Polisi Temukan 300 Kg Bahan Peledak Milik Terduga Teroris di Sibolga

By March 14, 2019 18
Sibolga (POLMAS) - Polisi berhasil menemukan 300 Kg bahan peledak di tempat kejadian perkara (TKP) sepanjang Jalan Cendrawasih sehingga TKP masih terus disterilkan, tidak ada warga yang diperbolehkan lalu lalang.
 
Begitu juga para awak media, dibatasi hanya sampai posko penjagaan yang didirikan pihak kepolisian sekitar 100 meter dari rumah terduga teroris.
 
Jika secara keseluruhan barang bukti bahan peledak milik pelaku terduga teroris Sibolga berhasil dikumpulkan, beratnya diperkirakan bisa mencapai 300 kilogram.
 
Hal ini disampaikan Kapoldasu Irjend (Pol) Agus Andrianto, saat akan memasuki wilayah Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Gang Sekuntum lewat jalan Merpati, Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga, Rabu (13/3).
 
“Jadi kalau memang mereka (terduga teroris) sudah meramu dan merakit, hasilnya bisa 300 bom,” ungkap Kapolda.
 
Kapolda saat itu datang bersama dengan Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Sibolga, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Edwin H Hariandja; Kapolres Tapanuli Tengah (Tapteng), AKBP Sukamat,beberapa orang perwira, serta Bupati Tapteng, Bahtiar Ahmad Sibarani.
 
Sebagaimana diketahui tim Densus 88 Anti Teror (88AT) dan Gegana serta tim dari kepolisian sudah mengamankan sejumlah barang bukti bahan peledak dari dua rumah yang berada di Jalan Gambolo, Kelurahan Pancuran Dewa, Kecamatan Sibolga Sambas dan Jalan Kutilang, Kelurahan Aek Habil, Kecamatan Sibolga Selatan. 
 
Namun belum diketahui apakah masih ada barang bukti bahan peledak lain yang bisa diamankan dari rumah terduga teroris yang meledakkan diri di Gang Sekuntum tersebut atau tidak.
 
“Jadi yang langsung berkaitan dengan kejadian ini (selain rumah terduga teroris di Gang Sekuntum) ada dua. Dari dua TKP diamankan beberapa barang bukti. Namun (di TKP ketiga) ini masih akan dilaksanakan olah TKP. Kita saat ini sedang kumpulkan tim dan sedang menunggu tim dari Jakarta,” imbuh Kapolda.
 
Terduga teroris yang meledakkan diri itu sendiri diketahui adalah istri terduga teroris Abu Hamzah alias Husein alias Uppang yang sudah ditangkap sebelumnya. Termasuk juga anak mereka yang diperkirakan masih berusia 2-3 tahun.
 
“Kemarin kita sebenarnya menunggu kuat-kuatan dengan istri terduga teroris Abu Hamzah yang kebetulan ada anaknya berusia 2-3 tahun. Atas saran Bapak Kapolri kita tunggu sampai yang bersangkutan menyerahkan diri. Namun kita tahu dari hasil penyelidikan di lokasi tersebut sudah dirakit bom yang sewaktu-waktu bisa diledakkan,” tukas Kapolda.(Red)
 
 
© 2019 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved