Setelah Melakukan Hubungan Intim, Siswi SMK Dibunuh Pacar di Kamar Kos

By March 12, 2019 31
Solok (POLMAS) - Seorang remaja putri yang diketahui masih duduk di bangku SMK di Solok, Sumatera Barat, DW (16) ditemukan sudah tak bernyawa di kamarnya. Berdasarkan penyelidikan pihak kepolisian, diketahui pelaku pembunuhan merupakan kekasih DW, RT (16), yang merupakan warga Kecamatan X Koto Singkarak, Solok, Sumatera Barat.
 
Dikutip dariTribun Padang, Minggu (10/3/2019), menurut pengakuan pelaku kepada pihak kepolisian, kejadian tersebut bermula pada Rabu (5/3/2019). RT datang menuju kediaman korban sekitar pukul 21.00 WIB dengan membawa seutas tali.
 
Ia diantar menuju kediaman kekasihnya itu oleh seorang temannya berinisial R.
 
Lantaran sudah terbiasa menyelinap ke kamar korban untuk menginap, RT kemudian masuk melalui jendela kamar korban, jalur yang kerap ia lalui.
 
Saat itu memang jendela tersebut dalam keadaan tak terkunci.
 
Keterangan mengenai kronologi pembunuhan DW itu diungkapkan oleh Kapolres Solok Kota, AKBP Dony Setiawan saat ditemui pada Sabtu (9/3/2019).
 
“Pelaku sudah menjalin hubungan dengan korban satu tahun lebih,” terang Dony, seperti dikutip dari Tribun Padang.
 
Saat pelaku berhasil masuk ke kamar korban, saat itu DW sedang dalam keadaan tertidur.
 
Melihat kekasihnya tengah tertidur, pelaku kemudian memutuskan untuk turut tidur di samping DW.
 
Pelaku kemudian dibangunkan oleh korban pada esok harinya, Kamis (7/3/2019) sekitar pukul 02.00 WIB.
 
Ketika bangun itulah sepasang kekasih tersebut kemudian terlibat adu argumen. Keduanya saling tuduh satu sama lain jika ada di antara mereka yang selingkuh.
 
Adu argumen tersebut kemudian mengakibatkan DW menangis, kemudian RT menenangkannya.
 
Setelah DW tenang dan suasana sudah kondusif, sepasang sejoli itu kemudian melakukan hubungan badan layaknya pasangan suami istri.
 
Puas setelah melakukan hubungan badan, keduanya kemudian terlibat adu mulut kembali.
 
Dari adu mulut yang kedua kalinya itulah kemudian pelaku sudah tak mampu membendung emosinya, kemudian menghabisi nyawa korban.
 
Pelaku menjerat leher kekasihnya dengan menggunakan seutas tali yang sebelumnya telah ia persiapkan.
 
“Dari pengakuan pelaku, korban sempat meminta agar pelaku tidak melakukan itu kepadanya,” ungkap Dony.
 
Jeratan leher itulah yang kemudian menyebabkan nyawa DW melayang.
 
Setelah mengetahui kekasihnya sudah tak bernyawa, RT kemudian keluar dari kamar kekasihnya itu melewati jendela.
 
Tak lama kemudian ia dijemput kembali oleh temannya.
 
Berikut Kronologinya: 
 
Motif Pembunuhan
 
Berdasarkan pengakuan RT, ia melakukan pembunuhan terhadap kekasihnya itu lantaran beberapa waktu belakangan, dirinya merasa curiga jika DW tengah menduakannya dengan lelaki lain.
 
Merasa cemburu, pelaku kemudian merencanakan pembunuhan terhadap kekasihnya tersebut.
 
Pihak kepolisian menyebut bahwa atas tindakan yang dilakukan RT, ia akan dikenakan hukuman penjara seumur hidup.
 
“Pelaku diduga melakukan pembunuhan berencana. Pelaku dijerat Pasal 340 KUHPidana dengan ancaram penjara seumur hidup, dan Pasal 80 ayat 3 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak,” jelas Dony.
 
Penemuan DW Tak Bernyawa
 
DW ditemukan tak bernyawa di kamarnya pada Kamis (7/3/2019).
 
Kejadian itu terungkap ketika orangtua korban yang memanggil-manggil nama anaknya itu, namun tak juga mendapatkan sahutan.
 
Orangtua korban kemudian mendobarak pintu kamar DW yang saat itu dalam posisi terkunci dari dalam.
 
Ketika sudah berhasil masuk ke dalam kamar korban, orangtua DW justru dikejutkan dengan penemuan tubuh DW yang sudah tak bernyawa lagi.
 
Pihak keluarga kemudian segera melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kota Solok.
 
Pihak kepolisian Polres Kota Solok kemudian bertindak cepat untuk melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.
 
RT diamankan oleh petugas berwajib pada Jumat (8/3/2019), sekitar pukul 02.30 WIB.
 
Proses penangkapan RT dipimpin oleh Kasat Reskrim Polsek Solok Kota, AKP Zamri Elfino.
 
"Penangkapan dilakukan di Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok," tukas Dony.  
 
Pihak kepolisian juga menyebutkan bahwa pembunuhan tersebut sudah dirancanakan sejak jauh hari oleh pelaku.
 
“Pelaku sempat menanyakan dan meminta tali kepada orang tuanya,” pungkasnya.
© 2019 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved