Namun langsung di semen dengan tanah, dan campuran semennya tidak benar sehingga diasumsikan akan cepat rusak dan roboh, terus dari catatan pengeluaran dana yang di keluarkan Pangulu Purbaganda melalui pelaksanaan kegiatan TPK nagori purbaganda sangat berbeda dan diduga ada penyimpangan. Ungkapnya
 
Hal yang sama juga di lontarkan Jumangin (60) ini bang biar ku jelaskan " DD dari Anggaran 2019 untuk pembangunannya menghabiskan dana sebesar Rp.166.798.325,-. Sedangkan untuk pengerjaan pembuatan saluran plat beton 1 unit menghabiskan dana sebesar Rp.74.077.000,- (data yang dikeluarkan pelaksana TPK) Dan pajak Rp.4.399.975,-. Jadi Sisanya Rp.87.721.325,-. Jadi sisanya kemana bang, mana lagi pembangunanya asal jadi macam manalah akan dinikmati sama anak cucu kami nanti. Semua ini sudah kami laporkan kepada Camat Pematang Bandar. Tapi belum juga direspon bang.  Lontarnya kesal.
 
Dari hasil perbincangan tersebut dan melihat data dan foto yang sudah diberikan tersebut kru Polmas poldasu mencoba menghubungi, Mengirim pesan kepada Pangulu Nagori Purbaganda dan Juga Camat Pematang Bandar, untuk konfirmasi namun tidak ada jawaban.
 
Tepatnya pada tanggal 21/06/2019 sekira pukul 15.00 wib. Pangulu Purbaganda Nasiadi ST menghubungi kru polmaspoldasu dan mengatakan "proyek tersebut sudah sesuai dengan pengerjaannya dan nanti kita tanya lagi sama anggota pelaksana TPK. Ungkapnya.
 
Dan tepatnya hari Sabtu, tanggal 22/06/2019, sekira pukul 10.00 wib. Pangulu Purbaganda Nasiadi ST, mengadakan pertemuan tepatnya di warung Pekan Perasaan yang dihadiri oleh Dian (jabatan Kadus dan pengurus pelaksana TPK), Jumani (Kadus), Yaman (Ketua Investigasi), Bahyudi( Ketua PAC. Pemuda Pancasila Pem.Bandar), Jumangin, Suriono (Masyarakat) dan Kru Polmas Poldasu.
 
Dalam pertemuan Yahman dan time menunjukkan hasil dari temuan mereka dan memberikannya kepada Pangulu Purbaganda Nasiadi ST. Dan masing-masing pihak memberikan tanggapannya. 
Bahyudi mengatakan bahwa beliau adalah mediasi untuk membahas hal ini. 
 
Selanjutnya pelaksana TPK, yang diwakili Dian menyampaikan " Sudah kita kroscek ke lokasi pembangunan dan sudah kita benerin pembangun yang salah sebelum lebaran kemarin. Dan saya setiap hari mengecek pembangunan proyeknya.ungkapnya
 
Dalam hal ini kru polmaspoldasu menanyakan kepada Dian selaku pelaksana TPK. "Kira-kira di tanggal berapalah di benarin pembangunan yang salah dan bisa gak abang lihatkan foto,dokumen proyek tersebut dibenerin serta daftar hadir bahwa setiap hari abang mengecek proyek tersebut? 
Dengan nada keras dan sambil menunjuk ke pada kru pmaspoldasu, Dian menjawab " abang jangan seperti penyidik aja, saya juga ada atasan dan saya tidak bisa berikan itu semuanya. Imbuhnya.
 
Selanjutnya Pangulu Nagori Purbaganda menyampaikan pendapatnya" Ini proyek dikerjakan oleh masyarakat, bilamana ada yang salah pengerjaannya kenapa tidak dihentikan aja pembangunannya, imbuhnya.
 
Mendengar hal ini Yahman menegaskan" Kita sudah tegur dan hentikan, tapi mereka bilang in, bapak bukan kadus dan Pangulu disini" dan mereka melanjutkan pekerjaannya.
 
Kru Polmaspoldasu menanyakan langsung kepada Pangulu Purbaganda Nasiadi ST. "  Dari data dan dokumen foto yang disampaikan oleh Bapak Yahman dan Time, yang saat ini sudah bapak pegang. Apakah benar adanya pembangunan tidak sesuai dengan pengerjaannya dan juga dana untuk pembangunan proyek yang dibuat oleh pelaksana TPK benar diduga ada penyimpangan.ungkap kru.
 
Selanjutnya Pangulu Purbaganda Nasiadi ST menjawab" Semua yang disampaikan kepada saya ini benar, manusiawi kalau manusia pasti punya banyak kesalahan dan akan diperbaiki, jawabnya.
 
Pangulu Nagori Purbaganda Nasiadi,ST meminta maaf kepada masyarakat dan time investigasi yang hadir karena adanya persoalan ini.
 
Yahman menambahkan "Dari pengakuan Pangulu Nagori Purbaganda Nasiadi. ST, diduga terjadi penyalahgunaan dana desa dengan anggaran dana desa atas pembangunan proyek saluran pembuangan dan plat beton 1 unit, diduga merugikan negara Rp.87.721.325,-. Dan hal ini sangat bertentangan dengan undang undang desa No.6. Tahun 2019, permendagri No.20. Tahun 2018. undang undang No.60. Tahun 2014 dan Undang Undang No.31. Tahun 1999 yang diubah menjadi Undang undang No.20. Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi.
 
Selanjutnya Yahman meminta kepada Kapolres Simalungun dan Kejaksaan Negeri Simalungun agar turun langsung mengawasi dan mengaudit pengerjaan proyek DD dari ADD 2018 yang lalu dan DD dari ADD 2019 yang saat ini sedang berjalan, sehingga tidak ada lagi dugaan penyimpangan dana dan pengerjaan proyek yang asal-asalan. Tambah Yahman.(AHS).
 
 
Tanjung Balai-Asahan (Tabloidpolmaspoldasu) - Time Badan Narkotia Nasional (BNN) kembali mengamankan sindikat pengiriman narkoba ke Lapas Pariaman. Sindikat yang baru saja diamankan tersebut atas nama Wasis yang merupakan pengangkut narkoba dari Malaysia. 
 
“Tim BNN kembali berhasil melakukan penangkapan terhadap transporter hasil pengembangan tersangka sebelumnya,” kata Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Sabtu (22/6) dikira pukul.15.10.wib
 
Arman menjelaskan, tersangka Bob dan Angga menyatakan bahwa barang narkoba yang mereka bawa diterima dari tersangka Wasis. Barang bukti narkoba baik ekstasi maupun sabu sendiri kata Arman, berasal dari Malaysia yang diselundupkan melalui jalur laut menggunakan kapal nelayan. “Dengan modus transaksi antarkapal ditengah laut,” kata dia.
 
BNN berhasil meringkus Wasis di sebuah warung Lapo Tuak di Jalan S Parman, Tanjung Balai Asahan. Selanjutnya dari Wasis, petugas juga mengamankan barang bukti tiga bungkus ekstasi.  
 
“Tim juga melakukan penggeledahan dan berhasil mengamankan tiga bungkusan berisi 30 ribu butir ekstasi merk LEGO berwarna biru,” ujarnya.
 
Selanjutnya, para tersangka tengah dibawa ke kantor BNN untuk pemeriksaan dan pengembangan selanjutnya. Serta menjemput Pendi yang merupakan pemesan narkoba dari Lapas Pariaman.(Mhd.Aliaman.H.Sinaga,SE.)
Binjai, (Tabloid Polmas Poldasu) - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto didampingi AKBP. JHS Tanjung beserta Personil tinjau tempat kejadian perkara Rumah Home Industri Pembuatan Mancis yang terbakar, di TKP terdapat 30 orang meninggal dunia dan 4 Orang dinyatakan Selamat dalam Insiden tersebut. TKP tepatnya di Jl. T. Amir Hamzah, Dusun IV, Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat Provinsi Sumatra Utara , Jumat (21/6/19) Pukul 14.00 Wib.
 
Dari peninjauan kru polmas poldasu kepada Pemilik rumah Sri Maya (47) Alamat Jalan T. A. Hamzah Dusun IV Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat tersebut mengaku bahwa sebelum terjadi ledakan rumahnya tersebut disewakan oleh Burhan (37) selaku penanggung jawab yang beralamatkan di Jalan Bintang Terang No. 20 Dusun XV Desa Mulyo Rejo Kec. Sunggal Kab. Deli Serdang.
 
Selanjutnya Pemilik rumah juga menanyakan Kepada Burhan (penyewa) " Apa nama Perusahan dan ada gak izinnya. Burhan tidak meresponnya. Sehingga pasca ledakan pemilik rumah Sri Maya saat ditanya kru Polmas poldasu tidak tahu sama sekali. Pemilik rumah juga mengatakan" sudah lama mereka menyewa rumah saya, tapi hingga saat ini saya juga tidak mengetahui nama perusahaan dan pemilik perusahaan tersebut selama menyewa rumah saya belum pernah memasang plang, tutur Sri selaku pemilik rumah.
 
Disisi lain salah satu keluarga korban yang mengaku bernama Ardy juga mengatakan kepada kru polmas poldasu, bahwa perusahaan milik salah satu warga Medan itu diduga belum memberikan jaminan ketenagakerjaan (BPJS) kepada korban.
 
 
Kapolres Binjai AKBP Nugroho Tri Nuryanto, SH, SiK, MH, turun langsung melakukan pengecekan ke TKP home industri perakitan mancis yang terbakar menjelang sholat Jumat sekitar pukul 12.00 wib di jalan Tengki Amir Hamzah Dusun IV Desa Sambirejo Kecamatan Binjai Kabupaten Langkat.
 
Setelah Kapolres Binjai mendatangi TKP, tampak Kapolda Sumut Irjend Pol Agus Andrianto,SH,MH beserta Pejabat Utama Polda Sumut Akbp JHS Tanjung melakukan pengecekan langsung kelokasi kebakaran dan di sambut oleh bapak Kapolres Binjai.
 
Sementara dari pantauan kru Polmas Poldasu di TKP, dari kesaksian saksi bernama Selamat (44) Alamat, Jalan Bakti Dusun III Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat dan Agus (45) Alamat Jalan T. Amir Hamzah Dusun IV Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat.
 
Adapun kronologis kejadian kebakaran terhadap perakitan mancis menurut saksi Agus dan Selamet yang berada di dekat lokasi kejadian, menerangkan bahwa adanya suara ledakan di Pabrik perakitan mancis kemudian langsung melihat adanya kobaran api yang berasal dari sebuah rumah perakitan mancis, kemudian secara spontan saksi Agus bersama masyarakat langsung berlari menuju kearah tempat kejadian kebakaran dengan tujuan untuk membantu memadamkan api yang berkobar di lokasi perakitan mancis, sesaat kemudian sekira pukul 12.30 Wib damkar dari Pemko binjai tiba dilokasi sebanyak 4 unit dan disusul oleh damkar Pemerintahan Kab. Langkat sebanyak 2 unit kemudian api dapat dipadamkan pada pukul 13.00 Wib berkat kerja sama yang baik dari Pemko Binjai, Pemkab Langkat serta Polres Binjai. 
 
Selanjutnya jumlah korban sementara kebakaran di perakitan mancis sekitar 30 (tiga puluh) orang yang meninggal dunia di TKP, 25 orang dewasa dan 5 orang anak-anak dengan masing-masing identitas ,
 
  • 1. Nurhayati, pr, 44 tahun, karyawati home industri, Desa Selayang Mancang Kec. Selesai Kab. Langkat,
  • 2. Yunita Sari, 31 tahun, pr, karyawati home industri, Gg Mirat Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat,
  • 3. Suci/Aseh, karyawati home industri, Kwala Begumit Kec. Binjai Kab. Langkat,
  • 4. Mia, 21 tahun, karyawati home industri, Dsn I Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat,
  • 5. Ayu, pr, karyawati home industri, Desa Perdamaian Kec. Binjai Kab. Langkat,
  • 6. Desi/Ismi, pr, 26 tahun, karyawati home industri, Dsn IV Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat,
  • 7. Dhizah, pr, 35 tahun, karyawati home industri, Dsn II Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat,
  • 8. Maya, 34 tahun,pr, karyawati home industri, Dsn IV Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat,
  • 9. Rani, pr, 22 tahun, karyawati home industri, Desa Perdamaian Kec. Binjai Kab. Langkat,
  • 10. Alfia, 19 tahun, pr, karyawati home industri, Desa Perdamaian Kec. Binjai Kab. Langkat,
  • 11. Rina, pr, karyawati home industri, Dsn IV Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat,
  • 12. Amini, pr, karyawan home industri, Dsn II Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat,
  • 13. Kiki, 20 tahun, karyawati home industri, Kwala Begumit Kec. Binjai Kab. Langkat,
  • 14. Priska, karyawati home industri, Dsn II Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat,
  • 15. Yuni, 28 tahun, karyawati home industri, Dsn IV Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat,
  • 16. Sawitri, 38 tahun, karyawati home industri, Dsn II Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat
  • 17. Fitri, 36 tahun, karyawati home industri, Dsn I Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat
  • 18. Wiwik, 23 tahun, karyawati home industri, Dsn IX Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat
  • 19. Rita, karyawati home industri, Dsn II Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat
  • 20. Rizka, Dsn II Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat
  • 21. Imar, karyawati home industri, Dsn VII Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat
  • 22. Lia, 31 tahun, karyawan home industri, Kwala Begumit Kec. Binjai Kab. Langkat
  • 23. Yanti, 22 tahun, karyawati home industri, Kwala Begumit Kec. Binjai Kab. Langkat
  • 24. Sri Ramadani, 24 tahun, karyawati home industri, Sei Remban Kec. Selesai Kab. Langkat
  • 25. Samiasih, 39 tahun, karyawati home industri, Kwala begumit Kec. Binjai Kab. Langkat
  • 26. Pinja (anak dari Yunita Sari), 10 tahun, Gg Mirat Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat
  • 27. Sasa (anak dari Yunita Sari), 2 tahun, Gg Mirat Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat
  • 28. Juan Ramadhan (anak dari Desi), 6 tahun, Dsn IV Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat
  • 29. Bisma Sahputra (anak dari Desi), 3 tahun, Dsn IV Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat
  • 30. Sifa (anak dari Fitri), Dsn I Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat
 
Sementara itu korban yang selamat akibat kebakaran perakitan mancis yang menelan 30 korban jiwa hingga saat ini, 1. Dewi Novitasari, 29 tahun, pr,  karyawan home industri, Dsn IV Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat, 2. Haryani, 30 tahun, pr, karyawan home industri, Dsn II Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat, Nuraidah, 24 tahun,pr, karyawan home industri, Desa Mancang Kec. Selesai Kab. Langkat, 4. Ayu Anitasari, 29 tahun, pr, karyawan home industri, Dsn IV Desa Sambirejo Kec. Binjai Kab. Langkat. 
 
Dan Dari hasil keterangan ke empat karyawan yang selamat dari korban kebakaran dikarenakan sedang melaksanakan istirahat makan siang kemudian ke empat karyawan yang selamat sedang dilakukan pemeriksaan oleh Sat Resktim Polres Binjai dan semua korban masih dalam pihak Lafbor RS. Bhayangkara Sumatra Utara. (Siswanto Ihsan)
Limapuluh (Polmas Poldasu) Perjalanan hidup wanita yang mulanya bersuami, akhirnya mendapat talak cerai dari sang suami melalui sms seluler, 27 April 2019 pukul, 17 :15 wib. Alasan sang suami melayangkan talak cerai melalui pesan seluler hanya karena sang istri sudah lari dari rumah 23 April 2019. pukul 20 : 50 wib, Saat suami pergi membeli Nasi goreng ke warung yang tidak jauh dari rumah wanita paruh bawa tersebut.
 
Begitu suami pulang sang istri sudah lari, diantar anak lelakinya (YRL) hasil perkawinan sang wanita paruh bawa tersebut dari suami pertamaya, secara kebetulan sang anak lelakinya masih kemaruk menengendari sepada motor tentu mau saja antar ibunya yang penting naik sepeda motor apalagi menggunakan sepeda motor Vario milik tetangga.
 
Lalu suami coba menghubungi telepon sang istri namun tidak ada sambutan. Lalu sang suami menuju rumah mertua untuk memberitahukan, bahwa istrinya lari yang diantar (YRL) Seketika itu sang ibu mertua hanya mengatakan " Dasar anak orah nduwe utek"  Hujatnya.
 
Bila dipertanyakan kembali alasan suami kenpa terlalu menjatuhkan talak kepada sang istri, jawaban sang suami sangat sample.
 
Saya tau siapa istri saya dan apa pekerjaannya dulu sebelum nikah ke saya, dia menjadi biduan organ tunggal dan selesai mentas menerima bokingan dari lelaki hidung belang dengan tarif Rp.220.000 ( Dua ratus dua puluh ribu rupiah ) untuk sekali pelayanan, itu pengakuan mantan istri saya sebelum nikah sama saya pada waktu itu, saya pertanyakan semua perjalanan hidupnya selama menjadi biduan organ tunggal, lalu di paparankan semua olehnya, itupun masih ditutupi karena terperanjat ada panggilan telpon saat itu maka semua dan di akui langsung dan dipaparkan. bahwa, dia menerima bokingan pelayanan pria setelah acara manggung selesai dengan tarif Rp.220.000. sekali pelayanan. Lalu dipertanyakan kembali oleh sang mantan suami. Semasa menjadi biduan organ tunggal di Kandis Riau, ada melayani 20 pria ? jawaban sangat miris terdengar. Ya adalah, sahutnya lagi.
 
Dengan harapan insaf dan berubah maka saya nikahi dia itupun atas semua janjinya akan betubah.  pernikahan pun berlangsung, dengan di walikan ayah kandungnya. 8 tahun pernikan sang istri tetap merokok di belakang suami, Bahkan akhir sebelum pergi dari rumah sang istri sempat pergi tidak tau kemana, alasan ke medan, akhirnya semua terkuak, kepergianya hanya untuk melayani sang sopir yang saat ini menjadi pasangan kumpul kebonya.
 
Yang lebih mirisnya perlakuan wanita paruh baya tersebut kepada suaminya, sangat diluar batas, Memukul dengan gagang sapu hingga kepala Suami bocor, Hanya karena sang tidak mau diajak keluar jalan2 alias foya foya sampai terjadi pertengkaran. memukul sang suami dengan pot bunga yang terbuat dari besi beton, juga menggigit dada suami hingga bengkak dan beram. 
 
Dalam kepergian sang wanita paruh bawa tersebut, sempat  juga ditelpon sang mantan suami. Lalu telepon tersebut disambut lelaki pasangan kumpul kebo sang wanita tersebut. tujuan sang mantan suami menghubungi lewat telepon meminta separuh uang sang mantan suami yang telah selesaikan pembangunan rumah, yang dulunya hanya bentuk kerangka. 
 
Diharapkan juga Kepada Kedua anak wanita paruh baya agar siap juga menerima perlakuan sang ibu. Begitu juga dengan sang menantu dan Besan wanita Paruh baya tersebut. Siapa sosok ibu dari menantu nya tersebut. Bagi pembaca berita online ini yang tau keberadaan sang wanita paruh baya dan bercucu tiga (3 ) bersama pasangan selingkuhnya tersebut beritahukan agar pertanggung jawabkan biaya hidup dan sekolah putrannya berikut pengembalian setengah biaya penyelesaian pembangunan rumah. Agar diketahui juga bagi lelaki yang menjadi pasangan seligkuhnya atau disebut juga pasangan kumpul kebo, mengingat keduanya tanpa ada pernikahan yang syah. Pemberitaan ini akan ditayangkan juga ke 5 stasiun televisi atau hubungi.( email ) This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Jakarta (Tabloidpolmaspoldasu) - Dalam konferensi pers selepas pertemuan dengan Presiden Joko Widodo, pansel calon pimpinan KPK mengungkapkan bahwa dalam melakukan seleksi calon pimpinan KPK kali ini pihaknya turut melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Keterlibatan dua badan tersebut melengkapi badan dan lembaga lainnya yang sebelumnya turut terlibat.(20/06/19)
 
Dari pantauan kru polmaspoldasu dari medsos. Ketua Pansel menuturkan  "Kali ini kami menambahkan _tracking_, yang standar adalah (dari) polisi, jaksa, KPK, BIN, dan PPATK, sekarang BNPT dan BNN," ungkap Yenti.
 
Selanjutnya Penambahan pihak-pihak yang akan turut melacak rekam jejak calon pimpinan KPK tersebut merupakan upaya dari pansel untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan-kebutuhan yang mendesak sekaligus menyesuaikan dengan keadaan di Indonesia saat ini. Yenti mengatakan bahwa keterlibatan BNPT dimaksudkan untuk memeriksa rekam jejak para calon pimpinan KPK apakah yang bersangkutan memiliki keterlibatan dengan radikalisme maupun lainnya.
 
"Kita lihat keadaan Indonesia, berbagai hal dinamika yang terjadi adalah kaitannya dengan radikalisme sehingga pansel tidak mau kecolongan ada yang kecenderungannya ke sana," ucapnya.
 
"Tapi tentu saja penilaiannya nanti menggunakan penilaian-penilaian yang bisa dilakukan secara psikologis, klinis, dan data-data dari BNPT itu sendiri," imbuhnya.
 
Sementara keterlibatan BNN dibutuhkan untuk melacak rekam jejak dan adanya kemungkinan seorang calon merupakan pengguna narkoba atau bahkan memiliki keterlibatan dengan sindikat-sindikat narkoba.
 
"Ini juga penting. Karena di beberapa negara itu hal yang sangat mungkin dalam pemilihan apapun orang yang terpilih itu ternyata yang membackingnya adalah kartel-kartel narkoba," ungkap Yenti.(Mh.Aliaman H.Sinaga,SE).
 
 
 
Jakarta (Tabloidpolmaspoldasu) - Panitia seleksi (pansel) calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023. Bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Pertemuan berlangsung pada Senin, 17 Juni 2019, di Ruang Jepara, Istana Merdeka, Jakarta.
 
Dari pantauan kru tabloid polmaspoldasu, Pansel yang beranggotakan sembilan orang tersebut sebelumnya telah dibentuk dan ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 54/P Tahun 2019 Tentang Pembentukan Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Masa Jabatan Tahun 2019-2023. Keppres tersebut ditandatangani pada 17 Mei 2019.
 
Selanjutnya Yenti Ganarsih yang ditetapkan sebagai ketua pansel selepas pertemuan mengatakan dalam pertemuan itu, Presiden Joko Widodo menyampaikan komitmen atas pemberantasan sekaligus pencegahan upaya korupsi di Indonesia yang diharapkan akan semakin baik.
 
"Presiden menyampaikan komitmen atas pencegahan dan pemberantasan korupsi terutama mulai sekarang dan empat tahun ke depan setelah nanti komisioner terbentuk," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
 
Presiden juga menyampaikan amanahnya bagi pansel calon pimpinan KPK agar melakukan tugasnya dengan baik dan memunculkan para pimpinan KPK yang berkualitas, berintegritas, dan mampu mengemban tugasnya dalam mengatasi permasalahan korupsi di Indonesia dengan lebih baik.
 
"Presiden meminta kepada kami mengemban amanah dengan baik untuk menghasilkan komisioner yang baik. Karena bagaimanapun juga peran dari pimpinan KPK itu sangat penting," ucapnya.
 
Lebih jauh, Presiden dan pansel pimpinan KPK juga membicarakan soal dinamika dan permasalahan pemberantasan dan pencegahan korupsi di Indonesia.
 
"Kami membahas berbagai permasalahan-permasalahan yang ada di dalam dinamika pemberantasan dan pencegahan korupsi selama empat tahun ini. Itu juga presiden sangat mendalami, sangat memahami, sangat mengikuti dinamika yang ada," tuturnya.(Mhd.Aliaman H.Sinaga.SE)
 
 
Limapuluh (Tabloid Polmas Poldasu) - Personil Lidik Kepolisian Sektor Labuhan Ruku, di Pimpin langsung. Kanit Reskrim IPDA.J.Sitinjak, 19 Juni 2019 sekira pukul 21 : 30 wib. Amankan dua Pria penyalaguna Narkoba Jenis Sabu,Sunali alias Isun (22) tahun, warga Desa Indrayaman. Kecamatan. Talawi. Kabupaten. Batu Bara.
 
Mislan Alias Inyak (30) tahun, warga Desa Indrayaman Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara, Kedua Pria tersangka Penyalaguna Narkoba Jenis Sabu tersebut, memiliki Pekerjaan sebagai Nelayan dan terbukti menggunakan memiliki serta menguasai Narkoba jenis Sabu.
 
Kronologis Penangkapan Kedua Pelaku, sekira pukul 21 :30 wib, Personil Lidik Kepolisian Sektor Labuhan Ruku, terima informasi dari masyarakat bahwa : Ada dua (2) Pria Pengguna/ memiliki/ mengusai Narkoba Jenis sabu tersebut. Lanjutnya dengan dipedomani informasi masyarakat yang di terima,
 
Personil Kepolisian Sektor Labuhan Ruku dibawa kepemimpinan, Kanit Reskim. IPDA.J.Sitinjak, langsung berangkat menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) Gudang Kapur di Desa Indrayaman, dan menemukan Kedua Pria tersebut, kemudian dilakukan Penangkapan juga Penggeledahan. Ditemukan 8 (Delapan) paket kecil Narkotika jenis sabu- sabu.
 
Selanjutnya kedua Pria tersebut gelandang ke Kepolisian Sektor Labuhan Ruku, berikut barang bukti yang ditemukan berupa.  8 (Delapan) paket kecil Narkotika jenis Sabu2, 1 (Satu) buah bonk terbuat dari Aqua gelas. 1 (Satu) buah plastik transparan ukuran sedang. Selanjutnya guna mengungkap jaringan lain, Kedua pria tersebut, akan diserahkan ke Sat Narkoba Kepolisian Resort Batu Bara. (Rizal Hutagaol)
Lima Puluh (Tabloid Polmas Poldasu) - Dalam Rangka Menyambut HUT Polri, 1 Juli 2019, Kepolisian Resort Batu Bara melaksanakan Kegiatan Bakti Kesehatan Donor Darah, pada hari Rabu tanggal 19 Juni 2019 di Aula Bhayangkari Polres Batu Bara. Pukul 08 : 30 wib.
 
Yang dihadiri Kapolres Batu Bara. AKBP.R.Simatupang.SH M Hum. Waka Polres Batu Bara. Kompol.H.Herwansyah Putra.SH Msi. Kabag Ops. Kompol. Kuasa Purba.S.sos. Kabag Ren.Kompol.AK.Tanjung.SH. Beserta Seluruh Personil Kepolisian Resort Batu Bara.
 
Acara tersebut dihadiri juga oleh.
dr.Dede ( RSU Pemela Tebing Tinggi.
Sekretris PMI Kabupaten.Batu bara M.Ali Wibawa.
Paramedis Polres Batu Bara & Pemkab Batu Bara.
 
Pelaksanaan Bakti Kesehatan Donor Darah, Bekerja sama dengan PMI Kabupaten.Batu Bara.
 
Donor Darah Yang diberikan oleh seluruh Personil Kepolisian Resort Batu Bara,yang direncanakan tidak kurang dari 150 Kantong agar dapat membantu masyarakat yang membutuhkan melalui PMI. 
Page 1 of 17
© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo