Warga Taput Meninggal karena Covid-19,Rumah Sakit Metta Medika II Sibolga Di Duga Melanggar Dan Mengacuhkan UU Prokes Terkait Pemulasaran Jenazah .

By January 21, 2021 688

Sibolga, (Tabloid Polmas Poldasu) 21/01/2021 - Pemerintah Dalam Hal penanganan atau Penanggulangan Covid-19 begitu gencarnya dalam me Reduce Penyebaran Virus ini,sampai membentuk Team Gugus Tugas dan mengeluarkan Banyak anggaran yang tidak sedikit jumlahnya.itu dilakukan untuk memperkecil angka masyarakat yang terpapar Covid-19,dan temuan kita dilapangan pihak Kepolisan/TNI dan Pemda selalu bersinergis untuk melakukan Razia Penegakan Prokes dan sampai melakukan denda ditempat jika ditemukan masyarakat yang masih enggan mematuhi protokoler Kesehatan.

Berbeda dengan Pihak RS Metta Medika 2 Sibolga,dimana ada kasus Meninggal dunia Karena Covid-19,Rumah Sakit Metta Medika 2 Sibolga di duga mengacuhkan dan melanggar Prokes Pemulasaran Jenazah.
Ketika kita mencoba konfirmasi ke pihak Rumkit tersebut,pihak Rumkit terkesan Tidak merasa bersalah dan mengklaim bahwa mereka sudah mengikuti mekanisme yang ditetapkan Pemerintah.padahal Kasus Meninggal Terkonfirmasi Covid-19 berat,dimana Jenazah Tidak di pulasari sesuai Aturan Per Undang-Undangan.

Sesuai pantauan Jurnalis Media This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. di Rumah Duka,jenazah Atas Nama: Jojor Simatupang di angkut oleh ambulance Pihak Rumkit Metta Medika Sibolga dalam keadaan seperti Jenazah Biasa,Pihak Rumkit tidak membungkus Jenazah sesuai Protokoler Kesehatan,Padahal menurut surat yang di tanda tangani pihak Rumkit,jenazah atas Nama Tersebut Terkonfirmasi Covid-19 Berat.
Ketika kita mendatangi Rumkit metta Medika untuk mempertanyakan perihal pelanggaran diatas,pihak Rumkit mengatakan bahwa "Kami tidak Memulasari Jenazah sesuai Prokes, dikarenakan Permohonan Keluarga Korban"dan pihak Keluarga menandatangani surat pernyataan bahwa segala bentuk risiko ditanggung oleh pihak keluarga sendiri.

Alangkah Tragisnya hanya bermodalkan Surat pernyataan Pihak Rumkit menyetujui tanpa memikirkan risiko yang akan timbul di masyarakat.yang kenyataan nya di lapangan bahwa Saat memandikan Jenazah Pihak masyarakat Terlibat kontak langsung dengan Tubuh Jenazah.

Dalam hal ini kita sudah melakukan konfirmasi ke dinkes kota sibolga,tetapi kadis enggan untuk bertemu malah diwakilkan ke kabidnya,sehingga informasi menjadi kurang jelas dan dugaan ada yang tidak sinkron terkait Kasus ini.
Ketika kita melakukan konfirmasi ke pihak dinkes Kabupaten Tapanuli Utara, menyatakan bahwa " Setiap Jenazah Covid-19 wajib dimakamkan sesuai Prokes yang ditetapkan pemerintah.dalam hal ini Tindakan daripada pihak Rumkit Metta Medika 2 sibolga kontradiksi terhadap apa yang di katakan Undang-Undang.

Diharapkan pihak Satgas Gugus Tugas Pemko Sibolga dan satgas Gugus Tugas Propinsi Sumatera Utara memberikan Tindakan terhadap Pihak Rumkit Metta Medika 2 Sibolga,dan melakukan investigasi terkait dugaan pelanggaran Pemulasaran jenazah Covid-19.

Dan diharapkan pihak Kepolisian segera mengusut hal ini,dimana ada indikasi pelanggaran keras yang dilakukan oleh pihak Rumkit Metta Medika 2 Sibolga.

Lamhot Silaban.

© 2021 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved