Dilema penanganan covid 19, di Desa

By May 15, 2020 220
Deli Serdang (Polmas Poldasu) - Kedatangan anggota DPRD Deli Serdang ke aula kantor camat Galang untuk Rapat kordinasi dan bertatap muka kepada para kepala desa sekecamatan Galang, hal tersebut dilakukan untuk menampung keluhan Aspirasi para kepala desa, yang selama pandemi begitu banyak permasalahan dalam menghadapi penanganan pandemi covid 19, 
 
pada hari Jumat 8 Mei 2020 Kunjungan kerja para dewan Rakyat Deli Serdang dari partai PKS, PPP, dan Nasdem, ke kecamatan Galang karena dalam beberapa hari yang lalu viral di Medsos tentang keluhan para kepala desa di seluruh Indonesia, tentang BLT, PKH, dan bantuan sosial dampak pandemi covid 19, yang kurang tepat sasaran inilah yang menjadi Dilema para kepala desa di Indonesia, pelaksanaan Rapat di lakukan dengan jaga jarak juga harus pakai masker.
 
Rapat koordinasi anggota  DPRD Deli Serdang, dengan para kepala desa sekecamatan Galang, membahas permasalahan para kepala desa dalam menjalankan tugas di masa pandemi, karena banyak polemik yang menjadi Dilema, untuk memecahkan Dilema tersebut, anggota DPRD Deli Serdang mengadakan Rapat koordinasi akhirnya di lanjutkan  dengan tukar pendapat dan tanyak jawab antara anggota dewan dengan para kepala desa. 
 
Setelah Rombongan anggota DPRD Deli Serdang memperkenalkan diri masing masing, dari  partai PKS Darwis batubara yang mewakili Rombongan, yang turut serta dalam Rombongan dari partai Nasdem, dan partai PPP. Setelah panitia Rombongan menjelaskan atas kunjungan kerjanya yang di maksud, para kepala desa langsung dapat memahami.
 
Salah seorang kepala desa kotangan pun tidak mau kalah dengan desa lainnya, pak kades kotangan Maya jaya Eka putra menyampaikan aspirasinya dan keluhannya di depan anggota DPRD Deli Serdang, pertama kali menyapa apa kabar kepada anggota dewan "apa kabar para anggota dewan dulu suatu kampanye bagi bagi kaus sekarang di masa pandemi kok belum kelihatan bagi baginya maaf bapak anggota dewan yang terhormat ini hanya mengingatkan pesan dan kesan dulu" Tuturnya.
 
Kepala desa kotangan juga meminta solusi tentang pembagian sembako dari pemkab Deli Serdang, yang hanya 1600 paket untuk satu kecamatan di bagikan 28 desa hanya 50 sekian per desa sementara jumlah penduduk desa Rata rata 500 lebih kurang, terpaksa para kepala desa mengurangi isi paket supaya rata mendapatkan sembako yang sudah terdaftar di dinas sosial, bagaimana supaya Para kepala desa tidak terjerat hukum.
 
Dari anggota DPRD Deli Serdang partai PKS Darwis batubara, memberi solusi para kepala desa harus Rapat musyawarah kepada warga yang mewakilinya untuk minta persetujuan dan harus di sertai dengan tanda tangan para perwakilan warga, hal tersebut akan mendapat perlindungan hukum oleh warga itu sendiri, karena sudah di setujui warganya siapa lagi yang akan menuntut Para kepala desa yang bijak sana. 
 
Bongotan burian, dari partai Nasdem, juga berterimakasih, karena sudah di ingatkan oleh seorang kepala desa yang bijak sana, tentang janji di wilayah dapilnya, burian sudah mencatat di buku agenda untuk menjadi bahan pertimbangan di partainya dan kepada seluruh anggota DPRD Deli Serdang, agar selalu anggota dewan memperhatikan dapilnya masing masing apalagi saat saat seperti ini semua warga mengeluh tentang dampak pandemi covid 19.
 
Di penghujung Rapat koordinasi dengan tukar pendapat dan bertatap muka antara anggota DPRD Deli Serdang, dengan para kepala desa sekecamatan Galang di tutup dengan doa dengan harapan semoga pandemi covid 19 cepat usai, doa di bimbing oleh ustadz Darwis batubara, dari partai PKS, selesai acara walaupun hari Jumat para Rombongan dan kepala desa langsung membubarkan diri karena mengingat penerapan PSBB.(Nurdin)
 
© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo