LAPORAN KAYU MANGROVE DITINDAKLANJUTI, MASYARAKAT, MAHASISWA UCAPKAN TERIMA KASIH KEPADA BAPAK KAPOLDASU SERTA KAPOLRES LABUHAN BATU

By January 22, 2021 134

Kualuh Leidong, (Tabloid Polmas Poldasu) - Maraknya peredaran kayu Mangrove di Kelurahan Tanjung Leidong membuat geram masyarakat dan LSM, sebab kayu tersebut dikomersialisasi dengan cara dibisniskan oleh segelintir oknum yang diduga selalu mencari keuntungan semata dengan mengatasnamakan Wartawan dan Kepentingan Umum.

Kuat dugaan kegiatan bisnis kayu oleh agen kayu sudah setahun lamanya, jika ada Pengusaha sarang burung walet hendak membangun gedung untuk penangkaran sarang burung walet dengan menggunakan kayu mangrove, mereka memesan kayu itu melalui agen kayu dan kemudian agen kayu memesan kepada para penebang kayu dan para penebang kayu mengambil kayu dengan cara melakukan penebangan secara ilegal dalam kawasan hutan manggrove tersebut.

Hasil Temuan LSM dan Masyarakat pada Hari Rabu (30/12/20) beberapa waktu lalu, dimana terlihat disamping rumah Alm. Akiang atau Candi tumpukan kayu Mangrove jenis Api-Api yang hendak dibawa ke salah satu Sekolah Yayasan Swasta D.I. Panjaitan dengan dalih untuk pembangunan aula Sekolah.

Padahal, masih banyak alternatif lain yang bisa digunakan untuk kepentingan pembangunan seperti bambu, paku bumi, cor pipa dengan menggunakan besi, kenapa mesti kayu mangrove yang dipakai, dan dijadikan alasan untuk pembangunan, apa karena harganya murah dan terkesan tidak memakan biaya banyak makanya itu digunakan, apalagi sering banjir besar air pasang naik ke permukiman warga yang tidak menentu, sehingga dari dampak banjir itu kami masyarakat yang dirugikan. Ujar Juliana Masyarakat Sekitar pada Media POLMAS.

Menurut keterangan dan pengakuan Ino alias Wagino (54) pada Media Tabloid POLMAS dan juga disaksikan oleh Masyarakat dan LSM yang juga berada di lokasi temuan kayu Mangrove menjelaskan bahwa beliau disuruh mengangkut dan menyorong kayu mangrove jenis api-api itu oleh Ibas, Lian, Heri dan pemiliknya Ahok ke Sekolah Swasta Yayasan D.I. Panjaitan dengan upah Rp.1500 per batang.

Masih menurut pengakuan Wagino, "keseluruhan kayu yang sudah sudah saya sorong ke Sekolah Swasta Yayasan D.I. Panjaitan pertama 147 batang, dan kemudian saya sorong lagi 161 batang, terus saya sorong lagi 150 batang dan disini disamping rumah Alm. Akiang yang ini sekitaran 225 batang jumlahnya, dan kayu ini dipesan sekitaran 2000 batang.

Kemudian Masyarakat, LSM dengan didampingi Pengacaranya serta awak Media POLMAS membuat Laporan Ke Polisi Perairan Polres Labuhan Batu Unit Patroli Tanjung Leidong dan diterima Langsung oleh Bripka Mahyudin, dan kemudian dilakukan pengamanan terkait kayu yang berada disamping rumah Alm. Akiang ke Unit Patroli Pol Air Polres Labuhan Batu unit Tanjung Leidong Rabu (30/12/20).

Setelah dilakukan penghitungan kayu yang berada disamping rumah Alm. Akiang tersebut oleh Pihak Pol Air bersama Pelapor Masyarakat dan LSM ternyata jumlahnya sekitar 152 batang dan sudah diamankan oleh Polisi Perairan Polres Labuhan Batu.

Takut barang bukti Kayu Mangrove Hilang, Budiman melalui Kuasa Hukumnya Safrin Ritonga, SH., MH meminta Polisi Perairan Polres Labuhan Batu untuk melakukan penyitaan sebagai bentuk Pengamanan guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Hasan Basri alias Ibas, Parulian Panjaitan alias Lian, Heri Subekti, dan Ahok alias Suparno ketika dikonfirmasi Media Polmas Poldasu melalui Via Whats Up terkait mengenai apa yang disampaikan Wagino alias Lek No bahwa mereka diduga sebagai otak yang menyuruh Wagino mengangkut kayu mangrove jenis api-api untuk diantar ke Sekolah Swasta Yayasan D.I. Panjaitan tersebut, tak kunjung mendapatkan jawaban hingga berita ini diterbitkan.

"Ini langkah tepat yang dilakukan Polres Labuhan Batu dan saya selaku masyarakat juga berterima kasih dan memberikan apresiasi pada Polisi Perairan Polres Labuhan Batu untuk memberantas kegiatan bisnis illegal logging yang diduga mengatasnamakan wartawan, karena hal ini sering terjadi mulai dari pembangunan gedung penangkaran sarang burung walet di daerah sungai dua yang juga menggunakan kayu mangrove dimana mereka juga diduga sebagai agen dan pemasok kayu tersebut". Ujar Indah salah seorang warga yang merasa kecewa dengan ulah oknum yang diduga selalu mengatasnamakan wartawan.

Jepri Ritonga yang merupakan Ketua Umum GEMA-PESU (Gerakan Mahasiswa Peduli Sumatera Utara) pada Media Tabloid POLMAS Kamis (21/1/21), mengatakan bahwasanya beliau mengapresiasi serta mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolda Sumatera Utara dan Bapak Kapolres Labuhan Batu telah menindaklanjuti laporan masyarakat terkait masalah kayu mangrove jenis api-api yang melibatkan segelintir orang yang diduga mengatasnamakan oknum wartawan demi meraut keuntungan semata tanpa memperdulikan dampak yang timbul akibat ditebangnya kayu mangrove itu seperti banjir yang sering terjadi baru-baru ini.

"Apalagi Pemerintah Republik Indonesia melalui Menteri Kehutanan telah menganggarkan Milyaran Rupiah Program Padat Karya yang dikelola oleh kelompok tani hutan yang tujuannya selain untuk membantu perekonomian masyarakat juga memperbaiki dan mengembalikan fungsi hutan yang telah rusak karena ulah pihak-pihak yang kerap mencari keuntungan dengan cara menjadikan kayu mangrove sebagai ajang bisnis". Ujar Jepri yang juga merupakan Sekretaris Umum Demisioner IMM Fakultas Hukum UMSU.

Menyikapi hal itu Kuasa Hukum Budiman, Safrin Ritonga, SH., MH mengucapkan terima kasih sertavmengapresiasi kinerja Polres Labuhan Batu dan beliau juga meminta agar Polisi Perairan Polres Labuhan Batu supaya menegakkan hukum dengan tidak memandang siapa para pelaku maupun profesinya sebab semua orang sama dimata hukum "Equality Before The Law". Terangnya.

Kepala Satuan Polisi Perairan Polres Labuhan Batu AKP. Iman Azahari Ginting, SH., MH ketika dikonfirmasi Media Tabloid POLMAS Kamis (21/12/21) terkait sejauhmana sudah penangan laporan masyarakat mengenai kayu yang sudah diamankan dan disita di Kantor Unit Patroli Pol Air Polres Labuhanbatu, apakah sudah ada yang ditetapkan sebagai tersangka, dimana beliau mengatakan sedang kita selidiki semua kemungkinan jika ditemukan unsur-unsur delik pidana akan kita proses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Ucapnya. (Padel Ritonga).

© 2021 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved