Sempat Menghilang Selama 17 Bulan. Salah Satu Dari 4 (Empat) Orang Pelaku Pemukulan Pengeroyokan Duniaman Pasaribu Berhasil Diamankan

By August 12, 2019 347
Pasar Baru- Bosar Maligas (Tb. Polmas Poldasu) - (R) Salah satu dari 4 (empat) orang pelaku pemukulan dan pengeroyokan Duniaman Pasaribu (30) warga Huta III, Dusun Pengkolan, Kec. Bosar Maligas, Kab. Simalungun berhasil di amankan oleh Mapolsek Pasar Baru hari Rabu, tanggal (17/07/19), sekira pukul 10.00 wib.
 
Dan saat ini pelaku berinisial R sudah diproses di Mapolsek Pasar Baru dan juga sudah di bebaskan (penangguhan penahanan) oleh Mapolsek Pasar Baru tanpa adanya perdamaian antara korban dan pelaku (7/8/2019).

Untuk mengetahui kejadian sebenarnya, awak media langsung melakukan konfirmasi kepada Korban, dan korban menceritakan kronologis kejadianya, " Awal kejadiannya pada hari Kamis, tanggal  22 maret 2018, sekira pukul 17.30 wib,  yang lalu. Saya Duniaman Pasaribu (30),  bersama Suherwin (saksi). Pergi memberi makan ikan di kolam,  tepat nya di jembatan Maligas B Kampung Rendahan, kami bertemu 4 (empat) Pemuda.

Salah seorang dari 4 (empat) orang pemuda itu berteriak " woy apa kau nengok-nengok" Karena takut kamipun tancap gas. Lalu ke 4 (empat) orang ini mengejar kami sampai ke perumahan maligas A tepatnya di jalan umum samping lapangan bola. 
 
Mereka langsung memepet sepeda motor kami hingga membuat kami terjatuh. Lalu salah seorang pelaku langsung memukul wajah saya dan ketiga temannya pun langsung ikut memukuli dan saya terjatuh langsung mereka memijak-mijak saya. Sampai mereka capek barulah berhenti memukuli dan memijak-bijak saya. Dari perbuatan 4 orang pelaku saya  mengalami pening-pening dikepala, Luka memar pada kaki sebelah kanan, pinggang lecet, luka lecet pada siku kiri dan kanan. 
 
Sesampai dirumah saya menceritakan kejadian tersebut kepada orang tua dan selanjutnya saya membuat laporan ke Polsek Pasar Baru. tutur korban.
 
Pada hari Rabu tanggal (7/8/19), Duniaman Pasaribu (30) tahun memperlihatkan kepada awak media berkas pengaduan yang telah diterimanya dari Mapolsek Pasar Baru berupa Surat Laporan .STPL. 40/III/2008/SU/SIMAL/Sek. Bosar. Tanggal 22 Pebruari 2018 dan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan/penyidikan Nomor : B/32 1/III/2018/BM. tanggal 27 Maret 2018. yang mana berisikan rujukan Surat Perintah Penyidikan SP. Dik/40/III/2018, tanggal 22 Maret 2018, dengan sangkaan pasal 170 yo 351 KUHAPidana, dan Surat Perintah Penangkapan terhadap masing-masing tersangka tanggal 24/03/2018.
 
Lebih lanjut Duniaman Pasaribu selaku korban menuturkan kepada awak media bahwa salah satu pelaku sudah diamankan di Mapolsek Pasar Baru sekitar hari rabu, tanggal (17/07/19), sekira pukul.10.00 wib. Dan sekarang sudah dibebaskan bang. tuturnya.
 
Mendengar penuturan Korban. Awak media melakukan konfirmasi pada hari Rabu, tanggal (7/8/19), sekira pukul 08.00 wib kepada Humas Polsek Pasar Baru" Selamat pagi komandan. Izin konfirmasi komandan terkait STPL pelapor Duniaman Pasaribu. Pelaku an.(R) DKK, kejadian 22 maret 2018 yang mana pelaku sudah diamankan pihak mapolsek pasar baru lebih kurang 3 minggu yang lalu (17/07/19),
 
Namun menurut informasi yg saya terima pelaku sudah ditangguhkan penahannya. Sementara antara korban dan pelaku belum melakukan perdamaian.? Dan apakah dalam penangguhan tersebut sebelumnya sudah dipertimbangkan pihak mapolsek pasar baru sementara dari informasi yang saya terima dari korban.
 
Korban melakukan pelaporan 22 maret 2018, pelaku sudah tidak ada dirumahnya dan baru 3 minggu yg lalu pelaku diamankan oleh pihak mapolsek pasarbaru (rentang waktu yg cukup lama untuk pihak mapolsek Pasarbaru melakukan pengembangan dan penangkapan). Izin komandan kiranya dapat memberikan penjelasannya? tks.
 
Konfirmasi humas kepada awak media " Bos aku sedang dirumah sakit adam malik medan. Karena orang tua sedang sakit. Lalu awak media meminta nomor handphone Jupernya kepada pak humas. Dan langsung dikirimkan pak humas.
 
Lebih lanjut awak media melakukan konfirmasi melalui via whatsapp kepada Juper yang menangani perkara ini sekira pukul 08.16 wib, namun sampai berita ini dilansir ke redaksi Juper belum membalas walaupun pesan sudah dibaca. 
 
Disisi lain Pemerhati Hukum Syahrial Sirait. SH angkat bicara " Saya sangat memberikan apresiasi kepada pihak Mapolsek Pasar Baru yang sudah melakukan tugasnya dengan baik dan pelaku diberikan dugaan sangkaan pasal 170 Yo 351 KUHAPidana. 
 
Namun setelah kejadian tersebut ke 4 (empat) orang pelaku langsung melarikan diri, dan pihak Mapolsek Pasar Baru melakukan penhejaran terhadap ke 4 orang pelaku selama 17 bulan dan berhasil mengamankan salah satu pelaku (R) pada hari Rabu, tanggal (17/07/19, sekira pukul 10.00 wib. 
 
Yang mana setelah itu pelaku (R) sudah ditahan di Mapolsek Pasar Baru tak lama pelaku diberikan penangguhan penahanan oleh Mapolsek Pasar Baru.  Dalam hal juklak proses penangguhan penahanan untuk tersangka memang benar adalah kewenangan dari pihak Kepolisian. Dimana kemungkinan berdasarkan alasan subjektif dan obje tifnya.
 
Namun mengingat, menimbang dan memperhatikan para pelaku tidak kooperatif terhadap apa yg di perbuatnya kepada korban dan 17 (tujuh belas) bulan lamanya mereka melarikan diri. Rentang waktu penangkapan yang cukup lama yang dilakukan Mapolsek Pasar Baru terhadap ke 4 orang pelaku. Mungkin dengan hal tersebut bisa menjadi bahan pertimbangan pihak Mapolsek Pasar Baru untuk tidak memberikan penangguhan penahanan terhadap pelaku yang diamankan. 
 
Dikhawatirkan kalau si pelaku bebas berkeliaran (tidak ditahan)  dan dilihat oleh si korban ataupun keluarga korban akan terjadi pemukulan kepada pelaku dan begitu juga sebaliknya. Sehingga mengakibatkan perkara yang baru. Kalau seandainya terjadi hal tersebut siapa yang akan bertanggung jawab? Ucapnya.
 
Disisi lain P (40). Yang mana salah satu keluarga dari pihak korban mengharapkan kepada Pihak Kepolisian yang menangani perkara ini agar menahan pelaku di Mapolsek Pasar Baru dan melanjutkan serta melimpahkan segera perkara ini kepada pihak kejaksaan, agar tidak berlarut-larut dan kamipun mendapatkan kepastian hukum.harapnya.
 
Lebih lanjut P(40) menambahkan kami sebagai keluarga korban sangat keberatan dan kecewa dengan proses hukum yang dilakukan oleh Mapolsek Pasar Baru dalam menangani perkara kami  ini dan kami akan buatkan juga laporannya kelada KAPOLDA SUMUT. tambahnya. (Redaksi/time)
Last modified on Monday, 12 August 2019 15:37
© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo