9,6 kg sabu Dan 9,820 Butir Pil Ekstasi Asal Malaysia Di Aman kan Sat Polair Tanjung Balai

By July 16, 2019 218

Tanjung balai ( Polmas )  Personel Satuan Polisi Air (Sat Polair) Polres Tanjungbalai menggagalkan penyeludupan sebanyak 9,6 kilogram sabu-sabu dan 9820 butir pil ekstasi asal Malaysia, Sabtu (13/7/2019) kemarin.

Polisi berhasil meringkus Sofyan Hadi (45)–warga Jalan Jenayah, Kelurahan Pematang Pasir, Kecamatan Teluk Nibung, Tanjungbalai–satu dari empat tersangka yang sempat berangkat dari perairan Malaysia menaiki kapal nelayan KM Hati M Jaya.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai dalam konferensi pers di halaman Kantor Satpol Air, Senin (15/7/2019) mengatakan, pengungkapan itu berawal dari kecurigaan petugas.

 

“Tersangka SH ini adalah Anak Buah Kapal (ABK). Dia dijanjikan mendapat upah Rp10 juta apabila narkotika jenis sabu dan pil ektasi ini sampai ke Tanjungbalai,” ungkapnya.

Namun, 3 rekan Sofyan Hadi–juga warga Kota Tanjungbalai–dalam upaya penyeludupan narkoba tersebut, masing–masing berinisial U, D dan F, berhasil meloloskan diri dari sergapan polisi.

“Status ketiganya kini masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Keempat pelaku ini semula berangkat ke Malaysia dengan menggunakan sebuah kapal. Start awal keberangkatan mereka dari belakang PT Timur Jaya, Kota Tanjungbalai, tepatnya hari Jumat (12/7/2019) sekitar pukul 5.00 subuh,” beber Irfan.

Penangkapan Sofyan Hadi, jelasnya, berawal dari kecurigaan personel Sat Polair ketika melihat kapal penangkap cumi-cumi yang dinaiki para tersangka, karena tidak memasang lampu penerang.

“Personel Sat Polair menggunakan kapal patroli pada saat itu melakukan pengecekan terhadap kapal–kapal yang melintas. Melihat kapal cumi yang dinaiki keempat pelaku itu tidak menggunakan lampu, muncul kecurigaan personel,” kata dia

Selanjutnya, petugas kemudian membuntuti kapal penangkap cumi tersebut. Setibanya di depan kedai terapung di Desa Sei Apung, Kecamatan Tanjungbalai, Asahan, yang menjadi lokasi kapal cumi tersebut sandar, petugas Sat Polair langsung merapat dan melakukan pemeriksaan.

“Pada saat dilakukan pengecekan, keempatnya masih lengkap di sana. Mereka pada saat itu sedang ngopi,” jelasnya.

Namun sesaat kemudian, personel Sat Polair yang melakukan pemeriksaan sedikit lengah. Hal itu kemudian dimanfaatkan teman-teman Sofyan untuk melarikan diri.

“Ketiga pelaku lainnya berhasil melarikan diri dengan cara melompat kesungai,” bebernya.

Lebih lanjut dijelaskan Kapolres, seluruh narkotika tersebut adalah milik D yang berperan sebagai nakhoda kapal dan koordinator barang haram tersebut.

“Pemesan barang narkotika itu berinisial D. Dia dalam kasus ini adalah nakhoda dan pemilik kapal. Personel kita semula telah melakukan pengembangan terhadap si D ini. Namun pada saat hendak dilakukan penangkapan, tersangka D ini bersama dengan istrinya sudah tidak ada lagi berada di rumahny di kawasan PT Timur Jaya,” rinci Irfan.

Orang nomor satu di Polres Tanjungbalai ini menambahkan, seluruh barang bukti narkotika itu ditemukan personel Sat Polair tersimpan di dalam kotak fiber ikan.

“Seluruh barang bukti narkotika jenis sabu dan pil ektasi ini ditemukan di dalam sebuah goni pada saat petugas melakukan penggeledahan terhadap sebuah kotak fiber warna orange yang berada di atas kapal cumi tersebut,” jelasnya.

Selain itu, polisi juga mengamankan 5 unit HP milik keempat tersangka sebagai barang bukti.

AKBP Irfan Rifai juga menjelaskan, saat ini pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Polda Sumut untuk melakukan penyelidikan selanjutnya terhadap hasil percakapan melalui HP tersebut.

“Sebuah kapal cumi KM Hati M Jaya bermesin dompeng yang dijadikan sebagai armada dalam kasus penyeludupan barang narkotika ini diamankan untuk dijadikan sebagai barangbukti hasil kejahatan. Tersangka SH terancam dengan hukum penjara selama 6 tahun hingga hukuman mati,” pungkasnya. ( Denny ) 

© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo