Perdagangan, (Tabloid Polmas Poldasu) - Buntut dari pelaporan warga yang merasa resah melihat truck overtonase yang melintas di Jalan III C dan parkiran sembarangan berakhir ricuh (06/09/20).

Kericuhan terjadi pada saat puluhan petugas dari Dinas Perhubungan yang bertugas di Kecamatan Bandar dan Satuan Polisi Pamong Praja turun kelokasi untuk melakukan penertiban atas masuknya truck bermuatan overtonase dan parkiran dibahu jalan III C, yang terletak di Jalan Bandar Jawa, Perluasan Kampung Jawa, Kel. Perdagangan III, Kec. Bandar, Kab. Simalungun, pada hari Jum'at, tanggal 04/09/2020, sekira pukul 12.00 wib.

Dalam hal ini pemilik gudang botot tidak terima kalau harus dilakukan penertiban atas mobil trucknya yang sudah lama parkir di bahu jalan kelas III C yang dibuatnya selama kurang lebih 7 tahun, di Jalan Bandar Jawa.

Perdebatan antara pemilik gudang botot dengan ketua pelaksana penertiban yang diperintahkan Bapak Camat Bandar Amon Sitorus, sangat alot.

Dimana pihak ketua pelaksana penertiban meminta pemilik gudang untuk mengosongkan bahu jalan status III C, yang dibuat parkiran truck selama lebih kurang 7 tahun tersebut.
Selama ini pemilik gudang mengakui merasa tidak ada masalah dengan semua warga, dan pemilik gudang botot merasa tidak mungkin kalau harus mengosongkan parkiran turcknya di bahu jalan kelas III C.

" Kalau Bapak suruh harus mengosongkan parkiran itu, semua itu gak mungkinlah pak. Kami (pemilik gudang botot) usaha selama ini gak ada masalah dengan semua warga dan kami (pemilik gudang botot) udah habis banyak dana untuk bayar kelapa sawit yang tumbuh waktu itu, bangun temboknya biar gak longsor, kuperbaiki juga jalan-jalan yang rusak, bolehkah bapak tanya dari simpang kampung Jawa itu" keberatan pemilik gudang botot kepada kepala penertiban.

" Bang Dodot berpikiran logika ajalah, kalau Abang pakai parkiran dibahu jalan kelas III C, itukan mengganggu orang lewat dan kalau abang bongkar muat, akan Abang pakai semua jalan ini, orang lain mau lewat kesulitan dan kalau terjadi kecelakaan bagaimana???, Ucap ketua pelaksana penertiban kepada pemilik gudang.

Selanjutnya pemilik gudang botot mengatakan" ini pasti ada aduan warga pak. Ini pasti Sinaga sebelah rumah. Memang kami ada masalah sedikit, disuruhnya pagar depan itu, karena mengganggu katanya. Ya kami pagar, selanjutnya disuruh bongkar ya kita gak maulah. Begitu juga dengan tempat sampah yang kami buat didepan rumahnya, karena mengganggu disuruhnya bongkar, ya kami bongkarlah.

"Ini lagi dilaporkannya, mungkin karena gak dikasih paket Tunjangan Hari Raya dia, ucap pemilik gudang botot.

Selanjutnya ketua pelaksana penertiban menjelaskan bahwa tidak benar ada aduan warga, tapi Abang gak usah melebar kemana-mana ngomongnya. Perkiraan inikan sudah jelas sangat mengganggu orang lewat, mari bang kita cari solusinya agar parkiran ini gak seperti ini lagi, biar gak terganggu oranglain, ucap ketua tim pelaksana penertiban lagi.

Perdebatan begitu alot, berselang berapa lama Mhd. Aliaman H.Sinaga selaku warga datang bersama warga lainnya dan dilokasi itu juga sudah ada Kepala Lingkungan Perluasan Kampung Jawa, Abdul Karim.

" Perdebatan berlangsung sengit, dimana Mhd. Aliaman H.Sinaga selaku warga yang berbatasan langsung dengan gudang botot tersebut, tidak terima dituding kalau laporanya kepada Dinas Perhubungan Roni dan Camat Bandar Amon Sitorus dikarenakan tidak diberi Tunjangan Hari Raya. Dari pernyataan pemilik gudang botot tersebut memicu warga yang berbatasan langsung dengan gudang botot untuk mengajak pemilik gudang botot bernama Dodot untuk berduel satu lawan satu, dengan terlebih dahulu menandatangani pernyataan tidak ada keluarga yang melakukan penuntutan dikemudian hari, namun Dodot terdiam.

" Jangan cerita tidak dikasih tunjangan hari raya pemilik gudang botot ini, kalau menanggapi perkataan mereka sebelumnya terkait bak sampah dan yang ditutupnya sekat perbatasan tersebut biar saya jelaskan.

" Sebelum gudang botot ini dibuka pemilik gudang bernama Dodot datang kerumah dengan meminta beberapa pohon kelapa sawit itu ditumbang tujuanya untuk tempat parkiran, yang digunakan untuk parkiran bongkar dan muat saja. Sayapun setuju dan dia memberikan uang ganti kerugian 7 pohon sawit berumur 15 tahunan itu, selanjutnya dibagusinya pinggiran parit itu biar jangan jatuh pas motornya parkir.

Selanjutnya dibukalah gudang botot itu dan dibuatnya bak sampah didepan rumah saya, dengan kesepakatan bak sampah tersebut digunakan untuk sampah warga. Oke kamipun setuju.

Namun berselang berjalannya waktu, semua janji dan kesepakatan itu di lupakan pemilik gudang botot itu, untuk kesepakatan hanya parkir pada saat bongkar muat saja diabaikan. Pemilik gudang memarkirkan mobil-mobil trucknya di bahu jalan berminggu-minggu hingga berbulan bulan.

Selanjutnya bak sampah yang dibuatnya digunakan untuk menampung sampah-sampah hasil penjualan botot dari Unilever yang pada saat itu masih melakukan pembangunan. Sampah tersebut berupa busa-busa, kulit wayar-wayar dan dibakar di bak sampah tersebut.

Saya laporkan kepada Kepala Dinas Perhubungan dan Camat Kecamatan Bandar,saya kira ini wajar dan sudah tepat karna mereka yg punya wewenang menilai tukang Botol salah atau tidak dalam menjalankan usahanya, rekom izin untuk usaha kan dari Pak Camat,jangan sampai ada kerugian yang dialami warga dengan berdirinya gudang botot ini,seperti pengguna jalan yang melintas dikarenakan parkiran truck gudang botot yang menutup jalan dan jangan sampai terjadi kemacetan dan kecelakaan, ini lah harapan kami dari bmasyarakat,dan kami sangat berterima kasih pada Pak Camat dan Dinas Perhubungan yang telah tanggap atas laporan ini.

Pernah juga terjadi beberapa waktu lalu, mobil L300 parkir dibahu jalan depan rumah hendak menjual botot, pemilik mobil L300 membuka pintu lalu tiba-tiba ada kreta besar melintas dijalan tersebut, ditabrak kreta itulah pintu mobil yang dibuka, jatuh yang naik kreta luka-luka.Lalu saya bilang kepada pemilik mobil L300 itu, jangan parkir disitu kau bang, udah kaubuat orang celaka disitu dan lagi pulak itu bukan tempat parkir.
Pemilik mobil langsung bergegas memindahkan mobilnya.

Tak hanya itu, kemacetan juga dipicu oleh truck overtonase yang melintas di jalan III C, Perluasan Kampung Jawa, Kel. Perdagangan III, Kec. Bandar, Kab. Simalungun.

Terkait bak sampah itu, sampah berupa busa-busa dan kulit wayar dibakar didalam bak,adapnya membuat pernapasan kami terganggu, setiap hari kami rasakan itu, akhirnya kami tegur pemilik gudang botot,baru mereka bongkar bak sampahnya.

Gudang botot ini melakukan pemotongan besi dengan menggunakan las karbit,sebenarnya tidak masalah dengan kami,yang penting dijaga jangan asapnya mengganggu kehidupan kami,baru baru ini asapnya masuk kerumah dan membuat anak-anak kami dan ada ibu hamil yang tinggal dibelakang rumah terganggu pernapasannya. Sudah kita tegur juga tidak digubris.Akhirnya saya telepon Kapolsek,pada saat itu Kapolseknya Pak Supendi, SH.MH. utusanya pun datang, namun tetap juga dilakukan pemotongan seolah olah kebal Hukum.

Baru-baru ini juga anggotanya sibulus itu masih melakukan pemotongan besi dengan menggunakan las karbit, bau asap masuk kedalam rumah terpaksa kami memakai masker untuk menutupi agar aman pernapasa kami didalam rumah yg kami huni.

Saya selaku warga Negara yang dilindungi oleh Undang-Undang, kan berhak untuk mendapatkan perlindungan hukum,dan berhak mengajukkan pendapat dan pelaporan kepada siapapun dan instansi manapun.
Saya berharap kepada pengusaha yang memiliki izin legalitas yang jelas, agar kiranya dapat memberikan manfaat kepada warga disekitaran tempat usahanya. Setidaknya kalau tidak dapat memberi manfaat paling tidak jangan merugikan warga seputer tempat usahanya.

Hasil pertemuan penertiban parkiran Gudang Botot dibahu jalan,pemilik gudang botot sepakat untuk membongkar dan mengosongkan bahu jalan yang digunakan untuk tempat parkiran, pembongkaran akan dilakukan paling lambat seminggu dari pertemuan telah disepakati pihak pengusaha Botot. ( Ambarita )

 
Sipoholon, Tapanuli Utara (Tabloid Polmas Poldasu) 12/08/2020 - Bernat Situmeang ( 58) warga hutabulu kelurahan situmeang habinsaran kecamatan sipoholon taput, tewas di tanggul aek sigeaon,  tepat di desa Situmeang hasundutan kecamatan  sipoholon taput rabu 12/8/2020 pukul 7.30 wib. 
 
Korban tewas di tanggul sungai di dekat sepeda motor nya sendiri , di duga saat mau pulang menjala ikan dari sungai.
 
Kapolres taput AKBP Jonner  MH Samosir SIK ,  melalui kasubbag humas Aiptu W.Baringbing membenarkan peristiwa tersebut. 
 
Ia menjelaskan,  korban terletak di jalan tanggul sungai dekat dengan sepeda motor korban sendiri. 
 
Pertama sekali,  korban di temukan oleh warga Kristian Siregar ( 35 ) saat pergi ke kolam ikan nya untuk menabur ikan. Saksi memelihat korban teletak di tanggul sungai dekat sepeda motor nya sudah tidak bernyawa. Lalu melaporkan kejadian tersebut ke polsek sipoholon. 
 
Dari hasil informasi lapangan dan keterangan anak korban Jhonny H.Situmeang, bahwa bapaknya pergi menjala ikan kesungai  selasa 11/8 pukul 18.00 wib. 
 
Menjala ikan pergi malam sudah kebiasaan bapak nya. Sedangkan korban sendiri sudah mengidap penyakit jantung dan saat ini sedang melakukan perawatan obat jalan. 
 
Setelah team inafis dengan polsek sipoholon turun ke TKP, korban di bawa ke rumah sakit umum tarutung untuk di lakukan visum. 
 
Dari hasil visum luar , tidak kita temukan luka di tubuh korban. Namun keluarga meminta agar tidak perlu di lakukan Autopsi,  karena keluarga yakin bahwa penyebab korban meninggal akibat penyakit yang di derita nya kambuh.
 
Saat ini korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan di rumah duka.
 
 
 
Garoga, Tapanuli Utara 28 juli 2020 (Tabloid Polmas Poldasu) - Menancing sudah merupakan kebiasaan sehari-hari oleh Marto Tumanggor ( 40 ) warga Dusun goting hopo Desa goting Garoga kecamatan garoga taput. 
 
Korban sering memancing ikan di sungai aek tanjung batu bidang garoga,  dan kebiasaan nya saat pergi memancing  sendirian tanpa ada yang menemani.
 
 Pada hari minggu ( 26/7 )  sekira pukul 09.30 wib. korban pergi  seorang diri memancing ke sungai tersebut.
 
Hingga pukul 18.30 wib sore hari itu,  korban belum pulang dari pemancingan , lalu istri nya  Redor manik menyuruh anak nya  untk melihat korban ke lokasi biasa tempat memancing.
 
Anak nya berangkat ke lokasi untuk melihat bapak nya, dan di lokasi pemancingan tidak menemukan nya.
 
Setelah di panggil-panggil anak nya di lokasi, tidak ada sahutan dari bapak nya , lalu anak nya pun kembali kerumah dan memberitahukan ibunya.
 
Setekah istri korban mendapat laporan dari anak nya bahwa tidak ditemukan bapak nya di lokasi, lalu istri korban memberitahukan kepada tetangga-tetangga lain untuk ikut mencari korban ke sungai.
 
Secara bersama-sama dengan warga , malam itu pun korban di cari bersama-sama di sungai namun tidak di temukan. 
 
Ke esokan harinya senin, uspika kecamatan garoga bersama masyarakat melakukan pencarian namun tidak di temukan. 
 
Di lanjutkan lagi pencarian selasa dari pagi hari mulai pukul 06.00 wib Pada pukul 07.00 wib, korban di temukan warga sudah meninggal di sungai tempat korban memancing, yang berjarak 50 meter ke bawah dari tempat korban memancing.
 
Kapolres taput melalui kasubbag humas Aptu W. Baringbing membenarkan peristiwa tersebut. Korban meninggal ditemukan 50 meter dari tempat korban memancing. Dari hasil penyelidikan kita, di duga korban tergelincir dari pinggir sungai dan tercebur ke sungai. Karena korban sendirian , sehingga tidak ada yang menolong lalu meninggal. Sungai nya tidak begitu dalam hanya sekitar 50 cm. 
 
Korban sudah di serahkan kepada keluarga nya untuk di kebumikan.
 
Ebdy Boy Sihombing
 
 
 
Tarutung, (Tabloid Polmas Poldasu) 22 Juli 2020 - Akibat di lalap api, kantor kelurahan  pasar sarulla kecamatan pahae jae kabupaten tapanuli utara, harus pindah tempat sementara untuk melakukan pelayanan terhadap masyarakat. 
 
Selain kantor kelurahan, satu unit bangunan rumah milik warga Almarhum Benson Gultom yang sudah kosong ikut hangus terbakar.
 
Peristiwa kebakaran tersebut terjadi rabu 22/07 pukul 01.15 dini hari dan api pun dapat di padamkan pada pukul 02.30 wib.
 
Kapolres taput AKBP Jonner Samosir SIK , melalui kasubbag humas Aiptu W.Baringbing membenarkan peristiwa tersebut.
 
Saat ini team identifikasi kita sedang berada di TKP untuk melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi atas peristiwa tersebut.
 
Dari keterangan yang kita himpun, bahwa sumber api berasal dari kantor lurah lalu merembes ke rumah warga dimana kantor lurah berdekatan dengan rumah tersebut serta bagunan tersebut masih semi permanen. 
 
Pertama sekali mengetahui kejadian tersebut adalah warga sekitar yaitu Tony Simanullang ( 50 )  warga sekitar lokasi kebakaran dan Jerry Panjaitan (  39 )
 
Kedua saksi melihat kalau api keluar dari kantor  kelurahan dan keduanya pun meminta tolong sama warga lain. Saat kedua saksi meminta tolong, warga sekitar pun sudah lelap tidur dan api pun cepat membesar dikarenakan bagunan kantor lurah dan rumah tersebut pun masih semi permanen. 
 
Warga sekitar pun tidak sanggup memadamkan api lalu menghubungi damkar yang ada di pahae jae tersebut. 
 
Sekitar satu jam empat puluh lima menit, warga yang bekerja sama dengan  polsek dan pemadam kebakaran akhir nya api dapat di padamkan. 
 
Akibat peristiwa tersebut, tidak ada korban jiwa , namun kerugian materil di perkirakan 100 juta. 
 
Untuk memastikan penyebab kebakaran tersebut, kita masih melakukan penyelidikan. Team kita masih bekerja di lokasi kejadian hingga saat ini.
 
Jumpa R Sianturi

Simalungun (Tabloid Polmas Poldasu) - Hujan deras disertai angin puting beliung yang turun Sabtu ( 11/07/20 ) sekira pukul 18.00 wib merusak tiga rumah warga di Huta 2 Nagori Karang Rejo Kecamatan Gunung Maligas Kabupaten Simalungun Sumatera Utara.

Ketiga rumah warga milik Meslan ( 61 ), Sugianto ( 28 ) dan Suparman ( 22 ) kondisinya sangat memprihatinkan karena atap seng rumah mereka diterbangkan angin puting beliung yg datang begitu kencang menghantam rumah ketiganya.
" Kami tak menyangka rumah kami dihantam angin puting beliung, karena kejadian begitu tiba - tiba sehingga membuat kami panik ". ujar Meslan saat ditemui .

Dikatakannya lagi, awalnya hanya dua rumah yang atap seng nya dihantam angin puting beliung, sehingga kedua keluarga yang kebetulan anak dan menantunya berteduh dirumah Meslan.

Namun belum lama berteduh rumah Meslan pun mengalami hal yang sama Pangulu Nagori ( kepala desa red ) Karang Rejo Airul Zen beserta perangkat , begitu mengetahui kejadian langsung turun ke lokasi untuk mengevakuasi ketiga keluarga itu dan dibawa ke kediamannya.

" Mereka menginap di rumah biar lebih nyaman, karena kondisi rumah mereka tak mungkin ditempati, ujar Airul Zen. Lebih lanjut dikatakan, hari ini kita upayakan melakukan perbaikan secara gotong royong terutama memperbaiki rumah pak Meslan karena kondisinya tidak terlalu parah.

Saat disinggung mengenai biaya perbaikan , Airul Zen secara terus terang mengatakan bahwa ini upaya pak Rasanya S.Ag mencarikan dananya.

Sementara untuk rumah yang dua pintu lagi pangulu berharap masyarakat mau berpartisipasi untuk membantu.

Pantauan di lokasi terlihat warga masyarakat saling membantu untuk memperbaiki rumah pak Meslan dengan cara gotong royong.

Tampak hadir di lokasi Pangulu Nagori Karang Rejo, Kepala Dusun 2 Tidak, Tokoh Agama Rasam S.Ag MPd, Tokoh Masyarakat Syamsudin Purba serta Budiman Selaku Babinsa Nagori Karang Rejo. (JS)

Page 1 of 2
© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo