RF

Adiankoting Tapanuli Utara,(Tabloid Polmas Poldasu) 22/01/2021 - Pada minggu yang lalu, masyarakat Kecamatan Adiankoting Kabupaten Tapanuli Utara di gempar dengan meninggalnya seorang warga Tapanuli Utara meninggal akibat Covid-19,dimana sebelumnya Masyarakat tidak mengetahui bahwa JS meninggal oleh virus mematikan.sehingga warga dan keluarga memandikan Jenazah seperti layaknya Orang meninggal Biasa.

Tetapi setelah selang waktu beberapa Jam,tersiar kabar bahwa Korban (JS) meninggal Karena covid-19.pantauan wartawan di Rumah Duka jadi sedikit panik dan gusar,dimana sebelumnya isu JS meninggal tidak ada kabar terkonfirmasi Covid-19.sehingga pihak Terkait melakukan koordinasi agar segera menguburkan jenazah sesuai protokol Kesehatan.

Tetapi alangkah miris nya ketika Rumkit metta Medika II Sibolga tidak Memulasari Jenazah sesuai Aturan Prokes,sehingga menimbulkan kegusaran bagi masyarakat dan warga kecamatan Adiankoting.hal ini tidak di pikirkan oleh pihak Rumkit yang bisa mengakibatkan Cluster baru yang sangat rawan.dan pihka Rumkit Klaim sudah mengikuti mekanisme hukum setelah awak media melakukan konfirmasi ke pihak Rumkit.

Dalam kasus ini,awak media sudah melakukan komunikasi dengan Dinkes kota sibolga,tetapi kadis enggan untuk bertemu dengan media dan akhirnya diwakilkan oleh Kabid.

Dalam hal penerapan Prokes masyarakat menginginkan informasi yang terbuka ke publik,sehingga tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat dan menimbulkan pemikiran negatif.dalam hal kasus ini,karena warga yang meninggal adalah warga Tapanuli Utara,awak media Melakukan konfirmasi ke pihak dinkes Kabupaten Tapanuli Utara,berjanji akan menyurati Dinkes Propinsi terkait dugaan pelanggaran Protokol Kesehatan yang dilakukan Rumkit Metta Medika II Sibolga.

Semoga pihak terkait segera melakukan tindakan nyata atas dugaan pelanggaran prokes ini dan memberikan efek jera bagi Rumkit yang dengan entengnya melakukan kesalahan besar dianggap kecil.

Dan harapan dari masyarakat Adiankoting,agar pihak Gugus benar benar melakukan monitoring kepada pihak keluarga dekat dan masyarakat yang sempat melakukan kontka fisik terhadap keluarga yang meninggal.

Pihak Dinkes Propinsi dan Satgas Covid-19 Propinsi menanggapi kasus ini dengan seksama dan diminta untuk menindak tegas oknum atau Rumkit yang mengacuhkan UU Prokes yang ditetapkan Oleh pemerintah.

Lamhot Silaban.

Kualuh Leidong, (Tabloid Polmas Poldasu) - Maraknya peredaran kayu Mangrove di Kelurahan Tanjung Leidong membuat geram masyarakat dan LSM, sebab kayu tersebut dikomersialisasi dengan cara dibisniskan oleh segelintir oknum yang diduga selalu mencari keuntungan semata dengan mengatasnamakan Wartawan dan Kepentingan Umum.

Kuat dugaan kegiatan bisnis kayu oleh agen kayu sudah setahun lamanya, jika ada Pengusaha sarang burung walet hendak membangun gedung untuk penangkaran sarang burung walet dengan menggunakan kayu mangrove, mereka memesan kayu itu melalui agen kayu dan kemudian agen kayu memesan kepada para penebang kayu dan para penebang kayu mengambil kayu dengan cara melakukan penebangan secara ilegal dalam kawasan hutan manggrove tersebut.

Hasil Temuan LSM dan Masyarakat pada Hari Rabu (30/12/20) beberapa waktu lalu, dimana terlihat disamping rumah Alm. Akiang atau Candi tumpukan kayu Mangrove jenis Api-Api yang hendak dibawa ke salah satu Sekolah Yayasan Swasta D.I. Panjaitan dengan dalih untuk pembangunan aula Sekolah.

Padahal, masih banyak alternatif lain yang bisa digunakan untuk kepentingan pembangunan seperti bambu, paku bumi, cor pipa dengan menggunakan besi, kenapa mesti kayu mangrove yang dipakai, dan dijadikan alasan untuk pembangunan, apa karena harganya murah dan terkesan tidak memakan biaya banyak makanya itu digunakan, apalagi sering banjir besar air pasang naik ke permukiman warga yang tidak menentu, sehingga dari dampak banjir itu kami masyarakat yang dirugikan. Ujar Juliana Masyarakat Sekitar pada Media POLMAS.

Menurut keterangan dan pengakuan Ino alias Wagino (54) pada Media Tabloid POLMAS dan juga disaksikan oleh Masyarakat dan LSM yang juga berada di lokasi temuan kayu Mangrove menjelaskan bahwa beliau disuruh mengangkut dan menyorong kayu mangrove jenis api-api itu oleh Ibas, Lian, Heri dan pemiliknya Ahok ke Sekolah Swasta Yayasan D.I. Panjaitan dengan upah Rp.1500 per batang.

Masih menurut pengakuan Wagino, "keseluruhan kayu yang sudah sudah saya sorong ke Sekolah Swasta Yayasan D.I. Panjaitan pertama 147 batang, dan kemudian saya sorong lagi 161 batang, terus saya sorong lagi 150 batang dan disini disamping rumah Alm. Akiang yang ini sekitaran 225 batang jumlahnya, dan kayu ini dipesan sekitaran 2000 batang.

Kemudian Masyarakat, LSM dengan didampingi Pengacaranya serta awak Media POLMAS membuat Laporan Ke Polisi Perairan Polres Labuhan Batu Unit Patroli Tanjung Leidong dan diterima Langsung oleh Bripka Mahyudin, dan kemudian dilakukan pengamanan terkait kayu yang berada disamping rumah Alm. Akiang ke Unit Patroli Pol Air Polres Labuhan Batu unit Tanjung Leidong Rabu (30/12/20).

Setelah dilakukan penghitungan kayu yang berada disamping rumah Alm. Akiang tersebut oleh Pihak Pol Air bersama Pelapor Masyarakat dan LSM ternyata jumlahnya sekitar 152 batang dan sudah diamankan oleh Polisi Perairan Polres Labuhan Batu.

Takut barang bukti Kayu Mangrove Hilang, Budiman melalui Kuasa Hukumnya Safrin Ritonga, SH., MH meminta Polisi Perairan Polres Labuhan Batu untuk melakukan penyitaan sebagai bentuk Pengamanan guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Hasan Basri alias Ibas, Parulian Panjaitan alias Lian, Heri Subekti, dan Ahok alias Suparno ketika dikonfirmasi Media Polmas Poldasu melalui Via Whats Up terkait mengenai apa yang disampaikan Wagino alias Lek No bahwa mereka diduga sebagai otak yang menyuruh Wagino mengangkut kayu mangrove jenis api-api untuk diantar ke Sekolah Swasta Yayasan D.I. Panjaitan tersebut, tak kunjung mendapatkan jawaban hingga berita ini diterbitkan.

"Ini langkah tepat yang dilakukan Polres Labuhan Batu dan saya selaku masyarakat juga berterima kasih dan memberikan apresiasi pada Polisi Perairan Polres Labuhan Batu untuk memberantas kegiatan bisnis illegal logging yang diduga mengatasnamakan wartawan, karena hal ini sering terjadi mulai dari pembangunan gedung penangkaran sarang burung walet di daerah sungai dua yang juga menggunakan kayu mangrove dimana mereka juga diduga sebagai agen dan pemasok kayu tersebut". Ujar Indah salah seorang warga yang merasa kecewa dengan ulah oknum yang diduga selalu mengatasnamakan wartawan.

Jepri Ritonga yang merupakan Ketua Umum GEMA-PESU (Gerakan Mahasiswa Peduli Sumatera Utara) pada Media Tabloid POLMAS Kamis (21/1/21), mengatakan bahwasanya beliau mengapresiasi serta mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolda Sumatera Utara dan Bapak Kapolres Labuhan Batu telah menindaklanjuti laporan masyarakat terkait masalah kayu mangrove jenis api-api yang melibatkan segelintir orang yang diduga mengatasnamakan oknum wartawan demi meraut keuntungan semata tanpa memperdulikan dampak yang timbul akibat ditebangnya kayu mangrove itu seperti banjir yang sering terjadi baru-baru ini.

"Apalagi Pemerintah Republik Indonesia melalui Menteri Kehutanan telah menganggarkan Milyaran Rupiah Program Padat Karya yang dikelola oleh kelompok tani hutan yang tujuannya selain untuk membantu perekonomian masyarakat juga memperbaiki dan mengembalikan fungsi hutan yang telah rusak karena ulah pihak-pihak yang kerap mencari keuntungan dengan cara menjadikan kayu mangrove sebagai ajang bisnis". Ujar Jepri yang juga merupakan Sekretaris Umum Demisioner IMM Fakultas Hukum UMSU.

Menyikapi hal itu Kuasa Hukum Budiman, Safrin Ritonga, SH., MH mengucapkan terima kasih sertavmengapresiasi kinerja Polres Labuhan Batu dan beliau juga meminta agar Polisi Perairan Polres Labuhan Batu supaya menegakkan hukum dengan tidak memandang siapa para pelaku maupun profesinya sebab semua orang sama dimata hukum "Equality Before The Law". Terangnya.

Kepala Satuan Polisi Perairan Polres Labuhan Batu AKP. Iman Azahari Ginting, SH., MH ketika dikonfirmasi Media Tabloid POLMAS Kamis (21/12/21) terkait sejauhmana sudah penangan laporan masyarakat mengenai kayu yang sudah diamankan dan disita di Kantor Unit Patroli Pol Air Polres Labuhanbatu, apakah sudah ada yang ditetapkan sebagai tersangka, dimana beliau mengatakan sedang kita selidiki semua kemungkinan jika ditemukan unsur-unsur delik pidana akan kita proses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Ucapnya. (Padel Ritonga).

Samosir ( Tabloid Polmas poldasu ) - Update rilis perkembangan kasus infeksi Covid-19 yang diterima dari Dinas Kesehatan Samosir oleh Satgas Covid-19 Samosir hari ini, Rabu (13/1/2021), pukul 14.00 Wib, ada penambahan 8 kasus baru, nihil sembuh, dan meninggal 1 Orang dengan data sebagai berikut: (1) Suspek: Nihil, (2) Probable: 1 orang, (3) Konfirmasi Positif Aktif: 17 orang, (4) Sembuh: 65 orang, dan (5) Meninggal Dunia: 4 orang dan secara kumulatif di Kabupaten Samosir telah mencapai 86 kasus.

Berikut data konfirmasi positif aktif:

1. RKS, (27/12/2020), Pr., 66 Tahun, Desa Bonan Dolok, Kecamatan Sianjurmulamula, Isolasi Mandiri;

2. KH, (27/12/2020), Lk., 57 Tahun, Desa Habeahan, Kecamatan Sianjurmulamula, Isolasi Mandiri;

3. AMT, (27/12/2020), Pr., 18 Tahun, Desa Bonan Dolok, Kecamatan Sianjurmulamula, Isolasi Mandiri;

4. MT, (27/12/2020), Pr., 36 Tahun, Desa Aek Sipitu Dai, Kecamatan Sianjurmulamula, Isolasi Mandiri;

5. HIR, (28/12/2020), Pr., 40 Tahun, Desa Tomok, Kecamatan Simanindo, Isolasi Mandiri;

6. RPH, (03/01/2021), Lk., 35 Tahun, Kelurahan Pintu Sona, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri;

7. EEN, (05/01/2021), Pr., 17 Tahun, Kelurahan Tuktuk Siadong, Kecamatan Simanindo, Isolasi Mandiri;

8. RPS, (09/01/2021), Lk., 55 Tahun, Desa Cinta Dame, Kecamatan Simanindo, Dirawat di Rumah Sakit Murni Teguh;

9. SD, (05/01/2021), Lk., 52 Tahun, Desa Ambarita, Kecamatan Simanindo, Isolasi Mandiri;

10. MS, (09/01/2021), Pr., 48 Tahun, Desa Cinta Dame, Kecamatan Simanindo, Isolasi Mandiri;

11. BS, (11/01/2021), Lk., 63 Tahun, Desa Turpuk Limbong, Kecamatan Sianjurmulamula, Isolasi Mandiri;

12. DST, (11/01/2021), Pr., 25 Tahun, Desa Siparmahan, Kecamatan Harian, Isolasi Mandiri;

13. TT, (11/01/2021), Pr., 39 Tahun, Kelurahan Pintu Sona, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri;

14. LHOAB, (11/01/2021), Lk., 39 Tahun, Desa Pardugul, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri;

15. YPMS, (11/01/2021), Lk., 47 Tahun, Desa Siboro, Kecamatan Sianjurmulamula, Isolasi Mandiri;

16. AMN, (11/01/2021), Pr., 28 Tahun, Desa Lumban Suhi Toruan, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri; dan

17. RSS, (11/01/2021), Pr., 35 Tahun, Desa Pardomuan I, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri.

Satgas Covid-19 Samosir menekankan pentingnya melakukan protokol kesehatan yaitu menggunakan masker, sering mencuci tangan pada air mengalir, menjaga jarak ketika berinteraksi, dan menghindari kerumunan.

Di samping itu mari kita sungguh-sungguh kita lindungi keluarga kita yang lanjut usia dan penderita penyakit penyerta agar benar-benar melakukan protokol kesehatan. Hal ini disebabkan mereka termasuk ke dalam kelompok rentan.

Satgas Covid-19 Samosir masih menunggu hasil dari epidemiolog di lapangan dampak dari memasuki Tahun Baru 2021 dan kegiatan-kegiatan sosial selama tahun 2020. Namun demikian, mari untuk tidak panik sambil melaksanakan protokol kesehatan secara konsisten dan terus menerus ketika beraktivitas di luar rumah.( Ms/ lim)

Samosir (Tabloid Polmas Poldasu) - Rapat Kerja Komisi III DPRD Kab. Samosir bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Samosir bertempat Diruang Rapat Komisi III DPRD Kab. Samosir , terkait Evaluasi Program Kegiatan Tahun Anggaran 2020 dan Program Kegiatan Tahun Anggaran 2021,19/01/2021.

Pada pembukaan rapat disampaikan oleh Bpk. Drs. Jonner Simbolon selaku Ketua Komisi III, selain agenda rapat ini ditambahkan bahwa adanya surat masuk dari organisasi Gerakan Muda mudi Desa Hariara Pintu,terkait dengan penempatan Tempat Pemroses Akhir (TPA)sampah di Desa Hariara Pintu. Adanya TPA itu dikhawatirkan akan dapat menimbulkan penyakit bagi masyarakat sekitar karena belum ada pengelolaan secara profesional.

Disamping itu ditambahkan bahwa harus ada sinergi ataupun kesepakatan pengelolaan pariwisata di Aek Natonang antara UPTD Kebun Raya dan Dinas Pariwisata Kab. Samosir, Kata Ketua Komisi III.

Sekaitan dengan itu Sudion Tamba selaku kepala Dinas Lingkungan Hidup Kab. Samosir menjelaskan bahwa untuk program dan Kegiatan pada tahun 2020 tidak ada belanja modal karena adanya refocusing namun secara umum semua kegiatan dapat dilaksanakan dengan realisasi sebesar 97,26%.Untuk tahun 2021, Dinas Lingkungan Hidup Kab. Samosir mendapat bantuan dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup berupa 2 unit truk sampah, beca motor

sebanyak 6 unit dan 11 container. Program dan Kegiatan Tahun 2021 ada juga pembangunan Dyk TPS Nainggolan, Pengadaan bibit,Pembuatan Kajian Lingkungan Hidup Strategis untuk dokumen RPJMD berikutnya,Pengadaan Lampu jalan di Kec. Sitio tio, Pengadaan tong sampah. Terkait TPA di Desa Hariara Pintu memang kami akui bahwa pengelolaan belum maksimal akan tetapi sesuai dengan prosedur akan tetap kami lakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan khususnya penanganan sampah serta menghindari efek -efek negatif bagi masyarakat dan tahun 2021 akan dibenahi. Untuk pengangkutan sampah yang mengalami kendala hal ini disebabkan kondisi jalan menuju Tempat Pemroses Akhir Desa Hariara Pintu rusak dan kami sudah koordinasikan dengan Bidang Alat Berat untuk memperbaiki jalan masuk itu, Ujar Sudion Tamba.

Untuk pengelolaan Arboretum Aek Natonang akan dikoordinasikan dengan Dinas Pariwisata Kab. Samosir sehingga kedepan pengelolaannya dapat lebih baik.

Untuk Tahun kegiatan 2021direncanakan penyusunan masterplan aek natonang. Untuk kegiatan di UPTD Laboratorium dijelaskan ada pengujian Kwalitas lingkungan yakni kualitas air di 12 Lokasi, Perbaikan IPAL Laboratorium, kalibrasi, Pengadaanlogistik lab. Untuk pengukuran Mutu air danau toba minus 2 dengan kategori cemar ringan, ujar Kepala UPTD Laboratorium.

Hal lain ditambahkan oleh Parluhutan Samosir bahwa fungsi konservasi di Arboretum Aek Natonang perlu di tingkatkan agar nantinya dapat sejalan dengan fungsi lainnya diantaranya Fungsi Pendidikan Lingkungan dan Pariwisata.

Pun disampaikan oleh Bpk Pantas Marroha Sinaga bahwa diperlukan penanganan sumber-sumber air di dua kecamatan yakni Kec.Sitio tio dan Kec. Harian, kami melihat sumber air di dua kecamatan itu semakin berkurang, Ujarnya. Selain itu diperlukan pengawasan maupun tindakan tegas terhadap pengambilan/penyadapan getah pohon pinus. Apabila tidak sesuai aturan harus ada tindakan tegas, Katanya.

Sebelum menutup Rapat Kerja, Ketua Komisi III DPRD Kab. Samosir menyarankan agar dibuat Tanda maupun informasi terhadap kwalitas air disumber air agar masyarakat dapat mengetahui layak atau tidaknya air itu dikonsumsi. Terobosan lain diperlukan yakni Pengelolaan limbah eceng gondok dirumah kompos untuk dijadikan Kompos. Kami Sarankan Dinas lingkungan Hidup dapat lebih kreatif dan inovatif dalam pengelolaan limbah, sampah maupun hal lainnya sehingga pencemaran lingkungan dapat dikurangi dan Keberlanjutan Kelestarian lingkungan dapat terpelihara dengan baik. Katanya mengakhiri Rapat kerja. ( Ms/lim)

Sibolga, (Tabloid Polmas Poldasu) 21/01/2021 - Pemerintah Dalam Hal penanganan atau Penanggulangan Covid-19 begitu gencarnya dalam me Reduce Penyebaran Virus ini,sampai membentuk Team Gugus Tugas dan mengeluarkan Banyak anggaran yang tidak sedikit jumlahnya.itu dilakukan untuk memperkecil angka masyarakat yang terpapar Covid-19,dan temuan kita dilapangan pihak Kepolisan/TNI dan Pemda selalu bersinergis untuk melakukan Razia Penegakan Prokes dan sampai melakukan denda ditempat jika ditemukan masyarakat yang masih enggan mematuhi protokoler Kesehatan.

Berbeda dengan Pihak RS Metta Medika 2 Sibolga,dimana ada kasus Meninggal dunia Karena Covid-19,Rumah Sakit Metta Medika 2 Sibolga di duga mengacuhkan dan melanggar Prokes Pemulasaran Jenazah.
Ketika kita mencoba konfirmasi ke pihak Rumkit tersebut,pihak Rumkit terkesan Tidak merasa bersalah dan mengklaim bahwa mereka sudah mengikuti mekanisme yang ditetapkan Pemerintah.padahal Kasus Meninggal Terkonfirmasi Covid-19 berat,dimana Jenazah Tidak di pulasari sesuai Aturan Per Undang-Undangan.

Sesuai pantauan Jurnalis Media This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. di Rumah Duka,jenazah Atas Nama: Jojor Simatupang di angkut oleh ambulance Pihak Rumkit Metta Medika Sibolga dalam keadaan seperti Jenazah Biasa,Pihak Rumkit tidak membungkus Jenazah sesuai Protokoler Kesehatan,Padahal menurut surat yang di tanda tangani pihak Rumkit,jenazah atas Nama Tersebut Terkonfirmasi Covid-19 Berat.
Ketika kita mendatangi Rumkit metta Medika untuk mempertanyakan perihal pelanggaran diatas,pihak Rumkit mengatakan bahwa "Kami tidak Memulasari Jenazah sesuai Prokes, dikarenakan Permohonan Keluarga Korban"dan pihak Keluarga menandatangani surat pernyataan bahwa segala bentuk risiko ditanggung oleh pihak keluarga sendiri.

Alangkah Tragisnya hanya bermodalkan Surat pernyataan Pihak Rumkit menyetujui tanpa memikirkan risiko yang akan timbul di masyarakat.yang kenyataan nya di lapangan bahwa Saat memandikan Jenazah Pihak masyarakat Terlibat kontak langsung dengan Tubuh Jenazah.

Dalam hal ini kita sudah melakukan konfirmasi ke dinkes kota sibolga,tetapi kadis enggan untuk bertemu malah diwakilkan ke kabidnya,sehingga informasi menjadi kurang jelas dan dugaan ada yang tidak sinkron terkait Kasus ini.
Ketika kita melakukan konfirmasi ke pihak dinkes Kabupaten Tapanuli Utara, menyatakan bahwa " Setiap Jenazah Covid-19 wajib dimakamkan sesuai Prokes yang ditetapkan pemerintah.dalam hal ini Tindakan daripada pihak Rumkit Metta Medika 2 sibolga kontradiksi terhadap apa yang di katakan Undang-Undang.

Diharapkan pihak Satgas Gugus Tugas Pemko Sibolga dan satgas Gugus Tugas Propinsi Sumatera Utara memberikan Tindakan terhadap Pihak Rumkit Metta Medika 2 Sibolga,dan melakukan investigasi terkait dugaan pelanggaran Pemulasaran jenazah Covid-19.

Dan diharapkan pihak Kepolisian segera mengusut hal ini,dimana ada indikasi pelanggaran keras yang dilakukan oleh pihak Rumkit Metta Medika 2 Sibolga.

Lamhot Silaban.

Batu bara - AKBP Ikhwan Lubis SH.MH. Menurut Saya kita harus Memiliki rasa kemanusiaan kepada siapa pun.


Dalam pantauan media disaat melakukan kegiatan apa pun , Kaolres Batu bara AKBP Ikhwan Lubis SH.MH. Selalu tenang dan memiliki pantauan tinggi terhadap sekeliling nya . Terutama kepada orang yang sangat membutuhkan pertolongan , ini di buktikan ya pada saat menyerahkan Imigran Rohingya ke RSUD Batu bara untuk di karantina , Sosok orang nomor satu di Polres batu bara ini tampak memberikan uang saku dan tempat yang layak Bagi para Imigran , Seperti tempat tidur dan kelengkapan selama masa karantina . Rabu ( 21/1/2021 ).

Dalam melakukan aktifitas kerja seperti ini kita harus lebih jeli dalam menangani nya . Ini kemanusiaan , Kita lihat Ibu yang memperjuangkan anak anak nya , mereka rela mati demi anak anak nya , Walau mengarungi lautan dan tercampak ke negri lain semua demi meng hidupi anak anak mereka , ini sangat luar biasa menurut saya.

Saya hanya bisa berharap mereka baik baik saja dan mendapatkan kelancaran dalam hidup yang di jalani nya. Selama menjalani Karantina ini mudah mudahan mereka lebih terbantu dan sehat selalu , kami dari Komunitas Sedekah Jum at ( Ksj ) juga akan siap membantu menyumbangkan kebutuhan mereka selama masa karantina di RSUD Kab. Batu bara . Hal ini di katakan Kapolres dalam menangani 18 imigran Rohingya ,

Tampak dalam amatan awak media Kapolres Batu bara memberikan Uang pribadi nya dari dalam dompet untuk para Imigran dengan harapan bisa terus bertahan hidup. ( Ris)

JAKARTA - (Tabloid Polmas Poldasu)  20 Januari 2021 - Komjen Listyo Sigit Prabowo menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test sebagai calon Kapolri di hadapan Komisi III DPR RI.

Dalam kesempatan itu, mantan Kapolda Banten itu memperkenalkan konsep transformasi Polri baru.
"Apabila saya diberikan amanah untuk menjadi Kapolri, transformasi Polri akan saya lakukan dengan transformasi prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan yang kami perkenalkan sebagai konsep Polri yang Presisi," tutur Sigit di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (20/1/2021).

Sigit menyebut, pihaknya tentu perlu banyak berbenah. Terlebih di masyarakat masih ada sejumlah pandangan negatif terhadap Polri yang disebabkan perlakuan sejumlah oknum.

"Pelayanan yang masih berbelit-belit, ucapan anggota yang arogan, adanya pungli di berbagai sektor pelayanan, kekerasan dalam penyelesaian masalah, penanganan kasus tebang pilih, dan perilaku lainnya yang menyebabkan kebencian di masyarakat," jelas dia.

Ke depan, lanjut Sigit, pelayanan terhadap masyarakat akan semakin ditingkatkan. Tampilan yang masih belum sesuai dengan pandangan masyarakat harus segera diubah.

"Tidak boleh ada lagi hukum tajam ke bawah tumpul ke atas. Tidak boleh lagi ada ibu yang dilaporkan anaknya dan diproses. Hal-hal seperti ini ke depan tidak boleh lagi. Dan tentunya kasus-kasus lain yang mengusik rasa keadilan masyarakat. Betul hukum harus ditegakkan, namun humanis. Di saat ini masyarakat butuh penegakan hukum demi keadilan masyarakat, bukan untuk kepastian hukum," tandasnya.

Frish H Silaban

Batu bara (Tabloid Polmas Poldasu) - Sebanyak 18 Imigran Gelap kembali di serahkan Polres batu bara kepada RSUD Batu bara untuk di karantina , Selasa ( 20/1/2021 ).

Kapolres. Batu bara AKBP Ikhwan Lubis SH.MH. Yang di dampingi Kasat Reskrim AKP Ferry Khusnadi SH.MH. menyerahkan 18. Orang imigran gelap yang berasal dari Rohingya dan Jawa timur. Di ketahui 3 imigran Indonesia asal Jawa timur dan 15 imigran asal mianmar yang bersuku Rohingya terdiri dari ibu dan anak ini di amankan polres batu bara di suatu rumah kontrakan yang berada di kec .Madang deras kab. Batu bara .pada Selasa sore sekira pukul 16.30 wib. Dini hari.

Ke 18 orang tersebut rencana akan di kirimkan penyalur ke Negara Malaysia untuk di pekerjakan sebagai pembantu ,.Hal Ini dijelaskan Kapolres Batu bara pada wawancara di lokasi RSUD Batu bara pada saat menyerahkan para imigran untuk segerah di karantina kan selama masa yang ber laku dalam karantina kesehatan.

Menurut keterangan yang di berikan oleh kasat reskrim AKP Ferry. Khusnadi SH.MH. mereka berasal dari Aceh. Dan di pindahkan ke Batu bara untuk segera di berangkatkan melalui pelabuhan tikus. Yang ada di wilaya kab. Batu bara.

Selama 8 Bulan mereka bertahan di wilaya Aceh dan baru sekitar 2 Minggu mereka berada di kabupaten ini , untuk Masa Pandemi Atas kemanusiaan kami lakukan penyerahan para imigran ini agar lebih mudah mendeteksi dan lebih baik tinggal di karantina RSUD Batu bara di karnakan pasilitas yang lengkap pula.

Kami sudah mengantongi nama tersangka berinisial ( P ) Sebagai penyalur dan untuk pengembangan saat ini polisi masi mencari dan menyelidiki tersangka ( p ). Ujar kasat Reskrim. ( Ris ).

Langkat, (Tabloid Polmas Poldasu) - Mayat tanpa identitas terkapar di dalam aliran parit perladangan kebun sawit milik Abdul Hakim (42) TKP pantai gemi, Lingkungan XI Wismorejo, Kelurahan Kwala Bingai, Kecaatan Stabat, Kabupaten Langkat, Selasa (18/1/ 2021) sekira pukul 09.00 Wib.

Dari keterangan pihak Kepolisian, mayat tanpa identitas tersebut dipastikan berjenis kelamin Laki-laki dengan luka tikaman disekujur tubuh bagian leher, tangan sebelah kiri dan dada sebelah kiri serta Luka di bagian kepala atas sebelah kanan.

Dari TKP beberapa saksi diantaranya, Abdul Hakim (42) warga Pabtai Gemi, Dusun 6, Kecamatan Stabat ( Pemilik Lahan) dan Abdul Hasan (50) Dusun XI, Kecamatan Stabat tidak sengaja menemukan mayat tanpa identitas tersebut.

Hasil olah TKP sementara, Barang Bukti yang berhasil diamankan oleh pihak Tim Inafis Polres Langkat, berupa 1 (satu) potong celana kolor warna abu abu kemudian mayat tersebut di masukkan kedalam kantong jenajah berwarna kuning.

Kronologis penemuan mayat tersebut, bermula
Pada hari ini Selasa tanggal 19 Januari 2021 sekira pukul 09.00 wib , Saksi an. ABDUL HAKIM ( pemilik lahan sawit ) sedang mengecek lahan sawit nya , dan saat iannya berjalan ke pinggir parit kebunnya ternyata saksi melihat sesosok mayat yang terlungkup dengan di tutupi pelepah sawit dan selanjutnya oleh Abdul Hakim menghubungi Kepling bernama Abdul Hasan.

Atas peristiwa tersebut,
selanjutnya oleh saksi menghubungi pihak kepolisian sektor Stabat dan pihak polsek stabat langsung meluncur ke TKP yang berada di lingkungan XI WismorejoI kelurahan Kwala Bingai, Kecamatan Stabat.

Kemudian, Kanit Reskrim bersama anggota melakukan sterilisasi TKP dan pemasangan Police Line, berkodinasi dengan Inafis polres Langkat dalam hal penyelidikan.

Kapolres Langkat AKBP Edi Suranta Sinulingga, melalui Paur Subbag Hummas IPTU Yasir belum dapat menyimpulkan apakah korban pembunuhan.

"Kasus ini masih dalam penyelidikan," imbuh Pria yang murah tersenyum yang biasa disapa Bang Yasir itu kepada Awak Media, Selasa (19/1/2021).(Nur/Sis)

Teks. Foto : mayat tanpa identitas saat dimasukkan dalam kantong jenajah oleh Masyarakat setempat dan Tim Inafis Polres Langkat guna dilakukan otopsi.(Nur/Sis)

Batu bara, (Tabloid Polmas Poldasu) - Aipda Elijhon Manurung, Bhabinkamtibmas Desa Cahaya Pardomuan Kec.Datuk Lima puluh Kab.Batu bara beliau adalah bertugas di Polsek Lima puluh pada Polres Batu bara.

Aipda Elijhon Manurung sudah dikenal dikalangan masyarakat yang ada di Desa Air Hitam, Desa Cahaya Pardomuan dan Desa Simpang Dolok Kab.Batu bara, Dengan tugasnya sebagai Bhabinkamtibmas di tiga Desa tersebut dan juga beliau bersama masyarakat terus aktip membuat terobosan yang menghasilkan bagi masyarakat seperti membuat kelompok petani ikan Mas di Desa Cahaya Pardomuan dengan hasil panen yang memuaskan dan dapat membantu perekonomian masyarakat di masa Pandemi Covid-19.

Pada hari Selasa/18/01/2021 Aipda Elijhon Manurung mengajak Perangkat Desa di Desa Binaannya untuk melakukan Pembinaan masyarakat tentang Protokol Kesehatan berupa 4M.

Bersama sama dengan perangkat Desa melakukan Ops Yustisi di Desa Binaannya dengan menganjurkan kepada masyarakat untuk Disiplin pada Protokol Kesehatan yaitu 4M di masa Pandemi Covid-19, kemudian memberikan hukuman Disiplin kepada masyarakat pelanggar Prokes dengan hukuman disiplin berupa Mengucap Pancasila dan menyanyikan lagu wajib serta diberikan Masker secara gratis, dengan ketatnya Prokes yang dilakukan maka dengan itu masyarakat di Desa disiplin dengan Prokes dan dapat memutus mata rantai Covid-19, Kegiatan ini terus dilakukan setiap hari di desa binaannya.(Ris)

Page 1 of 29
© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo