PN Medan Sidangkan Empat Sekawan Kasus Narkotika 6,8 Kilogram Asal Tanjungbalai

By March 03, 2019 45
Medan (POLMAS) - Majelis hakim Pengadilan Negeri Medan sidangkan empat sekawan pengedar narkotika seberat 6,8 Kilogram, asal Tanjungbalai.
 
Keempatnya ialah Bachtiar Amin, Fahrizal Margolang, Wibowo Ali dan Irwan Panjaitan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan majelis hakim yang dipimpin Fahren.
 
Jaksa penuntut umum (JPU) Anwar Ketaren, dalam surat dakwaan menyebutkan, keempat terdakwa bersalah melakukan tindak pidana dalam pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.
 
"Masing-masing terdakwa telah melawan hukum melakukan pemufakatan jahat menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima Narkotika Golongan I bukan tanaman dengan beratnya melebihi 5 gram," ujarnya pada persidangan yang berlangsung di Ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri Medan, Jumat (1/3/2019).
 
Anwar pun menerangkan perbuatan keduanya bermula saat Bahtiar menyuruh ketiga temannya untuk menjemput sabu ke Malaysia pada Oktober 2018 lalu, melalui pelabuhan tikus yang ada di Tanjungbalai.
 
"September 2018, terdakwa ditelepon oleh seseorang bernama Fikar (DPO), yang mengatakan mencari orang yang dipercaya untuk mengambil sabu ke Malaysia dengan kesepakatan ongkos semuanya Rp 25 juta," sambung Anwar.
 
Atas penawaran itu, Bahtiar pun menghubungi Fahrizal Margolang untuk membicarakan penawaran dari Fikar.
 
Terdakwa Bahtiar pun menjanjikan upah sebesar Rp 20 juta kepada Fahrizal. Setelah sepakat, Fahrizal kemudian mengajak Wibowo Ali dan Irwan Panjaitan untuk berangkat ke Malaysia, menggunakan speedboat sewaan.
 
Di Malaysia, para terdakwa kemudian dihubungi Fikar tentang kelanjutan sabu yang dijanjikan. Setelah didapat, lantas mereka kembali ke Indonesia.
 
"Bahtiar lalu menghubungi Fikar meminta uang sebesar Rp 50 juta, kemudian Bahtiar pun langsung mengirim uang sebagian atau sebesar Rp 20 juta kepada Fahrizal sebagai ongkos perjalanan," urai JPU.
 
Usai menyerahkan uang, Bahtiar datang menemui tiga temannya itu di daerah Air Joman, Tanjungbalai untuk mengambil barang haram asal Malaysia yang dimaksud. Namun ternyata, transaksi keempatnya sudah dicium oleh personel kepolisian dari Ditresnarkoba Polda Sumut.
 
Keempatnya pun akhirnya ditangkap dengan barang bukti satu buah tas yang di dalamnya terdapat 7 bungkus plastik teh warna hijau dari China berisikan sabu-sabu.
 
Saat diapapah seusai persidangan keempatnya enggan berkomentar saat ditanyai wartawan. (Red)
© 2019 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved