Warga Minta Kapolres Simalungun dan Kejaksaan Negeri Simalungun Tinjau Proyek Pembangunan DD dari ADD Tahun 2018 dan tahun 2019 di Nagori Purbaganda, Yang Diduga Asal Jadi dan Adanya dugaan Penyimpangan Dana ADD.

By June 24, 2019 576
Simalungun (Tabloidpolmaspoldasu) - Warga Kampung 3, Huta II, Nagori Purbaganda, Kec. Pematang Bandar, Kab.Simalungun meminta kepada Kapolres Simalungun dan Kejaksaan Negeri Simalungun untuk Tinjau dan audit Pembangunan DD dari ADD 2018 dan 2019, diduga proyek tersebut dibangun asal jadi dan dugaan adanya penyimpangan dana anggaran dana desa dalam pembangunan tersebut (24/06/19).
 
Dari hasil pertemuan kru polmas poldasu dengan Yahman (60) dan timenya pada hari Kamis tanggal 20/06/2019, sekira pukul 15.00 wib. Yahman sebagai Ketua dan Time Investigasi dan pengawasan DD mengatakan " saya melihat langsung ke lokasi pembangunan Saluran Pembuangan dan Plat Beton yang berukuran 50/50/40 x 311 m, dengan ADD tahun 2019 sebesar Rp.166.198.300,-, yang terletak di Jalan Mangga, Nagori Purba Ganda, Kec. Pematang Bandar.
 
Selanjutnya Yahman dan time melihat ada beberapa kejanggalan dalam pembangunan tersebut. Yang mana pondasi saluran air tidak disemen dahulu dan lantainya tidak ditutup dengan batu terlebih dahulu. Namun langsung di semen dengan tanah, dan campuran semennya tidak benar sehingga diasumsikan akan cepat rusak dan roboh, terus dari catatan pengeluaran dana yang di keluarkan Pangulu Purbaganda melalui pelaksanaan kegiatan TPK nagori purbaganda sangat berbeda dan diduga ada penyimpangan. Ungkapnya
 
Hal yang sama juga di lontarkan Jumangin (60) ini bang biar ku jelaskan " DD dari Anggaran 2019 untuk pembangunannya menghabiskan dana sebesar Rp.166.798.325,-. Sedangkan untuk pengerjaan pembuatan saluran plat beton 1 unit menghabiskan dana sebesar Rp.74.077.000,- (data yang dikeluarkan pelaksana TPK) Dan pajak Rp.4.399.975,-. Jadi Sisanya Rp.87.721.325,-. Jadi sisanya kemana bang, mana lagi pembangunanya asal jadi macam manalah akan dinikmati sama anak cucu kami nanti. Semua ini sudah kami laporkan kepada Camat Pematang Bandar. Tapi belum juga direspon bang.  Lontarnya kesal.
 
Dari hasil perbincangan tersebut dan melihat data dan foto yang sudah diberikan tersebut kru Polmas poldasu mencoba menghubungi, Mengirim pesan kepada Pangulu Nagori Purbaganda dan Juga Camat Pematang Bandar, untuk konfirmasi namun tidak ada jawaban.
 
Tepatnya pada tanggal 21/06/2019 sekira pukul 15.00 wib. Pangulu Purbaganda Nasiadi ST menghubungi kru polmaspoldasu dan mengatakan "proyek tersebut sudah sesuai dengan pengerjaannya dan nanti kita tanya lagi sama anggota pelaksana TPK. Ungkapnya.
 
Dan tepatnya hari Sabtu, tanggal 22/06/2019, sekira pukul 10.00 wib. Pangulu Purbaganda Nasiadi ST, mengadakan pertemuan tepatnya di warung Pekan Perasaan yang dihadiri oleh Dian (jabatan Kadus dan pengurus pelaksana TPK), Jumani (Kadus), Yaman (Ketua Investigasi), Bahyudi( Ketua PAC. Pemuda Pancasila Pem.Bandar), Jumangin, Suriono (Masyarakat) dan Kru Polmas Poldasu.
 
Dalam pertemuan Yahman dan time menunjukkan hasil dari temuan mereka dan memberikannya kepada Pangulu Purbaganda Nasiadi ST. Dan masing-masing pihak memberikan tanggapannya. 
Bahyudi mengatakan bahwa beliau adalah mediasi untuk membahas hal ini. 
 
Selanjutnya pelaksana TPK, yang diwakili Dian menyampaikan " Sudah kita kroscek ke lokasi pembangunan dan sudah kita benerin pembangun yang salah sebelum lebaran kemarin. Dan saya setiap hari mengecek pembangunan proyeknya.ungkapnya
 
Dalam hal ini kru polmaspoldasu menanyakan kepada Dian selaku pelaksana TPK. "Kira-kira di tanggal berapalah di benarin pembangunan yang salah dan bisa gak abang lihatkan foto,dokumen proyek tersebut dibenerin serta daftar hadir bahwa setiap hari abang mengecek proyek tersebut? 
Dengan nada keras dan sambil menunjuk ke pada kru pmaspoldasu, Dian menjawab " abang jangan seperti penyidik aja, saya juga ada atasan dan saya tidak bisa berikan itu semuanya. Imbuhnya.
 
Selanjutnya Pangulu Nagori Purbaganda menyampaikan pendapatnya" Ini proyek dikerjakan oleh masyarakat, bilamana ada yang salah pengerjaannya kenapa tidak dihentikan aja pembangunannya, imbuhnya.
 
Mendengar hal ini Yahman menegaskan" Kita sudah tegur dan hentikan, tapi mereka bilang in, bapak bukan kadus dan Pangulu disini" dan mereka melanjutkan pekerjaannya.
 
Kru Polmaspoldasu menanyakan langsung kepada Pangulu Purbaganda Nasiadi ST. "  Dari data dan dokumen foto yang disampaikan oleh Bapak Yahman dan Time, yang saat ini sudah bapak pegang. Apakah benar adanya pembangunan tidak sesuai dengan pengerjaannya dan juga dana untuk pembangunan proyek yang dibuat oleh pelaksana TPK benar diduga ada penyimpangan.ungkap kru.
 
Selanjutnya Pangulu Purbaganda Nasiadi ST menjawab" Semua yang disampaikan kepada saya ini benar, manusiawi kalau manusia pasti punya banyak kesalahan dan akan diperbaiki, jawabnya.
 
Pangulu Nagori Purbaganda Nasiadi,ST meminta maaf kepada masyarakat dan time investigasi yang hadir karena adanya persoalan ini.
 
Yahman menambahkan "Dari pengakuan Pangulu Nagori Purbaganda Nasiadi. ST, diduga terjadi penyalahgunaan dana desa dengan anggaran dana desa atas pembangunan proyek saluran pembuangan dan plat beton 1 unit, diduga merugikan negara Rp.87.721.325,-. Dan hal ini sangat bertentangan dengan undang undang desa No.6. Tahun 2019, permendagri No.20. Tahun 2018. undang undang No.60. Tahun 2014 dan Undang Undang No.31. Tahun 1999 yang diubah menjadi Undang undang No.20. Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi.
 
Selanjutnya Yahman meminta kepada Kapolres Simalungun dan Kejaksaan Negeri Simalungun agar turun langsung mengawasi dan mengaudit pengerjaan proyek DD dari ADD 2018 yang lalu dan DD dari ADD 2019 yang saat ini sedang berjalan, sehingga tidak ada lagi dugaan penyimpangan dana dan pengerjaan proyek yang asal-asalan. Tambah Yahman.(AHS).
 
 
© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo