Dishub Benarkan Ada Kawasan-kawasan Tertentu di Medan Dikutip Parkir 24 Jam

By March 16, 2019 9
Medan (POLMAS) - Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Renward Parapat membenarkan adanya kutipan parkir terhadap sejumlah kawasan di Kota Medan selama 24 penuh. Hal itu dilakukan mengingat potensi kawasan tersebut, dinilai Dishub dapat menghasilkan retribusi untuk Penghasilan Asli Daerah.
 
Namun, Renward mengatakan kawasan yang dilakukan penerapan parkir melewati Pukul 24.00 WIB tak banyak. Kawasan yang dipilih dilakukan pengutipan umumnya adalah lokasi yang ramai pada malam hari.
 
"Ada beberapa. Contohnya seperti lokasi-lokasi yang masih ramai sampai tengah malam itu kita kutip. Seperti di kawasan Merdeka Walk, dan lain-lain, tapi nanti bisa kita lihat di kantor," ujarnya ditemui seusai salat Jumat, (15/3/2019).
 
Rendward mengatakan tarif parkir yang diterapkan pada malam hari sama harganya dengan jam kerja pada umumnya.
 
Untuk melihat apakah kawasan tersebut dikenakan parkir saat tengah malam atau tidak, ia mengatakan bahwa para pengendara bisa mengecek sendiri.
 
Orang nomor satu di Dinas Perhubungan ini menyarankan, agar tidak menjadi keributan, Pengendara bisa mengecek badge name juru parkir. Pada badge name juru parkir (jukir), tertera wilayah dan jam berapa operasional pengutipan diberlakukan.
 
"Sebenarnya kalau mau ngecek itu gampang. Pengendara bisa minta juru parkir memperlihatkan badge name-nya. Disitu jelas semua. Kemudian minta karcis parkir, biar gak ragu membayarnya" tegasnya.
 
Namun lanjutnya, jika juru parkir yang ditemui tak mengenakan seragam dan id card, Rendward meminta agar juru parkir difoto dan dilaporkan ke pihak Dinas Perhubungan Kota Medan.
 
"Memang kita akui ada beberapa juru parkir ini nakal juga, gak pakai seragam dan badge dan bahkan gak ngasih karcis. Kalau ini gak usah dibayar," katanya
 
Rendward mengaku hingga kini masih ada jukir jukir yang nakal. Namun ia berjanji masih akan melakukan penindakan terhadap jukir resmi bahkan juru parkir gadungan, lantaran saat ini Dishub sudah bisa melihat video Area Traffic Control System (ATCS) Pemko Medan untuk memantau ketertiban jalanan.
 
Rendward berujar diberlakukan pengutipan parkir terhadap beberapa kawasan baru bahkan hingga 24 jam adalah agar terserapnya retribusi dari kawasan kawasan yang dianggap memiliki potensi keuntungan untuk daerah.
 
Tak tanggung-tanggung, target Dinas Perhubungan Kota Medan dari retribusi parkir pada tahun 2019 mencapai Rp 48 Miliar. "Yang ditargetkan oleh Kita (Dishub) itu tahun ini sampai Rp 48 Miliar. Meski berat tapi kita berupaya untuk itu," sambungnya.
 
Pada tahun 2018 lalu, Dishub Kota Medan merapup retribusi parkir sebesar hampir Rp 28 Miliar dari target Rp 44 Miliar yang dicanangkan.
 
"Yang nargetkan bukan dari dishub sendiri. Kita ada usulkan target, tapi dievaluasi pemerintah dan dewan, jadinya target kita segitu," tukasnya.
 
Beberapa alternatif yang diprogramkan Dishub untuk meraup retribusi dari parkir adalah menawarkan tender pada pihak ketiga (swasta) untuk mengelola parkir. Kemudian Dishub juga berupaya menjalin kerjasama dengan perusahaan yang memiliki halaman untuk dijadikan tempat parkir.
 
"Itu wacana kita, belum ada payung hukumnya. Belum kita sampaikan ke pak Sekda. Karena masih kita susun. Ada rencana kita agar swasta yang kelola parkir dengan juru parkir sendiri. Kita tinggal kontrak aja berapa tahun," pungkasnya.
 
Adanya parkir selama 24 jam di Kota Medan, ternyata belum diketahui oleh salah seorang warga bernama Hilman. Karyawan sebuah hotel ini sempat mengeluhkan adanya pengutipan parkir saat sepulang membeli nasi goreng di Jalan Pemuda Medan. Sepengetahuannya, parkir hanya berlaku hingga pukul 23.00 WIB malam.
 
"Setahu aku parkir itu kalau diatas jam 11 malam sudah ilegal itu. Ini gimana. Ada yang bisa tanyakan ke Dinas Perhubungan?," Keluhnya ditimpali warga lainnya bernama Alex.
 
Alex mengeluhkan pada lokasi-lokasi tertentu diterapkan parkir. Menurutnya sebaiknya parkir pada tengah malam tidak diberlakukan.
 
Pengamat kebijakan publik dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Arifin Saleh Siregar mengaku tidak tahu adanya pengutipan yang dilakukan Dishub selama 24 jam pada beberapa tempat. Ia mengatakan sebaiknya Dinas Perhubungan Kota Medan melakukan sosialisasi jika pada beberapa kawasan diterapkan pengutipan parkir.
 
"Kalau memang ada. Sebaiknya dishub menyosialisasikan ini sebelum diterapkan. Dishub mempertimbangkan dulu pendapat masyarakat, jadi masyarakat pun tahu beberapa tempat ada pengutipan parkir. Masyarakat jadi enggak curiga," katanya.
 
Arifin juga menyoroti target pemerintah dan dewan untuk meraup keuntungan dari retribusi terlalu berlebihan. Imbuhnya, fungsi Parkir utamanya adalah cara menata ketertiban, kenyamanan dan keamanan, bukan soal mencari keuntungan. *red)
 
 
© 2019 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved