Miliki Riwayat Gangguan Jiwa, Polsek Sunggal Tangkap Pelaku Pembacok Penjaga Warnet MDX Setia Budi

By March 01, 2019 22
Medan (POLMAS) - Pelaku pembacokan Arjun Gea (19) warga yang bermukim di Warnet MDX di Jalan Setia Budi Simpang Pemda, pada Sabtu (16/2/2019) sekitar pukul 23.30 WIB lalu, akhirnya berhasil diringkus petugas Polsek Sunggal.
 
Adapun identitas pelaku Heri Peranginangin (29) warga Jalan Bunga Pancur IX Lingkungan IV Simpang Selayang Medan Tuntungan.
 
Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu Syarif Ginting mengatakan benar pihaknya telah menangkap pelaku pembacok operator warnet pada Selasa (26/2/2019) sekitar pukul 02.30 WIB.
 
“Setelah korban membuat Laporan Polisi di polsek Sunggal. Kami pun melakukan penyidikan dan diketahui tersangka bernama Setia Heri Sanjaya Perangin angin. Setelah melakukan penyelidikan kami dapat menangkap pelaku di Jalan Bunga Pancur IX Simpang Selayang,” ujarnya, Kamis (28/2/2019).
 
Setelah diboyong ke Polsek, lanjut Kanit, hasil penyelidikan sementara ia mengalami gangguan jiwa.
 
“Ya, seperti sebelumnya kami melakukan penyelidikan dari pihak keluarga, bahwa pelaku memiliki riwayat gangguan jiwa dan setelah dicek anggota memang benar pernah dirawat. Berdasarkan hasil penyidikan sementara ini, diduga pelaku mengalami gangguan jiwa. Tersangka dipersangkakan melanggar pasal 351 ayat (2) KUHP dengan Ancaman hukuman selama 5 tahun,” ujarnya.
 
Pantauan di lokasi kejadian, pada Minggu (17/2/2019) lalu pasca kejadian, terlihat warung internet tersebut masih beroperasi seperti biasanya. Namun untuk kios gorengan terlihat dalam keadaan tutup.
 
Aktivitas warnet berjalan dengan normal, namun posisi operator warnet telah diganti oleh orang lain.
 
“Saya tahu kejadian tadi malam. Namun saya tidak kenal dengan operator yang lama, karena saya beri kerja hari ini disuruh bos menggantikan yang lama,” ucap Sinuraya warga.
 
Menurut keterangan warga sekitar pasca kejadian pembacokan tersebut. Sinuraya mengatakan saat kejadian diduga berawal dari cekcok.
 
“Saya begitu sampai, heran kok ada ramai-ramai di sini. Saya cek lah ada apa. Ternyata ada pembacokan. Saat korban dibawa saya masih lihat, tangan berdarah, kepala, kaki. Kata warga di sini mau dibawa ke RSUP Adam Malik,” ujar pria berkulit sawo matang ini.
 
Kalau untuk kronologis, sambung pria berkepala plontos ini, berawal saat pinjam sepeda motor yang kelamaan dipulangkan.
 
“Jadi di kios gorengan ini ribut mulut karena soal pinjam kereta yang kelamaan dipulangkan. Jadi si penjaga warnet dan tiga kawannya yang lain keluar melihat keributan tersebut. Namun pemilik warung mengatakan ‘apa kalian lihat-lihat’. Mungkin karena tidak senang dengan teguran si pemilik warung, si operator warnet ini memecahkan botol ke steling jualan,” katanya.
 
Masih dikatakan Sinuraya, karena empat orang yang melihat penjual gorengan ini ribut tidak ada yang mau mengaku siapa yang melempar botol tersebut.
 
“Dicek melalui CCTV lah siapa pelaku yang lempar botol. Ternyata mereka tanda bahwa pelaku itu operator warnet. Pemilik warung emosi mau Bawak parang tapi karena ditahan sama istrinya tidak jadi. Pemiliknya nelpon si abangnya karena warungnya diganggu. Mendapat kabar tersebut, si Abang ini datang bawa parang. Meski sudah dicegah namun tetap tidak bisa sehingga dibacok la si penjaga warnet ini,” katanya. (Red)
 
 
© 2019 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved