Pengerjaan Rabat Beton di Desa Karang Gading Menuai Masalah

By January 22, 2020 35
Langkat- Polmas Poldasu :Pengerjaan Pembangunan jalan Rabat Beton yang bersumber dari Dana Desa Karang gading Kec. Secanggang Kab Langkat yang dilaksanakan di Dusun 1 Gg Keluarga dengan Anggaran Rp. 65. 154.000 dengan Volume 180 M X 2 M X 0,15 M diduga menuai masalah sebut salah warga yang bernama Dian Andika Prima Fioren (30) kepada Wartawan pada hari Jumat (17/01/2020) pukul 17:22 Wib di Polres Langka
 
Pengerjaan pembangunan jalan rabat beton yang sudah selesai dilaksanakan oleh pihak desa Karang Gading yang mengenai tanah milik neneknya dengan lebar 50 Cm sehingga jendela rumah neneknya tidak bisa terbuka karena adanya jalan rabat beton tersebut dan belum lagi pengrusakan tanaman pohon pisang dan merobohkan tiang dapur neneknya
 
Berkaitan dengan hal ini Dian selaku cucu sudah menjumpai pihak desa sekaligus melaporkan bahwa pembangunan rabat beton tersebut sangat mengganggu ketenangan neneknya. Namun,  tidak ada tanggapan dan solusi dari pihak kepala desa Sebut Dian Andika
 
" Sebelumnya pembangunan jalan sudah dirapatkan bila  pembangunan jalan dilaksanakan di Gang Mesjid dikarnakan unsur dugaan KKN oleh pelaksana proyek dan Kades khususnya kepala Dusun maka proyek tersebut di pindahkan ke Gang keluarga" sebut Dian
 
Merasa tidak di tanggapi oleh kepala Desa Karang gading Hairur Rohman terkait laporannya kedesa maka pada bulan Januari 2020  Dian Andika Prima Fioren melaporkan hal tersebut keranah hukum Polres Langkat yang saat ini belum ditindak lanjuti. Ucapnya
 
Saat dihubungi harianbatakpos. Com belum lama ini Kepala Desa Karang gading Hairur Rohman membantah hal ini, dia mengatakan pembangunan rabat beton itu bukan dipindahkan tetapi di gang keluarga lebih banyak masyarakat dan jalannya becek dan masyarakat sudah menghibahkan surat-surat kepada kami dengan tegas Kades mengatakan sejengkalpun tidak ada bangunan rabat beton itu mengenai tanah dan rumah nenek itu. 
 
Sebut Kades, Saya tidak menyerobot tanah dan jendela rumah nenek itu pun masih bisa di buka. Ucapnya
 
Menaggapi hal ini Ketua devisi dan data ICW Langkat Syahrial mengatakan,  kalau benar hal itu terjadi pihak pemerintahan Desa hal ini Tim Pengelola Kegiatan  (TPK)  dana desa karang gadeng Kec Secanggang bertolak belakang dari prinsip-pribsip pengunaan dana desa pada No. 2 yak ni. Keadilan dengan mengutamakan hak dan kepentingan seluruh warga desa tanpa membeda-bedakan juga pada prinsipnya pembangunan pisik dana desa itu harus efisien dan tidak berimbas buruk kepada masyarakat. 
 
Sambung Syahrial, pembangunan dana desa itu pada tahun 2020 ini selain mengacu pada UU no 6 tahun 2014 tentang desa dimana pihak desa harus mengelola prioritas dengan berdasarkan dengan demokrasi dan keadilan  sosial. 
 
Pembangunan akan gagal apa bila masih ada keberatan dari masyarakat tentang pembangunan itu, artinya musdus atau musyawarah dusun sudah dikhianati kalau memang benar kalau jalan rabat beton itu seyogianya dibangun di gang mesjid namun karena adanya dugaan nepotis perangkat desa maka rabat beton itu berpindah ke gang keluarga itu melanggar hukum, Sebut Syahrial (SH).
 
 
 
© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo