Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Kunjungi Kota Binjai

By March 29, 2019 6

Binjai, (POLMAS) - Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Ketum), Arist Merdeka Sirait, mengimbau segenap tokoh dan pengelola lembaga pendidikan di Kota Binjai agar dapat melihat gerak gerik pelecehan dan kekerasan seksual terhadap anak di lingkungan sekolahnya masing-masing.

Hal tersebut ditegaskannya, saat Sosialisasi Hak dan Perlindungan Anak Dalam Mewujudkan Sekolah Ramah Anak, di Gedung Yayasan Perguruan Kristen Methodist Indoneaia (PKMI) Kota Binjai, Rabu (27/3) siang.

“Saya ingatkan kepada seluruh pihak dan peserta yang hadir di sini, mohon mewaspadai kehadiran predator anak di sekolah. Sebab sekolah merupakan lingkungan yang sangat rentan terjadi tindakan kekerasan kepada anak,” ctusnya Arist.

Mengawali sosialisasinya, Arist Merdeka Sirait menjelaskan awal berdirinya komnas perlindungan anak di Indonesia, diawali dengan konferensi PBB tahun 1989. Pada 25 Agustus 1990 Republik Indonesia (RI)  langsung mengimplementasikannya. Sejak saat itu pula RI wajib merealisasikan aturan  terkait hak dan perlindungan anak melalui Undang-Undang Nasional.

1998 digagas UU perlindungan bersamaan dengan dibentuknya Komnas PA. Pada akhirnya pada tahun 2002 lahirlah UU Perlindungan anak.Selain memberikan perlindungan terhadap segala bentuk eksploitasi dan kekerasan. Komnas PA juga bertugas untuk melakukan sosialisasi.

Tujuannya tidak lain untuk menciptakan desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, dan sekolah ramah anak, melalui program gerakan perlindungan anak terpadu kepada masayarakat, lembaga pemerintah, swasta, dan sekolah.

Arist juga menegaskan ada sepuluh hak anak yang wajib hukumnya dipenuhi antara lain,  hak bermain, hak atas pendidikan, hak perlindungan, nama, dan kebangsaan, hak atas makanan,  hak mendapatkan pelayanan kesehatan, hak rekreasi, hak kesamaan, dan peran dalam pembangunan.

“Angka nasional kejahatan terhadap anak mencapai 58 persen, yang didominasi oleh kejahatan seksual. Indonesia saat ini berada dalam situasi darurat kejahatan seksual, angkanya terus meningkat pelakunya tidak lain adalah orang terdekat. Artinya rumah, lingkungan sekolah, ruang tempat bermain anak sudah tidak aman,” ungkap Arist.

Ruang-ruang publik juga sudah menjadi ancaman, bukan hanya di kota besar tetapi sudah merambah ke desa-desa. Hal tersebut  diakibatkan telah merajalelanya penayangan pornograpi dan pornoaksi yang sangat mudah diakses.

Walikota Binjai, HM Idaman, yang diwakilkan oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan, Indriyani, menegaskan anak merupakan generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa, serta sebagai sumber daya manusia di masa depan yang merupakan modal bagi pembangunan yang berkesinambungan. Kepentingan yang utama untuk tumbuh kembang anak harus mendapat prioritas yang tinggi .

Perkembangan masyarakat yang semakin kompleks, saat ini terlebih lagi dengan adanya dampak negatif dari kemajuan teknologi dan informasi yang sda dewasa ini, memberikan pengaruh buruk terhadap tumbuh kembang anak,  mulai dari eksploitasi anak secara ekonomi, kekerasan seksual dan fisik terhadap anak maupun bentuk pelanggaran hak anak yang semakin hari semakin meningkat.

“Semoga kehadiran bapak Arist Merdeka Sirait ,menjadi satu kesempatan bagi kita untuk memperoleh pemahaman dan pencerahan yang lebih baik untuk meningkatkan upaya dalam melindungi anak, serta mengurangi kekerasan terhadap anak ke depannya, ” harap Indri.

Menambahkan,  Ketua Yayasan Methodist Indonesia Binjai, Peterus, berharap setelah kunjungan Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, Yayasan Methodist dapat menjadi pionir terhadap keperluan hak anak, sehingga anak, khususnya di Kota Binjai dapat merasakan arti menjadi anak Indonesia yang merdeka.

Selanjutnya, Arist beserta rombongan, dijamu makan siang bersama dengan Walikota Binjai, HM Idaham, di rumah dinas walikota , Jalan  Veteran , Kelurahan Tangsi, Kecamatan Binjai Kota. Dan diakhir pertemuan dilakukan Penandatanganan komitmen bersama antara LPA Kota Binjai dengan Yayasan Methodist Indonesia Binjai ,serta Walikota Binjai. (Siswanto Ihsan).

Kunjungan Arist Merdeka Sirait, yang langsung didampingi  Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sumut, Muniruddin, disambut oleh Walikota Binjai, HM Idaham, melalui Plt. Kadis Pendidikan, Indriyani, Kadis BKKBN Binjai Drg. Lilik Rosdewati, M. Kes, Ketua Yayasan Methodist Indonesia Binjai, Peterus, Kadis P3AM, Meidy Yusri, Ketua LPA Kota Binjai, Rahmad Fadli Sirait, dan seluruh jajaran LPA Kota Binjai.

© 2019 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved