PD PAL Merugi

By March 26, 2021 36
Pakpak Bharat (Polmas Poldasu) - Dewan pengawas (Dewas) Perusahaan Daerah (PD) Pakpak Agro Lestari (PAL) menghadiri panggilan komisi II DPRD Pakpak Bharat, Selasa (23/3/2021). Dewas PD PAL yang hadir, Sekretaris Daerah Pakpak Bharat Sahat Banurea dan Iwan Taruna Berutu. Sementara Nurita Berutu tidak hadir. 
 
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan komisi II sejumlah persoalan terungkap. Mulai dari PD PAL yang merugi hingga rencana pengusulan perubahan peraturan daerah tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yaitu dari Perusahaan Daerah (PD) menjadi Perusahaan Umum Milik Daerah (Perumda). 
 
"RDP Selasa 23 Maret 2021 banyak dibahas. Pertama PD PAL yang beberapa tahun belakangan terus merugi. Kedua soal pengusulan perubahan Perda soal PD menjadi Perumda dan ketiga perombakan struktur jajaran direksi PD PAL dan terakhir soal bidang usaha PD PAL harus dimaksimalkan," kata Lukman Padang, SE di gedung dewan, Rabu (24/3/2021). 
 
Pada RDP tersebut, komisi II mendesak kepada pemerintah untuk segera mengusulkan agar pemerintah mengusulkan revisi perubahan Peraturan Daerah (Perda) dari PD menjadi Perumda. "Dalam rapat tadi saya dan pak Sekda selalu dewas sepakat pergantian nama PD menjadi Perumda," katanya. 
 
Demikian juga soal perombakan struktur manajemen dan evaluasi jajaran direksi menurut komisi II sangat mendesak. Belakangan diketahui, jajaran direksi PD PAL dianggap kurang berkoordinasi dengan jajaran direksi lain. Kemudian direksi sangat tertutup. Akibatnya perusahaan daerah yang mendapat kucuran dana dari pemerintah diperkirakan mencapai Rp20 miliar tidak menghasilkan untung. Malah dalam RDP dengan PD PAL, Rabu 17 Maret 2021 terungkap perusahaan daerah tersebut merugi mencapai Rp3 miliar lebih. 
 
"Ini kan aneh. Perusahan bisa merugi padahal penyertaan modal ada. Menurut kami komisi II ini capaian yang sangat buruk. Dan ini menujukkan kelemahan jajaran direksi termasuk Dirut PD PAL. Untuk itu kami mengusulkan jajaran direksi dan dewas harus dilakukan perekrutan dan seleksi ulang. Dalam seleksi berikutnya, jajaran direksi yang barus diharapkan orang-orang yang bisa memikirkan untung rugi terhadap perusahaan," katanya. 
 
Lukman menegaskan ke depan, PD PAL harus punya target jelas dan jajaran direksi fokus. "Selama ini, kami melihat manajemen direksi tidak fokus pada unit bisnis yang bisa memberikan pemasukan atau pendapatan asli daerah. Jangankan untuk mendapatkan mendapatkan keuntungan untuk mencapai break event poin (bep) tidak bisa, kan gawat ini," katanya. 
 
Lukman yang saat ini dipercaya ssbagai ketua MKGR berharap PD PAL meningkatkan masing-masing bidang usaha yang dimiliki PD PAL. Misalnya, soal kebun inti gambir dan jagung harus lebih dimaksimalkan lagi. 
 
"Saya kira itu ditingkatkan, dan saya menilai kedua program itu sesuai dengan visi misi bupati dan wakil bupati Franc Bernhard dan Dr. H. Mutsyuhito, M.Pd," tukasnya. 
 
Mendukung Visi Misi Bupati
Lukman menegaskan, permintaan dewan kepada dewas tersebut dilakukan sebagai bentuk mendukung program bupati dan wakil bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor dan Mutsyuhito Solin. 
 
Menurut Lukman, dalam visi misi bupati dan wakil bupati programnya soal pertanian. "Jadi ke depan direksi PD PAL harus fokus dibidang gambir dan tanaman jagung. Keduanya adalah menyangkut pertanian," katanya. 
 
Audit BPK
Sementara Sekretaris Daerah Pakpak Bharat, Sahat Banurea dikonfirmasi usai RDP dipanggil dewan soal PD PAL. Katanya kapasitasnya dipanggil dewan sebagai dewas. 
 
Sahat juga mengakui PD PAL merugi. Namun Sahat enggan merinci soal berapa jumlah kerugian PD PAL. Namun kata dia, berapa jumlah kerugian PD PAL tergantung audit yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). "Kita serahkan ke BPK. Nanti setelah audit BPK keluar maka kita ketahui berapa jumlahnya," katanya. 
 
Saat ditanya soal jumlah penyertaan modal, Sahat juga enggan menjelaskan berapa rinciannya. Ditanya soal beredar informasi penyerataan modal mencapai Rp 20 miliar? Sahat tidak menapiknya. "Kira-kira segitulah. Tapi jumlahnya tersebut sejak PD PAL ada," tukasnya. MT
© 2021 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved