Polisi Tangkap Terduga Teroris Abu Arkam, Khodijah Bunuh Diri di Rutan Polda Metro

By March 21, 2019 39
Medan (POLMAS) - Polisi kembali menangkap seorang terduga teroris berinisial M alias Abu Arkam, di Berau, Kalimantan Timur, Selasa (19/3/2019).
 
M diduga merupakan anggota dari kelompok teroris jaringan Sibolga.
 
Ia menjadi anggota kedelapan dari jaringan tersebut yang dibekuk polisi.
 
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan M terdeteksi melalui jaringan komunikasi.
 
"Pada tanggal (Selasa) 19 Maret yang lalu berhasil diamankan kembali satu kelompok jaringan ini atas nama M alias Abu Arkam.
 
Ditangkap di wilayah Kalimantan Timur, tepatnya di wilayah Berau," kata Dedi di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (20/3/2019).
 
Menurut Dedi, M juga sudah merencanakan penyerangan terhadap aparat keamanan.
 
M, kata Dedi, ingin segera melakukan penyerangan karena diduga terpicu dari penangkapan anggota jaringan lainnya.
 
"Yang bersangkutan juga dalam hasil komunikasi yang berhasil kita dapat dan hasil pemeriksaan dari Densus maupun satgas, betul-betul memiliki keinginan yang sangat kuat untuk sesegera mungkin melakukan tindakan amaliyah.
 
Ini terpicu juga dengan kejadian yang ada di Sibolga," ungkapnya.
 
Para terduga teroris ini diduga tergabung dalam satu jaringan teroris Jamaah Ansharut Daullah (JAD) yang berafiliasi dengan ISIS.
 
Selain Husain alias AH, polisi juga telah menciduk beberapa terduga anggota dalam jaringan tersebut.
 
Aparat awalnya menangkap P di Lampung pada Sabtu (9/3/2019).
 
Kemudian, diikuti dengan penangkapan Husain alias AH di Sibolga, Sumatera Utara, pada Selasa (13/3/2019).
 
AH sempat menginformasikan kepada penyidik bahwa MSH, istri AH, memegang detonator pemicu bom di rumahnya.
 
Setelah proses negosiasi yang tidak berhasil, istri AH meledakkan diri bersama anaknya pada Rabu (13/3/2019) dini hari.
 
"Kenapa ngajak anaknya? Dia khawatir kalaiu anaknya enggak ikut dia, nanti akan terpisah di surga.
 
Dengan pola seperti itu maka jam 01.40 istri AH meledakkan diri.
 
Dia punya keyakinan kuat dengan cara seperti itu maka dia akan cepat masuk surga," kata Dedi.
 
Tim Densus 88 kemudian menciduk AK alias Ameng dan ZP atau Ogel yang ditangkap di Sibolga, Selasa (12/3/2019).
 
Keesokan harinya, Rabu (13/3/2019), polisi menangkap R alias S dan M yang ditangkap di Tanjungbalai, Sumatera Utara.
 
Kemudian, ditangkap YS alias Khodijah, Kamis (14/3/2019) sore.
 
Namun, YS tewas karena diduga bunuh diri dengan cara menenggak zat kimia keras.
 
Aparat menemukan YS dalam kondisi sakit pada Senin (18/3/2019).
 
Ia diperiksa di rutan Polda Metro Jaya, Jakarta.
 
Setelah pertolongan pertama tidak membuahkan hasil, aparat melarikan YS ke rumah sakit.
 
Akan tetapi, nyawa YS tidak tertolong.
 
YS diduga ikut merencanakan penyerangan dan menginstruksikan anggota lain berinisial SH untuk mengunggah video berisi ancaman terhadap anggota kepolisian.
 
SH masih dalam pengejaran.
 
"SH juga diperintahkan oleh saudari Y untuk mengunggah video yang berisi konten ancaman kepada anggota Polri yang sedang bertugas," kata Dedi.
 
Terduga teroris YS alias Khodijah disebut akan dijadikan istri terduga teroris Husain alias Abu Hamzah (AH).
 
"Termasuk YS alias Khodijah ini mau diperistri oleh AH," kata Dedi.
 
Selain YS, AH diketahui juga akan memperistri terduga teroris R alias S, yang ditangkap di Tanjungbalai, Sumatera Utara, pada Rabu (13/3/2019).
 
Setelah mempersunting keduanya, mereka merencanakan untuk melakukan penyerangan terhadap aparat keamanan.
 
"Setelah diperistri mereka berencana menjadi mujahid dan melakukan amaliyah," ungkapnya. (Red)
© 2019 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved