DPP -RPSPS Mengecam Pergantian Nama Prongil Julu

By September 15, 2021 123

DPP-RPSPS Kecam Pergantian Nama Prongil Julu

Pakpak Bharat (Polmas Poldasu) Dewan Pimpinan Pusat Rempu Pemuda Suak Pakpak Simsim (DPP-RPSPS) angkat bicara soal beredarnya pergantian nama Prongil Julu menjadi Parongil yang tertera di papan proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kab. Pakpak Bharat Tahun Anggaran 2021 senilai Rp1,7 miliar.

 

RPSPS menilai pergantian nama yang seyogianya Prongil menjadi Parongil tidak boleh dianggap sepele. Organisasi lokal yang berada di Suak Pakpak Simsim Kab. Pakpak Bharat itu menilai pergantian nama kampung tersebut, tindakan yang bisa merugikan harkat martabat dan jati diri lebuh-lebuh/kampung halaman marga-marga yang ada di wilayah Suak Simsim Kab. Pakpak Bharat nantinya. 

 

RPSPS pun berharap yang mengganti nama kampung tersebut harus bertanggung jawab dan segera memberikan klarifikasi, membuat permohonan maaf dan menggantinya.

 

"Bagi kami (RPSPS) pergantian nama di plank proyek yang berlokasi jalan Santar Jehe itu tidak boleh dianggap sepele, kalau dibiarkan ini seperti itu, kita khawatir nama-nama kampung/lebuh yang lain tersebar diwilayah Kab. Pakpak Bharat ini akan mengalami hal yang sama, jadi kita tidak bisa membiarkan," kata Ketua Umum (DPP- RPSPS) Selloh Cibro, S.Sos saat ditemui di Salak, Selasa 14/09/2021.

 

Selloh menjelaskan sepengetahuannya tidak pernah ada nama Parongil di wilayah Kab. Pakpak Bharat. Menurut pria yang juga lahir di Prongil Jehe ini, sepengetahuannya adalah Prongil Julu yang mempunyai arti dan makna.

 

"Tidak pernah saya dengar Parongil, Yang ada hanya Prongil dan menurut saya punya makna. Saya sudah tanya sama tokoh dan masyarakat Desa Prongil yang ada adalah Prongil Julu dan Prongil Jehe. Makanya saya heran kok ada merubah nama dengan sesuka hati. Ini sudah keterlaluan dan menimbulkan paradikma yang negatif bagi kampung/lebuh diwilayah Kab. Pakpak Bharat ini nantinya," katanya.

 

Selloh yang saat ini duduk sebagai anggota DPRD Kab. Pakpak Bharat menilai tindakan siapa pun yang mengganti nama itu harus bertanggung jawab. Dia pun memberikan waktu untuk segera mengganti.

 

"Bagi kami (RPSPS) tidak peduli siapa yang buat. Mau PUTR atau kontraktor harus segera menggantinya. Kami hanya mengingatkan bahwa nama tersebut salah. Intinya harus diganti secepatnya, ini harus diganti. Kami tidak mau tau itu ulah siapa. Yang penting harus diperbaiki," katanya.

 

Selloh pun mengkritisi bahwa akibat pergantian nama tersebut, kritikan dan kecaman di media sosial sangat banyak sekali di masyarakat, begitu juga proyek yang sedang berlangsung tersebut di pandang tidak prioritas dan juga penyempitan bahu jalan.

 

"Namun khusus untuk kawan-kawan RPSPS yang tersebar di seluruh Kabupaten, Kecamatan dan Desa di wilayah Suak Simsim Kab. Pakpak Bharat, saya meminta dan menghimbau jangan melakukan tindakan di luar prosedur. Jangan melakukan tindakan apa-apa. Kalau masih ada niat mereka memperbaiki kita sangat apresiasi. Dan kita masih menunggu niat baik mereka yang membuatnya," ujarnya.

 

Tak hanya itu melihat pergantian nama, Selloh pun meminta seluruh elemen masyarakat agar mengawasi proyek itu. "Awasi proyek itu, itu jalan kita bersama, itu uang rakyat yang membangunnya. Kalau ada salah ingatkan rekanan. Tapi ingat tujuan mengingatkan harus sopan," katanya. MT

© 2021 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved