Hari Ini 4 Anggota DPRD Tapteng Disidangkan, Ancaman 20 Tahun Penjara

By April 12, 2019 9
Medan (POLMAS) - Empat Anggota DPRD Tapanuli Tengah terkait kasus korupsi perjalanan dinas fiktif akan disidangkan hari ini Rabu (10/3/2019) di Pengadilan Tipikor Medan.
 
Keempat terdakwa tersebut adalah Wakil Ketua DPRD Tapteng, Awaluddin Rao dan tiga anggota DPRD Julianus Simanungkalit, Jonias Silaban, dan Hariono Nainggolan.
 
Para Anggota Dewan ini ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan penyimpangan belanja perjalanan dinas luar daerah anggota DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah Tahun Anggran 2016 dan 2017.
 
Keempatnya diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp 655.924.350 dengan cara menggelembungkan biaya perjalanan dinas ke luar daerah pada 2016 dan 2017.
 
Humas Pengadilan Tipikor Medan, Jamaluddin menyebutkan bahwa Majelis Hakim dipimpin oleh Hakim Ferry Sormin dengan dua anggota Jarihat Simarmata dan Roslauni Tobing.
 
"Sidangnya nanti di hari Rabu minggu depan iti tanggal 10 April 2019. Majelis Hakim yang dipimpin Ferry Sormin dengan dua anggota Jarihat Simarmata dan Roslauni Tobing. Jadi untuk keempatnya sama hakimnya," ungkapnya, Minggu (7/4/2019) lewat sambungan selular.
 
Keempatnya dilimpahkan berkasnya dengan nomor perkara 13/Pid.Sus-TPK/2019/PN Mdn, 14/Pid.Sus-TPK/2019/PN Mdn, 15/Pid.Sus-TPK/2019/PN Mdn dan 16/Pid.Sus-TPK/2019/PN Mdn.
 
Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut, Sumanggar Siagian menyebutkan bahwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang diutus adalah Kifli Ramadhan.
 
"Ya benar besok sidang pertama dengan pembacaan dakwaan untuk keempat anggota DPRD Tapteng itu," jelasnya.
 
Ia menyebutkan bahwa para terdakwa ini diancam dengan pidana melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 ayat (1) UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No.20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 ayat (1) ke-1 KUH Pidana
 
"Hukuman ternerat bisa dipidana seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun dan atau denda paling sedikit Rp 50 juta rupiah dan maksimal Rp 1 miliar," tuturnya
 
Baginya, Jaksa akan tetap akan berusaha membuktikan fakta-fakta persidangan yang benar dilakukan para terdakwa.
 
"Ya kita pastinya akan menuntut para terdakwa sesuai dengan fakta persidangan. Ya sesuai perbuatannya, kita engga harus menjatuhkan hukuman yang berat," terangnya.
 
Sumanggar menambahkan untuk anggota DPRD lainnya yang sedang buron Sintong Gultom yang sudah ditangkap penyidik Polda Sumut pada 29 Maret lalu belum juga dilimpahkan berkasnya.
 
"Kalau untuk anggota DPRD Tapteng Sintong Gultom itu belum ada berkas ke kita (Kejatisu). Nanti kita informasikan kalau berkasnya sudah sama kita," terangnya.
 
Ia membeberkan bahwa akibat perbuatan keempat terdakwa telah menimbulkan kerugian keuangan negara pada biaya penginapan perjalanan dinas luar daerah Anggota DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah Tahun Anggaran 2016 dan 2017 sebesar Rp.56.902.000,000
 
"Sebagaimana hasil perhitungan kerugian keuangan negara yang dilakukan oleh BPKP Sumut. Hal tersebut akibat selisih penghitungan antara pengeluaran hotel dengan realisasi biaya penginapan dan biaya lumpsum 30 persrn untuk biaya penginapan yang tidak terdaftar, selisihnya merupakan kerugian keuangan negara," pungkasnya.
 
 
© 2019 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved