Nyawa Sutopo Tak Tertolong Setelah Kena Peluru Nyasar Menembus Jantungnya

By April 08, 2019 3
Medan (POLMSA) - Jasad Sutopo (43) warga Jalan Gaharu akhirnya dibawa menuju ke kediamannya.
 
Informasi yang dihimpun di RS Imelda, Jalan Bilal Ujung, Medan pada Jumat (5/4/2019), jasad Sutopo akan dibawa oleh pihak keluarga korban.
 
Ida yang mengaku sebagai tetangga korban mengatakan, peristiwa nahas itu terjadi setelah salat Jumat.
 
"Gak ada masalah apapun sebelum kejadian. Korban diduga terkena peluru nyasar," ujarnya saat ditemui di depan gedung IGD RS Imelda.
 
Lebih lanjut dijelaskan pria berkulit sawo matang ini, untuk luka yang dialami korban di bagian dada.
 
"Korban terkena luka seperti bekas peluru di bagian dadanya. Kata dokter tadi tepat mengenai jantungnya. Saat ini sudah ditangani oleh pihak rumah sakit. Ini mau kami bawa pulang," jelas Ida.
 
Kalau untuk kronologis pastinya saya kurang begitu tahu, lanjut Ida, namun jumlah pelaku menurut saksi mata berjumlah enam orang berboncengan dengan menggunakan sepeda motor.
 
"Jadi kata warga ada yang bawa senjata mirip softgun. Terus ada yang benteng klewang. Saat itu korban bersama kawannya sedang duduk-duduk," ungkap pria berkulit sawo matang ini.
 
Sutopo, masih dikatakan Ida, meninggalkan tiga orang anak.
 
"Ia sudah berumah tangga. Anaknya tiga," katanya.
 
Sementara pantauan Tribun Medan di lokasi, pihak keluarga datang untuk menjemput Sutopo.
 
"Mau kami bawa pulang agar bisa dikebumikan. Kami tidak melaksanakan otopsi dikarenakan mengejar fardu khipayah-nya," ungkap salah seorang wanita yang mengaku sebagai adik kandung korban.
 
Jasad korban dibawa menuju kediaman di Jalan Gaharu dengan menumpangi ambulans pada pukul 16.39 WIB.
 
Ibu Menangis Histeri
 
Suasana haru berselimut duka melingkupi kediaman keluarga Painem.
 
Penyebabnya adalah salah seorang anak Painem, Sutopo alias Komeng (47) meregang nyawa dengan cara menyakitkan, setelah dadanya diterjang peluru softgun, pada Jumat (5/4/2019) sekitar pukul 14.00 WIB.
 
Warga di seputaran pinggiran rel Jalan Bambu II, Kelurahan Durian, Kecamatan Medan Timur, daerah rumah Komeng tampak berduka.
 
Tak lama setelah kejadian penembakan misterius itu, tenda biru dan bangku hijau Serikat Tolong Menolong (STM) berdiri di depan rumah korban.
 
Ibu korban, Painem tampak tetap tidak kuasa menahan air matanya yang terus bercucuran menangisi kepergian anaknya itu.
 
Berulang kali Painem mondar-mandir keluar masuk rumah dengan wajah yang dibanjiri air mata.
 
Sekitar pukul 16.53 WIB akhirnya jenazah Komeng tiba dari RS Imelda Medan. Setelah sebelumnya sempat dilarikan untuk mendapatkan pertolongan.
 
Nyawa Komeng tak bisa diselamatkan. Setelah peluru yang menembus dadanya, jebol hingga hingga ke jantung.
 
Kedatangan Komeng dibanjiri oleh air mata dari segenap sanak saudara.
 
Komeng diturunkan dari Ambulans RS Imelda menggunakan Brankar dorong (ranjang pasien).
 
Tubuhnya ditutupi oleh kain berwarna merah. Adik korban Eko Suwarno ikut mengangkat Brankar dorong hingga sampai kedepan pintu masuk rumah.
 
Anak korban yang mengenakan pakaian kemeja jeans dengan rambut keriting, juga ikut menangis tidak percaya ayahnya telah tiada.
 
Sanak saudara maupun tetangga sekitar rumah, langsung beranjak masuk ke dalam rumah saat jenazah di baringkan di dalam rumah tersebut.
 
Ibu korban, Painem tak henti-hentinya terus menangis sambil memandangi wajah anaknya itu.
 
"Kan kau bagus tadi tidur," ucap Painem sambil berulang kali mengelus wajah Komeng dari dahi hingga ke ujung hidung.
 
"Kalaulah kau tadi tidur, mungkin nggak akan begini jadinya," tutur Painem sambil menangis memandangi wajah anaknya yang telah tiada.
 
Sementara itu, adik ipar korban perempuan bernama Asri (33) mengatakan sebenarnya abangnya baik dan tak pernah aneh-aneh.
 
"Dia nggak ada musuh, baiknya orangnya. Tapi kenapa begini," ujar Asri sambil menangis.
 
Hingga kini, belum bisa dipastikan siapa penembak misterius yang menghilangkan nyawa Komeng tersebut. (red)
© 2019 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved