Mantan Kabid Humas Polda Sumut dan Kapolres Dairi itu saat ini menjadi Kapolda Maluku

By July 13, 2020 346
Medan (Tabloid Polmas Poldasu) - Irjend Pol H Baharudin Djafar Sik. Bertugas di negeri raja-raja sebagai Kapolda adalah kebanggaan tersendiri bagi para perwira tinggi di institusi kepolisian Republik Indonesia. Tak terkecuali bagi Irjen Pol Baharudin Djafar. Kapolda Maluku yang baru menggantikan posisi Irjen Pol Royke Lomowa. Berikut penuturannya dan sedikit ulasan terkait profil orang nomor satu di jajaran kepolisian daerah Maluku 

Perwura tinggi yang satu ini bisa dikatakan sebagai polisi berprestasi. Jenjang karier Baharudin Djafar memang luar biasa. Ia resmi menjabat Kapolda Maluku setelah dilantik pada Selasa, 11 Februari 2020 di gedung Ruang Rapat Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Mantan Kapolda Sulawesi Barat, ini mengantikan Irjen Royke Lumowa, yang dimutasikan ke kampung halamannya di Sulawesi Utara. Setelah menginjak kakinya di Kota Ambon, usai dilantik, Jumat, 14 Februari, digelar Farawell atau pamitan di Lapangan Letkol CHR Tahapary, Tantui, Kecamatan Sirimau.

Usai Farawell, Baharudin Djafar mengatakan, Maluku merupakan negeri para raja-raja, karena itu dirinya akan berbuat semaksimal mungkin untuk kemajuan Maluku. “Setelah melihat kondisi Maluku yang tidak jauh berbeda dengan tempat asal tugas saya sebelumnya. Saya yakin, saya bakal senang. Saya akan berbuat semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan yang ada pada diri saya, karena Maluku ini adalah tempatnya para raja-raja. Maka saya harus hadir sebagai pelayan dari pada raja-raja ini,” kata jenderal yang baru naik pangkat dari Brigjen ke Irjen pada, Rabu, 12 Februari itu.

Menurutnya, dalam menjaga keamanan dan ketertibam masyarakat (Kamtibmas) di Maluku, maka sinergitas TNI-Polri harus dipertahankan.

Pasalnya kata dia, jika keamanan dan keteribam masyarakat terjamin, pertembuhan ekonomi juga meningkat. Karena itu, kondusifnya Maluku perlu dijaga, dirawat dengan baik. “Bapak Presiden Joko Widodo kemudian berpesan bahwa sinergi TNI-Polri mutlak harus nampak dalam setiap aktivitas. Harus ada dalam kebersamaan baik dalam menghadapi ancaman, termasuk saat terjadi bencana alam, TNI-Polri sebagai simbol negara harus hadir pertama. Apa yang sudah kita capai sekarang ini kita pertahankan. Keamanan terjamin, maka pertumbuhan ekonomi tetap maju dan berkembang. Tadi saya dengar dari bapak Kapolda yang lama (Irjen Royke Lumowa) bahwa ada moratorium untuk usaha ikan, semoga itu bisa memperbaiki perekonomian kita di Maluku,” jelasnya.

Kapolda menambahkan, Kamtibmas merupakan salah satu faktor penunjang perkembangan suatu wilayah. Dengan Kamtibams yang terjaga, aktivitas masyarakat akan berjalan tanpa terganggu. ”Tentunya itu semua diperlukan adanya campur tangan Tuhan, karena Tuhan lah yang mengatur semua ini.”

Ditambahkannya, Kamtibmas yang ia sampaikan itu Insya Allah mendapat dukungan dari semua elemen masyarakat, karena memang masyarakat ingin adanya kemajuan. ”Semua itu harus dimulai dari tempat-tempat ibadah. Tempat-tempat ibadah ini akan membuka hati kita akan bekerja semakin mantap,” pungkasnya.

Irjen Pol Drs. Baharuddin Djafar, M.Si kini berusia 57 tahun. Ia lahir di Ujung Pandang, Sulawesi Selatan, 23 Januari 1963.

Ia dimutasi dari Kapolda Sulawesi Barat (Sulbar) menjadi Kapolda Maluku berdasarkan Surat Telegram Nomor: ST/385/II/KEP./2020, yang ditandatangani Asisten SDM Kapolri, Irjen Eko Indra Heri, Senin, 3 Februari 2020.

Dengan dimutasinya sebagai Kapolda Maluku, menandakan Irjen Pol. Baharuddin Djafar telah naik kelas dari sebelumnya memimpin Polda Tipe B ke Polda Tipe A, menggantikan Irjen Pol. Royke Lumowa.
 
Sedangkan jabatan Kapolda Sulbar akan diteruskan oleh Brigjen Pol. Eko Budi Sampurno, yang sebelumnya menjabat Kepala Biro Kebijakan Strategis pada Deputi Perencanaan Anggaran Kapolri (Karojakstra Srena Polri).

PENDIDIKAN KEPOLISIAN

Irjen Pol. Baharuddin Djafar berhasil lulus pendidikan Akademi Kepolisian (Akpol) sejak tahun 1986. Setalah lulus Akpol, Ia kemudian masuk Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan lulus di tahun 1995.

Di tahun 2002, Djafar kembali lolos seleksi calon siswa Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Polri. Tak sampai disitu, ia juga berhasil lulus mengikuti pendidikan Sespati Polri di tahun 2011.

Tak hanya pendidikan kepolisian saja yang Ia selesaikan, sejumlah pendidikan kejuruan juga sudah Ia tuntaskan. Diantaranya, PA Sandi Hankam, Suspa Contra, Intel Hankam (1991), dan Pasen Intel.

RIWAYAT JABATAN

Dikatakan berprestasi karena memang karier jabatannya cukup lular biasa. Dalam setahun ia bisa dipromosikan dua kali.

Awalnya, di tahun 1986, Baharuddin Djafar bertugas di Polda Kalimantan Barat dan menjabat sebagai Padal Ops Puskodal Ops. Baru setahun bertugas, tepatnya tahun 1987, ia dipromosikan sebagai Kanit Reskrim Intel Polresta Pontianak Polda Kalimantan Barat hingga tahun 1989.

Setelah itu, ia dipromosikan sebagai Kapolsek Sungai Raya Pontianak hingga tahun 1990. Setahun kemudian, ia kembali di promosikan sebagai Kapolsek Pontianak hingga tahun 1991. di tahun 1992, dipromosikan sebagai Kanit Intelkrim Bagian Intelkrim Polda Kalimantan Barat. Tiga tahun bertugas, Baharuddin Djafar dimutasi sebagai Pejabat Sementara Wakasat Intelpam Polwiltabes Bandung, Polda Jabar di tahun 1995.

Setahun kemudian, Ia dipromosikan sebagai Wakasat Intelpam Polwiltabes Bandung Polda Jabar tahun 1996. Kemudian di tahun 1997, dipromosikan sebagai Wakapolres Cilegon Polwil Banten Polda Jabar.
Tahun 1998, dimutasika sebagai Peneliti Kelompok Ahli PPITK PTIK. Tiga tahun kemudian tepat di tahun 2001, ia dimutasi dan dipromosikan sebagai Kasat Opsnal Sibdis Pammat Baket Dis Pam Polri.

Djafar sempat menjabat Pamen Sespim Dediklat Polri di tahun 2001. Dan di tahun 2002, ia kembali dimutasi sebagai Kabag Intelkrim Dit Intelpam Polda Sumatra Utara. Di tahun yang sama, dipromosikan sebagai Kapolres Dairi Polda Sumatra Utara.

Tiga tahun kemudian (2005), ia diangkat dalam promosi jabatan sebagai Kapolres Tebing Tinggi Polda Sumatra Utara. Di tahun yang sama, dipromosi lagi sebagai Pamen Polda Sumatra Utara.

Setahun kemudian (2006), Djafar kembali dipromosikan sebagai Wadir Intelkam Polda Sumut. Dan di tahun 2008, dipromosikan sebagai Kabid Humas Polda Sumut. Dua tahun kemudian (2010), dimutasi sebagai Kabid Humas Polda Metro Jaya.

Kemudian dipromosikan sebagai Pamen Polda Metro Jaya di tahun 2012. Di tahun yang sama, dimutasi sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Penmas Divhumas Polri dan lanjut dipromosikan sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Politik Baintelkam Polri.

Setahun kemudian (2013), dimutasi lagi sebagai Dirintelkam Polda Sulawesi Selatan (Sulsel). Baru dua tahun bertugas di kampung halamannya, Baharuddin Djafar kemudian dimutasi ke Mabes Polri sebagai Sesropaminal Divpropam di tahun 2015.

Kemudian dipromosikan sebagai Widyaiswara Madya Sespim Lemdikpol Polri di tahun 2016. Masih di tahun yang sama, ia kembali dipromosikan sebagai Karopaminal Divpropam Polri.

Selanjutnya, dimutasi lagi sebagai Kapolda Sulawesi Barat di tahun 2017. Tiga tahun bertugas, Ia kembali dipercayakan mengemban amanat sebagai Kapolda Maluku tahun 2020.

TANDA JASA

Tanda jasa yang berhasil diraih pria dengan dua bintang di pundaknya ini adalah Satya Lencana Kesetiaan Delapan Tahun dan Satya Lencana Dwidya Sistha. (**KP)
 
 
© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo