Melawan, Polres Tanah Karo Hadiahi Timah Panas Perampok Mobil

By March 04, 2020 26

Kabanjahe (POLMAS) - Sudarto alias Ucok yang tinggal di Jalan Udara, Berastagi, terpaksa harus berurusan dengan pihak Polres Tanah Karo.

Pasalnya, Ucok telah melakukan tindakan perampasan kendaraan, di Jalan Veteran, Berastagi, Selasa (3/3/2020).

Menurut informasi, Ucok diketahui merupakan warga Desa Nenas Siam, Kecamatan madang deras, Kabupaten Batu Bara.

Dikabarkan, dirinya telah beberapa bulan terakhir tinggal di Berastagi untuk bekerja sebagai buruh harian lepas atau aron.

Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo Indriono mengatakan, aksi perampokan yang dilakukan ucok terjadi di seputar bank Logo Berastagi.

"Ucok berusaha merampas kendaraan korban Ita Lestari saat menjemput anaknya," kata Yustinus saat ditemui di Mapolres Tanah Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe, Selasa (3/3/2020) malam.

"Saat itu korban ini menjemput putrinya, pada saat kendaraan itu diparkir kemudian pelaku mencoba untuk menguasai mobil korban," sambungnya.

Yustinus menjelaskan, pada saat itu diketahui ternyata di dalam mobil tersebut juga terdapat seorang keluarga korban.

Dengan kondisi ini, Ucok kemudian berusaha mengancam kerabat korban untuk tidak melawan.

"Jadi di situ ada tiga orang, yang satu orang menjemput putrinya, yang satu berhasil kabur, dan satu masih di dalam. Karena banyak massa, pelaku ini langsung membawa mobil dan mengancam seseorang yang berada di dalam mobil dengan pisau," ungkapnya.

Dirinya menyebutkan, setelah mendapatkan laporan tindak pidana ini langsung mengerahkan personelnya.

Kemudian, berkat koordinasi dari personel Satreskrim Polres Tanah Karo, Polsek Berastagi, pihaknya berhasil mengamankan pelaku di kawasan perladangan Desa Juma Padang, Kecamatan Barus Jahe.

"Setelah dia membawa lari mobil tersebut sampai ke Barusjahe, karena terdesak pelaku meninggalkan mobil dan orang yang ada di dalamnya di perladangan jagung," katanya.

Yustinus mengungkapkan, dengan aksi yang membahayakan nyawa itu pihaknya kemudian memberikan tindakan tegas dan terukur dengan menembak kedua kaki pelaku.

"Karena membahayakan petugas, pelaku akhirnya diberikan tindakan tegas terukur," beber Yustinus.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku akan dipersangkakan dengan pasal 365 ayat 1 KUHPidana, dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. (Red)

© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo