Polrestabes Medan Ringkus Tiga Anggota Geng Motor

By April 08, 2019 6
Medan (POLMAS) - Petugas gabungan Polrestabes Medan dan Polsek Medan Helvetia berhasil menangkap tiga anggota Genk Motor “Esto Warning” yang telah melakukan pengerusakan rumah milik anggota kepolisian, Bripka Arigalih Gumilang.
 
Selain itu, kawanan yang juga kerap melakukan aksi begal itu menganiaya Jhonner Lumbanraja, Riko Lumbanraja, Bin Fri Uno Purba dan Junaidi Silitonga, seluruhnya warga Medan Helvetia.
 
Sedangkan tiga tersangka yang berhasil ditangkap di rumahnya masing–masing kawasan Medan Helvetia itu adalah, Dani (24), Harianto (23) dan David (22).
 
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Prawira Yudha didampingi Kapolsek Medan Helvetia Kompol Trilla Murni kepada wartawan di Mapolrestabes Medan, Kamis (4/4) menjelaskan, peristiwa penganiayaan dan pengrusakan rumah itu terjadi pada 24 Maret 2019 lalu di Jalan Pembangunan V No 9, Perumahan Guru Lama, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia.
 
Kasus itu telah membuat resah warga itu diproses Polsek Medan Helvetia bekerjasama Polrestabes Medan. Berdasarkan keterangan saksi dan bukti di lapangan, polisi berhasil meringkus ketiga tersangka dan masih memburu pelaku lainnya.
 
“Baru tiga pelaku yang diamankan, sedangkan puluhan kawanan Genk Motor Esto Warning lainnya kabur saat petugas gabungan Polrestabes Nedan dan Polsek Medan Helvetia melakukan penyergapan,” kata Putu Yudha.
 
Kendati demikian, AKBP Putu Yudha memberi warning kepada kawanan Genk Motor yang telah membuat onar tersebut untuk segera menyerahkan diri, sebelum dilakukan tindakan tegas. Apalagi, kepolisian telah mengantongi identitas dan mengenali ciri–ciri pelaku lainnya.
 
“Kepolisian tidak pernah memberikan toleransi kepada pelaku yang membuat resah masyarakat. Dalam hal ini, kita tegas untuk menindak pelaku tindakan kejahatan di jalanan dan membuat resah masyarakat Kota Medan,” tegas mantan Kasubdit Tipikor Dit Reskrimsus Polda Sumut tersebut.
 
AKBP Putu optimis, otak pelaku pengrusakan dan penganiayaan berisial FIS alias Nando (24), akan segera ditangkap. Jika tidak segera menyerahkan diri, bisa dilakukan tidakan tegas terukur.
 
“Menyerah saja akan diproses dengan baik dan tidak diberikan tindakan tegas,” imbaunya.
 
Sementara, tersangka Harianto mengaku menyesal ikut terlibat melakukan pengrusakan dan penganiayaan terhadap warga di Jalan Pembangunan V Medan Helvetia itu.
 
“Saya menyesal dan tidak mau lagi terlibat genk motor di kota Medan,” akunya. (Rel)
 
 
© 2019 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved