Air Sungai Wampu Keruh, Berlumpur dan Bau Belerang

By April 01, 2019 3
Stabat (POLMAS) - Masyarakat Kabupaten Langkat yang memanfaatkan sumber air Sungai Wampu kesusahan air bersih.
 
Air Sungai Wampu yang membelah Kota Stabat, tepatnya di Kecamatan Stabat dan Kecamatan Wampu kondisinya sangat keruh, berlumpur, dan berbau belerang sehingga tidak bisa dimanfaatkan dan dikonsumsi, Jumat (29/3/2019).
 
Camat Wampu, Syamsul Adha sudah mendengarkan langsung keluhan masyarakat.
 
Dia pun sudah merespons langsung keluhan dengan turun langsung mengecek air Sungai Wampu dan mencari tahu penyebab fenomena yang terjadi.
 
"Dari pagi ini memang airnya begini, sudah saya cek ke lapangan tanya masyarakat. Kata mereka ada air bah, biasanya kek gini karena hujan gunung kiriman dari atas," ujarnya kepada wartwan.
 
Namun, Syamsul Adha mengaku terkejut terkait kondisi air yang berbau belerang. Sebelumnya, sekeruh apapun air tidak pernah air belerang begitu menyengat. Bahkan berdampak harga ikan murah lantaran jumlahnya yang banyak.
 
"Tadi info orang PDAM ada unsur belerang, makanya kami heran kok ada unsur belerang, kalau air bah kan cuma keruh berlumpur saja. Ikan pun pada mati, sepanjang Sungai Wampu ikan murah, ikanya banyak kali, kan ikan sungai gak tahan lama," katanya
 
"Kalau tidak silap, dulu pernah berapa puluh tahun lalu, waktu kejadian Bandang Bahorok, cuma kan waktu itu air pun debitnya naik, nah, sekarang airnya gak naik debitnya, makanya airnya lumpur semua, parah, gak bisa dikonsumsi masyarakat," ujarnya.
 
Menindaklanjuti ini, Camat Wampu mengatakan pihaknya sudah melaporkan ke BPBD, dan Bupati sudah perintahkan BPBD terus memantau kondisi Sungai Wampu. Harapan supaya tidak ada dampak buruk ke masyarakat.
 
Petugas Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Wampu Langkat, Imanuel Marco mengatakan hingga saat ini air belum bisa diolah karena kepadatan lumpur dan bau belerang yang menyengat. Bahkan keadaan ini terlihat memenuhi permukaan air Sungai Wampu.
 
Warga Stabat Muhammad Davi menceritakan akibat lumpur padat dan bau belerang tak berani mengonsumsi air. Dia juga membenarkan banyak ikan diduga mabuk air hingga naik ke permukaan sungai.
 
"Banyak kali ikan mati. Airnya berlumpur kali. Sudah dari pagi ini sampai sore air masih begini. Ramai juga warga mencari ikan karena sudah mengambang ikan-ikannya," ujarnya. (*)
 
 
 
 
© 2019 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved