Kapolres Langkat : Yunus Kurir Sabu 1 Kg Terancam Hukuman Seumur Hidup

By March 09, 2019 41
Stabat (POLMAS) - M Yunus (31) warga Dusun B, Desa Ranto Panyang, Kecamatan Jambo Aye terpaksa menerima nasib malang. 
 
Melakoni bisnis haram sebagai kurir sabu kini harus menjalani ancaman hukuman seumur hidup dan akan menelantarkan istrinya.
 
Hal ini terungkap ketika Kapolres Langkat, AKBP Doddy Hermawan dan Kasat Narkoba, Polres Langkat menggelar perkara tangkapan sabu selama bulan Februari 2019. 
 
M Yunus mengaku sudah menikah dengan istrinya, namun belum dikaruniai anak. Ia nekad menjadi kurir hanya untuk hidup berlebih.
 
"Cuma dapat tiga juta antar barang itu. Selama ini kerja swasta, sudah menikah, belum ada anak, Pak. Saya cuma atarkan sabu aja Pak," ungkap M Yunus tertunduk di hadapan Kapolres, Jumat (8/3/2019)
 
Kapolres Langkat menjelaskan bahwa, M Yunus diamankan dalam operasi razia rutin yang digelar personil Polsek Besitang. Polsek Besitang menggagalkan peredaran narkotika yang diboyong Yunus seberat 1 kilogram.
 
"Pelaku diamankan sudah dicurigai sebelum diamankan pada Kamis (28/2/2019). Petugas mendapat informasi bakalan ada yang melintas membawa sabu-sabu menuju arah terminal di Medan," katanya.
 
Kapolsek Besitang, AKP Adi Alfian mengatakan, pengungkapan sabu 1 Kg ditemukan setelah menggeledah M Yunus pengemudi yang naik mobil Honda Jazz BK 1726 ZI. Dari tas berwarna hitam seorang pengemudi ditemukan satu kilogram diduga sabugsabu.
 
"Kami razia dan geledah saat melintas di depan Pos Lantas Polsek Besitang, Jalan Medan-Aceh, Kampung Lalang, Kabupaten Langkat. Pas diinterogasi awalnya mengaku cuma penumpang. Mau antar sabu, kurir gitu," katanya.
 
"Saat polisi memeriksa dalam mobil, ada sebuah tas hitam berisi sabu yang dilakban warna cokelat," jelasnya.
 
Kata Kapolsek, sabu rencanakan akan diedarkan kepada seseorang yang telah menunggu di Terminal Bus Pondok Kelapa Medan. 
 
Dua pengemudi Jazz berdalih tidak mengenal sosok yang akan ditemui dimaksud.
 
"Dia mengaku cuma kurir, mau bawa sabu ke Medan. Di Medan, katanya mereka cuma berdiri saja di Terminal Pondok Kelapa, karena sudah ada nanti yang menunggu. Pemeriksaan lanjut di Mapolres Langkat, Bang," jelasnya.
 
"Pelaku disangkakan melanggar pasal 114 ayat (2) subs pasal 112 ayat (2) Lebih subs pasal 115 ayat 1 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Penjara seumur hidup denda maksimal 8 miliar," pungkas Kapolres. (Red)
© 2019 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved