Poldasu Tetapkan 3 Tersangka OTT di Dinas Perkim Labuhanbatu

By March 04, 2020 109
 
Medan (POLMAS) - Polda Sumut menetapkan tiga orang yang tertangkap tangan dalam dugaan kasus pungli atas proyek pengadaan pekerjaan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Labuhan Batu TA 2019 sebagai tersangka.

Penetapan ketiganya sebagai tersangka setelah pihak kepolisian melakukan penangkapan dan pemeriksaan. Hal tersebut dikatakan Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan saat dikonfirmasi, Selasa (3/3/2020).

"Sedang kita sidik dan sudah ditetapkan sebagai tersangka (ketiganya)," ujarnya. Ketiganya yang ditetapkan tersangka yakni Zefri Hamsyah yang merupakan staf PNS  di Bagian Umum Dinas Perkim Kabupaten Labuhan Batu (selaku penerima). Kurnia Ananda berperan supir yang mengantarkan penerima dan Paisal Purba yang merupakan Kadis Perkim Labuhan Batu.

Saat disinggung soal apakah nantinya ada tersangka lainnya serta sudah berapa kali melakukan dugaan pungli, namun, pihaknya belum dapat merincikan terkait operasi tangkap tangan di Dinas Perumahan dan Permukiman di Labuhanbatu pada Senin (2/3/2020) kemarin.

Seperti diberitakan sebelumnya, Direktorat Kriminal Khusus kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini petugas melakukan OTT di Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) di Labuhanbatu pada Senin (2/3/2020) kemarin.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, sebanyak tiga orang diamankan petugas di Cafe Millenial Jalan Sisingamangaraja Kabupaten Labuhanbatu, sekitar pukul 13.30 WIB.

Dari hasil operasi OTT itu, petugas menyita barang bukti uang tunai Rp40 juta dan cek bertuliskan ratusan juta rupiah. Direktur Reskrimsus Polda Sumut Kombes Pol Rony Samtana ketika dikonfirmasi membenarkan adanya OTT ini.

"Ya memang benar," kata dia lewat telepon seluler, Senin (2/3/2020). Informasi lain yang berhasil didapat, dalam kasus tersebut, pihaknya menangkap tiga oknum PNS Dinas Perkim Kabupaten Labuhan Batu. "Kalau Kadisnya yang memerintahkan Zefri dan Kurnia untuk mengambil uang di lokasi penangkapan," ungkap.

Lebih lanjut dikatakan Dirkrimsus, ketiga pria yang diamankan diduga melanggar tindak pidana korupsi terkait pungli untuk mempercepat proses pembayaran 100 persen atas proyek pengadaan pekerjaan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Labuhan Batu TA 2019.

"Masih kita periksa dulu, sabar ya," jelasnya. Dalam pengungkapan kasus OTT ini, petugas kepolisian Polda Sumut berhasil mengamankan uang tunai sebesar Rp 40 juta.

Uang tersebut dikabarkan dimasukkan dalam amplop coklat yang bertuliskan Ilham Nasution, PT Telaga Pasir Kuta dan cek yang bertuliskan Rp 1.445.000.000. Hingga kini petugas masih menyelidiki terkait penangkapan tiga oknum tersebut di mapolda Sumut.(Red)
 
© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo