Panji

Kisaran ( Polmas ) - Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto, S.H., M.H. didampingi Pangkosek Hanudnas III Medan Mars TNI Djhon Amarul dan Kasdam I BB Brigjen TNI Hasanuddin, Rabu (17/4/2019) mengunjungi Kabupaten Asahan dalam rangka memantau situasi Kamtibmas Pemilu 2019 di wilayah hukum Polres Asahan.
 
Kedatangan orang nomor satu di Polda Sumatera Utata tersebut disambut oleh Kapolres Asahan AKBP Faisal F. Napitupulu, S.I.K., M.H. bersama Dandim 0208 Asahan Letkol Inf Sri Marantika Beruh, Wakil Bupati Asahan H.Surya B,sc yang didampingi oleh Kakan Kesbangpol SM Siregar.
 
Kunjungan Kapoldasu beserta rombongan yang menumpangi Helikopter mendarat di lapangan tembak Polres Asahan. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memberikan semangat kinerja untuk personil Polri dan TNI yg melaksanakan tugas di TPS baik langsung maupun tidak langsung di TPS dan memberikan apresiasi atas keamanan yg tercipta di Kab Asahan serta menekankan akan melakukan tindakan tegas kepada setiap kelompok orang yg menggangu jalan nya Pemilu 2019.
 
"Saat ini kondisi pemilu berjalan dengan aman dan damai, kita apresiasi buat masyarakat yang ikut serta dalam mensukseskan pemilu damai ini," tegas Irjen Pol Agus Andrianto saat diwawancarai awak media.
 
Kapoldasu juga menegaskan akan menindak tegas jika ada oknum yang menciptakan kericuhan sehingga menjadi hambatan untuk pemilu damai.
 
"Kita sama-sama ciptakan kondisi aman, jika ada oknum yang melakukan tindakan kericuhan maka kita akan hukum sesuai peraturan yang dilanggar," akhir Kapoldasu.
 
Usai melakukan pemantauan pengamanan pelaksanaan Pemilu 2019 di Kabupaten Asahan, Irjen Pol Agus Andrianto beserta rombongan kemudian berangkat kembali dengan menaiki helikopter memantau pelaksanaan Pemilu di sejumlah daerah di Sumatera Utara. ( Denny ) 

Medan. Forum Wartawan Unit KPUD Sumut yang tergabung dalam Forum Solidaritas Wartawan Se-Sumatera Utara, menilai adanya kuat dugaan terindikasi penyelenggara pemilu, Ketua dan Komisioner Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sumut dalam penyalahgunaan kekuasaan dan  penggunaan anggaran uang negara pada Pemilu tahun 2019.

Diduga terkait penyalahgunaan kekuasaan, Ketua dan Komisioner KPUD Sumut,  dalam Penunjukkan Teknis (Juknis) fasilitasi penayangan iklan kampanye melalui media bagi peserta pemilihan umum tahun 2019, dengan pagu anggaran sebesar Rp 3,7 miliar, tidak melalui mekanisme hukum dan undang-undang tentang tranparansi (keterbukaan) dan kuat dugaan juga dalam penunjukkan media (elektronik, cetak dan daring) di tunjuk berdasarkan sepihak (unsur pribadi), melalui rapat pleno tanpa pengumuman ke media yang ada di KPU Sumut yang selama ini sebagai mitra dalam bekerjasama.

Begitu juga terkait  penayangan iklan sosialisasi ke media dengan pagu anggaran sebesar Rp 2 miliar, juga diduga sarat oleh kepentingan dan ketidak transparansian dalam menyalurkan uang rakyat tersebut.

Ketua Forum Solidaritas Wartawan Se-Sumut Nelly Simamora, Amd yang didampingi oleh Sekretarisnya Zainul Arifin Siregar SAG dalam jumpa persnya di pelataran parkir gedung KPUD Sumut, Jalan Perintis Kemerdekaan Medan mengatakan bahwa indikasi Ketua dan Komisioner KPU Sumut dalam penyalahgunaan kewenangan sudah terbukti dengan tidak transparansi dan memilih sepihak mitranya dalam penayangan iklan kampanye dan iklan sosialisasi ke media.

"Dalam Juknis fasilitasi penayangan iklan kampanye melalui media bagi peserta pemilihan umum tahun 2019, dengan pagu anggaran sebesar Rp 3,7 miliar tidak adanya pemberitahuan/pengumuman terkait hal tersebut pada media yang berpos di unit KPUD Sumut sebagai mitra. Main tunjuk sepihak saja melalui rapat pleno Ketua /Komisioner KPUD Sumut. Begitu juga dengan iklan sosialisasi yang penunjukkannya ke media cetak dan elektronik sangat tertutup, tanpa boleh di ketahui pihak manapun," tukas Nelly Simamora.

Dalam hal ini, Nelly juga mengatakan bahwa pihaknya akan tetap terus melanjutkan masalah ini sampai ke jalur hukum.

"Kita juga sudah melayangkan surat pertama ke Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) KPU Sumut. Dan hari ini, Kamis 18 April 2019, kita akan melayangkan surat yang kedua lagi ke PPID KPUD Sumut. Kita juga minta pihak KPK segera mengaudit dana anggaran Pilpres tahun 2019," terangnya.

Sementara pihak Pengamat Hukum, Ibeng S Rani dalam hal ini angkat bicara. Ibeng dalam hal ini mengutarakan bahwa, pihak penyelenggara pemilu menyalurkan dana anggaran dalam penayangan iklan kampanye dan iklan sosialisasi tidak transparan merupakan dugaan korupsi.

"Dugaan korupsi tadi dapat dibuktikan dari adanya penyaluran dana penayangan iklan kampanye dan iklan sosialisasi yang tidak transparan, kalau tidak transparan, berarti telah terjadi dugaan korupsi," tandasnya.

Begitu juga dengan Anggota Dewan DPRD Tk 1, Sumut Komisi 1, Sarma Hutajulu SH, menyayangkan ketidak transparansian pihak KPUD Sumut dalam penayangan iklan kampanye dan iklan sosialisasi.

"Kita minta agar pihak KPUD Sumut dalam menjalankan tugasnya dan menggunakan anggarannya, haruskah transparansi dan keterbukaan," himbaunya.

Wartawan media ini juga mengkonfirmasi ke KPUD Sumut melalui via seluler, namun Mulia Banurea, mantan Ketua KPUD Sumut sebelumnya yang bersedia menerima panggilan telephone.

Mulia Banurea saat di konfirmasi terkait kucuran dana penayangan iklan sosialisasi yang di duga dana 'siluman' yang menurut juknis sudah diatur dengan keterbatasan dana, kini KPU Sumut dapat mengucurkan dana iklan sosialisasi sebesar Rp 2 miliar, seminggu sebelum pilpres.

"Sehubungan dengan adanya demo para wartawan di KPU Sumut tentang penayangan iklan kampanye yang tidak menyeluruh, makanya kami putuskan untuk mendatangi pihak KPU RI agar dapat mengucurkan dana iklan. Dimana dana penayangan iklan sosialisasi selama ini telah terkunci, maka kamipun memohon agar dana iklan sosialisasi tersebut untuk di buka krannya, supaya kami bisa menyalurkan dana iklan sosialisasi itu ke media yang belum menerimanya,"  ujar Mulia Banurea. (rillis)

Medan ( Polmas ) - Lewat pemilihan secara ketat dan alot, M Edison Ginting dari Harian Waspada kembali terpilih menjadi Ketua Persatuan Wartawan Unit Pemko Medan  periode 2019-2021. Keberhasilan ini diraih setelah dalam pemilihan yang  berlangsung secara demokratis di Ruang Rapat III Balai Kota Medan, Ginting berhasil mengalahkan Rahmat Hidayat dari Harian Metro 24 Jam. Dengan demikian Ginting mencatat sejarah karena menjadi wartawan pertama di lingkungan Pemko Medan yang berhasil menjadi ketua selama tiga periode.

Sebelum pemilihan dilakukan, Ariadi selaku pimpinan rapat didampingi Sekretaris Kadirun Padang.SP dari Tabloid Polmas Poldasu dan Ali Umar dari Suara Minang, sebelumnya membacakan tatib persidangan dan memunculkan nama 3 orang calon masing-masing yakni M Edison Ginting, Rahmat Hidayat dan Amrizal dari online Mata Telinga.Com. Selanjutnya, ketiga kandidat ketua itu, diwajibkan mendapat dukungan  suara 20 dari jumlah 83 anggota yang sebelumnya sudah diferivikasi panitia pelaksana (Panpel) yang diketuai Dipo Sumarsono.

Ternyata dari ketiga kandidat, Amrizal terpaksa mundur karena tidak dapat memenuhi kuota dukungan 20 suara sebagai persyaratan sesuai tata tertib (tatib) yang disampaikan pimpinan sidang guna mengikuti pemilihan ketua. Dengan demikian tinggal Ginting dan Rahmat yang mengikuti prosesi pemilihan. Lewat pertarungan yang ketat, Ginting berhasil keluar sebagai pemenang dengan meraih 39 suara, sedangkan Rahmat hanya meraih 34 suara.

Usai pemilihan, Ketua terpilih M Edison Ginting mengatakan agar seluruh wartawan yang bertugas di Pemko Medan bersatu untuk menjalankan program yang belum terealisasi. ‘’Kembali terpilihnya saya menjadi Ketua Wartawan Unit Pemko Medan adalah wujud kemenangan bagi kita semua. Untuk itu, usai pemilihan ini saya berharap kita semua dapat saling bersinergi untuk membangun dan membesarkan persatuan wartawan lewat berbagai program yang belum terealisasi,’’ kata Ginting.

Selain itu, Ginting juga berharap agar seluruh wartawan yang berada di lingkungan Pemko Medan dapat memberikan kontribusi terbaiknya guna membantu dan mendukung visi misi Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH, terlebih dalam upaya mendukung percepatan pembangunan yang tengah dilakukan Pemko Medan.

‘’Sebagai seorang wartawan, kita punya tanggungjawab sebagai social control. Menjadi seorang wartawan juga merupakan pekerjaan mulia. Sebab, seorang wartawan menjadi jembatan bagi seluruh masyarakat untuk mengetahui segala informasi yang diberitakan dengan sebenar-benarnya. Untuk itu saya berharap agar seluruh wartawan unit Pemko Medan agar menjalankan tugas jurnalistiknya sesuai dengan kode etik jurnalistik yang berlaku,’’ harapnya.

Untuk memajukan persatuan wartawan unit Pemko Medan, Ginting meminta kepada para wartawan agar aktif untuk memberi masukan dan ide-ide yang inovatif. Apalagi, hal tersebut juga terkait kesejahteraan wartawan yang bertugas di lingkungan Pemko Medan. “Dengan ide-ide yang inovatif, mari kita tingkatkan kesejahteraan para wartawan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Kordinator Panitia Pelaksana Dipo Sumarsono menyebutkan, sebanyak 141 wartawan yang bertugas di Pemko Medan. Hasil dari ferivikasi itu, 83 wartawan dinyatakan memperoleh hak pilihnya untuk memilih Calon Ketua Persatuan Wartawan Unit Pemko Medan Priode 2019-2021.

Tidak itu saja, jelas Dipo yang didampingi Marhot Harahap dan Ronald Tambunan, para wartawan yang mengikuti pemilihan itu diwajibkan menandatangani fakta integrasi yang isinya mengakui tidak ada lagi kelompok wartawan lain selain Wartawan Unit Pemko Medan terpilih priode 2019-2021.

Sedangkan Kabag Humas Pemko Medan Ridho Nasution SSTP saat membuka pemilihan Ketua Persatuan Wartawan Unit Pemko Medan  periode 2019-2021, berharap dengan terpilih ketua nantinya akan membuat organisasi semakin solid dan mendukung penuh program Pemko Medan serta dapat bersinerji dengan OPD di lingkungan Pemko Medan.

"Kalau bisa wartawan Unit Pemko Medan tetap bersatu serta mendukung penuh seluruh program pembangunan yang dijalankan Pemko Medan tanpa melupakan fungsinya sebagai social control di tengah masyarakat. Oleh karenanya saya berharap proses pemilihan dapat berjalan dengan lancar,” harap Ridho.

Sebelumnya acara pemilihan dibuka dengan doa yang dibawakan M Safii Sitorus dari Harian Orbit. Acara juga dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat kepada M Edison Ginting sebagai Ketua terpilih Wartawan Unit Pemko Medan priode 2019-2021. (KP)

MEDAN (Polmas) Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke -71 Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut meluncurkan lagu dan video klip “Dendang Delapan Etnik Sumut”. Lagu kompilasi dari delapan etnis asli Sumatera Utara ini dimaksud untuk menumbuhkan kembali rasa cinta Sumatera Utara sebagai daerah multi entnik yang harmonis dalam keberagaman. 

Pemutaran lagu dan video klip dilaksanakan menjelang Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka HUT ke-71 Provinsi Sumut di gedung DPRD Sumut, Senin (15/4). Pemutaran lagu tersebut mendapat tanggapan antusias dari hadirin yaitu Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Musa Rajekshah dan para tamu asing.

Dalam video yang berdurasi sembilan menit tersebut, ada delapan lagu daerah yang dinyanyikan, yakni Selayang Pandang mewakili Suku Melayu, Famili Teksi mewakili Suku Karo, Pos Ni Uhur  mewakili Simalungun, Tirismo Lae bengkuang mewakili Pakpak, Ketabo mewakili suku Mandailing, Kijom mewakili Angkola, Maena mewakili Nias dan lagu Munpat Taluktuk mewakili Suku Batak Toba.

Ikut tampil mengisi suara dalam video Dendang 8 Etnik Sumut tersebut, Gubernur Edy Rahmayadi dan Wagub Musa Rajekshah. “Sumatera Utara, anugerah Illahi, tanahnya subur, sumber daya alamnya melimpah. Beragam etnis hidup damai berdampingan, kaya bahasa, kaya adat istiadat, menyatu dalam khasanah budaya,” ujar Gubernur Edy Rahmayadi menjadi pembuka lagu.

Sedangkan Wagub Musa Rajekshah berujar tentang semangat pantang menyerah yang menjadi karakter warga Sumut. “Mengikat hidup tiada menyerah. Tekun bekerja,  hidup sejahtera, mulia berbudaya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut Ilyas S Sitorus mengatakan bahwa pihaknya berharap lagu dan video klip ini bisa menggambarkan tentang kekayaan alam, adat dan budaya Sumatera Utara tidak hanya kepada warga Sumut, namun juga masyarakat umum.

“Semoga ini memperkaya khasanah lagu daerah, semua etnik dengan ragam budayanya ditampilkan, semoga banyak yang menonton dan menjadi penambah semangat dan kecintaan untuk anak muda di Sumut," tuturnya.(KP)

Simalungun, (POLMAS) - Minggu 14/04/2019,sekira pukul 23.00 wib Unit Jahtanras Polres Simalungun berhasil mengungkapan kasus pembunuhan yang dilakukan Samidi alias Senen ( 45 tahun), .warga Nagori Margomulyo, Kecamatam Gunung Malela Kabupaten Simalungun.  Senin (15/4).

Penemuan mayat Perempuan pada Selasa 19/03/2019 lalu, dilokasi PTPN IV Afdeling III, Kebun Unit Laras, Nagori Silau Bayu, Kecamatan Gunung Maligas Kabupaten Simalungun.Korban bernama Ngatiem (40),

Korban pembunuhan oleh pelaku berhasil diungkap unit Jahtanras Polres Simalungun berkat serangkaian penyelidikan yang dilakukan tim. Dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh tim, didapat ciri ciri pelaku yang diduga sebagai pelaku pembunuhan.

Tim unit Jahtanras pun mulai melakukan pencarian yang akhirnya mendapati terduga melintas di Jalan Thamrin Kota Pematangsiantar. Kabarnya lokasi ini adalah tempat dimana pelaku menjemput korban sebelum pembunuhan 3 minggu lalu terjadi. Personil melakukan pengejaran terhadap pelaku dan berhasil meringkus pelaku di Jalan Sutomo, Kelurahan Dwikora, atau tepatnya di seputaran Sutomo Square kota Pematangsiantar.

Namun saat dilakukan pecarian terhadap barang bukti, tersangka berupaya melakukan perlawanan kepada petugas dengan cara melarikan diri sehingga di lakukan tindakan tegas terukur dengan melakukan tembakan pada kaki kanan tersangka. Pelaku pun mendapat perawatan di RS Djasamen Saragih.

Hasil interogasi dilokasi penangkapan terhadap pelaku, mengaku bernama Samidi alias Senen (45), warga Nagori Margomulyo, Kecamatam Gunung Malela Kabupaten Simalungun. Tersangka pun mengakui perbuatannya telah melakukan pembunuhan terhadap korban Ngatiem 3 (tiga) Minggu lalu di Afdeling III kebun unit Laras.

Pelaku dan sejumlah barang bukti berhasil diamankan dari pelaku yang pada saat itu digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban. Dari Keterangan tertulis yang didapat dari unit Jahtanras Polres Simalungun menyebutkan terhadap pelaku akan dikenakan pasal 338 tentang Pembunuhan Berencana jo 340 KUHPidana.(SS).

 
 
 

Perdagangan-Simalungun (POLMAS) - Personil BNN Pusat yang dipimpin Kombes Leo Bona Lubis telah berhasil melakukan penangkapan terhadap 2 Orang Warga Sipil yang membawa Narkoba jenis Sabu sebanyak 60 Bungkus (+- 60 Kg) di Jalinsum pintu perlintasan Rel Kereta Api Limapuluh Kab. Batubara. Pada hari jumat 12 April 2019 sekira pukul 12.00 wib.
Sabtu (13/4).

Melihat gerak gerik pengemudi mencuigakan Tim BNN Pusat dipimpin oleh Kombes Leo Bona Lubis memberhentikan 1 unit mobil Toyota jenis Kijang Inova warna Abu-abu dengan Nomor Polisi BM 1033 BA di Jalinsum perlintasan Rel Kereta Api Limapuluh Kec. Limapuluh Kab. Batubara yang diduga membawa Narkoba.

Personel terpaksa melelaskan tembakan peringatan ke udara untum menvhentikan laju kenderaan mobil tersebut,  kendaraan langsung berhenti dan Tim BNN Pusat melakukan penggeledahan dan mendapati 2 Warga Sipil sebagai pelakunya.

Adapun identitas Pelaku sebagai berikut : Setiawan Al Gazali, lahir di Tembilahan 07 Juli 1995,warga Jl. BT Tuaka Gg.Rindang Permata Kel.Pekan Arba, Kec. Tembilahan -Riau dan Mantan Anggota Polri, SANTO, lahir tgl 01 Januari 1983,warga  Jl. Jati Blok 1 No. 7,  Kel. Kampung Baru Dan juga menemukan 3 Buah tas yang berisikan 60 bungkus Sabu (+-60Kg) dari tangan pelaku.

Selanjutnya Ke-2 TSK dibawa oleh BNN Pusat ke Polsek Indrapura untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dan Ke-2 TSK akan dibawa ke BNN Pusat untuk pengembangan informasi dan selnjutnya akan menjalani Proses Hukum. (SS)(mhd.aliaman.h.sinaga.Se)

Hatonduan-Simalungun (POLMAS) - Hari ini Sabtu.tanggal 13 April 2019,sekira pukul 10.00 wib. Roberton Nainggolan selaku Pangulu Buntu Turunan Adakan Sosialisasi tata cara pencoblosan surat suara dan mengajak warga Buntu Turunan Mensukseskan pemilu 2019.(13/4),sekira pukul 11.00 wib.

Dalam menyambut pemilihan umum serentak tahun 2019 yang tinggal beberapa hari lagi. Roberton Nainggolan selaku Pangulu Nagori Buntu Turunan mengadakan acara sosialisasi kepada warga sekitar dalam hal tata cara pencoblosan dalam surat suara dalam pemilihan umum 2019 nantinya.

Acara dilaksanakan digedung aula yang berada di depan kantor Pangulu Buntu Turunan,Kec.Hatonduan,
Kab.Simalungun, yang dihadiri aparatur nagori, gamot, ibu-ibu pkk,ppk nagori-kecamatan,  panwas,dan masyarakat yang berada di Nagori Buntu Turunan. Dan dimeriahkan oleh hiburan kibot dan loukydraw hadiah dari Pangulu Buntu Turunan.

Dalam pidatonya Roberton Nainggolan menjelaskan tata cara pencoblosan dalam surat suara. Dan ianya juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak golput dan menjaga persatuan dan kesatuan.

"Beda pilihan itu hal yang lumrah, tapi jangan sampai terpecah persatuan dan kesatuan di Nagori Buntu Turunan ini karena kita semua bersahabat dan bersaudara"ujarnya.
(SS).mhd.aliaman.h.sinaga.se

Perdagangan-Simalungun (POLMAS POLDASU) - Ketua Umum partai Golkar AIRLANGGA HARTARTO beserta Ketua DPD Propinsi dan Kabupaten. Serta Para pengurus dan kader lainnya menghadiri acara kampanye akbar di Lapangan Tanjung Balai. Kab. Asahan. Jumat (12/4) sekira pukul 14.00 wib.

Dari pantauan time polmaspoldasu di lapangan tanjung balai melihat beberapa petinggi partai Golkar ikut turun gunung untuk menarik aspirasi rakyat. Yang mana acara tersebut dihadiri Airlangga Hartarto (Ketum). Ahmad Doli Kurnia Tanjung (Ketua Dpp Sumut). Ir.H.Iskandar Sinaga (wakil ketu dpp Sumut).Agung Laksono (penasehat) dan seluruh Ketua Dpd  kabupaten dan kota partai Golkar.

Kampanye akbar ini  juga dihadiri oleh para kader-kader. Dan ribuan masa pendukung partai Golkar yang memadati Lapangan Tanjung Balai.Asahan.

Dalam pidatonya Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Mengajak seluruh pengurus.kader dan elemen lapisan masyarakat khususnya di Tanjung Balai. Asahan ini untuk dapat memenangkan partai Golkar pada pemilu tanggal 17 April 2019. Dan tidak golput dalam pemilu nantinya. Yang mana dalam akhir pidatonya Arilangga Hartarto memberi motivasi " Golkar Harus Menang.Golkar Harus Jaya dan Golkar Harus Maju Bersama Rakyat khususnya Tanjung Balai. Asahan". Ajaknya. (SS).

 
 
 

Perdagangan Simalungun (Polmas) - Kapolsek AKP. SUPENDI SH.MH. beserta personelnya berhasil meringkus pengguna. Kurir dan bandar sabu. Adapun pelaku berinisial:  A, lk, 17 tahun, pelajar, Islam, alamat Kampung Lumban Saroha Kel. Kerasaan I Kec. Pematang Bandar Kab. Simalungun (PEMBELI) . JP als J, lk, 18 thn, pelajar, Kristen, alamat Kampung Sirongit Kel. Kerasaan I Kec. Pematang Bandar Kab. Simalungun (PEMBELI). ANJAS RUMANA SARAGIH als MAMANG als CALEK, lk, 31 thn, islam, tdk menetap, almt Kampung Tempel Lingkungan VIII Kel. Kerasaan I Kec. Pematang Bandar Kab. Simalungun (KURIR) dan ADE ARGA als ADEK, lk, 27 thn, islam, tdk menetap, almt Lingkungan VIII Kel. Kerasaan I Kec. Pematang Bandar Kab. Simalungun (BANDAR). Rabu (10/4).

Berawal setelah Kapolsek Perdagangan AKP. SUPENDI, SH, MH  pada hari senin tgl pi April 2019 sekitar pukul 21.00 wib mendapat informasi dari masyarakat bahwa di dekat tanah lapang SD Negeri di Emplasmen Perkebunan Sipef Nag. Kerasaan II Kec. Pematang Bandar Kab. Simalungun diduga akan terjadi transaksi Narkotika jenis Sabu.

Selanjutnya kapolsek memerintahkan kepada anggota unit lidik yg dipimpin Kanit Reskrim Polsek Perdagangan IPTU ZIKRI MUAMAR, S.I.K melakukan penyelidikan terhadap informasi tersebut.

Sekira pkl 22.00 Wib dilakukan pengamanan terhadap  2 (dua) orang laki-laki yg masing-masing diketahui bernama A dan JP keduanya di ringkus dipinggir tanah lapang Sd negeri emplasmen perkebunan sipef.Nagori Kerasaan II. Kec.Pem.Bandar.Kab.Simalungun dan ditemukan barang bukti berupa 1 buah plastik klip ukuran kecil diduga berisi narkotika jenis sabu.

Dari penangkapan kedua pelaku Kemudian dilakukan pengembangan dan dari keterangan kedua Pelaku tersebut bahwa Narkotika jenis sabu tersebut dibeli dari seorang laki-laki yg diketahui bernama CALEK.

Selanjutnya sekira pkl 22.30 Wib dilakukan pengejaran dan diamankan seorang laki-laki sebagai kurir bernama ANJAS RUMANA SARAGIH als MAMANG als CALEK yang saat itu sedang duduk di dekat Lapangan Voli Kampung Tempel Lingkungan VIII Kel. Kerasaan I Kec. Pematang Bandar Kab. Simalungun serta diamankan barang bukti 1 (satu) buah dompet warna hitam merk PIADANO yg didalamnya terdapat 2 (Dua) buah plastik klip ukuran kecil diduga berisi sabu.
1 (satu) unit spd motor merk Yamaha Jupiter Z warna hitam list merah dgn No. Pol: BK 5731 WF dan Uang sebesar Rp.120.000 (seratus dua puluh ribu rupiah).

Tak tanggung- tanggung penyelidikan dan  pengembangan pun dilakukan sampai kepada bandar sabu tersebut. dari keterangan pelaku ANJAS RUMANA SARAGIH als MAMANG als CALEK  bahwa Narkotika jenis sabu miliknya tsb didapat dari pelaku yg dikenalnya bernama ADEK dan  kemudian sekira pkl 22.45 Wib diamankan seorang laki-laki yg diketahui bernama ADE ARGA als ADEK di dalam rumahnya di Lingkungan VIII Kel. Kerasaan I Kec. Pematang Bandar Kab. Simalungun serta diamankan Barang bukti  7 (tujuh) buah plastik klip ukuran kecil diduga berisi Narkotika jenis Sabu.
5 (lima) buah plastik klip yg kosong.
1 (satu) buah kaca pirex. 1 (satu) buah bong yg terbuat dari botol obat batuk syrup ukuran kecil. 1 (satu) buah mancis. 1 (satu) buah pipet. 1 (satu) unit Handphone merek nokia warna hitam.

Dan dari keterangan pelaku ADE ARGA als ADEK bahwa sabu tsb didapat dari seorang laki-laki yg diketahuinya bernama IWAN yg beralamat di Simpang Gambus Kab. Batubara yang masih dalam proses pengejaran (BELUM TERTANGKAP).

Saat ini keempat pelaku dan Barang Bukti tersebut sudah diamankan di Polsek Perdagangan. (AS).

Kisaran ( Polmas ) - Polsek kota kisaran  meringkus dua tersangka penyalahgunaan Narkoba,dari tempat berbeda Rabu 10/04/2019.

Tersangka Jhonson 33 tahun warga jalan Cokroaminoto kelurahan kisaran kota kecamatan kisaran barat kab Asahan.

Polisi menangkap pelaku Jhonson  tersebut di komplek BTN di jalan marah Rusli Kel selawan kecamatan kisaran barat kab Asahan saat itu jhonson lagi berdiri di depan rumah sekitar pkl 10.00 wib  unit Reskrim Polsek kota kisaran mendapat info dari warga ada seorang pemuda yang dicurigain mendapat info tersebut Kanit Reskrim Polsek kota kisaran IPDA Arbin Rambe SH dan anggota nya langsung menuju  lokasi dan mendekati pemuda tersebut dan sepontan pemuda tersebut membuang plastik klip yang di dalam nya butiran kristal putih sabu sabu oleh petugas Jhonson mengaku kalau sabu tersebut milik nya yang baru di beli nya seharga 250.000  dari seorang bernama Jefri yang akan di pakai sendiri berbekal nyanyian Jhonson, IPDA  Arbin Rambe SH bergegas menuju ke rumah yang  beralamat di jalan imam Bonjol sesampai di lokasi pkl 12.00 wib personil coba mengetuk pintu rumah dan sesaat pintu tersebut di buka pemilik nya tanpa buang waktu langsung mengarahkan Jefri  tersebut ke kamar nya benar adanya petugas menemukan palstik klip ukuran sedang di dalam nya sabu sabu dan satu unit timbangan digital elektrik satu plastik klip sedang didalam nya pil ekstasi dan satu unit hp merk Nokia 1202 warna hitam 

Jefri 33 thn warga jalan imam Bonjol kelurahan tebing kisaran kecamatan kisaran barat kab Asahan dibawa ke Mapolsek kota kisaran  untuk diperiksa. Dalam pemeriksaan itu, tersangka mengaku memperoleh barang haram tersebut dari seseorang yang ia kenal.bernama Nelson warga binaan lapas pulau simardan,Jefri memesan barang haram tersebut malalui hp dan barang haram tersebut di antar si incek warga Tanjung balai,terang nya kini kedua tersangka mendekam di dalam sel  ( Denny ) 

Page 1 of 54
© 2019 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved