Rentan Melarikan dan Buang Anggaran, 27 Terpidana Mati di Sumut Belum Dieksekusi

By March 12, 2019 47
Medan (POLMAS) - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara menyebutkan terdapat 27 terpidana mati yang belum dieksekusi hingga bulan Maret 2019 di wilayah hukum Kejaksaan di Sumut.
 
Informasi yang dihimpunpara terpidana mati ini meliputi dua jenis yaitu tindak pidana narkotika sebanyak 17 terpidana dan tindak pidana terhadap orang dan harta benda (pembunuhan) sebanyak 10 terpidana
 
Ketujuh belas kasus tersebut ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan, Kejari Tanjungbalai, Kejari Rantauprapat, Kejari Gunungsitoli, Kejari Telukdalam dan Kejari Langkat.
 
Kasi Penkum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian mengungkapkan penyebab para terpidana mati ini masih belum dieksekusi karena masih berjalannya kasus.
 
"Jadi ini data yang belum diekseskusi masih karena masih menunggu putusan inkracht ini yang ada di wilkum Kejati Sumut. Alasannya berbeda-beda, tapi kebanyakan ada yang mengajukan upaya hukum baik banding, kasasi, PK hingga Grasi itu yang membuat belum bisa dieksekusi. Bahkan juga ada yang sudah meninggal dunia," katanya kepada Tribun, Senin (11/3/2019) di Kantor Kejati Sumut, JL. AH Nasution, Medan.
 
Ia membeberkan bahwa kekuatan hukum untuk bisa mengeksekusi para terpidana mati ini harus memiliki putusan dari Mahkamah Agung sebagai peradilan tertinggi.
 
"Kita lihat karena memang itu hak mereka untuk melakukak upaya hukum banding, kasasi, pk bahkan meminta grasi. Kita sebenarnya ingin segera mengekseskusi tapi karena memang belum turun putusan sama kita. Karena dasar kita eksusi terpidana adanya putusan dari pengadilan. Bahkan hampir semua Upaya hukumnya mereka sampai pk belum turun putusan dari Mahkamah Agung," tegas Sumanggar.
 
Sumanggar menjelaskan pihaknya terus berkoordinasi baik dengan Mahkamah Agung, Kemenkumham dan Kepolisian yang memiliki peran untuk bisa melakukan eksekusi.
 
"Ya upaya kita tetap berkonsolidasi untuk segera mengekseskusi. Harus berkoordinasi pihak MA, Kemenkumham dan Kepolisian. Kalau nantinya sudah ada putusan dari Mahkamah Agung pasti kita eksekusi sesuai dengan kesepakatan penegak hukum lainnya," terangnya.
 
Bahkan, ia menyebutkan sebagian kasus tersebut ada yang sampai belasan tahun karena masih menunggu putusan grasi dari Presiden.
 
"Enggak cepat prosesnya bisa sampai belasan tahun ini bahkan ada yang dari tahun 2005 belum dieksekusi. Karena memang menunggu grasi ini lama, karena manatahu bisa diampuni kesalahannya oleh Presiden, itukan dari hak preorigratif Presiden untuk mengeluarkan itu. Mulai dari grasi sampai amnesti," jelasnya.
 
Lebih lanjut, Sumanggar mengakui pihaknya tetap melakuakan pengawasan ketat untuk para terpidana mati.
 
"Kita pastikan mereka tetap ada dalam pengawasan karena memang perkara mati ini memang menarik perhatian semua khalayak, kami pastikan tidak keluar. Karena untuk eksekusi itu kami serahkan ke lapas. Biasanya kalau hukuman mati itu biasanya dibuat di LP Nusa Kambangan atau LP Cipinang seperti kasus terpidana mati warga Afrika sudah ada di Nusa Kambangan," pungkasnya.
 
Sementara, Kalapas Tanjung Gusta, Budi Argap Situngkir memaparkan bahwa dengan lamanya para terpidana mati dieksekusi menyebabkan rentannya para tahanan tersebut untuk kabur.
 
"Ada sekitar 20-an ada di Lapas kita, Sebaiknya memang hukuman mati itu ya secepatnya lah. Emang siapa yang enggak galau udah tahu dihukum mati enggak niat lari. Kalau niat lari dia ya normal sekali, ayam saja kalau tahu mau dipotong lari masa manusia enggak mau lari. Makanya kita capek jagainnya," cetusnya.
 
Bahkan, ia menuturkan semakin berlarutnya para terpidana mati ini dieksekusi malah membuat kerugian negara yang cukup besar.
 
"Karena untuk apa ngabisi anggaran lagi lama-lama itu di lapas. Itu tadi bahkan 10 tahunan saja itu, kita misalkan satu tahun 365 hari dikali uang makan misalnya perorang 20 ribu sehari sudah mencapai 75 juta. Itu uda bisa menghemat uang negara seharusnya," cetusnya.
 
Budi mengaku miris dengan track record dalam penanganan eksekusi para terpidana mati ini. Ia mengakui seharusnya dalam jangka waktu 5 tahun setiap perkara pidana mati ini bisa diselesaikan.
 
"Jadi enggak ada cerita kalau dia harus belasan tahun, kalau upaya hukum dia sudah terlewati sudah bisa dilaksanakann eksekusi itunya itu yang benar. Untuk itu ya harusnya grasi atau PK nya segeralah dilakukan. Kalau memang pengampunan kasih pengampunan, ya harusnya batasnya 5 tahun sudah harus jelaslah, masa proses hukum 5 tahun enggak selesai-selesai," tegasnya.
 
Bahkan untuk para terpidana mati ini, Budi menambahkan bahwa pihaknya melakukan penjagaan super ketat agar para terpidana tidak melarikan diri.
 
"Iyalah pengawasan lebih daripada yang lain nanti lari apa enggak rame kali itu. Karena memangkan ini kategori resiko tinggi. Karena menunggu harus grasi kan politis sekali, jadi melakukan eksekusi enggak sembarang karena bakal rame. Makanya jadi lama, kalau kita hanya melaksanakan sajanya dan menerima. Katanya besok jaksa mau eksekusi kita siap karena itukan titipan mereka ke kami," tuturnya.
 
Selain itu, Budi juga menjelaskan upaya untuk para terpidana mati adalah pembinaan kepribadian secara spritualitas ibadah.
 
"Makanya terhadap hukuman mati tidak dilakukan pembinaan kemandirian, yang ada hanya pembianaan kepribadian yaitu ibadah untuk menguatkan dia secara spritualitas di Masjid dan Gereja. Caranya dengan ibadah yang supaya dia tenang. Kita ingatkan bahwa semua manusia akan mati, ya paling kuatkan itu," tutup Budi.
 
Berikut data para terpidana mati yang dirilis Kejati Sumut:
 
Kasus Tindak Pidana Narkotika:
 
1. Nama: Okonkwo Nonso Kongleys
Pasal: Pasal 82 ayat (1) huruf a UU RI No.22 Tahun 1997 Tentang Narkotika
Kasus: Membawa 69 kapsul berisi Heroin dengan berat keseluruhan 1,18 Kg yang masukan di dalam perut terpidana
Tuntutan: Pidana Mati
Putusan PN: Pidana Mati
Putusan PT: Pidana Mati
Putusan MA: Kasasi ditolak Pidana Mati
PK: PK ditolak Pidana Mati
Grasi: Tidak mengajukan Grasi 
Keterangan: Perkara tersebut sudah berkekuatan hukum tetap sejak tanggal 16 Februari 2005
 
2. Nama: Syukri
Pasal: 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika
Kasus: Melakukan percobaan menerima Narkotika Golongan I, barang bukti sabu sejumlah 52.1022 gram pada 8 Mei 2015
Tuntutan: Pidana Mati
Putusan PN: Pidana Mati
Putusan PT: Penjara 20 tahun penjara
Putusan MA: Pidana Mati
PK: Melakukan peninjauan kembali dengan amar 20 tahun, denda 1 M subsidi 6 bulan
Keterangan: Mengajukan PK Amar putusan menjadi 20 tahun denda 1 M subs 6 bulan
 
3. Nama: Daud Alias Athiam
Pasal: 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika
Kasus: Pengiriman paket 45 kotak kardus berisi 270 tabung filter air dimana 265 filter air didalam nya masing-masing bungkusan kristal putih Narkotika
Tuntutan: Pidana Mati
Putusan PN: Pidana Mati
Putusan PT: Pidana Mati
Keterangan: Meninggal dunia
 
4. Nama: Lukmansyah Saputra
Pasal: 114 ayat (2), pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009 Tentang Narkotika
Kasus: Pengiriman paket 45 kotak kardus berisi 270 tabung filter air dimana 265 filter air didalam nya masing-masing bungkusan kristal putih Narkotika
Tuntutan: Pidana Mati
Putusan PN: Pidana Mati
Putusan PT: Pidana Mati
Keterangan: Belum dieksekusi (menunggu putusan pengadilan tinggi)
 
5. Nama: Ayau
Pasal: 114 ayat (2), pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009 Tentang Narkotika
Kasus: Pengiriman paket 45 kotak kardus berisi 270 tabung filter air dimana 265 filter air didalam nya masing-masing bungkusan kristal 
putih Narkotika
Tuntutan: Pidana Mati
Putusan PN: Pidana Mati 
Keterangan: Belum bisa dimintai keterangan karena saat ini berada di BNN Jakarta
 
6. Nama: Jimi Saputra
Pasal: 114 ayat (2), pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009 Tentang Narkotika
Kasus: Bertempat di pergudangan Jade City Square Jl. Yos Sudarso menerima Narkotika Golongan I seberat 270.227,8 gram pada 17 Oktober 2015 
Tuntusan: Pidana Mati
Putusan PN: Pidana Mati
Putusan PT: Pidana Mati
 
7. Nama: Amrih Prayoga
Pasal: Pasal 114 ayat (2) No.35 tahun 2009 tentang Narkotika pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika
Kasus: Membawa 1 goni plastik berisikan 25 bungkus plastik narkotika jenis sabu sabu seberat 25 kg dan bungkus plastik berisikan narkotika jenis pil ekstasi sebanyak 30.000 seberat 10 kg
Tuntutan: Pidana Mati
Putusan PN: Pidana Mati
Putusan PT: menguatkan putusan pengadilan negeri
Putusan MA: Pidana Mati
Keterangan: mengajukan penyampaian terpidana pada tanggal 13 Desember 2018
 
8. Nama: M.Rizal
Kasus: Tindak pidana Narkotika Primair melanggar pasal 114 ayat (2) No.35 tahun 2009 tentang Narkotika pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika
Kasus: Membawa barang bukti berupa 3 plastik berisi narkoti dengan sebutan sabu seberat 2.269,54 gram, 1 plastik berisi 46.848 butir narkotika pil ekstasi
Tuntutan JPU: Pidana Mati
Putusan PN: Pidana seumur hidup
Putusan PT: Pidana Mati
Putusan MA: Pidana Mati
Keterangan: disampaikan pada tanggal 13 Desember 2018
 
9. Nama: Zahrul Munawar
Pasal: Tindak pidana Narkotika Primair melanggar pasal 114 ayat (2) No.35 tahun 2009 tentang Narkotika pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika
Kasus: Membawa barang bukti berupa 3 plastik berisi narkoti dengan sebutan sabu seberat 2.269,54 gram, 1 plastik berisi 46.848 butir narkotika pil ekstasi
Tuntutan JPU: Pidana Mati
Putusan PN: Pidana Seumur hidup
Putusan PT: Pidana Mati
Putusan MA: Pidana Mati
Keterangan: Belum dieksekusi
 
10. Nama: Guntur alias Ucok
Pasal: Narkotika pasal 113 ayat (2), pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009
Tuntutan JPU: Seumur Hidup
Putusan PN: Pidana Mati
Putusan PT: Menguatkan putusan PN
Keterangan: Menolak permohonan kasasi
 
11. Nama: Halim Nasution alias Alem
Pasal: Narkotika pasal 113 ayat (2), pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009
Tuntutan JPU: Seumur hidup
Putusan PN: Pidana mati
Putusan PT: Menguatkan putusan PN
Putusan MA: Tidak dapat diterima permohonan Kasasi dari pemohon Kasasi II
Keterangan: Lembaga permasyarakatan kelas II B tanjung Balai
 
12. Nama: Didit Prasetyo alias Wak Men
Pasal: Narkotika pasal 113 ayat (2), pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009
Tuntutan JPU: Seumur hidup
Putusan PN: Pidana Mati
Putusan PT: Menguatkan putusan PN
Putusan MA: menyatakan tidak dapat diterima permohonan kasasi dan pemohon kasasi II
Keterangan: Lembaga permasyarakatan kelas II B Tanjung Balai
 
13. Nama: M. Adnan alias Sahdan
Pasal: Narkotika pasal 114 ayat (2), pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009
Tuntutan JPU: Pidana Mati
Putusan PN: Pidana Mati
Putusan PT: Menguatkan putusan PN
 
14. Nama: Efendi Salam Ginting alias Pendisa Ginting
Pasal: Narkotika pasal 114 ayat (2), pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009
Tuntutan JPU: Pidana Mati
Putusan PN: Pidana Mati
Putusan PT: Menguatkan putusan PN
Putusan MA: Masih menunggu putusan kasasi
Keterangan: Menunggu putusan kasasi 08 Agustus 2015, LP kelas II Tanjung Balai
 
15. Nama: Musta-Jab
Pasal: Narkotika pasal 114 ayat (2), pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009
Tuntutan JPU: Pidana Mati
Putusan PN: Pidana Mati
Putusan PT: Menguatkan putusan PN
Putusan MA: Masih menunggu putusan Kasasi
Keterangan: Menunggu putusan kasasi 15 Juni 2015, LP Kelas II Tanjung Balai
 
16. Nama: Tugiman alias Toge
Pasal: Narkotika pasal 114ayat (2), pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009
Kasus: Barang bukti 21,425 kg sabu dan 44.849 ekstasi.
Narkotika sabu seberat 87,7 kg
Tuntutan JPU: Pidana Mati
Putusan PN: Pidana Mati
Keterangan: Sudah berada di LP Nusa Kambangan
 
17. Nama: Udo Tohar alias Tohar
Pasal: Narkotika pasal 114 ayat (2) UU RI No.35 tahun 2009
Kasus: Terdakwa telah menyuruh Julianto untuk mengambil barang berupa satu karung goni plastik yang berisi narkotika jenis sabu sebanyak 17 bungkus dengan berat 17.445 gram dan barang bukti sabu seberat 17 kg
Tuntutan JPU: Pidana Mati
Putusan PN: Mati
Keterangan: Akan mengajukan Grasi sesuai dengan berita acara penyampaian hak terpidana untuk mengajukan penyampaian hak-hal terpidana pada tanggal 13 Desember 2018
 
Tindak pidana terhadap orang dan harta benda (pembunuhan):
KN Rantau Prapat
 
1. Nama: Suwandi/Andi/Adi
Pasal: Primair Kesatu pasal 340 KUHP dan kedua pasal 80 ayat (3) UU No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak
Tuntutan: Pidana Mati
Putusan PN: Pidana Mati
Putusan PT: Menguatkan putusan PN
Putusan MA: Menolak permohonan kasasi dari terdakwa
PK: Terpidana belum mengajukan PK
Grasi: Terpidana belum mengajukan grasi
Tempat terpidana ditahan: Rutan Rantau Prapat dan telah dipindahkan ke Rutan Tanjung Gusta Medan
Ditahan sejak: 23 Juni 2011
Lama: 3 tahun 9 bulan
Keterangan: Belum mengajukan PK dan Grasi
 
2. Nama: Fatijanolo Laia alias Ama Yupi
Pasal: Pembunuhan berencana dan percobaan pembunuhan pasal 340 dan pasal 53, pasal 388 KUHP
Tuntutan PU: Pidana Mati
Putusan PN: Terdakwa dihukum mati
Putusan PT: Menguatkan putusan PN
Putusan MA: Terdakwa tidak mengajukan upaya hukum kasasi akan tetapi langsung mengajukan Grasi
PK: Terpidana akan mengajukan PK
Grasi: Menolak permohonan grasi
Tempat: Lembaga permasyarakat klas I Batu Nusa Kambangan
Ditahan sejak: 21 Maret 2007 s/d sekarang
Lama: 8 tahun penjara
Keterangan: PK belum turun, grasi ditolak
 
3. Yafona So Lala
Pasal: Pembunuhan berencana pasal 340, pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP
Tuntutan: Pidana Mati
Putusan PN: Pidana Mati
Putusan PT: Menguatkan putusan PN
Putusan MA: Menolak permohonan kasasi
PK: Terpidana belum mengajukan PK
Grasi: ditolak
Tempat: Lembaga permasyarakatan klas I Batu Nusa Kambangan 
Ditahan sejak: 24 November 2006 sampai sekarang
Lama: 8 tahun 4 bulan penjara
Keterangan: Terpidana belum mengajukan PK
 
4. Nama: Bera’ati Laia alias Ina Otuna
Pasal: Pembunuhan berencana pasal 340, pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP
Tuntutan PU: Pidana Mati
Putusan PN: Pidana Mati
Putusan PT: Menguatkan putusan PN
Putusan MA: Menolak permohonan kasasi
PK: Terpidana belum mengajukan PK
Grasi: Terpidana belum mengajukan grasi
Tempat: Lembaga permasyarakatan klas II A wanita Medan
Ditahan sejak: 24 November 2006 s/d sekarang
Lama: 8 tahun 4 bulan penjara
Keterangan: PK dan grasi belum turun
 
5. Nama: Rusula Hia/Ama Sini/ Rusula
Pasal: Pembunuhan berencana pasal 340 subs, pasal 338, pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP
Tuntutan: Pidana seumur hidup
Putusan PN: Pidana Mati
Putusan PT: Terpidana tidak kan banding
Putusan MA: Terpidana tidak mengajukan kasasi
PK: Terpidana belum mengajukan PK
Grasi: Terpidana menyatakan akan mengajukan grasi
Tempat: Lembaga permasyarakatan klas I Batu Nusa Kambangan
Ditahan sejak: 20 September 2012 s/d sekarang
Lama: 2 tahun 6 bulan penjara
Keterangan: Grasi belum turun
 
6. Nama: Yusman Telaumbanua/Ucok/Jonius
Pasal: Pembunuhan berencana pasal 340 subs, pasal 338, pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP
Tuntutan: Pidana seumur hidup
Putusan PN: Pidana Mati
Putusan PT: Terpidana belum mengajukan banding
Putusan MA: Terpidana belum mengajukan kasasi
PK: Terpidana menyatakan akan mengajukan PK
Grasi: Terpidana belum mengajukan grasi
Tempat: Lembaga permasyarakatan klas I Batu Nusa Kambangan
Ditahan sejak: 14 September 2012 s/d sekarang
Lama: 2 tahun 6 bulan penjara
 
7. Nama: Alam Syahal/Lilik
Pasal: Pembunuhan berencana pasal 340, pasal 55 ayat (1) KUHP
Tuntutan: Pidana Mati
Putusan PN: Pidana Mati
Putusan PT: Pidana Mati
Putusan MA: Putusan kasasi belum turun
Tempat: Rutan tanjung gusta
Ditahan sejak: 17 Oktober 2013 s/d sekarang
Lama: 9 bulan
Keterangan: Proses kasasi
 
8. Nama: Rori Rahman/Rori
Pasal: Pertama primari pasal 340, pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan ketiga pasal 80 ayat (3), pasal 76 C UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No.23 Tahun 2002
Tuntutan: Pidana Mati
Putusan PN: Pidana Mati
Putusan PT: Pidana Mati
Putusan MA: Putusan kasasi belum turun
Tempat: Rutan tanjung gusta klas I Medan
Ditahan sejak: Tahun 2016 s/d sekarang
 
9. Nama: Nanang Panji Santoso/ Lanang
Pasal: Pertama primari pasal 340, pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan ketiga pasal 80 ayat (3), pasal 76 C UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No.23 Tahun 2002
Tuntutan: Pidana Mati
Putusan PN: Pidana Mati
Putusan PT: Pidana Mati
Putusan MA: Belum Turun 
Tempat: Rutan tanjung gusta klas I Medan
Ditahan sejak: 2016 s/d sekarang
 
10. Nama: Triyono Yoga Fujiharto
Pasal: Pertama primari pasal 340, pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan ketiga pasal 80 ayat (3), pasal 76 C UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No.23 Tahun 2002
Tuntutan: Pidana Mati
Putusan PN: Pidana Mati
Putusan PT: Pidana Mati
Putusan MA: putusan kasasi belum turun
Tempat: Rutan tanjung gusta klas I medan, ditahan sejak: 2016 s/d sekarang. (rel)
© 2019 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved