Guru Honor Dibunuh, Mayatnya Tanpa Kepala Dalam Koper

By April 04, 2019 47
Jawa Timur (POLMAS) - Mayat seorang pria yang terbungkus koper dan ditemukan di pinggir sungai di Blitar, Jawa Timur, Rabu (3/4/2019) diduga merupakan warga Kota Kediri.
 
Mayat tersebut diduga adalah Budi Hartanto (21), warga Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Budi merupakan seorang instruktur tari sekaligus guru honorer.
 
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Blitar Ajun Komisaris Heri Sugiono membenarkan informasi mayat dalam koper adalah Budi Hartanto warga Kediri.
 
"Betul," kata Heri saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Rabu malam.
 
Meski telah mengungkap dugaan sementara identitas mayat dalam koper yang ditemukan di tepi sungai di bawah jembatan Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, polisi belum menemukan kepala mayat tersebut. 
 
Karena itu, Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono, mengatakan bahwa saat ini polisi masih fokus mencari kepala korban yang diduga guru honorer asal Kediri tersebut. 
 
"Betul, saat ditemukan kondisi mayat korban tanpa kepala dimasukan dalam koper. Sekarang kami fokus mencari kepala korban," kata AKP Heri Sugiono. 
 
AKP Heri mengatakan polisi fokus mencari kepala korban mulai dari rumahnya di Kediri sampai di lokasi penemuan mayat korban di Udanawu, Kabupaten Blitar.
 
Satreskrim Polres Blitar Kota sudah berkoordinasi dengan Polres Kediri Kota untuk mencari kepala korban.
 
"Kami juga berkoordinasi dengan tim Jatanras Polda Jatim," ujarnya.
 
Dikatakannya, polisi sudah mengetahui identitas korban. Korban bernama Budi Hartanto (21), asal Mojoroto, Kota Kediri. Untuk memastikannya, polisi tetap melakukan tes DNA terhadap keluarga korban.
 
"Kami tetap melakukan tes DNA terhadap orang tua korban untuk memastikannya. Kalau identitas korban kami dapatkan dari hasil identifikasi," katanya. 
 
Nasuka, paman Budi Hartanto, menuturkan, pihak keluarga mendapatkan kabar pada Rabu siang dari seorang anggota polisi Kediri yang datang ke rumah duka.
 
"Pak polisinya nanya apa betul ini rumah Budi, lalu perwakilan keluarga disuruh ke Polres Blitar," ujar Nasuka ditemui di rumah duka, Rabu malam.
 
Keyakinan keluarga bahwa korban adalah Budi, Nasuka menambahkan, karena adanya kecocokan data sidik jari yang diambil dari jenazah tersebut.
 
Perwakilan keluarga saat ini juga masih berada di Blitar untuk mengurus jenazah yang tengah menjalani pemeriksaan di RS Mardi Waluyo Blitar.
 
"Bapak Budi dan Pak RT yang jemput," tambahnya.
 
Meski demikian, masih kata paman yang tinggal tidak jauh dari rumah duka ini, keluarga belum mengetahui kapan pemulangan jenazahnya.
 
Selama ini, Budi tinggal bersama keluarganya di Kelurahan Tamanan.
 
Keluarga bertemu terakhir dengan Budi pada Selasa malam selepas Maghrib.
 
Belakangan terungkap, guru honorer itu sempat berkomunikasi dengan seorang rekannya melalui WhatsApp (WA), Selasa (2/4/2019) sekitar pukul 22.55 WIB. 
 
"Itu kontak terakhir korban dengan rekannya yang juga guru," ungkap Nasuha, paman korban, Rabu (3/4/2019) malam.
 
Kontak terakhir korban dengan rekannya terkait dengan obrolan gurauan. Namun setelah kontak terakhir, HP milik korban sudah tidak bisa dihubungi lagi sampai sekarang.
 
Terkait penemuan mayat korban di wilayah Blitar, pihak keluarga tidak memiliki kerabat di Blitar. Namun ada rekan korban yang dari Blitar.
 
Sementara belum diperoleh kabar kapan jenazah korban dipulangkan ke Kediri. Apalagi sampai saat ini kepala korban masih belum ditemukan. 
 
"Jenazahnya dikenali dari sidik jarinya. Kami belum tahu kapan jenazahnya dipulangkan," jelasnya.
 
Korban Budi Hartanto merupakan anak sulung dari 3 bersaudara.
 
Saat ini Budi juga bekerja sebagai guru honorer di SDN Banjarmlati 3 Kota Kediri.
 
Namun korban juga memiliki usaha warung kopi di kawasan GOR Jayabaya, Kota Kediri. Usaha lainnya, jual beli HP dan pulsa.
 
Sementara suasana di rumah duka mulai didatangi para pelayat.
 
Hamidah ibu korban tak kuasa menahan sedih hingga menangis histeris setelah diberitahu putranya menjadi korban mutilasi yang ditemukan dalam koper.
 
"Anak saya salahnya apa... saya tidak terima," ungkapnya.
 
Sejumlah kerabatnya tampak menenangkan dengan merangkulnya.
 
"Semoga pelakunya segera ditemukan," tuturnya.
 
Mayat dalam koper yang ditemukan di pinggir sungai bawah jembatan Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, diduga tanpa kepala.
 
Tim dari RS Bhayangkara Kediri melakukan otopsi mayat itu di kamar jenazah RSUD Mardi Waluyo, Rabu (3/4/2019) sore.
 
Petugas kebersihan kamar jenazah RSUD Mardi Waluyo, Saksono Buntaran mengatakan sempat diminta tolong mengangkat koper berisi mayat dari ambulans ke kamar jenazah saat tiba di RSUD Mardi Waluyo.
 
Sesampai di kamar jenazah, mayat dikeluarkan dari koper.
 
Dia sempat menyaksikan bagian tubuh mayat itu. Menurutnya, kondisi mayat masih segar. Dia memperkirakan mayat itu seorang laki-laki masih muda.
 
Tubuhnya kecil dan berkulit kuning. "Posisi tubuhnya meringkuk, lalu ditarik untuk diluruskan. Tapi saya tidak melihat kepalanya," katanya.
 
Dia juga sempat melihat siku lengan kanan mayat itu terluka. Menurutnya, luka di siku lengan kanan mayat itu mirip seperti terkena bacokan. "Lukanya menganga seperti bekas sayatan," ujarnya.
 
Saat di lokasi penemuan, beberapa warga juga mengaku tidak melihat kepala pada mayat di dalam koper itu. Seperti yang diungkapkan Kepala Desa Karanggondang, Edy Sucipto, yang juga mengatakan tidak melihat kepala pada mayat itu.
 
"Posisi tubuhnya meringkuk, saya melihat sebagian tubuhnya. Tapi saya tidak melihat kepalanya," ujarnya.
 
Soal itu, belum ada keterangan resmi dari polisi. Saat diwawancarai di lokasi penemuan mayat, Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono mengatakan belum melihat secara utuh kondisi mayat. Polisi langsung membawa mayat di dalam koper itu ke RSUD Mardi Waluyo.
 
"Saya belum melihat, mayatnya langsung kami bawa ke RSUD Mardi Waluyo," kata Heri. 
© 2019 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved