Gedung Jabal Nor berlantai enam di Asrama haji dibangun 2017 sampai saat ini belum bisa digunakan

By August 05, 2019 186

Medan (Polmas) - Gedung Jabal Noor berlantai 6 di Asrama Haji Medan ,kelihatannya  megah tapi belum dapat dipungsikan oleh panitia pemberangkatan dan penerimaan haji emberkasi Medan sampai saat ini. Gedung Jabal Noor yang  berlantai enam itu kelihatan sangat perkasa dan kokoh berdiri di Jalan Jenderal AH Nasution tepatnya di UPT Asrama Haji Medan.

Bangunan yang biayanya bersumber dari Kementerian Agama RI ini dibangun tahun 2017, namun menurut pantauan Tim Tabloid Polmas POLDASU baru baru ini belum bisa digunakan untuk menunjang fasilitas pemberangkatan dan penerimaan jemaah haji 2019 di Asrama Haji Medan, karena kondisinya  memperihatinkan.

Hancurnya bangunan gedung Jabal Noor ini,apalagi dibagian dalam gedung baru diketahui sejumlah wartawan, pada saat terjadinya hujan lebat pada penerimaan calon haji tahun 2019 ini. Menurut amatan tim Tabloid Polmas POLDASU, hujan lebat yang mengguyur Asrama haji sangat merepotkan para calon haji , terutama yang berusia lanjut, ketika hendak melaksanakan sholat Ashar,sebab jemaah ada kesulitan  untuk berwudhu.

Tidak diketahui apakah bangunan ini sudah diserahterimakan kepada pengelola Asrama Haji, yakni kepada Unit Pelaksana Tektis. ( UPT). Sebab Kepala UPT Asrama Haji Medan, Ramlan Sudarto  ketika dikonfirmasi tentang bangunan Jabal Noor itu, tidak bisa memberikan penjelasan secara rinci.

Sebab katanya bangunan itu dibangun semasa kepala UPT di jabat Drs H Suterisno, Sedangkan H Suterisno sudah meninggal dunia Sejumlah wartawan yang sampai ke lantai 2, ketika hujan turun melihat, masuknya air hujan ke lokasi bangunan Jabal Noor itu diduga dari lantai enam , karena sejumlah plafon gedung bocor bahkan  hancur, seperti terlihat pada gambar. Sejak awal pembangunan ini sebenarnya sudah banyak orang  yang mencurigai, karena diduga tidak sesuai dengan bestek.

Tim tabloid Polmas Poldasu tahun 2018  juga pernah menaruh curiga atas kondisi bangungunan gedung jabal nur berlantai enam ini, kepada Ka UPT Alm Drs H Suterisno pada saat itu,namun  yang bersangkutan bersikukuh. mengatakan bahwa bangunan tersebut sesuai dengan bestek dan bangunan ini merupakan bangunan yang dibiayai oleh Kementerian Agama RI. Dan katanya baginya ini merupakan amanah yang harus dijaga, karena berkaitan dengan Akhirat. Karena itu masyarakat katanya tidak perlu meragukan bangunan itu akan menyalahi bestek.

Keyakinannya gedung itu dikerjakan sesuai dengan bestek, karena pihaknya bekerjasama dengan pihak TP4D  yaitu Kejaksaan Tinggi Sumut, dalam mengawasi bangunan tersebut. Sementara itu,menanggapi masalah gedung Jabal nor berlantai enam yang dibangun 2017 di kawasan UPT Asrama Haji kurang berkwalitas dan amburadol lPungsionaris DPP LSM SIMPARAS, turut menyayangkan atas kejadian hal itu,"apalagi pungsi bangunan itu,untuk melayani umat untuk penyelenggaraan pemberangkatan dan penerimaan haji,agar jemaah lebih nyaman."sebut M Lyza PD .

Seharus pihak terkait yaitu Kemenag dan Tim TP4D harus bertanggung jawab terhadap gedung baru itu,mulai dari awal pembangunan sampai akhir pembangunan."M Lyza Padang,memberi tanggapan.

Selain Tim Kejaksaan selaku Pengawas pembangunan dinilai lemah dalam tugas  yaitu proses pengawasan dilapangan,atau diduga tidak pernah turun melihat proses pembangunan gedung Jabal Nor,itu,sehingga hasilnya gedung berlantai enam tidak dapat dipungsikan karena sudah mengalami kerusakan,pedahal bangunannya dikategorikan baru."sebut Lyza mengakhiri. (KP/Z)

© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo