Seorang Bayi Laki-laki di Temukan di Samping Rumah Salah Satu Warga di Taput

By March 06, 2020 140

Siborongborong (POLMAS) - Hidup Ini memang pahit. Setiap orang terkadang pernah juga merasakan dan berkata demikian Hidup ini memang pahit. Kalimat ini terucap karena ada sesuatu hal yang di rasakan dan dialami oleh seseorang dimana kenyataan yang terima tidak sesuai dengan yang di impikan.

Kalimat inilah yang mungkin dirasakan oleh seseorang, yang identitasnya masih dalam tahap penyelidikan Polres Taput, atas adanya penemuan seorang bayi laki- laki yang diletakkan di samping rumah Marsaulina Nababan (52) warga Sitiotio Simpang Hutabagasan Desa Paniaran Kecamatan Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara, Kamis (5/03/2020) pukul 20.15 wib.

Kapolres Taput melalui Kasubbag Humas Polres Tapanuli Utara Aiptu W. Baringbing membenarkan peristiwa kejadian tersebut.

W. Baringbing menjelaskan kepada sejumlah wartawan, bahwa bayi jenis kelamin laki- laki tersebut diletakkan di samping rumah sebelah kanan salasatu warga bernisial MN.

MN mengetahui keberadaan seorang bayi di letakkan di samping rumahnya, ketika saat keluar dari rumah hendak membuang sampah ke belakang.

Ketika pemilik rumah berjalan kebelakang rumah nya, terkejut melihat ada sosok seorang bayi yang terletak di samping rumahnya.

Bayi tersebut bergerak-gerak sambil menangis yang terbungkus dengan kain gendongan dengan rapi.

Melihat hal tersebut, pemilik rumah terkejut dan memberitahukan keseluruh tetangga, setelah warga berdatangan, ketempat kejadian langsung memberitahukan ke pihak Polsek Siborongborong.

Tidak berapa lama, Tim Sat Reskrim Polsek Siborongborong yang dipimpin Iptu H. Hutagalung tiba di tempat kejadian.

Di TKP, team sat reskrim polsek siborongborong menenemukan  seorang bayi laki-laki dalam keadaan sehat, berjenis kelamin laki-laki, untuk menyelamat kan bayi tersebut polisi bergegas membawa ke puskesmas paniaran untuk perawatan medis.

Bersama dengan bayi tersebut team sat reskrim polsek siborongborong menemukan selembar kertas surat yang berisikan tulisan begini isi suratnya.

"Bapak/ibu yang menemukan bayi ini, saya minta tolong, rawatlah bayi saya ini. Karena saya tidak bisa mengasuhnya, karena saya hidup sebatang kara, saya hanyalah seorang korban perkosaan orang jahat yang tak mau bertanggungjawab atas perlakuannya dan juga saya tidak kenal sama dia yang memperkosa saya. Karena saya tidak mampu mengasuh bayi ini, sebab saya tidak memiliki kerja apa-apa. Selain meminta-minta, saya juga nggak punya tempat tinggal, saya mau masukkan bayi ini ke panti asuhan tapi tidak diterima karena saya tidak punya data diri. Saya tidak punya KTP, tak punya kartu keluarga juga, sekali lagi tolong asuh anak saya ini karena saya benar-banar tidak mampu saya sayang sama bayi ini saya tidak mau membuat dia hidup menderita dengan saya".

Sekarang dia lagi sakit lihat kepalanya. Bayi ini lahir tanggal 27/12/2019. Namanya Maildan Azka. Agamanya Islam.

Untuk saat ini, bayi tersebut masih di rawat di Puskesmas Paniaran, serta kita sudah berkordinasi dengan dinas sosial Pemkab taput, untuk perawatan bayi tersebut kedepan.

Sedangkan orang tua anak bayi tersebut, masih tahap penyelidikan kita. Dari isi tulisan tersebut ada dugaan, bahwa orang tua bayi tersebut tidak sanggup untuk mengurus anaknya, karena mungkin faktor kesulitan ekonomi sehingga timbul kalimat yang berkata "hidup ini memang pahit".

Dari hasil interogasi lisan petugas dilapangan pada hari ini sekitar pkl 20.00 WIB, Saksi Marsaulina br nababan 52 tahun warga Dusun sitio-tio desa paniaran, ketika itu hendak membuang sampah lewat pintu belakang, Tiba tiba saksi terkejut melihat ada sesuatu sosok yang bergerak gerak didepan pintu belakang rumahnya, lalu saksi mendekatinya, ternyata seorang bayi yang masih hidup, akibat hal tersebut, saksi berteriak meminta tolong, serta mengecek isi kantong Palastik warna Hitam tersebut berisi selembar kertas ,botol susu dan Perlengkapan bayi. (Edison Santa Nababan)

© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo