Ketua DP-KAB APINDO Batu Bara Abdul Aziz, S.H.: TIDAK BENAR PT. DMK LAKUKAN KRIMINALISASI TERHADAP BURUH

By July 09, 2020 400

Sei Suka, (Tabloid Polmas Poldasu) - Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten Asosiasi Pengusaha Indonesia (DP-KAB. APINDO) Batu Bara Abdul Aziz, S.H. menegaskan bahwa tidak benar kliennya PT. Dinamika Mandiri Karya (PT. DMK) yang merupakan Perusahaan Vendor di PT. Inalum (Persero) Kuala Tanjung melakukan kriminalisasi terhadap Pekerja/Buruh. Penegasan tersebut diungkapkan Aziz kepada Media Tabloid Polmas Poldasu Rabu (8/7) sebagai bantahan atas berbagai pemberitaan media online di Kabupaten Batu Bara yang diduga menuduh PT. DMK telah melakukan upaya kriminalisasi terhadap Pekerja/Buruhnya.

Selaku Kuasa Hukum PT. DMK pada Bidang Hubungan Industrial, Ketua DP-KAB. APINDO Batu Bara Abdul Aziz menyatakan bahwa pihaknya senantiasa mengingatkan PT. DMK agar dalam melaksanakan hubungan kerja dengan para Pekerja/Buruh tetap menjunjungtinggi dan mematuhi hukum, baik itu Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh, Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2012 tentang Syarat Syarat Penyerahan Sebagian Pelaksanaan Pekerjaan Kepada Perusahaan Lain maupun Peraturan Perundang-Undangan lainnya di bidang Ketenagakerjaan. Jadi tantang Aziz jika ada pihak-pihak yang menuduh bahwa PT. DMK telah melakukan upaya kriminalisasi terhadap Pekerja/Buruhnya silahkan dibuktikan sebab jelasnya, dalam Ilmu Hukum khususnya Ilmu Hukum Pidana dikenal ada asas siapa yang menuduh dia wajib membuktikannya.

Ketika ditanya oleh Awak Media Tabloid Polmas Poldasu tentang telah ditetapkannya 2 (dua) orang Pengurus Komisariat F.KUI-K.SBSI PT. DMK sebagai tersangka oleh Polsek Indrapura masing-masing berinisial SY dan MY yang menurut informasi karena dilaporkan  Pihak Manajemen PT. DMK, Aziz menerangkan bahwa ditetapkannya kedua orang Pengurus Komisariat F.KUI-K.SBSI PT. DMK sebagai tersangka merupakan buntut dari surat yang mereka kirimkan kepada Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Batu Bara beberapa waktu lalu dengan Nomor Surat: 0010/F.KUI-KSBSI/PK-DMK/II/2020 Tanggal 20 Februari 2020 yang isi suratnya diduga ada perbuatan pidananya yaitu  menuduh PT. DMK melakukan intimidasi terhadap Anggota Serikat Buruh di PT. DMK. Nah lanjut Aziz, dalam rangka untuk membuktikan kebenaran tuduhan itulah pihaknya terpaksa membawa persoalan tersebut ke pihak berwajib yakni Polsek Indrapura.

Menutup komentarnya, Ketua DP-KAB. APINDO Batu Bara Abdul Aziz, S.H. juga meluruskan  bahwa penetapan tersangka kedua orang Pengurus Komisariat F.KUI-K.SBSI PT. DMK itu tidak ada kaitannya dengan persoalan pemberangusan Serikat Pekerja/Serikat Buruh. “Itu bukan bentuk Pemberangusan Serikat Pekerja/Serikat Buruh, itu merupakan peristiwa kriminal murni dan upaya penegakan hukum, dan selama ini PT. DMK tetap mendukung keberadaan Serikat Pekerja/Serikat Buruh di Perusahaannya sebagai mitra kerja dalam melaksanakan hubungan kerja”. “Ditetapkannya kedua orang Pengurus Serikat Buruh PT. DMK sebagai tersangka karena yang bersangkutan sebagai subyek hukum patut diduga kuat berdasarkan bukti permulaan yang cukup telah melakukan tindak pidana yaitu menuduh, memfitnah dan memberi keterangan palsu melalui surat tertulis tanpa didasari oleh adanya bukti bukti autentik yang akibat dari perbuatan itu PT. DMK sebagai subyek hukum sangat dirugikan”. “Selanjutnya oleh karena status kedua orang Pengurus Serikat Buruh PT. DMK telah ditetapkan sebagai tersangka, maka sambil menunggu adanya vonis dari Majelis Hakim yang berkekuatan hukum tetap, berdasarkan Ketentuan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan  Pasal 160 pihaknya untuk sementara menskorsing keduanya sebagai pekerja PT. DMK”,  sebut Aziz mengakhiri perbincangannya dengan Awak Tabloid Polmas Poldasu.

Sementara itu ketika ditemui di kediamannya Rabu (8/7), Kuasa Hukum PT. DMK bidang Hukum Pidana dan Perdata yang juga Pengacara Senior di Kabupaten Batu Bara, Zulfiansyah, S.H. mengatakan bahwa kedua orang Pengurus Komisariat F.KUI-K.SBSI PT. DMK masing masing berinisial SY dan MY dilaporkan pihaknya ke Polsek Indrapura karena melakukan perbuatan pidana berupa memfitnah dan/atau memberikan keterangan palsu dalam bentuk tulisan melalui surat yang mereka kirimkan kepada Pemerintah,  yang dalam hal ini adalah Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Batu Bara beserta Institusi Negara/Pemerintah/Swasta lainnya melalui tembusan surat yang mereka sampaikan berupa tuduhan terhadap PT. DMK seolah olah benar melakukan intimidasi kepada Pengurus Serikat Buruh  PT. DMK sehingga akibat perbuatan mereka PT. DMK sangat dirugikan dari sisi nama baiknya. Kepada Wartawan Tabloid Polmas Poldasu Zulfiansyah juga membantah jika penetapan tersangka kedua orang Pengurus Serikat Buruh PT. DMK itu sebagai upaya kriminalisasi Buruh. “Penetapan seseorang jadi tersangka tidak asal asal melainkan harus ada syaratnya yaitu setelah terpenuhinya minimal 2 (dua) alat bukti”. “Jadi untuk menetapkan seseorang menjadi tersangka pasti ada prosesnya berdasarkan hasil penyidikan pihak Kepolisian”. “Seseorang tidak mungkin ditetapkan jadi tersangka apabila minimal 2 (dua) alat bukti sebagaimana diatur dalam KUHAP tidak terpenuhi”. “Dengan demikian tidak ada istilah orang tidak bersalah dihukum sebagaimana yang lazim disebut banyak pihak sebagai kriminalisasi”. “Dalam hukum pidana dikenal asas culpabilitas, yang artinya tiada pidana tanpa kesalahan”, terang Zulfiansyah (Suhairi, S.Sos., S.H.).

Keterangan Gambar :

Keterangan Gambar 1  : Zulfiansyah, S.H. Kuasa Hukum Bidang Hukum Pidana dan Perdata PT. DMK ketika memberikan keterangan kepada Wartawan Polmas Poldasu, Rabu (8/7)

Keterangan Gambar 2  : Abdul Aziz, Ketua DP-KAB Apindo Kabupaten Batu Bara ketika memberikan keterangan kepada Wartawan Polmas Poldasu, Rabu (8/7)

 

© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo