RF

Medan (Polmas POLDASU) - HARI itu,diaal bulan seperti biasanya suasana agak gembira,maklumlah diawal bulan,baru terima upah dari bekerja sebagai karyawan swasta.Aku terlelap pada suatu siang dengan mimpi indah dalam sebuah dialog.Saat terjaga aku sejenak berpikir,itu mimpi, itu Dialog"keliru",tetapi ingin ku ceritakan paling tidak sebagai catatan bagi diriku dan sahabatku,agar tidak terjadi seperti dialog,"Keliru,"tersebut,inilah cerita dialog itu.

Mimpi aku kemarin andainya aku terpilih menjadi Bupati 2020-2025,Pertama tama yang kulakukan untuk semaraknya pelantikanku,aku akan mengundang para pejabat,kerabat,kenalan,baik dari pusat,provinsi  maupun dari daerah yang dibiayayai oleh kantor saya,atau pribadi saya.

Ini kulakukan karena rasa syukur dan gembira bahwa aku telah terpilih menjadi orang pertama,bergengsi dalam jabatan terhormat di daerah kabupaten.Dan yang kulakukan antara lain yang sudah menjadi niatku sebelum terpilih.Setelah aku terlantik dengan dihadiri pejabat/kerabat puat dan daerah,dalam waktu singkat aku merencanakan pindah kerumah jabatan/dinas yang sebelum aku pindah,maka akupun memerintahkan segera merehab rumah dinas,karena mana tau ada bule bule terdahulu atau rumah dinas sudah dua tahun atau tiga tahun belum di rehab.dan kurencanakan biayanya aku rencanakan dua sampai lima milyar rupiah,dan kuusahakan ditampung dalam P-APBD Tahun Anggaran 2020-2025.

Seraya akan saya susul merencanakan membeli mobil dinas untuk jalanku baik dikabupaten maupun ke kota provinsi yang harganya Rp 1,5 - 2,5 milyar,selain itu juga saya siapkan mobil dinas untuk isteriku sebagai ketua PKK maupun pengurus PKK 1-2 unit mobil yang harganya berkisar Rp 500 jt sampai Rp 1,5 milyar.

Selain itu demi meningkatkan kinerja sambil dimanfaatkan keluarga para Kepala Dinas /Camat Kabupaten akan di beli mobil dinas sebanyak 45 unit yang harganya 8 sampai 12 milyar rupiah.Disamping itiu akan saya usahakan rehab dan bangun kantor,baik kantor Dinas/OPD dan Camat  berbiaya ratusan  milyar rupiah agar pemerintahan dan staf nampak beribawa.

Sementara itu juga,akan saya naikkan uang tunjangan para Eselon II,III,IV dan staf sapai ketingkat kecamatan dan kelurahan demi rasa pertanggung jawaban atas tugas tugas mereka ditingkatkan seperti pelayanan di kecamatan dan puskesmas dan lain sebagainya karena mereska telah melayani 24 jam siang malam,termasuk agar mereka bisa patuh dan arahkan untuk peningkatan dalam pelayanan pada rakyat.
Kemudian saya juga mengusahakan agar biaya biaya pengeluaran saya selama kempanye unuk mendapat jabatan Bupati dapat tertutupi ,dan saya juga akan berusaha mengembalikan dengan cara mendekati mereka mereka pengusaha dan tokoh yang telah membantu saya,saatnya saya sekarang membalas jasa mereka.

Untuk mendapatkan anggaran  yang besar untuk pembangunan daerah/kabupaten,saya akan bergerak 10 -20 hari meninggalkan kabupaten yang kupimpin ,bergerilya melobi lobi para pejabat legeslatif/eksekutif ke ibukota negara RI ,dan saya akan menginap ke hotel berbintang 4 atau 5.Ini penting saya lakukan agar pembangunan dikabupaten  saya berhasil setiap tahun,selama masa jabatan saya dan juga tentu saya dapat keuntungan.

PAD tidak terlalu perlu saya pikirkan ,ini saya serahkan saja urusannya kepada Wakil saya dan Kadis Pendapatan,karena pikiran pikiran saya fokus pada anggaran dari pusat/APBN/DAK dapat banyak turun kedaerah saya.untuk saya bagi bagikan nantinya legislatif untuk pembangunan daerah kecamatan dan juga pembenahan kota kabupaten.

Saya akan melobbi DPRD kabupaten agar setuju penghasilan anggota DPRD dan unsur pimpinan DPRD dinaikkan 2 kali lipat penghasilannya,juga ditambah diberikan pasilitas mobil dinas,uang perumahan,kesehatan,dan berbagai macam mereka minta akan saya usahakan saya luluskan atau penuhi,agar mereka tidak ribut ribut kepada saya dan seluruh kebijakan saya.

Saya tidak begitu takut dengan LSM /Wartawan bahkan penegak hukum,karena seandainya saya tersandung hukum dan tersangka,saya masih tetap mendapatkan penghasilan dan saya untuk waktu sementara tidak dipecat karena saya masih punya kolega pembesar pembesar negeri dan pengurus partai,dan andai saya terpaksa jga berhadapan dengan hukum ,sebelum saya dicekal ,saya akan berangkat  berobat keluar negeri dan atasa saya akan merestui kepergian atau keberangkatan saya.

Saya akan mengirim asisten /Kadis dan legeslatif untuk melakukan study banding."study banding ke ibu kota berbagai propinsi agar mereka mendapat perbandingan dan menambah pengalaman serta wawasan dalam membangun daerah dengan biayai milyaran rupiah selama 5 sampai 10 hari perjalanan.

Juga saya akan meluluskan sebagai prioritas calon calon ASN/PNS yang diusulkan Tim Sukses saya,karena mereka telah berjasa memenangkan saya dalam pilkada yang lalu,sekalipun istri atau ifar mereka yang diusulkan,akan saya luluskan menjadi CPNS.

Dalam 3 sampai 6 bulan kepemimpinan saya,saya akan mutasi para Camat,Ka UPT,Kepala SMP dan SD,Pengawas,Kapuskesmas ,Lurah.dan dua bulan kemudian baru merotasi atau mengganti para Eselon II atau  Kepala Dinas/Asisten dan unit unit dibawah pengawasan saya.

Dan ini semua kebijakan yang kulakukan bukan karena unsur sentimen atau mengambil keuntungan sepeserpun."Andaikan para Wartawan dan LSM bertanya maka saya jelaskan bahwa saya tidak pernah terima sesuatu imbalan apapun dari pejabat yang kulantik."itu fitnah ,itu hanya mau menjatuhkan jabatan saya,karena kalian tahu,jabatan saya adalah jabatan politis,maka banyak orang ingin merebut jabatan saya.

Inilah rencana saya andaikata saya kemarin dilantik menjadi Bupati sesuai dengan  tugas dan sumpah saya sebagai pejabat kabupaten yang dilantik atas nama presiden melalui Gubernur kepala daerah provinsi.

Aduh,,,,,saya banyak Duit,,,,saya butong,,,bessur.....(kenyang)."Tapi ini saya cuma MIMPI,,,,,,,_______

Saya terbangun tidur karena suara tangisan anakku melengking yang saya banggakan.

Njuah njuah,,,,Mejuah juah,,,Horas......(KP)

Catatan:Kadirun Padang.(DPP LPPPSU/SIMPARAS) 
 
 
Kisaran ( Polmas )  Puluhan warga Dusun IV, Desa Lubuk Palas, Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan pada Sabtu (7/12/2019) mengalami mual-mual dan sakit perut, sehingga harus mendapat perawatan medis.
 
Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Abdul Manan Simatupang, Kisaran sejak Sabtu malam, jumlah warga yang mendapat perawatan terus berdatangan.
 
Para warga itu diduga mengalami keracunan makanan, setelah menghadiri dan mengkonsumsi hidangan yang disajikan di rumah tetangga mereka, bernama Qomariah (50) yang menggelar acara syukuran kelahiran pada Jumat (6/12/2019) malam kemarin.
 
Menurut orang tua yang anaknya turut menjalani perawatan, Suminah (45) menyebutkan, anaknya Al Hafiz (5) sejak pagi mengalami sakit perut dan mual-mual. Khawatir dengan kondisi tersebut, ia pun membawa anaknya ke RSUD di Kisaran untuk mendapat penanganan medis.
 
"Anak saya dari tadi pagi merasa mual-mual dan perut terasa sakit, bahkan sampai muntah-muntah," kata Suminah, di RSUD H Abdul Manan Simatupang, Sabtu.
 
Setelah dicari tahu, ternyata kondisi yang dialami Al Hafiz turut dirasakan puluhan warga Desa Lubuk Palas lainnya. Para korban rata-rata mengaku mengkonsumsi telur dan sayuran di saat hajatan berlangsung.
 
"Kami menghadiri hajatan, memakan sayuran dan telor di acara tersebut," ungkapnya.
 
Terpisah, Asisten II Ekbang Pemkab Asahan, Jhon Hardi yang ditemui di RSUD HAMS, membenarkan saat ini ada belasan warga Dusun IV, Desa Lubuk Palas, Kecamatan Silau Laut yang mendapat perawatan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Diduga sejumlah warga tersebut mengalami keracunan makanan.
 
"Benar, ini ada kejadian puluhan warga di Desa Lubuk Palas diduga mengalami keracunan makanan setelah menghadiri acara hajatan salah satu warga mereka di sana, satu hari sebelumnya," sebut Jhon.
 
Berdasarkan pengakuan para korban, umumnya mereka mengalami mual-mual sakit perut mengaku ada memakan telur dan sayuran yang disajikan tuan rumah.
 
"Rata-rata satu hari sebelumnya memakan sayur gori dan telur di acara  hajatan di sana," ujarnya.
 
Berdasarkan informasi yang diterima, ada 40 orang warga yang diduga mengalami keracunan. Ia memperkirakan ada dua puluh  orang yang saat ini tengah mendapat perawatan di RSUD HAMS. 
 
Selain itu, di Puskesmas Binjai Serbangan, Kecamatan Airjoman saat ini juga terdapat sekitar 12 orang warga lainnya yang sedang mendapat perawatan. Korban terdiri dari orang tua serta anak di bawah umur.
 
Jhon pun mengaku tak tertutup kemungkinan jumlah pasien di RSUD HAMS Kisaran yang diduga akibat keracunan makanan bakal bertambah
 
"Terkait kejadian ini Pemkab Asahan langsung melakukan langkah cepat  dengan membawa korban ke Rumah Sakit Abdul Manan Simatupang, dan juga sebagian ditangani di puskesmas  terdekat sebagai wujud keperdulian Pemkab Asahan terhadap warga Asahan," ucapnya.
 
Sementara, atas bermunculan banyak korban, petugas Polsek Air Joman bersama Dinas Kesehatan telah berada di lokasi rumah warga yang menyelenggarakan hajatan untuk mengambil sampel makanan.
 
"Dinas Kesehatan sudah turut bersama Polsek Air Joman ke rumah warga yang menggelar hajatan. Saya saat ini ditugaskan terus untuk memantau kondisi korban yang masih jalani perawatan," pungkasnya.( Denny )
 
 
 
Kisaran ( Polmas ) sat unit Reskrim Polsek kota kisaran,berhasil mengamankan dua orang pelaku pencurian sepeda motor ( curanmor).
 
MHD Risky Hermawan (19) warga jalan mentimun lk IV Kel siumbut baru kec kisaran timur dan Riski Bayu Hasibuan warga jalan Langsat lk IV kec kisaran timur.
 
Berawal Jumat 22 November 2019 Salma (49) ibu rumah tangga warga jalan gambas lk IV Kel siumbut baru kec kisaran timur kab Asahan kehilangan satu unit sepeda motor Vario 150 yang di parkir nya di teras samping rumah nya pada saat Salma hendak keluar menggunakan sepeda motor milik nya Salma terkejut melihat sepeda motor nya tidak ada lagi ditempat, sontak Salma menanyakan kepada keluarganya siapa yang memakai sepeda motornya namu tidak satupun keluarga yang memakainya.
 
Langsung Salma dan keluarga mencari keberadaan sepeda motor milik nya,namun tidak membuahkan hasil , keesokan hari nya Sabtu 23 November 2019 Salma membuat laporan Kepolsek kota Kisaran berawal dari laporan nomor LP / 202/ XI / 2019/Su/ res ash  Kanit Reskrim Polsek kota kisaran ipda Arbin Rambe SH membentuk tim dan melakukan pencarian tim mendapat informasi bahwa sepeda motor tersebut berada disalah satu rumah dijalan Langsat lk IV Kel sentang kec kisaran timur tim berhasil mengamankan sepeda motor Vario 150 bersama Riski Bayu Hasibuan Kamis 05 Desember 2019 PKL 20.00 wib.
 
Pada saat di interogasi Riski mengaku kalau dia membeli sepeda motor tersebut namun dia tidak mengenal orang yang menjual tapi dia ingat ciri ciri orang yang menjual ada tato di tangan nya berbekal info dari Riski tim melakukan pencarian tim yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek kota kisaran ipda Arbin Rambe SH berhasil menangkap MHD risky Hermawan untuk pemeriksaan lebih lanjut kedua tersangka dan barang bukti satu unit sepeda motor Vario warna hitam tanpa plat dan satu unit sepeda motor Vario Tecno 150 warna hitam BK 5315 VBK dan satu buah patahan kunci T digelandang kepolsek kota kisaran" ungkap Kanit  ( Denny )
 
 
 
 
Langkat (Polmas Poldasu) - Masyarakat di Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, mulai mengalihfungsikan tanaman kelapa sawit ke budidaya udang Vaname.
 
Usaha budidaya udang Vaname ini cukup menggiurkan bagi masyarakat, khususnya di Desa Sungai Ular Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
 
Apa tidak, gegara keberhasilan para pembudidaya udang tambak menggunakan sistim terpal ini, para masyarakat lainnya mulai mengikuti langkah keberhasilan tersebut, dan arael perkebunan sawit disulap menjadi tambak udang.
 
Salah satunya Ifan (23) warga Dusun ll Desa Sungai Ular Kecamatan Secangang. Dilahan miliknya, yang sebelumnya ditanami pohon kelapa sawit, sudah ditumbangi olehnya, dan mengalihkan areal tanaman kelapa sawit menjadi tambak udang Vaname dengan sistim wadah terpal plastik, dan memanfaatkan air yang berasal dari sumur boor dengan kadar air asin.
 
Kepada Wartawan Jum’at (6/12/2019), Ifan menceritakan, dirinya baru mulai usaha ini.
 
“Saya tergiur dari usaha budidaya tambak udang milik teman. Dia memiliki 2 kolam tambak, dan menghabiskan modal sebanyak Rp.60 juta.
 
Namun dari usahanya itu, dengan tempo panenan udang selama 3 bulan, mereka sudah berhasil mengantongi uang Rp107 juta,” ungkap Ifan.
 
“Saat ini saya baru mulai dan sudah ada 3 kolam tambak disediakan. Untuk perkolam, sebut Ifan, memiliki luas ukuran 21 meter X 21 meter, dengan tinggi kolam 110 Cm, namun akan di isi air sedalam 80 Cm, katanya.
 
Direncanakan olehnya, perkolam tambak akan ditebari benih udang Vaname sebanyak 60 ribu ekor, ungkap Ifan, seraya mengatakan, dari 3 kolam, 2 kolam yang akan di isi udang, dan itu untuk tahab awal, serta akan membeli benih udang sebanyak 120 ekor, dengan anggaran dana Rp.5 juta untuk tebaran benih udang di 2 kolam, katanya.(SYAHRIAL)
Kisaran ( Polmas ) Pengurus Daerah Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumut resmi mengukuhkan pengurus Kordinator Daerah (Jordan) IJTI Asahan - Tanjung Balai - Asahan (Astra) periode Tahun 2019 - 2022, Jumat  (6-12-2019) sore.
 
Adapun Pengurus Kordinator Daerah IJTI Astara yang dilantik langsung oleh Ketua Pengda  IJTI Sumut, Budiman Amin Tanjung yakni, Ketua Ulil Amri (MNC TV), Sekretaris Taufik (Efarina TV), Bendahara Feri Matondang (Metro TV) beserta pengurus lainnya. 
 
Pengukuhan ini sesuai dengan Surat Keputusan Pengurus Daerah Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Sumatera Utara bernomor SK Nomor  : 035/SK/Int/IJTI-SU/IX/2019, tertanggal 6 Desember 2019.
 
Dalam sambutannya, Ulil Amri menyatakan siap untuk memimpin dan membesarkan IJTI Di Kabupaten Asahan, Batubara Dan Tanjung Balai.
 
"Terima kasih atas kepercayaan Pengda IJTI Sumut kepada saya untuk memimpin IJTI Asahan Tanjung Bali Batubara. Saya siap untuk membesarkan dan menjaga nama baik IJTI," ucap Ulil di awal sambutannya.
 
Selain itu, lanjut Ulil, bersama pengurus, dirinya siap untuk menjalin kerjasama yang baik dengan unsur yang lain, baik dengan Unsur Forkopimda maupun dengan kelompok wartawan lainnya untuk menciptakan wartawan profesional.
 
Sementara itu, Bupati Asahan H Surya BSc dalam sambutannya mengharapkan, dengan terlantiknya pengurus IJTI Korda Astara Dapat bekerja sama dengan Pemkab Asahan untuk melanjutkan Pembangunan.
 
"Pertama saya ucapkan selamat. Semoga dengan terbentuknya pengurus IJTI ini dapat bersinergi dengan Pemkab Asahan untuk melanjutkan serta menuntaskan Visi Misi Kabupaten Asahan, Religius Sehat Cerdas Dan Mandiri," ujar Surya.
 
Hadir dalam kegiatan tersebut, Mewakili Kapolres Asahan, mewakili Dandim 0208/AS, mewakili Walikota Tanjung Balai, Ketua PWI Asahan, mewakili PWI Tanjung Balai serta undangan lainnya. (Denny)
 
 

Batam (Polmas POLDASU) - Manegement/Pimpinan PT. AMEERA MEKKAH bergerak dibidang Penyelenggara Haji Plus dan Umroh mengadakan meeting regional wilayah Batam Kepulauan Riau,sekaligus sosialisasi kepada masyarakat di Batam Kepri,baru baru ini.

Acara yang penuh khitmad itu dihadiri pimpinanan pusat PT AMEERA MEKKAH H.Salman Ponimin LC, sejumlah pimpinan Devisi diantaranya Berlian Nasution Devisi marketing,Ust Syafii Devisi mobilisasi,Ust Hendra UHE Master of ceremony,Ust H Hasanuddin LC MA Mutawwif Mekkah-Madinah.

Pertemuan sekaligus sosialisasi PT AMEERA MEKKAH yang bergerak dibidang penyelenggara Haji Plus dan Umroh ini,mengajak masyarakat kaum muslimin muslimat untuk mempergunakan jasa PT AMEERA MEKKAH untuk perjalanan Haji Plus dan Umroh,karena sudah teruji , berpengalaman dan amanah."sebut Ust  H Alfan Arbudi.Spdi sebagai salah seorang  pengurus Ameera Mekkah perwakilan  Sumut.

Haji adalah merupakan kewajiban seorang beragama Islam kepada Allah SWT  bagi ekonomi yang mampu sedangkan Umroh adalah merupakan ibadah sunnah bagi kaum muslimin muslimat,sehingga didalam salah satu hadist,"Haji & Umroh akan menghilangkan kesususahan hidup kemiskinan,sebagaimana api menghilangkan karat karat dari besi panas."sebut Ust Alfan menambahkan.

Acara meeting regional Batam -Kepri yang penuh khitmad ini diadakan dikantor Perwakilan Ameera Mekkah di jln Raya H Fisabilillah Komplek Rafles city Blok E No.6-9 Batam center,Kecamatam Batam,Batam Kota Kepri.,dihadiri  sejumlah perwakilan PT Ameera Mekkah diantaranya,Sumatera utara yaitu H.Ilham Halomoan,MA,SAMSUDIN MANIK LC Perwakilan Karo,Dairi,Pakpak bharat, H.Purnomo dan Maria Manesha perwakilan Batam. Sehingga acaranya meeting regional PT AMEERA MEKKAH di Batam Kepri  terselenggara semakin semangat dan sukses.(KP)

 
 
 
Area lampiran
 
Simalungun (Polmas poldasu) - Puluhan orang warga petani di Simalungun ,khususnya petani padi merasa pihak pemerintah dianggap  tidak perduli terhadap para petani petani yang pada saat ini sedang membutuhkan pupuk yang di subsidi oleh pemerintah pusat.
 
Hal itu di katakan petani  padi supaya kementrian pertanian segera merealisasikan bantuan pupuk subsudi yang telah  di programkan oleh  pemerintah pusat .
 
Ditambahkanya kami meminta kementrian supaya pupuk subsidi segera di realisasikan karena saat ini kami sudah sangat membutuhkan pupuk subsidi tersebut.dan juga kami mengharapkan kepada anggota dewan Simalungun yang terpilih dan telah mulai bekerja turut mendorong ,pihak kementrian pertanian .
 
Salah seorang petani padi mengatakan pada awak media Polmas poldasu Jumat 6/12/2019 dampak pupuk subsidi saat ini sangat langkah, dirinya terpaksa menggunakan pupuk non subsidi yang harganya sangat mahal.
 
Ia pak ,sebahagian sawah saya sudah saya pupuk dengan pupuk non subsidi tetapi terpaksa takarannya saya kurangi dari yang biasa karena harganya sangat mahal.dan kami tidak yakin lagi hasilnya bisa maksimal seperti yang kita harapkan.
 
Jadi masa sekarang kami sangat bingung melihat kinerja pemerintah ini  sementara  janji pemerintah adalah  6 T.(tepat jumlah ,tepat harga,tepat sasaran, tepat jenis ,tepat mutu,dan tepat waktu .ternyata itu semua bohong ujar warga.
 
Dilainya salah seorang warga domisili di kecamatan Huta Bayu raja ,mengatakan pada awak media ini, baru sekitar 3 hari yang lalu dia baru membeli pupuk subsidi dari salah satu kios  pupuk yang ada di sekitar Nagori marihat Butar kecamatan bosar maligas.
 
Benar Lae,3 hari lewat aku mau beli pupuk  jenis ponska  yang di subsidi oleh pemerintah di salah satu kios yang ada di Nagori marihat butar kecamatan bosar maligas, aku sangat terkejut .karena harganya seratus delapan puluh ribu  (180.000) per sak.sehingga aku tidak jadi membeli karena terlalu mahal rasanya untuk pupuk yang telah di subsidi. Jadi saya sudah mulai panik mau pake pupuk apa bisa bisa aku nanti gagal panen tutup warga yang namanya tidak mau di tuliskan.
 
  Di konfirmasi awak media Polmas poldasu melalui pesan WhatsApp salah seorang penyalur pupuk subsidi pemerintah mengaku telah membuat permohonan penambahan alokasi pupuk kepada kementrian pertanian.
 
Benar bang ,pupuk subsidi saat ini  sangat langkah dan kita sudah buat permohonan ke kementrian supaya segera di realisasikan karena petani pada saat ini sudah sangat membutuhkan pupuk  subsidi itu. Kalau tidak lupa kita sudah ajukan untuk  semua jenis pupuk sebanyak 55.000.ton untuk wilayah Sumut. balasnya melalui pesan whatsappnya.
(Tarida S.Sianturi)
Simalungun (POlmas Poldasu) - TERUNGKAPNYA kasus penyalahgunaan narkoba dengan 5 tersangka di wilayah Kecamatan Pematang Bandar Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara, di sinyalir melibatkan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-A jalan Asahan Batu VI Pematang Siantar   
 
Bermuara dari tertangkapnya 3 terduga pemakai, Arianto Batubara (32), Angga Satria alias Pentil (26) dan Yudi Surya alias Kipli (23). Ketiganya warga Kampung Buntu Nagori Purba Ganda Kecamatan Pematang Bandar Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara. Senin (2/12) pukul 22.30 Wib. 
 
Mereka di tangkap berkat laporan masyarakat, di duga akan melakukan pesta narkoba di gubuk tengah sawah kampung mereka. Ujar Kapolres melalui Kasatres Narkoba yang disiarkan Kasubbag Humas IPTU Lukman Hakim. Rabu (4/12).
 
Setelah diamankan dan di geledah, dari mereka ditemukan, satu (1) kotak permen warna hijau didalamnya berisi lima (5) bungkus plastik klip kecil diduga berisi narkotika jenis sabu dan 6(enam)bungkus plastik klip kecil kosong. 
 
Tiga (3) buah pipet, satu (1) buah kaca pirex, tiga (3) buah mancis, satu (1) unit hp samsung lipat warna hitam, satu (1) buah alat isap sabu (bong) dan satu (1) buah dompet warna hitam.
 
Setelah diinterogasi,Arianto Batubara mengaku mendapatkan barang bukti di duga sabu seberat 1.01 gram bruto dari pria bernama Riko Ardian di Kampung III Nagori Purba Ganda. 
 
Atas pengakuan Arianto Batubara, Satres Narkoba langsung memburu Riko Ardian warga Kampung III Nagori Purba Ganda Kecamatan Pematang Bandar dan berhasil diamankan dari rumah orang tuanya pada pukul 23.00 Wib. 
 
Didampingi kepala dusun (kadus) petugas menggeledah rumah Riko Ardian,  ditemukan, satu (1) dompet kecil berisi enam belas (16) paket kecil di duga berisi sabu, satu (1) paket plastik klip berisi di duga sabu. 
 
Kemudian lima (5) plastik klip besar, kosong. Satu (1) tas, dua (2) gunting, satu (1) mancis, satu (1) buku catatan penjualan narkoba jenis sabu, satu (1) HP Android warna hitam, satu (1) timbangan digital, satu (1) bungkus plastik klip besar berisi plastik klip kosong dan dua (2) lembar tissu. 
 
Selanjutnya berdasar pengakuan Riko Ardian Satres Narkoba Polres Simalungun menangkap Suheri Purba alias Heri (40) warga desa Pematang Rejo Nagori Bandar Kecamatan Pematang Bandar Kabupaten Simalungun. Selasa (3/12) pukul 02.30 Wib
 
Dengan tertangkapnya Suheri Purba alias Heri dari rumah orang tuanya, pengembangan mengarah ke warga binaan (napi) di Lapas kelas IIA jalan Asahan Batu VI Pematang Siantar dengan tertangkapnya Suheri Purba alias Heri. 
 
Dari Riko Ardian di dapat pengakuan bahwa barang bukti sabu sabu seberat 10.08 gram adalah miliknya yang di peroleh dari Suheri Purba setelah di pesan dari Syamsul Purba napi Lapas kelas IIA Pematang Siantar. Katanya. 
 
Sebelumnya, Usai mengamankan Suheri, petugas didampingi adik Suheri menggeledah seisi rumah. Petugas menemukan satu (1) plastik klip besar berisi empat (4) pladtik klip sedang berisi di duga sabu seberat 1.59 gram bruto, 
                 
Kemudian, uang sebanyak Rp 150 ribu rupiah, dua (2) plastik klip besar kosong, satu (1) dompet hitam berisi KTP dan ATM atas nama Suheri Purba serta satu (1) unit kunci sepeda motor jenis Vario. 
 
Kemudian Suheri Purba alias Heri diinterogasi. Suheri mengakui sabu sabu yang diserahkannya kepada Riko Ardian dan sabu yang dimilikinya diperoleh dari seorang pria bernama Rahmat setelah komunikasi dengan Syamsul Purba Napi Lapas Batu VI, yang memerintahkan Suheri untuk mengambil sabu dari Rahmat. 
 
Kembali Satres Narkoba melakukan perburuan terhadap nama yang di sebut Suheri. Namun target tidak dapat ditemukan. 
 
Diakhir keterangan Humas, ke lima di duga jaringan narkoba ini di boyong ke Kantor Sattres Narkoba Polres Simalungun beserta semua barang bukti untuk menjalani penyidikan lanjut dan proses hukum berlaku(*)
 
(BM-AHS)
LANGKAT, Polmas Poldasu– Rubiah (20) Warga Tanjung Pura Kabupaten Langkat, yang tewas mengenaskan, di tempat kosnya, di Jalan Punak No.38, Simpang Jalan PWS, Kelurahan Sei Putih Timur Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, pada Rabu,(4/12/2O19) sekira pukul 09.00 wib, sudah di kebumikan.
 
Sebelumnya diketahui, Jasad korban Rubiah, oleh pihak Kepolisian Polrestabes Medan, sempat melakukan otopsi.
 
Usai pemeriksaan, jasad korban dibawa keluarga pulang ke Tanjung Pura, Langkat, dan tiba dikediaman, di Desa Karya Maju sekitar pukul 02.00 Wib.
 
Oleh keluarga koban dan masyarakat keesokan harinya, kemudian melakukan fardhu kifayah terhadap zasad Rubiah, yakni dengan cara memandikan, mengkafani, menyolatkan dan menguburkan jenazah.
 
Usai proses fardhu kifayah, Edi Syahpurta yang ditanya, awak media, terkait peristiwa yang menimpa keluarganya mengatakan, agar pelaku si pembunuh ditangkap, dan diberi hukuman setimpal, sesuai hukum yang berlaku.
 
“Saya tidak menyangka, kenapa anak saya ini diperlakukan seperti ini, yang seharusnya tidak terjadi.
 
Saya tau kematian anak saya setelah diberi tahu teman, karna foto anak saya sudah beredar di media sosial (Medsos).
 
Saya berharap, dengan peristiwa ini, pihak Kepolisian segera melakukan penangkapan terhadap pelaku pembunuhnya, dan pelakunya  di berikan hukuman setimpal, sesuai hukum yang berlaku,” ungkapnya ayah kandung korban, kepada wartawan, Kamis (5/12/2019) ketika ditemui, dikediaman rumah duka korban, di Desa Karya Maju, Kecamatan Tanjung Pura, Langkat.
 
Dia anak saya paling kecil, dan saya merasa kehilangan dia, sebut Edi Sahputra, dengan raut wajah sedih.
 
Informasi dihimpun awak media ini, almarhum Rubiah merupakan janda muda beranak satu.
 
Almahumah merupakan anak paling kecil dari 5 bersaudara, dari pasangan suami istri (Pasutri) Jamiah (53) dan Edi Sahputra (55). Almarhumah memiliki 1 orang anak, serta 2 orang kakak kandung dan 2 orang abang kandung.(Syahrial).
 

Tarutung 04-Des-2019 (Polmas poldasu) - Untuk mengatasi banjir di sekitar jalan D.I. Panjaitan, Tarutung yang disebabkan luapan Sungai Aek Ristop, saat ini sedang dilakukan normalisasi dengan menggunakan alat berat di hilir Aek Ristop yang merupakan pertemuan dengan Sungai Aek Sigeaon. (Rabu, 04/12/19).

Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan, M. Si menurunkan excavator dan meninjau langsung kondisi tersebut agar masalah banjir ini dapat segera ditangani.

Meluapnya sungai Aek ristop mengakibatkan terhalangnya saluran drainase pada beberapa lokasi di jalan D.I Panjaitan, dimana tujuan akhir buangan drainase adalah ke sungi Aek Ristop.

Bupati yang didampingi Kepala Badan Bencana Penanggulangan Bencana Daerah Bonggas Pasaribu, beberapa OPD terkait, Camat Tarutung Reinhard Lumbantobing dan beberapa Kepala Desa, juga meninjau beberapa titik sekitar Sungai Aek Ristop serta kondisi Irigasi Hasak I dan Hasak II di Sungai Aek Situmandi.

Bupati menginstruksikan apabila curah hujan sudah berkurang agar segera dibuat bronjong dan kembali diturunkan alat berat untuk menggeser batu batu besar yang longsor sehingga bronjong aman. "Selain beberapa upaya penanganan masalah banjir ini, kita juga akan melakukan beberapa upaya untuk mengatasi kendala kekurangan air irigasi persawahan masyarakat," tegas Bupati.

Pada lokasi yang berbeda, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara juga melakukan berbagai upaya untuk mengatasi banjir terutama di sepanjang jalan Sisingamangaraja dan Jalan DI Panjaitan.

Pada kesempatan tersebut, Asisten Tata Pemerintahan dan Kesra Parsaoran Hutagalung bersama Kepala Satpol PP Rudi Sitorus, Dinas PU-PR dan Dinas Lingkungan Hidup melakukan pembersihan drainase terutama gorong-gorong yang tersumbat sedimen dan sampah dengan dibantu mobil pemadam kebakaran.

Frish h silaban.

Page 1 of 42
© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo