BPN TEGASKAN LAHAN GARAPAN DI BAHSORMA DAN GURILLA HGU AKTIF MILIK PTPN III

By JS November 19, 2021 37

Pematangsiantar, (POLMAS)

Sudah tak terbantahkan lagi jika lahan yang berada di Kelurahan Basorma dan Gurilla Kecamatan Siantar Sitalasari yang selama ini diolah oleh para penggarap merupakan HGU aktif milik PTPN III unit Kebun Bangun Pernyataan ini disampaikan dengan tegas petugas BPN dalam rapat kordinasi bersama Forkopimca Kecamatan Siantar Sitalasari Rabu (17/11) diaula Kantor Camat Siantar Sitalasari Rapat yang dihadiri Kapolsek Siantar Martoba AKP. Amir Mahmud Danramil Siantar Barat Kapten Suheri Camat Siantar Sitalasari Abdiriadi  Siregar, S.Stp dan unsur Forkopimca serta pihak dari BPN Kota Pematangsiantar diwakili Kasi I Eko Pramono dan Elfijar sedangkan dari BPN Simalungun diwakili Raya Tamba Dalam rapat Forkopimca beserta jajarannya BPN Kota Pematangsiantar dan Simalungun dengan tegas menyatakan bahwa lahan yang diolah penggarap di Kelurahan Gurilla dan Bahsorma Kecamatan Siantar Sitalasari Merupakan HGU aktif dan sah menurut hukum  milik PTPN III Unit Kebun Bangun "BPN sudah memenuhi undangan hadir kembali menjelaskan apa yang harus dijelaskan kepada masyarakat tapi karena tidak ada masyarakat disini, kami tetap menegaskan karna satu hal bahwa PTPN menguasai berdasarkan sertifikat no 1/Kota Pematangsiantar, jadi ini HGU aktif,"terang Efrijal

Terpisah Konsultan Hukum PTPN III Ramces Pandiangan, SH., MH., saat dikonfirmasi awak media Rabu (17/11) terkait adanya coretan disertifikat dari no 3 menjadi nomor 1 menjelaskan "Harus dibedakan antara perubahan yang dilakukan sebelum akta ditandatangani dan setelah akta ditandatangani, perubahan yang dilakukan sebelum akta ditandatangani disebut dengan renvoi,"terangnya Masih menurut ramces jika akta telah ditandatangani, perubahan yang dapat dilakukan adalah pembetulan kesalahan tulis dan/atau kesalahan ketik yang terdapat pada Minuta Akta yang telah ditandatangani atau perubahan yang tidak substansial,  jika kita jual tanah dengan alas hak sertifikat hak milik, BPN tidak serta merta menerbitkan sertifikat hak milik yang baru melainkan dengan mencoret pemilik pertama berobah menjadi pemilik kedua dengan cara membuat berita acara "Hal ini sudah beribu kali saya jelaskan kepada penggarap, bahwa perobahan ini sudah ada berita acaranya, Jadi sertifikat HGU PTPN III no 1 Pematangsiantar sah demi hukum, akan tetapi para penggarap berlaku arogan dan tidak mau menerima penjelasan dari BPN Siantar Simalungun, kalo saya bilang manusia bebal,"beber ramces "Para penggarap tau negara kita negara hukum, jika memang mereka merasa memiliki dengan alas hak yang jelas Silahkan laporkan saya, tapi jika para penggarap yang melanggar hukum harus siap juga menghadapi konsekuensinya, setiap pelanggaran ada ganjaran yang harus di tanggung,"pungkas ramces (JS)

© 2021 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved