DINILAI TIDAK SERIUS,"MAHASISWA PAKPAK MINTA GUBSU COPOT ASREN DARI Pj BUPATI PAKPAK BHARAT

By August 28, 2020 311

Medan (Tabloid Polmas Poldasu ) - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pakpak Simsim menggelar aksi unjukrasa di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Kamis (27/8/2020).

Dalam orasinya, mahasiswa meminta Gubenur Sumatera Utara Edy Rahmayadi agar mencopot Pj Bupati Pakpak Bharat, Asren Nasution. Mahasiswa Pakpak Simsim menilai, Dr Asren Nasution MA,dianggap tidak serius memimpin di Pakpak Bharat. Sebagai Pj Bupati selama dua tahun di Pakpak Bharat dianggap sekadar menjabat.

Pimpinan aksi, Edwin Stenov dan koordinator lapangan Jak Sandra dalam orasinya menilai, Pj Bupati tidak peduli dengan Pakpak Bharat. Alasannya, belum lama menjabat sebagai pejabat bupati sejumlah ASN/ PNS Pakpak Bharat telah pindah tugas ke luar daerah. Padahal, sebagaimana diketahui saat ini Pakpak Bharat membutuhkan SDM di OPD.

Mahasiswa menilai, dengan banyak ASN pindah akan menghambat pelayanan kepada masyarakat terutama di masa maraknya pandemi Covid-19 saat ini. "Kami menilai pemindahan tersebut diduga jadi ajang kongkalikong. Namun tidak kelihatan," kata Edwin Stenov.

Tak hanya soal mutasi, Jek Sandra juga menilai Pj Bupati gagal dalam membangkitkan pertanian Pakpak Bharat. Mahasiswa menilai, Asren tidak punya gebrakan dalam mendongkrak pertanian. "Kami melihat gebrakannya tidak ada. Padahal, dia sudah 2 tahun menjabat sebagai pejabat bupati Pakpak bharat" katanya.

Jek juga menjelaskan persoalan lain, selama 2 tahun menjabat sebagai Pejabat Bupati Pakpak Bharat hanya mendapat wajar dengan pengecualian (WDP) dari BPK. Dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK 2 tahun pula anggaran temuan BPK miliaran rupiah. "2 tahun Pakpak Bharat hanya mendapat WDP. Buatlah tahun pertama WDP, tapi harusnya tahun kedua sudah bisa berbenah," katanya.

Jek menambahkan, atas banyaknya temuan tersebut Asren dianggap gagal memimpin di Pakpak Bharat. Ia berharap Gubenur Sumut Edy Rahmayadi harus menarik kembali Asren ke Pemprov Sumut. "Kami berharap Edy Rahmayadi tegas. Kami berharap gantilah pejabat bupati dengan figur yang mau bekerja dengan serius," imbau Jek.

Menyahuti orasi mahasiswa tersebut, dua perwakilan Sekretariar Daerah Kantor Gubenur Sumut menemui massa. Keduanya A Yazid Matondang dan Salman dari Humas Pemprov Sumut.

Salman menyampaikan terima kasih terhadap aksi mahasiswa Pakpak Simsim yang berjalan tertib. Ia mengaku apa yang disampaikan mahasiswa akan disampaikan kepada Biro Otda. Ia juga menegaskan, laporan mahasiswa juga akan diteruskan kepada Gubsu, karena soal pengangkatan pejabat adalah ranahnya Gubenur.

"Saya kira soal pergantian adalah ranahnya pimpinan. Apa yang disampaikan adik-adik mahasiswa ini, nanti akan disampaikan kepada gubernur. Jika ada bahan pendukung lainnya boleh juga disampaikan kepada kami," katanya.

Ditanya mahasiswa kepastian surat tersebut sampai kepada gubernur, Salman menegaskan akan menyampaikannya segera. "Kita boleh komunikasi terus, yang intinya laporan ini akan saya sampaikan. Tapi yakinlah statement kawan-kawan ini akan kami teruskan kepada pimpinan," ujarnya. Usai mendengar jawaban perwakilan Pemprov Sumut, akhirnya mahasiswa membubarkan diri dengan tertib.(TIM KP)

Last modified on Friday, 28 August 2020 09:14
© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo