Nelayan Batubara Harus Bangkit Membela Kepentingannya Lewat Politik

By March 19, 2020 100

Batubara (POLMAS) - Lemahnya perhatian pemerintah terhadap nelayan Batubara dalam meningkatkan perekonomian nelayan selama ini menjadi sorotan tajam dari aktivis dan penggiat nelayan asal Tanjung Tiram ini, Om Dani sering disapa kalangan nelayan ini dengan tegas mengatakan rendahnya perhatian Bupati terhadap nelayan mestinya disikapi dengan langkah politik.

Ia menjelaskan lebih jauh bila berhitung potensi kekuatan nelayan di Batubara yang berada di 6 kecamatan dari 12 kecamatan sebarusnya bisa jadi daya dorong untuk menentukan kebijakan anggaran pada nelayan, ungkapnya.

Sejak pemekaran Batubara sampai saat ini yang muncul hanya ketegangan sosial antar nelayan yang sering mewarnai lika liku nelayan Batubara.

Ketimpangan pendapatan, kerusuhan dan tidak adanya kejelasan penyelesaian sengketa nelayan seolah menjadi cerita harian yang tak kunjung dapat diselesaikan oleh  pihak pemerintah daerah.

Memang ada upaya Pemda namun porsi kebijakannya dirasa terlalu kecil dan tidak maksimal, sementara beban persoalan begitu besar butuh usaha konkrit tidak sekedar retorika, ulas Dani.

Aktifis yang mempunyai selera humor ini mencontohkan keterlibatan Dinas Perikanan batubara. "Ribut  soal nelayan tradisional dan pukat harimau sampai sekarang tak ada penyelesaianya nelayan banyak yang ungkap ke saya umumnya hanya tinggal keluhan bantuan alat tangkap ikan banyak salah sasaran dalam pendistribusiannya, banyak lagi yang dapat kita temukan persoalan nelayan yang menurutnya dapat menjadi bom waktu bagi kehidupan sosial kenelayan di Batubara," ungkapnya.

Rendahnya komunikasi yang difasilitasi Pemda Batubara dalam hal ini secara khusus Dinas Perikanan menambah langkah untuk mengentaskan persoalan nelayan menjadi asa yang tak tertuntaskan.

Ia meminta kepekaan Pemda untuk dapat membangun komunikasi tidak hanya seremonial tapi jadikan panggilan hati. Potensi politik nelayan Batubara itu cukup besar, ujar Dani sampai saat ini tidak terkelola dengan baik oleh pemerintah Batubara dalam artian positif lemahnya kontribusi sektor perikanan dari nelayan yang dikeluhkan selama ini seperti diklaim, bukan semata kesalahan  nelayan itu karena lemahnya komunikasi dan regulasi aturan tidak begitu jelas yang membuat nelayan bertanya-tanya.

Sekali lagi Dani tegaskan saatnya nelayan Batubara bangkit untuk menemukan posisinya tuan rumah di negeri pesisir Batubara. (Irwansyah Nasution)

© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo