Pelayanan dan Kesejahteraan Masyarakat Yang Jadi Prioritas, Bukan Piala Adipura Yang Jadi Formalitas

By March 25, 2019 25
Tebingtinggi (POLMAS) - Piala Adipura yang diperoleh Kota Tebingtinggi sebanyak empat kali merupakan prestasi bersama dan menjadi motivasi untuk dikembangkan dan dipertahankan menuju Kota Tebingtinggi yang lebih baik.
 
Hal ini disampaikan Tebingtinggi Tebing Tinggi yang diwakili Asisten II Muhamad Dimiyathi pada pembukaan sosialisasi Adipura 2019, Kamis (21/3), yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup di Balai Kartini.
 
Disampaikan Tebingtinggi kegiatan ini menyamakan persepsi dan sinergisitas semua pemangku kepentingan, mulai dari semua OPD, Camat dan Lurah untuk memenuhi target nasional pengurangan sampah 30 % dan penanganan sampah 70 %.
 
Program Adipura dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan perbaikan seperti halnya 2018 Pemerintah Daerah harus melakukan penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang menggunakan sistem pembuangan terbuka (open dumping)  beralih mengoperasikan TPA  dengan sistem lahan urug saniter (sanitary landfill).
 
Dan untuk itu target Pemerintah pengurangan sampah tahun 2025 seluruh sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga dapat dikelola 100 %, sehingga tidak ada lagi sampah yang dibiarkan begitu saja, ujarnya.
 
Dikatakannya, Pemerintah Kota Tebingtinggi sendiri sudah berkomitmen untuk terus mengurangi sampah plastik terutama pengggunaan kantong plastik menggantikannya dengan tas-tas anyaman pandan dan uapaya ini terus dilakukan lewat sosialisasi kepada para pedagang dan pembeli di pasar-pasar.
 
Hal ini akan bisa teraktualisasi dengan baik jika segenap masyarakat bersama-sama melakukannya, dan tidak hanya Pemerintah Kota nya saja, terutama emak-emak sebagai ibu rumah tangga, kita kembali ke natural untuk kebaikan bersama.
 
Dalam sosialisasi yang diikuti 250 anggota masyarakat dari 35 kelurahan se Tebing Tinggi dan para pimpinan OPD, Camat dan Lurah diisi dengan pencerahan oleh nara sumber Irwansyah verifikator Adipura dari Jakarta yang motivator persampahan nasional. 
 
Lain halnya pendapat dari salah satu penggurus Lembaga Komunitas Lingkungan Hidup yang ada di kota ini, yaitu Komunitas Pemuda Peduli Sosial dan Lingkungan Hidup " DPP KOPPS-LINGKUP Kota Tebingtinggi M. Lubis di luar gedung acara mengatakan Pelayanan dan Kesejahteraan masyarakat yang utama bukan Piala Adipura di jadikan pormalitas belaka.
 
Ajang Piala Adipura semakin hari kehari terkesan dimanfaatkan pemerintah Daerah hanya untuk Popularitas keberhasilan kerja mereka saja, dengan mendapat Piala Adipura Otomatis merupakan suatu penghargaan dari pemerintah Pusat akan keberhasilan memimpin suatu Kota, ujarnya menambahkan.
 
disamping itu juga Penilaian Piala Adipura juga terkesan kurang profesional, hal ini dapat kita lihat dari tragedi Sungai Padang yang tercemar oleh Limbah dari salah satu perusahaan Minyak kelapa sawit yang ada di serdang Bedagai. yang mana hal ini sampai sekarang para petani tambak ikan yang dirugikan, belum jelas mengenai tanggung jawab atau ganti rugi dari perusahaan yang membuang limbah tersebut.
 
hanya sekedar iming-iming akan diganti rugi, pemerintah pun diam dengan terjadinya untuk kedua kali air sungai padang tercemar kembali setelah kelang beberapa minggu tercemarnya sungai padang yang pertama oleh Limbah Perusahaan pabrik kelapa sawit itu. hal ini diketahui dari keluhan para petani tambak ikan yang merasa dirugikan dan di bohongi oleh Pemerintah atau Perusahaan Pabrik itu yang bohong dan membodohi Pemerintah bahkan masyarakat Kota Tebing Tinggi, jelas Petinggi DPP LSM KOPPS_LINGKUP  (G6)
© 2019 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved