Ihwan Ritonga:”prihatin tindakan Hotel Aryaduta PHK 136 karyawanya.

By May 11, 2020 242

MEDAN (Polmas Poldasu) - Wakil Ketua DPRD Kota Medan H Ihwan Ritonga merasa prihatin dan menyayangkan tindakan pengusaha Hotel Aryaduta yang mem-PHK 136 karyawannya di saat virus corona (covid-19) sedang melanda Kota Medan dan seluruh dunia.

“Semestinya, pengusaha itu memahami kondisi saat ini, jangan main PHK tanpa ada jaminan untuk para karyawannya,” kata Ihwan Ritongan, seraya menegaskan, DPRD Medan akan memproses persoalanan ini agar cepat selesai,” jelasnya di Medan melalui selulernya Kamis (07/05/2020).

Padahal,ungkap ketua Partai Gerindra Kota Medan ini, Gubsu, Plt Wali Kota Medan dan pemangku kepentingan menyarankan agar seluruh pengusaha khususnya di Kota Medan agar tidak melakukan pemutusan hubungan kerja dimasa pendemi.

“Nah, kalau merujuk ke karyawan Hotel Aryaduta sangat jelas si pengusaha tidak mengindahkan saran yang dilontarkan Gubsu sebagai kepala daerah dan pimpinan tertinggi di Sumatera Utara,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Ihwan, pihak pengusaha diminta memikirkan kembali atas tindakan PHK terhadap 136 dengan alasa virus corona. “Memang kita maklumi, karena virus corona pengnjung ke hotel itu sangat turun drastis. Tapi kan tidak harus di rumahkan,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, jika memang 136 karyawan di PHK, maka pihak pengusaha harus menaati perundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku. Apalgi menyinggung pesangon. “Kalau satu dan dua bulan itu hanya uang tunjangan hari raya (THR). Nah, kalau satu dan dua sebagai pesangon jika dilihat dari masa kerja tidak pantas diterima,” katanya.

Ketika disinggung soal ada indikasi untuk mengelak pembayaran tunjangan hari raya (THR), Ihwan Ritongan dengan tegas mengatakan, indikasi mengarah ke sana memang ada (mengelak THR).

“Indikasi mengelak membayar THR bagi karyawan ada. Kalau tidak kenapa tidak dirumahkan saja. Soal gaji maupun THR bisa dimusywarahkan,” pungkas Ihwan.

Hal itu dijelaskannya sehubungan dengan pengaduan perwakilan 136 perwakilan karyawan Hotel Arya Duta ke ruang kejanya Kamis (30/4/2020) yang lalu. Managemen melakukan PHK terhadap 136 karyawan secara sepihak, sudah berlangsung selama sebulan. Namun, belum ada tanda-tanda titik temu antara pengusaha dengan karyawan.

“Kami menjumpai Wakil Ketua DPRD Kota Medan H Ihwan Ritonga bermaksud supaya persoalan ini dapat dijembatani agar tidak berlarut-larut. Dan kami juga berharap pengusaha dapat merespon keluhan karyawan,” kata Riki Alanda didampingi dua rekannya sebagai perwakilan dari 136 karyawan

Sebelum masalah ini berlanjut, jelas Riki Alanda, pihak pengusaha menyodorkan surat perjanjian bersama. Salah satu point dari perjanjian bersama tersebut menyangkut pesangon yang tidak sesuai dengan masa kerja. Dalam point itu, Riki Alanda menyebutkan, jumlah pesangon yang diterima karyawan satu sampai dua bulan gaji. Padahal, karyawan yang bekerja di Hotel Aryaduta itu dari satu hingga 12 tahun ke atas.

“Kami merasa tidak pantas pesangon yang diberikan itu. Dimanalah hati nurani mereka, sementara kondisi sekarang boleh dibilang memprihatinkan, ditambah sebentar lagi lebaran tiba,” ungkapnya.

Memang sih, kata Riki Alanda, pihak pengusaha berjanji pada bulan Mei atau Juni akan beroperasi kembali sebagaimana mestinya, dan seluruh karyawan akan dipekerjakan kembali. Namun, ketika ditanya jaminannya akan dipekerjakan kembali, si pengusaha itu terkesan menutup-nutupinya. “Inikan akal-akalan pengusaha agar kami menandatangani surat perjanjian bersama. Lalu, ketika beroperasi justru orang-orang baru yang direkrut,” sebut Riki Alanda. (KP)

© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo