Suami Pemabuk Bacok Istrinya Karena Telat Pulang ke Rumah

By March 08, 2019 20
Parapat (POLMAS) - Bangun Ambarita (44) warga Nagori Sipangan Bolon Induk, Kecamaran Girsang Sipangan Bolon (Girsip), Simalungun, mengamuk membabibuta mambacok istrnya hanya gara-gara telat pulang dari ladang. 
 
Bangun Ambarita tega membacoki istrinya Herita br Aritonang (53), menggunakan sebilah parang. Alhasil, perempuan itu pun harus mendapat sejumlah jahitan di bagian betis, akibat luka bacok yang dialaminya. 
 
Akibat perbuatan tersangka korban mengalami luka bacok dibagikan kaki dan dirawat inap di RS umum Parapat. 
 
Sedangkan pelaku telah diamankan di Mapolres Simalungun. 
 
Kapolsek Parapat, AKP Bambang Priyatno SSos, ketika dikonfirmasi d iruang kerjanya, Selasa (5/3/2019) membenarkan adanya laporan aksi tindak pidana penganiayaan berat dan kekerasan dalam rumah tangga. 
 
Insiden itu, jelas Bambang, terjadi tepatnya di depan rumah Masih Sinaga, yang tak jauh dari kediaman pasangan suami istri tersebut, Jumat (1/3/2019), sekira pukul 18.00 Wib. 
 
Saat itu Ambarita yang sudah mabuk mencari istrinya karena belum juga pulang ke rumah. Tak jauh dari kediaman mereka, pria itu kemudian berpapasan dengan sang istri. Spontan, dia pun memarahi istrinya itu. 
 
“Masih pulangnya rupanya kau?” ucap Ambarita kepada Herita seperti dituturkan Kapolsek Parapat, AKP Bambang Priyatno SSos, Selasa (5/3/2019). 
 
Mengetahui hardikan suaminya yang sudah mabuk, Herita pun berusaha mengalah. 
 
“Salah lah aku pak! Tadi kerjaannya gantung dan harus diselesaikan di ladang,” katanya. 
 
Mendengar jawaban sang istri, Ambarita bukannya mereda kemarahannya. Malah sebaliknya, pria itu langsung mencabut parang yang sudah diselipkan di pinggangnya. 
 
Herita yang melihat suaminya sudah kesetanan pun langsung lari ketakutan. Naas, perempuan itu terjatuh saat dikejar suaminya. 
 
Alih-alih kasihan melihat istrinya terjatuh, Ambarita semakin kesetanan dan langsung membacok kaki istrinya. 
 
Sabetan parang tepat mengenai betis kanan dan kiri Herita. Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu langsung menarik Ambarita dan selanjutnya melaporkan peristiwa itu kepada pihak kepolisian. 
 
Mendapat laporan, personel Polsek Parapat dipimpin langsung oleh AKP Bambang Priyatno segera turun ke lokasi kejadian dan selanjutnya serta mencari keberadaan Ambarita. Beberapa jam diintai, pria itu akhirnya ditangkap saat hendak pulang ke rumahnya. 
 
Ketika diinterogasi, Ambarita mengakui perbuatannya. Polisi kemudian memboyong pria itu ke Mapolsek Parapat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. 
 
“Begitu menerima laporan masyarakat, kita langsung turun ke lokasi. Kemudian melakukan olah TKP serta mengamankan pelaku tanpa perlawanan,” kata Bambang. 
 
Herita ketika itu langsung dibawa warga setempat ke RSU Parapat untuk mendapatkan perawatan medis. Wanita itu kemudian membuat pengaduan resmi ke Mapolsek Parapat sesuai Surat Laporan nomor: LP/16/III/2019, tanggal 1 Maret 2019. 
 
“Tersangka tega melakukan penganiayaan hanya karena sang istri telat pulang ke rumah dari ladang. Sementara kegiatan pelaku sehari-hari diduga hanya minum tuak (mabuk) di warung,” bebernya. 
 
Atas perbuatannya, Bangun Ambarita dijerat UU 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan pasal 351 ayat 2 tentang penganiayaan berat dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. (Red)
 
 
© 2019 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved