Mini Bus Angkut Rombongan Pelajar Pesantren Masuk Jurang di Madina 2 Tewas 21 Luka-luka

By March 04, 2020 31

Panyabungan (POLMAS) - Malang nasib para pelajar dari pondok pesantren yang hendak melaksanakan liburan berwisata mengalami kecelakaan tunggal usai menumpangi mobil jenis mini bus dengan nomor polisi BB 1720 RA, mengakibat dua orang tewas, 21 luka berat dan ringan.  

Kecelakaan tunggal tersebut terjadi di Jalan Lintas Panyabungan, tepatnya di Desa Hutarim Baru, Kecamatan Panyabungan Selatan Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Selasa (3/3/2020) malam sekira pukul 18,30 WIB.

Satu unit mini bus penumpang jenis Mitsubishi dengan Nomor BB 1720 RA yang dikemudikan Ahmad Riadi Tanjung (22) masuk ke dalam jurang sedalam 30 meter.

Dari informasi yang didapat, minibus yang mengangkut para pelajar dikabarkan kelebihan penumpang (over kapasitas).

Dari peristiwa nahas tersebut, dua orang dikabarkan meninggal dunia, tiga luka berat dan 19 luka ringan.

Dalam keterangan, Kanit Laka Polres Madina, Iptu M Dalimunthe mengatakan untuk kedua korban meninggal atas nama M Iqbal (15) dan M Ansori (15).

Kedua ini merupakan pelajar dan warga Desa Purba baru Kecamatan Lembang Sorik Marapi Kabupaten Madina, Sumatera Utara.

Para pelajar berasal dari pondok pesantren Musrhafawiyah Purba Baru.  

“Meninggal ada dua dan luka berat ada tiga, jumlah keseluruhan penumpang 24 orang. Sedangkan yang dirujuk luka berat ke Rumah Sakit di Padang satu orang, dan dua orang di rujuk ke Rumah Sakit Panyabungan," ujarnya, Rabu (4/3/2020).

Lanjut dikatakan Dalimunthe, korban lainnya sudah kembali.

"Begitu juga korban yang meninggal dunia sudah di rumah duka," ungkapnya.

Terkait dugaan kecelakaan, hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kecelakaan tunggal tersebut.

Untuk dugaan awal bus masuk ke jurang usai mengalami rem blong saat hendak berbelok.

Begitupun hal ini masih dalam proses penyelidikan pihaknya untuk memastikan penyebab kecelakaan.

“Kemungkinan (rem blong). Cuma belum ita cek remnya apakah blong atau nggak. itukan harus kita buktikan. Kalo yang jelas itu, kalo untuk kecepatannya sekitar 60 KM/jam karena posisi posneleng gigi tiga,” katanya.

Tidak hanya itu, supir minibus yang dikemudikan Riadi Tanjung, warga Desa Purba baru Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Kabupaten Madina mengalami terkilir kaki kanan dan luka memar pada lutut kiri.

Supir tersebut dikabarkan telah diamankan di lakalantas Polres Madina untuk dilakukan pemeriksaan.

"Supir sudah kami amankan. supir berhubung baru tadi malam selesai jam 12 malam, belum kita periksa. hanya baru buat laporan polisi dan masih di TKP ini. untuk BB juga belum diangkat ini,” tegas Dalimunthe. (Red)

© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo