Mahasiswa 'Duduki' Sekretariat Suara USU

By March 29, 2019 21
Medan (POLMAS) - Seluruh pengurus pers mahasiswa Suara USU dipecat rektorat perkara penerbitan cerpen di website Suara USU yang berjudul Ketika Semua Menolak Kehadiran Diriku di Dekatnya.
 
Rektorat meminta mantan pengurus untuk mengosongkan sekretariat hingga Kamis (28/3/2019). Pantauan wartawan, Kamis (28/3/2019), pihak keamanan USU sudah berada di Sekretariat Suara USU untuk memastikan sekretariat sudah kosong.
 
Satpam sempat menghalangi mahasiswa maupun awak media untuk melihat kondisi Sekretariat Suara USU. Mantan pengurus tak memiliki pilihan, mereka pun mengangkat seluruh barang.
 
Namun hal ini menimbulkan penolakan dari mahasiswa, mereka meminta pencabutan SK Pengurus Suara USU dibatalkan.
 
"Kami tadi sudah mengeluarkan barang-barang. Tapi mahasiswa lain mencekam dan mereka mau tetap menduduki sekret Suara USU dan menarik lagi barang-barang kembali ke dalam," kata mantan Pimpunan Umum Suara USU, Yael.
 
Geram dengan keputusan rektor, mereka menyanyikan lagu Darah Juang di dalam sekretariat agar satpam tak menyegel sekretariat Suara USU. Lebih lanjut, Yael tidak mengetahui mau dijadikan apa sekretariat Suara USU tersebut selanjutnya.
 
Yang dia tahu, mereka hanya diminta untuk mengosongkan sekret Suara USU. "Pokoknya tadi ada banyak sekuriti yang datang untuk meminta mengosongkan sekret Suara USU. Sembari memilah mana yang barang USU dan mana yang bukan," tuturnya.
 
Untuk diketahui, keputusan Rektor USU Runtung Sitepu yang membubarkan kepengurusan Suara USU mendapat perlawanan dari para mahasiswa. Keputusan ini dianggap sebagai bentuk pembungkaman lembaga pers mahasiswa yang selama ini kritis terhadap kampus. SK pembubaran pengurus Suara USU bahkan sudah ditandatangani Rektor USU, Selasa (27/3/2019).
© 2019 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved