Presiden Jokowi Resmikan Pelabuhan dan Tinjau Lokasi Bom Bunuh Diri di Sibolga

By March 18, 2019 16
Sibolga (POLMAS) - Usai meresmikan pengembangan Pelabuhan Sibolga, Presiden Joko Widodo bergegas meninjau lokasi bom Sibolga yang berlokasi di Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Sumatera Utara, Minggu (17/3/2019).
 
Tiba pukul 12.30 WIB, ia didampingi Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, tokoh masyarakat Sibolga yang juga Wakil Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar Akbar Tanjung dan Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk.
 
Presiden menyusuri gang tanah selebar sekitar satu meter untuk dapat sampai ke lokasi ledakan yang tinggal puing-puing.
 
Setelah meninjau lokasi bom, Presiden didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo mendatangi posko tanggap darurat ledakan bom.
 
Mantan Wali Kota Solo itu berbincang dengan seratusan warga yang rumahnya terdampak bom dan memberikan bantuan secara simbolis.
 
Presiden Joko Widodo memberikan bantuan sebesar Rp1,4 miliar bagi warga korban terdampak bom bunuh diri di Sibolga.
 
"Setelah saya kembali ke Jakarta, saya akan perintahkan juga Menteri Sosial untuk datang ke sini untuk memulai pembangunan rumahnya. Saya minta Danrem dan Dandim membantu biar pengerjaannya lebih cepat,” ujar Jokowi di posko tanggap darurat.
 
Ia menyebutkan bantuan tahap awal untuk membangun kembali 155 rumah warga yang rusak. Diharapkan, rumah warga segera dibangun sehingga bisa ditempati kembali.
 
Menurutnya, porsi bantuan pun berbeda bagi rumah yang rusak berat, sedang dan ringan.
 
“Tadi saya sudah berdiskusi dengan Wali Kota Sibolga, bahwa warga yang bangunan rumahnya rusak berat diberikan Rp 25 juta, rusak sedang Rp 5 juta dan rusak ringan Rp 3 juta,” sebutnya.
 
Jokowi berharap proses pembangunan dipercepat sehingga lokasi ledakan tidak kelihatan seperti lapangan dan menyebabkan rasa trauma bagi warga setempat.
 
Tak lupa ia menekankan agar kerukunan antarumat beragama terus dijaga di Sibolga dan Tapanuli Tengah.
 
"Kita adalah bangsa yang besar, beragam suku bahasa dan budaya serta agamanya. Mari kita jaga dan kita pelihara terus kerukunan ini,” pungkasnya.
 
Resmikan Pengembangan Pelabuhan Sibolga
 
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meresmikan penataan dan pengembangan Pelabuhan Sibolga yang terletak di pantai barat Sumatra Utara pada Minggu, 17 Maret 2019.
 
Di masa lalu, pelabuhan ini merupakan salah satu pusat perdagangan di mana kapal-kapal dari Eropa hilir mudik ke pelabuhan itu.
 
Melalui penataan dan pengembangan kembali kawasan pelabuhan itu, pemerintah hendak memfungsikan kembali pelabuhan ini selayaknya ketika dahulu menjadi salah satu pusat perdagangan.
 
"Pelabuhan Sibolga ini kalau kita ingat waktu kita SD ini sangat terkenal. Semua anak SD saat itu tahun 70-an mengerti semua. Inilah yang ingin kita bangkitkan: fungsi pelabuhan untuk mobilitas barang dan jasa bisa berangkat lagi dari Pelabuhan Sibolga," ujar Presiden Joko Widodo di lokasi peresmian.
 
Setelah tiga tahun belakangan dibangun, Pelabuhan Sibolga kini telah memiliki fasilitas yang jauh lebih baik. Pelabuhan tersebut diperkirakan akan segera mengalami peningkatan aktivitas sekaligus mendorong perekonomian wilayah sekitar.
 
"Kapasitas container yard-nya sekarang mencapai 20.000 TEUs per tahun, meningkat sangat drastis. Ukuran kapalnya dulu hanya sampai 2.000 GT sekarang sudah bisa sampai 6.000 GT. Artinya kapal besar sudah bisa bersandar di sini. Terminal penumpangnya dulu hanya 80 orang sekarang bisa menampung 500 orang. Alhamdulillah," kata Presiden.
 
Lebih membanggakan lagi, Kepala Negara mendapatkan informasi bahwa desain Pelabuhan Sibolga ini memperoleh penghargaan sebagai desain pelabuhan terbaik se-Asia Pasifik. Tahun lalu konsep bangunan Pelabuhan Sibolga menjadi desain terfavorit built integrated modelling se-Asia Pasifik.
 
"Tadi saya dibisiki Pak Dirut Pelindo katanya desain pelabuhan di Sibolga ini menang sebagai desain pelabuhan terbaik di Asia Pasifik. Tempat antara kapal feri dan kargonya terpisah sehingga bisa lebih efisien," tuturnya.
 
Dengan selesainya pengembangan Pelabuhan Sibolga ini, Presiden berharap agar seluruh pihak terkait mulai bekerja keras untuk mengembalikan fungsi Pelabuhan Sibolga dan menggerakkan roda perekonomian Sibolga beserta kawasan sekitar.
 
"Saya hadir groundbreaking di 2016 dan sekarang selesai. Saatnya sekarang ini kita bekerja agar semakin banyak barang dan jasa yang menggunakan Pelabuhan Sibolga ini," ucapnya.
 
Namun, Presiden memastikan bahwa pelabuhan ini akan kembali dikembangkan agar dapat mendukung sistem logistik komoditas pertanian setempat, utamanya crude palm oil (CPO).
 
"Kita juga akan mengembangkan lagi lewat sedikit reklamasi di sebelah sana yang akan kita pakai untuk terminal penyimpanan bagi CPO. Jadi CPO yang dari Sibolga ini tidak usah lewat darat sampai 10 jam menuju Belawan, langsung dari sini bisa," ujarnya.
 
Mengutip siaran pers PT Pelindo I tanggal 17 Maret 2019, Pelabuhan Sibolga ini telah dilengkapi dermaga multipurpose dengan panjang keseluruhan mencapai 153 meter dan memiliki panjang tambatan 405 meter yang mampu disandari empat kapal sekaligus. Dengan luas lapangan penumpukan mencapai 6.061 meter persegi menjadikan pelabuhan tersebut dapat menampung peti kemas hingga 20.000 TEUs per tahun dari yang sebelumnya hanya mampu menampung sebanyak 7.000 TEUs per tahun.
 
Untuk menunjang kualitas dan kecepatan pelayanan bongkar muat, Pelabuhan Sibolga juga didukung dengan peralatan bongkar muat berupa 1 unit fix crane dengan kapasitas 40 ton yang mampu meningkatkan produktivitas bongkar muat dari rata-rata 15 box/crane/hour (BCH) menjadi 25 BCH. (rel)
© 2019 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved