Proyek 50 RSS KAT 2019 Di Nisel sebesar Rp 1,7 Milyar.di duga Ambuaradol *Kadis Sosial Sumut nyatakan siap100%,tapi tak mampu menunjukkan poto dan menyebut ukuran rumahnya

By March 06, 2020 44

Medan (Polmas Poldasu) - Menyibak indikasi keganjilan proyek pembangunan 50 unit Rumah Sangat Sederhana (RSS) Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Dusun Baruje Desa Hilisataro Ehosafayo Kec Toma Kab Nias Selatan di sejumlah media online dan cetak terbitan medan, bukanlah suatu upaya yang mudah.

Sebab selain lokasinya jauh di luar Kota Medan,yaitu pulau nias beberapa Narasumber terkait yang dihubungi juga enggan berkomentar fakta-fakta terkini di lapangan. Contohnya Kadis Sosial Kab Nisel, Intan, yang mengarahkan konfirmasi masalah teknis agar ditanya langsung kepada pejabat Dinsos Provinsi Sumut Satker. “Tolong urusan teknis ditanyakan aja ke Dinsos Sumut ya.

Intinya kami hanya dibantu dan penerima manfaat,namun kenyataan sebenarnya dilapangan ada juga kekurangannya,,,pak.maklum lah memang anggarannyapun agak minim.

Tapi,walau begitupun sebagai penerima bantuan kamipun bersyukur mudah mudahan bantuan kedepannya lebih besar lagi dapat dan daerah lainpun  agar masyarakat dapat terbantu." ujar Intan menjelaskan  saat dikonfirmasi tim Polmas Poldasu Rabu (19/02) melalui sambungan selulernya.

Proyek dari dana APBN TA 2019 yang dikerjakan CV Aliran Hidup berbiaya Rp. 1,7 Miliar lebih dengan Satker Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara , itu disinyalir bermasalah. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara dan LSM LPPPSU Lembaga Pemantau Pembangunan Pedesaan Sumut telah pula angkat suara.Ketua  LPPPSU  meminta Gubsu Edy Rahmayadi menurunkan tim investigasi untuk memeriksa dugaan ketidak sesuaian RSS KAT di Nisel itu untuk menjaga marwah Sumut Bermartabat sebelum serah terima secara resmi  dilakukan pada masyarakat bulan maret mendatang oleh Gubernur.lain lagi dari anggota DPRDSU Syamsul Bahri menganggap proyek RSS menilai asal jadi, rentan KKN dan rekanan terindikasi bekerja melewati limit kontrak akhir 30 Desember 2019. Bahkan Syamsul Bahri menyakini pekerjaan rekanan tidak sesuai perencanaan awal.

Untuk itu sebagaimana beberapa foto yang beredar kepada kalangan media bangunan RSS KAT di Kab Nisel yang menunjukkan keanehan-keanehan. Tangkapan foto tertera 16 Januari 2020 dengan pondasi rumah ada yang dicor dan ada yang tidak cor dan rumah dicat warna-warni.

Informasi dihimpun dari situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Provinsi Sumut yang menyajikan keterangan per 24 September 2019, dicantumkan bahwa proyek 50 RSS diawasi oleh Konsultan CV Haza Mulia Engineering beralamat di Jalan Selamat Gang Sawah No. 60 A Medan 20219. Gambar rencana kegiatan proyek diberi nama “Pemberian Bantuan Stimulan Pemukiman Sosial Bagi Warga Komunitas Adat Terpencil dengan pengerjaan pembangunan RSS sebanyak 50 unit di Kab Nisel TA 2019″. Situs LPSE Sumut menampilkan Berita Acara Hasil Pemilihan Nomor: 242.d/TU/POKJA.071-PK/UKPBJ-SU/2019 dengan 26 peserta tender. Namun CV Aliran Hidup dicantumkan sebagai 1 peserta yang memasukkan dokumen penawaran proyek senilai Rp. 1.795.033.913,98.

Dengan adanya kejanggalan tangkapan foto foto tertera 16 Januari 2020 dengan pondasi rumah ada yang dicor dan ada yang tidak dicor dan rumahnya dicat warna-warni seperti sebuah kampung pelangi yang ada didaerah kota pulau jawa,yang sumber fotonya  diterima tim Polmas poldasu yang tidak mau ditulis namanya.

Menyahuti indikasi keganjilan proyek RSS KAT di Nisel tersebut, Kadis Sosial Sumut H Rajali, S.Sos, MSi, ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya di Dinsos Sumut Jalan Sampul Medan Rabu (18/02) terdengar lantang didampingi Ardo Mulia MAP memberi jawaban,Sang Kadis sangat yakin proyek tersebut tidak mengandung masalah apapun, tapi lucunya, jawaban-jawaban Rajali malah kadang ada membingungkan dan kurang jelas,sebab ketika ditanya ukuran rumah RSS KAT yang sudah dikerjakan dan siap itu,namun tidak mampu menjawabnya berapa ukuran tipe rumahnya.

Begitu juga perihal poto rumah RSS KAT yang sudah siap dan hasil kesimpulan consultan proyek RSS KAT 2019 sebesar 1,7 milyar itu,juga tidak dapat menjelaskan secara jelas kepada Wartawan. Bukan apa-apa, pada satu sisi, Rajali mengatakan masa kontrak rekanan berakhir 30 Desember 2019 dan pembayaran progress pekerjaan pisik dilakukan 26-27 Desember 2019. Rajali mengklaim semua item pekerjaan sudah selesai dilakukan rekanan 100%pada 30 Desember 2019. Sesuai progress per 26 Desember 2019, ucap Rajali, rekanan dibayar hanya sebesar 95 persen.

Sisa uang proyek 5 persen tidak diproses walau hingga 30 Desember 2019 namun  rekanan masih menuntaskan pekerjaan yang belum beres. “Bagus pemborongnya, 100 persen pekerjaan diselesaikan. Mereka bilang untuk amal ibadah. Dimana cari pemborong seperti itu bang."sebut Rajali memuji pemborong. Boleh begitu sudah dibayar, rekanan masih melanjutkan kerja).

Tapi tak mengeluarkan uang, gak dibayar apa-apa lagi. Cuma 95 persen dibayar dan dikerjakan mereka sampai selesai 30 Desember 2019. Gak ada denda. Gak ada temuan di situ, gak ada pungli dan korupsi. Gak ada kita mengakal-akali. Aku udah 4 kali esselon II .Uang proyek 5 persen lagi gak dicairkan.

Hanya 95 persen dibayar sesuai progress dan laporan konsultan pengawas,” akunya. Didampingi Kabid Resos Ardo Mulia S.sos, Rajali kekeh memastikan proyek RSS KAT Nisel  tidak bermasalah. Rajali menegaskan, pembayaran rekanan telah dilakukan 26-27 Desember 2019 karena kas terakhir akan tutup anggaran. “Kalau kubayar 100 persen, salah. Sebab kontrak kerja (habis) tanggal 30 Desember,” cetus Rajali. Ketika dicoba dikonfirmasi soal foto-foto rumah tanpa pondasi cor semen sesuai tangkapan kamera ponsel 16 Januari 2020, Rajali langsung bereaksi.

“Beda foto dengan melihat langsung ke sana,” kilahnya. Menurut Rajali, tender proyek 50 RSS KAT dilakukan Oktober 2019 lantaran kondisi jalan tak mendukung serta PPK  nya ibu Cut pada saat itu mebuat alasan lain seperti adanya perhitungan ganguan kondisi alam maka kegiatan ini agak lambat dan langsung kita ambil alih sebagai KPA."Namun  Rajali optimis serta memperkirakan, bulan Maret 2020 akan dilakukan serah terima RSS KAT Nisel secara resmi kepada rakyat yang sudah didata “ sebut Rajali.Ssos,dan harapan kita minta Pak Gubsu meresmikan,” tutupnya.(KP)

© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo