Gegara Air, Fakistan Situmorang (40) Gamot sekaligus Ketua TPK Nagori Lestari Indah anggar jago kepada warga.

By August 01, 2019 233
Simalungun, (Tb. Polmas Poldasu) - Sebagai aparatur desa memang harus bersifat sabar dalam mengayomi dan melindungi berbagai macam lapisan masyarakat tetapi tampaknya hal ini tidak berlaku bagi Fakistan Situmorang (40) Gamot Huta IV Nagori Lestari Indah Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun. Disaat orang hendak memulai aktivitasnya untuk bekerja dia malah memulainya dengan keributan.
 
Merangkap sebagai Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Nagori Lestari Indah, tindakan dan ucapan Fakistan Situmorang sangat meresahkan warga pasalnya hanya karena salah satu warga menanyakan, apakah kewajiban warga menyediakan air tuk kegiatan proyek spontan Fakistan Situmorang merasa keberatan dengan mengatakan tidak syor seolah-olah mengancam dan premanisme.
 
Kronologis keributan pagi itu bermula Selasa, 30 Juli 2019 pukul 08.00 WIB Fakistan Situmorang datang kerumah BH (42) warga Jl. Mangga Raya Nagori Lestari Indah guna meminta air untuk pengerjaan Proyek Pengerasan Bahu Jalan dengan rabat beton di Jl. Mangga Raya.
 
"Rai***,"panggil Fakistan Situmorang. tak lama keluarlah BH sambil bertanya,"ada apa bang?" jawabnya.
"boleh kami minta air disini,"tanya Fakistan Situmorang
Sambil berfikir heran BH lalu menjawab sambil bertanya, "emang kewajiban warga menyediakan air untuk proyek ini,"tanya BH
"karena yang dekat ajanya bg," jawab Fakistan Situmorang
"O  begitu bg,  ya udah bg silahkan,"sambung BH
 
tetapi entah mengapa Fakistan Situmorang tiba-tiba merubah rencananya dengan menyuruh anggotanya untuk menyambung pipa air kekantor PDAM yang letaknya agak berjauhan.
 
"disana ajalah kalian ambil air, tak enak kulihat muka abang ini, tak sor pula aku dengan kata-kata emang kewajiban warganya itu menyediakan air untuk proyek yang kita kerjakan ini"ucap Fakistan Situmorang.
 
Kepada awak media BH mengatakan salah rupanya warga bertanya.
 
"emang kewajiban warga untuk menyediakan air untuk proyek desa yang mereka kerjakan, inikan semua sudah ada anggarannya,"terang BH
 
sementara itu praktisi hukum Panca Tanjung, SH, ketika dikonfirmasi awak media melalui sambungan seluler terkait tentang arogansi dan premanisme aparatur desa mengatakan, tidak sepatutnya sebagai aparatur desa berbuat ataupun berbicara arogansi kepada masyarakat. Justru seharusnya mengayomi dan melindungi masyarakatnya.
 
"sebagai aparatur desa ya seharusnya menjaga sikaplah terhadap warga, mengayomi dan melindungi warganya, bukan bertindak arogansi menakuti warganya dengan mengatakan tidak sor aku seolah-olah mengancam warganya dan menunjukkan premanisme,"terang Tanjung.
 
"dan hal itu harus dievaluasi serta ditindak lanjuti oleh pangulu Nagori Lestari Indah tentang arogansi aparatur desanya supaya jangan ada keresahan warga dan premanisme di NKRI ini,"jelas tanjung menambahkan.
 
Sementara sampai saat ini Pangulu Nagori Lestari Indah Mahidin Girsang, SH ketika dihubungi awak media melalui selulernga tidak diangkat walaupun terdengar nada sambung begitu juga saat di sms dan pesan WA tidak dibalas walaupun sudah terbaca ada dugaan melindungi anggotanya.
 
Hingga berita ini dilansir ke meja redaksi yang bersangkutan dan Pangulu Nagori Lestari Indah tidak dapat dikonfirmasi oleh awak media.
 
(bambang)
© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo